2:11 pm - Wednesday September 23, 3801

Kebohongan Abd. Aziz (Ustad Wahabi) Dibongkar Oleh Pemeluk Hindu

Menggugat Kesaksian Ustadz  “Ida Bagus” Abdul Aziz

          (Oleh: I. K. Sugiartha)

Apakah sama  agama dan  tradisi?  Secara umum dapat dijelaskan, bahwa Agama  adalah pengikat jiwa yang menuntun jalan mencapai Tuhan. Sementara tradisi adalah kebiasaan-kebiasaan di dalam melaksanakan ajaran agama.   Namun  seorang Ustadz Abdul Aziz,   yang mengaku mantan Hindu,  mengidentikan tradisi  dengan agama Hindu.  Padahal  Pak Ustadz ini,  katanya, sudah  menyandang gelar  sarjana agama (SAg) Hindu dan sudah belajar Hindu selama 25 tahun, serta  menguasai Yoga Samadi. Bukan main. Tetapi, kenapa dia meninggalkan Hindu. Benarkah Mantram Tryambakam kalah dengan  suara Takbir?

Kesaksian Menjadi Muslim

Inilah rangkuman kesaksian Ustadz Abdul Aziz yang disampaikan di dalam sebuah pengajian  yang bertajuk  ‘’Kesaksian Hidayah Mantan Pemeluk Hindu’’ di Surakarta, Jawa Tengah,  pada Rabu, 21 Juli 2010, rekamannya beredar di tengah-tengah masyarakat,  penulis sampaikan dengan gaya bertutur seperti berikut ini.

Sebelum saya masuk Islam, agama saya adalah Hindu.  Pendidikan saya Sarjana Agama  Hindu.  Saya mempelajari Hindu sudah dua puluh lima tahun.  Orang mungkin tidak akan percaya kalau saya bisa  sampai masuk Islam. Saya berkasta brahmana. Nama depan saya  ‘’Ida Bagus’’ (dia tidak menyebutkan nama Hindunya).  Saya menguasai yoga samadi.

Saya melakukan praktek yoga samadi di Pura Mandara Giri Lumajang bersama beberapa orang teman saya.  Pada suatu hari saya disarankan untuk membaca Mantram Tryambakam. Saya pun terus aktif  membaca Mantram Tryambakam, pagi, sore dan malam. Pada hari ketiga yang melakukan yoga samadi, saya diuji Tuhan, ribuan nyamuk datang dan mengerubuti saya. Saya kemudian bacakan Mantram Tryambakam, nyamuk itu hilang. Pada hari kelima saya melakukan yoga semadi,  saya lagi diuji Tuhan,  aroma bau busuk menebar dari tubuh saya. Saya kemudian membacakan Tryambakam, bau busuk di tubuh saya  pun hilang.

Pada hari ketujuh saya melakukan yoga samadi,  tiba-tiba hati saya berdebar-debar. Saya terus membaca Tryambakam, tetapi guncangan hati saya tidak berhenti. Dalam situasi  berdebar-debar,  tiba-tiba saya mendengar suara takbir ‘’Allahuakbar … Allahuakbar’’. Padahal malam itu bukan malam idul fitri, lantas dari mana suara takbir itu datang. Saya coba lawan dengan Mantram Triyambakam, namun  suara takbir itu tidak hilang, malah suaranya semakin jelas dan kuat. Dari situ saya kemudian berpikir  bahwa ini adalah hidayah bagi saya.        Saya kemudian masuk Islam pada tahun 1995,  dan  naik haji pada tahun 1996. Sepulang saya dari haji,  kedua orang tua saya dan lima saudara saya  semua ikut dengan saya masuk agama islam.

 

Panca Yajna:  Upacara Selamatan?

