Wahabi tidak mau mengakui nama wahabi

Sarkub Share:
Share

Kenapa Wahabi tidak mau mengakui nama Wahabi

Kami awali tulisan ini dengan mengucap Basmallah dan Hamdallah, semoga tulisan ini bermanfaat bagi setiap yang membaca nya, tulisan ini kami persembahkan buat Wahabi yang tidak mau, malu atau marah di sebut Wahabi.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Wahabi atau Wahhabi adalah satu nama dari sekian banyak nama bagi aliran yang didakwahkan oleh Syaikh Muhammad ibnu Abdil Wahhab, beliau melanjutkan Pikiran-pikiran kontroversi Ibnu Taymiyah, bahkan dakwah Syaikh ini lebih kontroversi dari Ibnu Taymiyah, gerakan pembaruan paham Ibnu Taymiyah inilah yang di namai dengan Wahabi sejak kemunculan nya, karena di pimpin oleh Mohd Ibnu Abdil Wahhab, akan tetapi oleh para Juhala’ Wahabi sekarang mencoba menghapus nama atau sebutan itu dengan berbagai macam dalih konyol nya, ada yang bilang Wahhabi atau Wahabi adalah fiktif karena mereka adalah Salafi bukan Wahabi, ada yang berdalih bahwa Wahabi hanyalah gelar yang di berikan oleh Inggris, ada yang berdalih bahwa Wahabi bukan aliran yang di bawa oleh Syaikh mereka Mohd Ibnu Abdil Wahhab tetapi aliran yang di bawa oleh Abdul Wahhab Bin Abdirrahman Bin Rustum,bermacam dalih telah di sampaikan untuk menghapus nama itu dari ajaran mereka,agar orang awam tertipu dan percaya bahwa ajaran mereka benar-benar ajaran Al-Quran Hadits menurut pemahaman Para Salafus Sholeh, maka tertipulah orang yang tertipu, dan semoga mereka kembali ke Ahlus Sunnah yang sebenarnya.

Di awal perkembangan “dakwah” ini tidak ada yang mempermasalahkan penamaan dengan Wahabi, apalah arti sebuah nama, bila paham nya melenceng dari Al-Quran Hadits, bila pemahaman nya sangat jauh dari paham Ahlus sunnah Waljama’ah, bila paham nya telah di fatwakan sesat oleh Ulama Ahlus Sunnah, seribu kali gonta-ganti nama tetap saja itu ajaran yang sama, karena permasalahan nya bukan pada nama, apapun nama yang mereka gelari untuk diri mereka tidak akan dapat mengubah apapun buat kebaikan diri mereka sendiri,bahkan akan membuat diri mereka terjerumus lebih dalam lagi.

Ketika membaca artikel atau buku putih yang di tulis untuk membantah bahwa dakwah mereka bukan Wahabi tapi Salafi, sungguh kita dapat mengetahui betapa takut dan khawatirnya mereka dengan nama tersebut, tapi tidak pernah merasa takut dengan aqidah mereka yang telah jauh melenceng dari aqidah Ahlus Sunnah, apalagi dengan aqidah para Sahabat dan Salafus Sholeh, dan mereka tidak pernah merasa bersalah dengan dakwah mereka yang telah terang-terang menjadi musuh Islam dari dalam, na’uzubillah, semoga Allah menjaga semua keluarga Muslim dari fitnah sekte mereka.

Ketakutan mereka di sebut Wahhabi disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut:
– Karena sejarah kelam dakwah Syeikh mereka yang di bantu oleh kerajaan Saudi.
– Karena telah ada fatwa fatwa para Ulama Ahlus Sunnah terhadap paham Wahhabi yakni paham yang di bawa oleh Mohd Ibnu Abdil Wahhab.
– Karena ingin menipu orang awam dengan nama terkenal untuk paham yang baru, agar orang menyangka bahwa itu ajaran murni menurut Al Quran Hadits.
– Karena kedok mereka telah terbongkar dalam kitab Ulama Ahlus Sunnah.
– Agar tetap aman menjadi musuh Islam dari dalam.
– Karena nama Wahhabi telah di kotori oleh para pendahulu
mereka.
– dan masih banyak lagi kemungkinan yang terselubung.

