Indonesia Dan Syariah

Sarkub Share:
Share

Dengan fakta-fakta historis seperti itu agak terdengar aneh jika ketakutan terhadap syariah Islam terus dikembangkan, dan bahkan dijadikan sebagai komoditas politik murahan. Bahkan seorang teman pernah mengatakan jika umat Islam ikut latah takut terhadap pemberlakuan syariah Islam, kenapa tidak dilarang saja pengajaran materi fikih di semua lembaga pendidikan Islam, mulai dari pesantren hingga perguruan tinggi? Sebab, kajian fikih merupakan pintu gerbang di dalam memahami syariat Islam.

Sementara itu di sisi lain, perlu juga untuk memahami psikologi beberapa kalangan yang “anti” terhadap syariat Islam. Secara umum, mereka yang anti syariat Islam adalah orang-orang yang tidak memahami filosofi dari syariat Islam. Di benak mereka, syariat itu diwujudkan dengan penggambaran keharusan memakai cadar atau niqab bagi perempuan, hukum potong tangan bagi pencuri, hukum rajam bagi pezina, dan hukum pancung bagi pembunuh. Deskripsi syariat yang bercorak pidana tersebut sesungguhnya belum menggambarkan wajah syariat secara utuh. Pemidanaan adalah salah satu ekspresi dari hukum yang sifatnya ijtihadi. Sedangkan esensi hukum justru terletak pada kemampuan sistem di dalam menegakkan keadilan.

Di sinilah sesungguhnya tantangan umat Islam di dalam memperjuangkan syariah yaitu dengan memperkenalkan syariah as values terlebih dahulu sebelum masuk di wilayah aksi. Sampai di sini saja umat Islam masih dihadapkan pada ketidakmampuan mentransformasikan syariah dari tataran das sollen kepada das sein. Semangat memperjuangkan syariah selama ini masih berupa jargon. Bahkan pada beberapa kesempatan, syariah seringkali dipaksa untuk berhadap-hadapan dengan sistem hukum yang berlaku.

Sumber : KH. Abdi Kurnia Djohan

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

One Response

  1. Avatar

    Sabun Gove24/04/2017 at 18:52Reply

    Kira-kira bisa diterapkan penuh nggak ya min hukum islam di indonesia?

Leave a Reply