Tidak ada maksud sedikitpun dari penulis  untuk  mencampuri urusan privacy seorang Ustazd Abdul Aziz, lebih-lebih mengenai pilihan jalan (agama) penuntun hidupnya.  Cuma saja, yang mengundang  perhatian saya, karena   di dalam ceramahnya yang  berdurasi sekitar  satu setengah jam (dua CD) tersebut, Pak Ustadz  telah menjadikan ajaran ‘’Agama’’ Hindu sebagai bahan  banyolan, di antaranya seperti kalimat-kalimat yang dicetak miring berikut ini:

 Pertama. Panca Yajna adalah  lima  upacara selamatan di dalam agama Hindu, masing-masing:

  1. 1.      Dewa yajna yakni selamatan kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa.
  2. 2.      Rsi yajnya adalah selamatan kepada  orang-orang yang dianggap suci.
  3. 3.      Pitra yajna adalah selamatan kepada roh leluhur.
  4. 4.      Manusa yajna adalah selamatan kepada  manusia.
  5. 5.      Butha yajna adalah selamatan kepada  mahluk bawahan.

Melakukan selamatan ini adalah wajib hukumnya di dalam Agama  Hindu. Contoh  selamatan pada hari kematian, acaranya berlangsung pada hari pertama, ke-3, ke-7, ke-40,  ke-100 dan  nyewu (hari ke-1000).   ‘’Kalau tidak  punya uang untuk melaksanakan selamatan, wajib utang kepada tetangga. (jamaah tertawa).

            Sebab  bila keluarga yang meninggal tidak diselamatin, rohnya akan gentayangan,  menjelma menjadi hewan,  binatang, bersemayam di keris dan jimat, dll. Makanya pohon-pohon diberi sarung, dan pada setiap hari Sukra Umanis jimat dan keris diberi minum kopi. ‘’Sedangkan yang melaksanakan selamatan, dapat tiket langsung masuk surga.’’  Di dalam Islam tidak ada selamatan-selamatan, tetapi yang ada adalah sedekoh. Sedekoh punya kelebihan dari selamatan yakni memberikan sedekoh ketika kita punya kelebihan yang biasanya dilakukan pada menjelang bulan puasa. Jadi bukan hasil utang.

Tanggapan Penulis.   Sejak SD saya belajar agama Hindu, sampai sekarang Panca Yajna itu artinya lima korban suci. Bahkan di dalam Kitab Bhagawad Gita, yajna berarti bakti, pengabdian, persembahan dan kurban (sedekah) yang dilakukan dengan tulus iklas (hati suci). Bukan   berharap untung  yang lebih besar kepada Tuhan dari sedekoh yang kecil kepada manusia. Jadi Panca Yajnya itu adalah berbakti (sujud) kepada Tuhan (Dewa Yajna),  bakti kepada  orang suci  (Rsi Yajna),  berbakti kepada leluhur  (pitra yajna), melayani (berderma) kepada sesama (manusa yajna) dan bersedekah kepada bahluk bawahan (butha yajna). Tidak ada saya jumpai arti Panca Yajna adalah lima upacara  selamatan dan  wajib ngutang,  seperti  kitab yang dibaca Ustadz Abdul Aziz.

Istilah selamatan  tidak ada di dalam Hindu, apalagi selamatan atas kematian. Adapun rangkaian upacara kematian di dalam Hindu seperti  nelun, ngaben, ngeroras (memukur) dll. pada intinya  merupakan penyucian sang jiwa dari unsur badan fisik, mendoakan agar perjalanan sang jiwa tidak mendapatkan halangan,  memperoleh ketenangan dan kedamaian di alam pitra. (Kitab Asvalayana Griha Sutra).  Masalah dia (sang jiwa) mendapat tiket ke sorga atau akan masuk neraka, tergantung dari  bekal  karmanya. Yang jelas sangat tidak ditentukan oleh acara selamatan.

Apalagi kalau dikatakan bahwa  roh yang tidak diselamatin  akan gentayangan, menjelma jadi hewan atau pohon,  itu  ada di cerita film kartun. Proses reinkarnasi berlangsung puluhan bahkan mungkin sampai ratusan  tahun. Sementara pohon-pohon di berikan busana (sarung: menurut Ustazd Abdul Aziz),  adalah  sebagai  tanda bahwa pohon-pohon  tersebut dilestarikan dan tidak boleh ditebang sembarangan. Ini wujud bahwa Hindu cinta lingkungan.

 

Kedua.  Di dalam agama Hindu, dalam memberangkatkan mayat ada tradisi trobosan yakni berjalan menerobos di bawah keranda mayat, sebagai wujud bhakti kepada orang tua yang meninggal. Dan ketika mayat ditandu ke kuburan, di sepanjang jalan dipayungi. Apakah mayatnya kepanasan? Belum pernah mati kok tahu mayat kepanasan. Di Islam acara-acara semacam itu tidak ada dasar hukumnya baik di hayat maupun hadist.