Terlepas dari siapa yang menamakan ajaran mereka itu dengan Wahhabi, dan kapan pertama kali muncul nama itu, harusnya yang mereka bela bukanlah hanya sebatas nama atau sebutan saja, tapi ada yang lebih penting dari itu yakni Tauhid mereka yang jauh dari ajaran Rasulullah dan para Sahabatnya, fitnah mereka terhadap para Ulama Salaf, kontradiksi dalam ajaran mereka sendiri bahkan antara satu Syaikh dengan Syaikh yang lain, kesesatan dalam ajaran mereka sendiri, distorsi kitab-kitab para Ulama yang bertentangan dengan mereka, yang semuanya belum bisa mereka pertanggung- jawabkan kepada Ummat Islam sedunia, tidak ada gunanya buang waktu untuk melenyapkan nama Wahabi yang telah terkenal buat dakwah mereka sejak kemunculannya, bahkan para Syaikh mereka telah mengakui nama Wahabi tersebut walaupun itu di anggap itu hanya sebagai sebutan dari musuh mereka.

Syaikh Wahabi Mengakui Nama Wahabi Ketika para Juhala’ Wahabi tertipu dan terus menipu dengan sekte bahwa mereka bukan Wahabi, ternyata telah ada Syaikh Wahabi yang mengakui nya,berikut ini akan kami sampaikan pengakuan tersebut, agar tidak adalagi Talbis konyol ini.
1.Syaikh Ahmad ibn Hajar al- Butami dalam Biografi Syaikh
Muhammad ibnu Abdil Wahhab
yang juga ditashhihkan oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Bazz, mengakui Wahhabi adalah ajaran Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab.
– Di halaman 59 disebutkan :
ﻓﻘﺎﻣﺖ ﺍﻟﺜﻮﺭﺍﺕ ﻋﻠﻰ ﻳﺪ ﺩﻋﺎﺓ
ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﻴﻦ
[maka tegaklah revolusi di atas tangan para da’i Wahhabi…….]
– Di halaman 60 disebutkan :
ﻋﻠﻰ ﺃﺳﺎﺱ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻋﻮﺓ ﺍﻟﺪﻳﻨﻴﺔ
ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﻓﻲ ﻣﻜﺔ
[atas dasar dari dakwah agama wahhabi di Mekkah………]
– Di halaman 60 juga
disebutkan :
ﻓﻠﻤﺎ ﺍﻟﺘﻘﻰ ﺑﺎﻟﻮﻫﺎﺑﻴﻴﻦ
[manakala berjumpa dengan para Wahhabi………..]
– Di halaman 60 juga disebutkan :
ﺍﺳﺘﻄﺎﻉ ﻫﺆﻻﺀ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻮﻥ
ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﻮﻥ
[sangguplah mereka orang Islam Wahhabi…………]
– Di halaman 60 juga disebutkan :
ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺒﺎﺩﺉ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ
[dari dasar-dasar Wahhabi…………]
– Di halaman 60 juga disebutkan :
ﻭﻟﻜﻦ ﺍﻟﺪﻋﻮﺓ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ
[tetapi dakwah Wahhabi…………]
– Di halaman 60 juga disebutkan :
ﻳﺪﻳﻨﻮﻥ ﺑﺎﻹﺳﻼﻡ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺬﻫﺐ
ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻲ
[mereka beragama dengan Islam atas Mazhab Wahhabi……]
Cukup tujuh saja kita ambil dari kitab Syaikh Wahabi tersebut, dan kita cari dalam kitab Syaikh Wahabi lain, yaitu dalam kitab Syaikh Dr Muhammad Khalil Al-Harras yang bernama ”Al- Harakatul Wahhabiyah” dari nama kitabnya saja sudah jujur yaitu “Gerakan Wahhabi” mari kita buka kitabnya
– Di halaman 11 disebutkan :
ﺍﺳﺲ ﺍﻟﺤﺮﻛﺔ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ
[Dasar-dasar gerakan Wahhabi……………….]
