Kyai Ngewes dan Santri Ngowos di Pesantren Wes Hewes

Sarkub Share:
Share

Setelah sekian lama belajar menimba ilmu di “Pesantren Wes Hewes“, Santri Ngowos merasa ilmunya masih dangkal alias cekak. Dan ia mencium adanya diskriminasi, karna selama ini yang diajarkan kepadanya cuma ilmu biasa biasa aja. Suatu hari Santri Ngowos nekad menemui sang guru mengadu seraya protes kepada Kyai Ngewes, terjadi dialog sebagai berikut:

Santri Ngowos: “Yai…, mbok saya ini diajari ilmu tingkat tinggi kayak santri – santri lainnya gitu loch…!”

Kyai Ngewes: “Maksud loooh…!?”

Santri Ngowos: “Mbok saya diajari semacam ilmu yang bisa menerawang aura orang, membaca pikiran orang, ilmu kanuragan, ilmu rogo sukmo, ilmu suwuk, ajian kebal bacok, mengusir jin dan sejenisnya lah…”

Kyai Ngewes: “Kamu gak pantas mendapat ilmu tingkat tinggi macam gitu… Kamu akan saya ajari ilmu tingkat rendah  saja yaa… tingkat paaaliiing rendah.. hehehehe”

Santri Ngowos : “Kok geto cih..! emang ilmu rendahan gitu buat apaan, Yai?”

Kyai Ngewes: “Hekekeks…..dengar dulu… ilmu terendah itu adalah SUJUD….  sujud sampai di dalam keningmu tak ada lagi gambaran apa – apa…. tak ada lagi gambaran jin, ilmu hipnotis, ilmu pelet, ilmu gendam,  wangsit dan sejensinya… wes hewes bablas.. habis biiiis…. La ilaha ilallah… Tidak ada apa – apa sama sekali… babar blas…!
Sampe bathinmu tiba-tiba berteriak dengan keras: “Subhana rabbiyal a’la wabihamdih” (Maha Suci Allah dan Maha Tinggi). Sehingga segala alammu tak mampu melampaui, selain engkau disucikan dan ditinggikan oleh Yang Maha Suci dan Maha Tinggi itu sendiri…
Hingga engkau berada di wilayah Al A’raf tersembunyi Yang Suci.. …
Hingga engkau dimampukan memandang suatu kejadian dengan cara pandang lebih luas dan disirnakan persangkaan buruk atas segala kejadian agung yang sedang digelar ini…. itulah yang dimaksud karimal ahlaq, sempurnanya dialog Tuhan atas manusia dalam lelaku  Agung awal penciptaan Adam yang tak mampu dijawab oleh Jibril

Dan di situlah maksud… La haula wala quwwata ila billah..
yang tak bisa lagi kau bantah dengan akalmu yang selalu merasa bisa ini.. bisa itu…
padahal sesungguhnya dirimu gak bisa apa-apa secuil pun… rendah…! gak ada harganya… fana…!..

mau gak ilmu itu?”

Santri Ngowos:  ” Sendiko dawuuh….  Nggiih…, mau, yai….”…

(Wangsit Wejangan By:  Angin Semilir)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

One Response

  1. Avatar

    Rahmad Santoso01/07/2014 at 09:55Reply

    dalem banget maknanya…
    suwun yai…

Leave a Reply