Tanggapan Penulis. Dengan tanpa bermaksud merendahkan kemampuan sosok Ustadz Abdul Aziz di bidang agama, namun perlu saya sampaikan bahwa rangkaian acara satu hari, 3, 7, 40, 100 dan  nyewu,  menurut hemat saya adalah tradisi di dalam kehidupan beragama dengan berbagai tujuan dan motivasinya. Misalnya ‘’Tradisi Nyewu di Yogyakarta’’ yang pernah dimuat di Media Hindu.  Tolong dibedakan antara agama dan tradisi.

 

Ketiga.  Apakah Tuhan Hindu minta makan? Lihat ini, Dewa makan bubur hangat. Dewa  Brahma masih  doyan pisang rebus  (Ustadz menunjukkan  gambar Brahma disertai sesajen termasuk tumpeng). Tumpeng bagi Hindudianggap simbol Tri Murti. Barang siapa yang bisa membikin tumpeng, berarti dia sudah masuk Hindu.

Tanggapan Penulis. Orang bodoh pun tahu bahwa Tuhan tidak butuh apapun dari manusia, apalagi pisang rebus. Makanan duniawi cuma dibutuhkan oleh badan fisik, tidak untuk badan rohani. Persembahan berupa bebantenan yang dilakukan oleh orang Bali yang beragama Hindu  bukan untuk memberi dewa (Tuhan) makan. Akan tetapi, melakukan persembahan merupakan cara umat Hindu untuk mewujudkan rasa bhakti dan  ungkapan rasa terimakasih kepada Tuhan atas  segala anugerah-Nya. Persembahan tersebut kemudian dimohonkan untuk diberkati untuk selanjutnya dapat kita nikmati. ‘’Yang baik makan setelah upacara bakti, akan terlepas dari segala dosa, tetapi menyediakan makanan lezat hanya bagi sendiri, mereka ini sesungguhnya makan dosa. ‘’ (BG. III.13)

Bisa membuat tumpeng berarti masuk Hindu? Ini bombastis. Untuk menjadi Hindu ada proses ritualnya, di antaranya upacara sudi widana dan mengucapkan Panca Sradha.  Banyak orang muslim, kristen dan Budha yang pandai  membuat tumpeng, apakah itu berarti mereka masuk Hindu?

 

Para Wali Menjiplak Weda?

            Menanggapi  pertanyaan seorang jamaah mengenai film  seri kartun ‘’Little Krsna’’ di  TV, Ustadz Abdul Aziz  mengatakan, ‘’Hati-hati, awasi anak-anak kita, itu cara-cara orang di luar muslim untuk melakukan cuci otak terhadap anak-anak kita (muslim).’’   Sedangkan setahu saya,  cuci otak itu adalah cara teroris untuk merekrut anggota. Teroris itu siapa?  Tidak pernah ada di dalam Hindu gerakan cuci otak untuk merekrut orang (agama) lain. Yang ada malah sebaliknya, orang di luar Hindu yang sibuk melakukan gerakan konversi untuk  memperoleh tabungan pahala.

Benarkah para wali dulu mengubah (menjiplak) doa-doa Hindu ke dalam bahasa Alquran?’’  Atas pertanyaan seorang jamaah lainnya ini, Ustadz Abdul Aziz tidak  kuasa menjawab. ‘’Saya tidak berani  menjawab pertanyan ini, karena saya tidak punya referensi sebagai dasar,’’ tangkisnya. Apa  makna di balik kata tidak berani tersebut? Apa benar dia tidak punya referensi?

Seorang ustadz yang  mengaku telah belajar weda selama 25 tahun,  tetapi referensi yang disampaikan  kok malah muter-muter  soal tradisi melulu; acara selamatan, terobosan,  memayungi mayat, pohon pakai sarung, keris dan jimat minum kopi, membuat tumpeng.

Padahal harus disadari, yang namanya tradisi tentulah berbeda sesuai dengan desa,  kala, patra (tempat, waktu dan keadaan), baik di dalam satu agama apalagi beda agama. Semua agama punya tradisi, termasuk di kalangan umat Islam.  Tetapi sepanjang hal itu dilakukan sebagai ungkapan rasa bhakti,  rasa hormat dan doa,  kenapa tidak diapresiasi. Tidak ada dasar hukumnya (bida’ah)?  Sekarang zaman komputerisasi, di mana-mana orang pakai laptop,  HP, pesawat terbang, sepeda motor, apakah juga bida’ah menurut Islam?

Selama berceramah, tidak ada sepotong filsafatpun yang terlontar dari mulut sang ustadz.  Sementara  esensi dari ajaran Hindu  ada pada filsafat. Di situ logika dimainkan, bukan sekedar keyakinan semu dengan menelan  mentah ayat-ayat.

Mantram Tryambakam adalah syair yang sakral dan memiliki kekuatan (energi)  gaib. Kalau sekedar ngusir nyamuk dan menghilangkan bau busuk, ngapain harus melakukan yoga samadi sampai tujuh hari tujuh malam, cukup dengan autan saja. Sedangkan di dalam melakukan yoga samadi,  pada  tahap tertentu, berbagai bentuk godaan bisa saja  muncul.   Namun hal itu bukanlah petunjuk Tuhan (hidayah),  malah  bila kita tidak kuat bisa terjerumus.

                      
Penulis: Sisya Grya Taman Narmada,

                  Lombok Barat.

               HP. 081917180160

 (Sumber)

Simak artikel sebelumnya: Abd. Aziz (mantan hindu), Ustad Wahabi Provokator Ditangkap Polisi

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Filed in: Firqoh, KAJIAN ASWAJA

40 Responses to “Kebohongan Abd. Aziz (Ustad Wahabi) Dibongkar Oleh Pemeluk Hindu”

  1. 24/11/2011 at 23:49 #

    kalau untuk mengusir nyamuk…. harus memakai hizb…. hizb autan

    • 27/10/2012 at 23:30 #

      mongken jek putih ne, monto be selem ne..
      black=white=black

  2. savikovic
    28/11/2011 at 13:34 #

    25 taun kok ga bisa bedain dewa ama Tuhan.. ck ck ck…

  3. i made lebih
    28/11/2011 at 16:00 #

    sungguh memalukan seorang ida bagus dgn gelar Sag hindu tapi ngak paham dgn hindu yg sebenarnya, ini menandakan suatu kemunduran spiritual yg amat sangat.

    wahai seluruh umat manusia, kalau ingin hidup ini damai kembalilah ke ajaran weda, weda mengajarkan suatu kebenaran yg sifatnya ilmiah dan masuk akal!!

    • 30/11/2011 at 05:09 #

      Islam Adalah Agama Haq juga dapat menaruh segala sesuatu pada tempatnya dan sesuai fitrah Manusia Para Wali juga sangat berhati hati dalam menyampaikan Islam mereka tidak secara lang menentang adat istiadat yang berlaku tetapi menuntunya sesuai dengan hukum syariat.

  4. 15/12/2011 at 07:12 #

    Hidup Ust Abdul Aziz..

    • bobytok
      07/02/2012 at 04:23 #

      pembohong di hidup-hidupkan mending ..Hidup suharto

  5. ikhwan
    06/02/2012 at 07:18 #

    ya wes….gini aja buat saudaraku muslim yg koment di sini, kalo memang acara salemetan² di atas punya saudara hindu, kita kasihkan saja, kita gak usah pakai selametan² mereka. kalo kita orang muslim pingin selamat,ikut kanjeng Nabi SAW saja, jangan nyampur aduk tahlil pake sajen²

    • ikhwan
      06/02/2012 at 07:27 #

      yang tingkeban,yang pitung dino, yang nyatus, yang nyewu, kasihkan ke saudara kita hindu saja ya….
      kita doakan orang² tercinta kita yg sudah meninggal setiap habis sholat….jangan pelit nunggu hari ke 100 atau ke 1000 baru di doakan

      • Alif Hayah
        20/05/2013 at 09:06 #

        Walaupun terkesan sudah loyo, tapi tetap saja, Wahabi berotak dangkal ngomong kasar, anti bid’ah tapi hobi ngeyel!

    • jefriship
      07/04/2012 at 23:29 #

      aku tahu siapa dirimu…?

  6. bobytok
    07/02/2012 at 04:20 #

    Di agama hindu gak tahu tapi sok tau di Agama islam juga masih bodoh tapi sudah brani menyalahkan .diam itu lebih baik bagimu

  7. paijo
    15/04/2012 at 00:13 #

    om swastiastu
    pak ustad yang saya cintai….
    hahahah…. udahlah klo menurut anda pilihan islam yang terbaik, silahkan di jalankan,, kenapa anda harus menjelek2kan agama orang lain…. setiap agama mengajarkan jalan kebaikan bagaimana pun caranya… baik buruk itu tipis pak ustad,,,, kita start hidup dengan jalan yang berbeda….. dan finish pun dengan harapan yang berbeda juga.. anda ingin masuk SURGA.. kita ingin mencapai MOKSA… hidup itu indah, kalau kita bisa saling toleransi….trimakasi

    om santi santi santi

  8. Ferry
    31/05/2012 at 19:35 #

    Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS Al-An’am : 108)

    Cara berdakwah yang kurang santun…bertentangan dengan Al-Qur’an pada akhirnya.

  9. joko
    11/06/2012 at 17:36 #

    Ajaran Agama didunia semua menuntun Q ta ke arah yang baik, tapi kadang2 penganutnya yang salah tafsir… menggangap Agama nya yang terbaik….itulah yang membuat kehancuran.jadi jalani aja apa perintah TUHANmu,jangan buat yang aneh2,jangan menyinggung Agama Budaya Orang lain, lebih baik urusi diri sendiri dulu, sudahkan anak,istri/suami,teman anda bahagia dengan anda…………. Buat ustad Abdil Azis, anda memang pintar tapi tidak bijaksana membawa kepinteran anda.

  10. CKP
    04/07/2012 at 11:25 #

    ERI + IKHWAN = WC

  11. i made ary dwantara
    04/08/2012 at 09:23 #

    “Apakah Tuhan Hindu minta makan?”
    gak kebayang seberapa gendut tuhan kita, karena tiap hari di beri makan oleh krama hindu..
    ck..ck..ck..

    betul2 pemikiran yang sempit, 25 tahun belajar hindu mana cukup!!! lihatlah Mahabarata.. Ramayana.. sudah berapa lama usianya?? masih elok untuk di pelajari.. masih banyak misteri yang belum terungkap di balik epos tersebut..

    • Mirah
      09/08/2012 at 16:19 #

      Salut untuk Pak Sugiartha, menjawab dengan santun dan sesuai fakta yang ada, Hindu sangat percaya karmapala, keburukan yang kita lakukan akan menuai keburukan, dan bila menabur kebajikan maka akan datang kebajikan pula.
      Selalu berjalan dalam Dharma.

      …I’m HINDU and I’m Proud…

  12. 17/08/2012 at 18:41 #

    orang yang tidak kuat imannya akan berpindah-pindah agama,,,orang yang sukses adalah orang yang serius dan benar-benar memahami terhadap satu hal,,dari pada belajar setengah-setengah ini dan itu tidak mungkin akan benar2 paham sepenuhnya..kaum ulama saja seumur hidup belajar agamanya belum tentu mampu memahami betul makna dan tujuan asli agamanya,, ilmu setengah-setengah dan ujung-ujungnya menghasut sana sini,,,ngaku2 pintar namun hanya sujung kuku saja ilmunya dengan lidah tanpa tulang dan olah kata yang kosong tanpa makna membuat perpecahan sana sini,,, semga saja tipe orang macam Abd. Aziz (Ustad Wahabi) orang yang pertama dan tidak akan pernah ada lagi di dunia ini,,,agar pemeluk stiap umat beragam mampu terfokus dengan agamanya masing-masing dan mencapai tujuan untuk kebahagiaan yang abadi dengan jalan tersendiri…JANGAN USIK KEDAMAIAN AGAMA HINDU

    • Widnyana
      27/08/2012 at 14:18 #

      Gemana nih Ustad Abduk Aziz… memangnya dia pasti masuk surga.
      siapa yang garansi tuh?
      Hindu aja gak tau tapi pura2 tau..
      cape deh.
      kalo mau cari duit mendingan kerja yang halal

  13. 15/10/2012 at 08:56 #

    Yg tidak lucu, ngusir nyamuk kok pakek mantram tryambakham,,,ya pakek autan…jawaban cerdas dari ingin bukti yg tidak cerdas,

    Ketika aku di kirimi video ini oleh adik ku yg kecil dengan penuh kemarahannya,,,aku tonton dan santai aja,

    Dalam benakku nggak ada khawatir,,karena yg percaya walaupun banyak pastilah gak berkwalitasa,,yg tidak percaya walaupun sedikit pastilah berkwalitas,,,

    Wah di tangkap polisi ya rupanya

  14. Blue Blues
    15/10/2012 at 14:25 #

    Hindu agama yang luar biasa, mempunyai toleransi yang sangat tinggi..saya sendiri orang ISLAM tapi doyan banget kalau ke bali makan Babi Guling. Peace my Bali.

  15. saryadi
    15/04/2013 at 12:56 #

    Jaman sekarang dimana orang sudah sangat banyak yang pintar2, berpendidikan tinggi2, pengalaman sangat luas, kok masih ada juga yang melakukan kebohongan sedangkal dan sekonyol itu.. Bagaiman kebohongan yang dilakukan 14 abad yang lalu.. Atau mereka yang mau mempercayai kebohongan ini begitu BODOH2NYA…Ha..ha..ha.. Si Ustadz itu sudah ditangkap polisi karena menghasut, berbohong dan memfitnah.. Katnya Ustadz kok kayak gitu..

  16. hendri
    07/05/2013 at 17:15 #

    kacau neeh….yg benar di salah kan….yg salah di benarkan….malah bubrah,,
    rasa takutmu kehilangan pengikut begitu besar kawan…..sadarlah

  17. aris
    25/05/2013 at 22:54 #

    ini website punya orang hindu apa islam ya?..kok aneh….apa campuaran islam dan hindu,, ajaran islam dipadukan dengan hindu,, saya bingung membaca artikel diatas,,. maaf saya masih bodoh,,, jadi bertanya

    • Tim Sarkub
      26/05/2013 at 13:43 #

      website ini punyanya orang islam ahlussunnah wal jama’ah. bukan punya wahabi, syi’ah, ataupun dari agama lain.

      terimakasih telah mampir

  18. Djaring Subondo
    27/05/2013 at 06:57 #

    Banyak cara-cara orang untuk memecah belah masyarakat Indonesia yang sangat banyak ragam suku, etnis, ras dan agama. Kalau pendapat saya, orang itu (Abdul Aziz) adalah antek golongan yang tidak senang dengan adanya keutuhan NKRI..

  19. 27/07/2013 at 11:36 #

    ini kebodohan menurun kan artikel seperti ini di web ini! apa kalian sarkub ingin mendakwahkan dawah hindu?! apa kalian berputus asa membantah nya hingga meminta dan menurun kan artikel dari orang musyrik pemeluk agama hindu?

  20. bedjo
    10/09/2013 at 06:06 #

    Yang nulis artikel semoga dapat petunjuk…
    dan apa yang ditulisnya dapat di pertanggung jawabkan di akherat kelak….

  21. saya
    04/10/2013 at 05:11 #

    website ini punyanya orang islam ahlussunnah wal jama’ah. bukan punya wahabi, syi’ah, ataupun dari agama lain.

  22. Ade Gredet
    15/04/2014 at 01:03 #

    ustadz abdul aziz yang terhormat………mengajarkan ilmu agama adalah cerminan yang baik di ajaran agama, namun jangan lah ajaran itu di putar balikan na'if jadinya, bila ustadz selalu mengajarkan ajaran agama mencemooh ajaran orang lain akan menjadikan bomerang bagi diri sendiri apa lagi anda dahulunya orang hindu berkasta ida bagus dan bergelar Sag, dimn kasta itu dimana kebangaan itu, …..?

    saran : bukan mengurui, jadikanlah panutan pada ajaranmu jangan mencemooh ajaran orang lain ,mencemooh ajaran agama lain berarti merusak ajaran agama sendiri……..!
    belum tentu ajaran agamamu baik dengan ajaran agama lain maka lebih baik urusi ajaran agamamu jangan ngurusin ajaran agama lain, karena Tuhan sudah mengatur di dunia, jagat raya dunia akherat dll sekian dan terima kasih………..

  23. faisal
    20/04/2014 at 20:58 #

    Dear Tim Sarkub,

    Untuk halaman ini sebaiknya tanpa komentar.
    Karena bisa membuat perpecahan antar sesama Umat Islam.
    Dan juga untuk kawan-kawan yang hatinya tidak kuat, ditakutkan penasaran untuk mencoba amalan agama lain demi mencari kegaiban. Dan itu sebaiknya tidak dilakukan.

    Agama hindu memiliki penganut sendiri, begitu pula agama Islam.
    Selama kita di NKRI jangan saling berpecahan.

  24. Trisna Hamdani Putra
    06/05/2014 at 12:02 #

    pd akhirnya akan ketahuan….WOLES MAWON dulur2

  25. 07/05/2014 at 02:35 #

    Kalo UGB gmn gan

  26. Trisna Hamdani Putra
    07/05/2014 at 02:42 #

    UGB udah diamankan pihak berwenang jg brow…hehehehe

  27. 24/06/2014 at 06:10 #

    Saya berharap yang tertulis disini fakta bukan fitnah

  28. 11/07/2014 at 21:21 #

    kalo boleh saya brkomentar

    rangkaian semua cerita atau karangan dr smw agama PENYEMBAH DEWA tk lain adalah karangan dr IBLIS untk mghncurkn kta UMAT ISLAM , mreka mcmpur adukan kbaikan dn MEN0NJ0LKAN KEBURUKKAN spaya mreka yg mnyaksiknnya lambat laun akn meniru karangan mreka. Mreka dngn lmbut mnunjukkn bhwa api d atas sgalanya dn yg tlh mciptaknnya, mreka scara gamblang mnunjukkn bhwa SANG PENCIPTA DZAT YANG MAHA KUASA tk lain hnyalh cmpuran dr bntuk hewan yg d sktar kta, hwan yg d anggap bsa brjasa bgi kta, mreka mbwt kta lalai akn adanya SANG PENCIPTA YANG SEBENARNYA dgn cra mgajarkn kta brsyukur kpda yg trlhat mberi kta, bkn yg tlh mcptakn dn mngaturnya untk kta. Sbg c0nt0h BERSYUKUR KEPADA gunung, ladang sawah, sungai, matahari ataupun hwan, tmbuhan yg trlhat mberi kta khdupan. Bnyak skali PENGHINAAN-PENGHINAAN yg mreka bwt trhadap ALLAH SANG PENCIPTA, sbg c0nt0h SANG PENCIPTA itu tdk tunggal(lbh dr satu) SANG PENCIPTA itu mnyerupai apa yg d ciptaknnya(manusia,hewan) SANG PENCIPTA itu mpunyai nafsu untk mcntai lawan jnisnya(butuh pndamping) SANG PENCIPTA itu branak dn d peranakan, SANG PENCIPTA itu serupa dn mkhluk hdup lainnya(btuh tdur, makan dn minum) dn msh bnyak lg penghinan yg d karang mrka agar kta mnyimpang dr ajaran2 yg benar(ASMAUL HUSNA). Sekian dr sya Aris Fajri Hansah

  29. Syed Zain
    18/09/2014 at 21:20 #

    Tiada seorang pun dari golongan wahabi yang Allah Ta’ala angkat darjatnya menjadi Aulia Allah(wali-Allah) melainkan dari kalangan ahli Sunnah Aljamaah yang tulen,ini di sebabkan tiada Rahmat yang di turunkan oleh Allah untuk kaum wahabi lantaran mereka sangat sangat memperkecilkan kanjeng Nabi Saw dan sering mengangap bahawa kanjeng Nabi Saw itu manusia biasa yang tidak mempunyai kelebihan dan istimewa disisi Allah.Sekian Wassalam

Tinggalkan Pesan


Dilarang keras berdusta mengatasnamakan SARKUB atau NU
Dilarang mengisi di kotak isian dibawah ini dengan nama SARKUB, email SARKUB, dan website SARKUB.COM)
BAGI YANG MELANGGAR LANGSUNG KAMI HAPUS KOMENTAR ANDA!


× 5 = 15