– Di halaman 14 disebutkan :
ﺍﻟﺤﺮﻛﺔ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﺗﺪﻋﻮ ﺍﻟﻲ ﺗﻮﻛﻴﺪ ﺍﻟﺘﻮﺣﻴﺪ
[gerakan Wahhabi menyeru kepada menguatkan Tauhid……….]
– Di halaman 17 disebutkan :
ﺍﻟﺤﺮﻛﺔ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﺗﺪﻋﻮ ﺍﻟﻲ ﺳﺒﻴﻞ
ﺭﺑﻬﺎ
[gerakan Wahhabi menyeru kepada jalan Tuhan nya………]
– Di halaman 21 disebutkan :
ﻓﻠﻤﺎﺫﺍ ﺗﻨﺴﺐ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﻭﺣﺪﻫﺎ ﺍﻟﻰ ﺍﻟﻤﺒﺎﻟﻐﺔ
[kenapa Wahhabi saja yang dinisbahkan kepada berlebihan……..]
– Di halaman 22 disebutkan :
ﻻﻳﻘﻊ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ
[tidak terjadi atas Wahhabi………………..]
– Di halaman 30 disebutkan :
ﺍﻥ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﻟﻢ ﺗﻘﻢ ﻟﻼﺟﺘﻬﺎﺩ ﻓﻰ
ﺍﻟﻔﺮﻭﻉ
[sesungguhnya Wahhabi tidak tegak untuk ijtihad dalam masalah furu’………..]
– Di halaman 43 disebutkan :
ﻟﻠﺪﻋﻮﺓ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ
[bagi dakwah Wahhabi]
Cukup tujuh juga dari kitab tersebut, kita cari lagi dari kitab Syaikh Wahabi yang lain,ternyata sangat banyak kitab-kitab Syaikh Wahabi yang mengakui penamaan Wahhabi untuk dakwah Syaikh Mohd bin Abdil Wahhab An-Najdi,diantaranya:
– Syaikh Muhammad Hamid Al Fiqi dalam kitab Atsarud da’watil wahhabiyah.
– Syaikh Umar Abu Nashri dalam kitab Ibnu Sa’ud.
– Syaikh Muhammad Kurdi Ali
dalam kitab Al-Qadim wal Hadits.
– Syaikh Muhammad Jamil
Baiham dalam kitab al-Halqah al-Mafqudah fi Tarikh Arab.
– Syaikh Abdul Karim Al-Khathibi
dalam kitab Muhammad ibn Abdil Wahhab.
– dan masih banyak lagi Para pembesar Wahabi telah mengakui penamaan Wahabi tersebut terhadap ajaran yang di bawakan oleh Syaikh Mohd bin Abdil Wahhab, meski sebagian ada yang mengatakan itu sebutan musuh Syaikh terhadap dakwah Syaikh, sebagian lagi ada yang beralasan itu nisbah yang mukhalafah qiyas atau syaz, biarpun tidak menerima sepenuhnya, tapi para Juhala’ Wahabi justru konyol dengan tidak mengakui sama sekali, karena biarpun itu nisbah yang mukhalafah qiyas atau penamaan dari musuh, tetap itu nama resmi/tidak resmi untuk dakwah Syaikh yang mereka agungkan itu, berhentilah berdakwah secara licik dan terkesan ada yang dirahasiakan,kenapa harus menyampaikan kebenaran dengan cara yang tidak benar, na’uzubillah wallahul muwaffiq ila aqwamit thoriq.

by : Qultu Man Ana Juz-dua

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

2 Responses

  1. Avatar

    paujin24/04/2012 at 09:13Reply

    ngene jeh ana seng gethono emoh bermadzhab kang, siuomar mahmud kuwi contone, wah ndak usah ditanggapi wong seng muni tak kandani ranggugu dasar syirik, weleh-weleh. kafire dewe dak digatekke hare gus Dur.

  2. Avatar Author

    Dian Kusumaningrum01/05/2012 at 20:14Reply

    Kasian para mahasiswa, org2 kaya dan sukses dunianya, perumahan2 elit, kampung-kampung yang melarat butuh uang menjadi sasaran empuk para wahabi..Ya salah sendiri juga mereka ga pernah mau menimba ilmu agama lebih dalam..jauh dari ulama, krn kesibukan mrk tdk punya waktu sama sekali utk belajar…Subhannallaaah..

Leave a Reply