Memakai Cincin Non Emas

Sarkub Share:
Share

Namun hadist tersebut, oleh para ulama dijadikan dasar pendapat bahwa sebaiknya muslim laki-laki memakai cincin yang tidak melebihi 1 mitsqal, atau setara 4,6 gram, ada pendapat yang lain mengatakan setara 4,2 gram, ada juga yang membulatkannya setara 5 gram. Namun sebagian ulama lain berpendapat bahwa tidak ada batasan berat secara khusus, tetapi menurut kelaziman masyarakat saja dengan catatan tidak berlebihan.

Dalam Syarah Muhazzab, Imam Nawawi mentarjih pendapat yang mengatakan bahwa memakai cincin non emas dan selain perak hukumnya tidak makruh karena hadist di atas adalah dlaif menurut beliau. Selain itu juga didasarkan atas hadist yang lain yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Muaiqib r.a. yang menginformasikan bahwa “Rasulullah SAW memakai cincin dari besi yang disepuh dengan perak di jarinya”. Dalam kitab Al Jawaabul Hatim ‘An Suaalil Khatim, Imam Suyuthi berfatwa bahwa hukum memakai cincin non emas itu diperbolehkan.

Hukum Memakai Cincin Lebih Dari Satu

Imam Darimi berpendapat makruhnya memakai cincin lebih dari satu yang semuanya dibuat dengan bahan perak. Sehingga, Imam Suyuthi menegaskan, kalau tidak terbuat dari perak, memakai lebih dari satu cincin hukumnya boleh. Pendapat ini dikuatkan lagi oleh Imam Asnawi dan Khowarizmi dalam kitab Al Kafi. Namun, lanjut beliau, sebaiknya jika memakai lebih dari satu cincin, jangan memakainya pada satu jari.

Hukum Memakai Cincin Dengan Mata Batu

Memakai cincin yang bermata, biasanya terbuat batu mulia, hukumnya diperbolehkan untuk lelaki dan perempuan. Imam Nawawi dalam kitab Majmu’ berpendapat bahwa memakai cincin dengan mata atau tanpa mata hukumnya boleh. Meletakkan mata cincin di bagian luar atau dalam juga boleh, namun di bagian dalam lebih utama sesuai sunnah Rasulullah SAW berdasarkan hadist shahih di awal tulisan. Adapun mata cincin Rasulullah SAW terbuat dari perak juga, begitu menurut riwayat Shahih Bukhari. Riwayat dalam Shahih Muslim menyebutkan ada riwayat dari Sayyidinaa Annas r.a. bahwa cincin Rasulullah SAW terbuat dari perak, adapun mata cincinnya dari batu Habasyah. Ada pula riwayat yang mengatakan bahwa cincin Rasulullah SAW dari batu akik atau sejenis akik yang mempunyai motif. Ada pula riwayat Ibn Baithar dalam kitab Al Mufrodaat Fit Thib yang ditulis oleh Imam Suyuthi, bahwa cincin Rasulullah SAW terbuat dari batu Zabarjad. Imam Suyuthi pun menyimpulkan bahwa hal itu menunjukkan bahwa cincin Rasulullah SAW tidak hanya satu macam.

(Visited 71 times, 1 visits today)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan