Fanatik Buta, Wahabi Merampas Tongkat Khatib Jum’at

rampas tongkat khotib jum'at
Sarkub Share:
FacebookTwitterGoogle+WhatsAppTelegramLinkedInShare

Wahabi Stres Mencoba Hentikan Azan Pertama dan merampas Tongkat Khatib Jum'at.

rampas tongkat khotib jum'at

Suka Makmue – Tiga jamaah shalat Jumat yang terdiri seorang ayah bersama dua anaknya mengamuk di Masjid Baitul Qudus, Desa Keudee Seumot, Ulee Jalan, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya Provinsi Aceh, pada saat pelaksanaan shalat Jumat (17/5/2013). Ayah dan anak ini sempat menggagalkan kumandang azan pertama dan kemudian merampas tongkat khatib saat berkhutbah.

Menurut informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, sang ayah berinisial H IB beserta dua anaknya, yaitu Ar dan Ir. Ketiganya merupakan jamaah shalat Jumat di Masjid Baitul Qudus, kemarin.

Ketenangan di dalam masjid mendadak ricuh ketika muazin (bilal) bernama Tgk Ali Hasyimi mengumandangkan azan pertama. Tiba-tiba seorang jamaah berinisial H IB bangun dan merebut mikrofon yang digunakan Tgk Ali Hasyimi. Aksi menghentikan azan itu dibantu oleh dua Ar dan Ir yang tak lain adalah putra dari H IB. Pakaian yang dikenakan Tgk Ali Hasyimi putus kancingnya akibat serangan mendadak itu. Untungnya, sejumlah jamaah lain cepat melerai sehingga tak sempat terjadi baku hantam.

Tgk Ali Hasyimi berusaha melanjutkan kumandang azan yang terputus. Namun, lagi-lagi satu keluarga ini mengamuk dan marah-marah serta menarik korban sambil mengeluarkan kata-kata yang tak enak didengar oleh jamaah lainnya. Akhirnya, kumandang azan terpaksa dihentikan.

Rampas tongkat khatib

Setelah suasana terkendali, panitia mengumumkan tatalaksana ibadah shalat Jumat hari itu dengan mempersilakan khatib Tgk Saleh Ali G untuk menyampaikan khutbah.

Ternyata, ketika khatib memulai khutbah, lagi-lagi H IB bersama kedua anaknya mengamuk. Mereka merampas tongkat yang ada di tangan khatib. H IB beralasan, penggunaan tongkat oleh khatib tak pernah dilakukan di masjid itu. Akhirnya pengikut wahabi yang fanatik dan stres tersebut berurusan dengan kepolisian setempat.

Itulah kebodohan wahabi, adzan pertama jum'at dihentikan karena dianggap bid'ah, padahal sumber adzan pertama jum'at itu dari Sahabat Utsman bin Affan. sabda Rasulullah SAW:

فعليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين المهديين تمسكوا بها وعضّوا عليها با النواجذ.

…..maka wajib atas kalian untuk selalu mengikuti sunnahku dan sunnah para khulafaurrasyidin, peganglah erat-erat dan gigitlah dengan gigi geraham kalian.(Abu Dawud : 4607)

Dalam hadits diatas kita diperintahkan untuk mengikuti sunnah para Khulafaurrasyidin, dan Utsman adalah salah satu dari mereka, maka adzan yang Ia sunnahkan adalah adzan syar’i yang diikuti. Karena dengan mengikuti sunnahnya berarti mengikuti sunnah Rasulullah SAW karena kita diperintahkan untuk mengikutinya.

Sedangkan memegang tongkat ketika khotbah jum'at itu juga sunnah, dalil selengkapnya bisa anda simak disini: http://www.sarkub.com/2013/khotbah-jumat-memegang-tongkat/ . Hikmah dianjurkannya memegang tongkat adalah untuk mengikat hati (agar lebih konsentrasi) dan agar tidak mempermainkan tangannya. Demikian dalam kitab Subulus Salam, juz II, hal 59).

 

Sumber berita: Serambi Indonesia

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

44 Responses

  1. amantubillah24/05/2013 at 07:16Reply

    Astaghfirullah…..bingung saya antara mau geleng-geleng atau mau ketawa…yang jelas saya merasa kasihan……semoga Allah membuka pintu hidayah kebenaran bagi mereka…aamien

  2. Syamsul hadi24/05/2013 at 16:30Reply

    kewajiban kita semua meluruskan orang-orang seperti itu, kasihan…

  3. Ahsan24/05/2013 at 18:13Reply

    Astaghfirullah….nalarnya ke manakah itu orang???

  4. Thaifah Manshurah25/05/2013 at 00:03Reply

    pokoknya kalo ada orang yg melakukan tindakan seperti melarang khutbah jum’at pasti WAHABI
    enak betyul kalian bikin tuduhan
    dasar ASWAJA GADUNGAN

    • Abu dan Ibnu25/05/2013 at 13:57Reply

      Ada yang marah, mbah.. hihihihi… semoga dapat hidayah yaa.

    • A'an25/05/2013 at 20:47Reply

      he3..ente kok merasa tertuduh, ente wahabi ya?….kan wahabi sukanya emang arogan begitu, jgn marah ya…..hi2….

    • Cok25/05/2013 at 23:25Reply

      Ya siapa lagi yang suka menyalahkan, membidahkan cara ibadah umat Islam di luar kelompoknya dan merasa yang paling Islami dan paling bener ibadahnya selain wahabi.. hati kecil anda jg pasti mengakui..kecuali kalau anda tidak punya.

  5. Magribill25/05/2013 at 07:54Reply

    MasyaAllah dah berani2 wahabiyun maksain konsep bid’ahnya, berarti hrs di berantas ampe ke akarnya golongan ini, tp menurut selentingan apa bener hny “imam Mahdi” yg bisa ngebasminya ?

  6. Abu Nawfal25/05/2013 at 14:37Reply

    Ketiga orang itu jelas salah karena mengganggu khidmatnya shalat Jum’at. Berdakwah harus dengan lembut. Kalau memang tidak sependapat dengan tatacara shalat Jum’at di masjid itu, ya cari aja masjid lain yang sesuai dengan pemahamannya.

    Solusi lain: beritahukan uneg2 atau pendapat kepada takmir masjid setelah shalat Jum’at usai. dan jangan dengan emosi.

  7. ibn adhie25/05/2013 at 16:26Reply

    Semoga ana dan kaum muslimin tidak seperti itu…
    Untuk hadist yg diberikan kenapa tidak mengenai adzan…???
    Jazakallah…

    • Brigadir28/05/2013 at 13:11Reply

      adzan ada juga bro, cuma yg yg ingin disampaikan masalah tongkat, kan wahabi merebut tongkat,

  8. Rosyid26/05/2013 at 05:43Reply

    Sekarang di Solo Jawa Tengah ada jama’ah yg.suka menghujat diluar kelompoknya adalah “ahli bid’ah” tu apa termasuk wahabi to? Waktu akan shlat sebelum takbirotul ikrom baca usholli bid’ah,semua nit yg diikrorkandg.nawaitu bid’ah,bahkan saya dengar sendiri lewat radio sang ustad bilang”ulama-ulama ,kyai-kyai yg mengajar usholli itu gk ngerti isi kandungan Al Qur’an,maka ulama kyai tsb.segera tobat…”.Dia juga selalu mentertawakan orang ngaji kitab kuning,setiap ustadnya berkata dn bernada mengejek orang belajar kitab kuning jemaahnya tertawa bareng2dg nada ngejek….
    Benarkah jama’ah tsb.golngan WAHABI? Mohon pencerahannya..!!!

    • ahsan26/05/2013 at 12:36Reply

      Itu alirane wong koplak….mikir tidak pakai kepala tapi pakai dengkul….

  9. Aliy Faizal26/05/2013 at 07:26Reply

    Na’udzubillah… engga di dunia maya, atau di dunia nyata emang wahabi ini semakin hari semakin parah aja tingkahnya…
    Semoga cepat tertangkap dan semoga cepet tobat tuh wahabiyyun..

  10. I am from jakarta26/05/2013 at 13:23Reply

    Beberapa tahun setelah tamat dr pesantren salaf (beraliran NU) saya mndapat beasiswa untuk belajar di pesantren (setingkat diploma) yg dibiayai langsung dr timur tengah.
    Kebanyakan teman sekampus saya adalah ikhwan2 Islam yg fanatik (yg menurut saya ditandai dengan memelihara jenggot, meski hanya beberapa helai).
    Disitulah baru saya tahu bahwa aliran spt itu banyak banget baik yg berdasarkan kelompok keagamaan/ syariat, atau kelompok organisasi (lebih mendekati) gerakan politik. Ada wahabi, ingkarussunah, MTA, kader2 PKS, ikhwanul muslimin, hizbuttahrir, dll pokoknya banyak banget.
    Yg menarik bagi saya, dibalik kehebatan mereka dalam kekhusuk’an dan ketawadhu’an dalam mnjalankan ibadah, ternyata pengetahuan mereka akan ilmu syariat seperti hadis, fiqh, tata bahasa arab dll. sangat dangkal. Hal ini tercermin saat ada pelajaran fiqh memakai kitab Kifayatul Ahyar yang di pesantren salaf saya dahulu adalah kitab dasar. Mereka semua terkaget2. Bahkan salah satu teman saya yang sudah menjadi ustadz terkenal di kalangan umatnya dan punya pesantren dengan ratusan murid sempat nyeletuk, wah kok ternyata dalam Islam itu ada ilmu yg membahas fiqh sedetail ini !
    Beberapa waktu kemudian baru saya paham saat mengikuti kegiatan pengajian kelompok mereka. Dalam setiap pengajian hanya di tekankan masalah jihad, jihad dan jihad. Sampul kitab yang dipegang pun bukan bergambar kaligrafi seperti kitab kuning pesantren saya dahulu tapi Helikopter tempur!
    Kesimpulannya, kelompok seperti itu banyak, bukan hanya wahabi. Antar kelompok juga saling tidak akur, bahkan saling menyalahkan. Pengetahuan mereka dalam ilmu syariat sangat terbatas pada jihad, jihad dan jihad sana kecuali ustadz2nya lulusan langsung dari universitas2 di timur tengah.

    • Brigadir28/05/2013 at 12:52Reply

      @ I am from jakarta
      Betul sekali ustadz, ilmu fiqhi mereka tidak sampai ke dasar2nya makanya kelakuan mereka kasar, coba tanya ditanya syarat rukun sholat pasti bingung, bahkan bisa jadi yg membatalkan wudhu tidak paham, nginjak tai ayam, eh wudhu lagi katanya batal, wkwkwkwkw.

  11. Brigadir28/05/2013 at 12:56Reply

    Syaidinina Ali r.a saja ditikan waktu sholat ya?

  12. auastyle28/05/2013 at 23:30Reply

    Semakin aneh-aneh saja kelakuan manusia… xixixi…

  13. ibn adhie07/06/2013 at 13:40Reply

    Assalamualaikum ya ikhwatal islam…
    MOHON JANGAN DENGARKAN ARTIKEL SARKUB INI…
    ANA TAU PERNAH MAIN KE REDAKSI TIM SARKUB, TERNYATA MEREKA SYI’AH SEMUA…
    YANG MENCOBA MENGADU DOMBA ANTARA ALIRAN ANA NU DENGAN ALIRAN MUHAMMADIYAH…
    ALIRAN NU BERLEPAS DIRI DARI MENJELEK-JELEKAN ALIRAN MUHAMMADIYAH…

    TETAPI ALIRAN NU SANGAT MEMBENCI SYI’AH…
    AJARAN NU TIDAK MUNGKIN MENJELEKAN ALIRAN LAIN KECUALI SYI’AH…

    KH. HABIB SALAM BIN BAKRI ASEGAF PERNAH BILANG KE ANA, BAHWA DIA PERNAH MEMBACA ARTIKEL SARKUB LALU BELIAU MENYURUH ANA SELIDIKI SUMBER REDAKSINYA TERNYATA MEMANG BENAR KATA BELIAU KH. HABIB SALAM BIN BAKRI ASSEGAF SEMUA TIM REDAKSI SARKUB MENGANUT FAHAM SYI’AH….

    COBA TIM SARKUM SURUH BERSUMPAH ATAS NAMA ALLAH DAN RASULNYA PASTI MEREKA TIDAK MAU…
    TIM SARKUB BERGABUNG DENGAN SYI’AH YANG BERADA DIMADURA…

    BUKTIKAN SAJA LANGSUNG DATANG KE REDAKSI SARKUB….
    PARA HABIB TIDAK MENGENAL REDAKSI SARKUB….
    PARA HABIB MALAH MEMBENCI TIM SARKUB KARNA TELAH MENGHINA NU DENGAN CARA MENJELEKAN NU UNTUK PERMUNAJAT ATAU SUKA BERDOA DIDEPAN MAKAM YANG DIKERAMATKAN…

    • andika08/06/2013 at 15:18Reply

      amaliah NU yang sangat Khas adalah tahlilan, Maulid, Haul, tawasul dan ziarah makam wali……lah ketauan klo ente musang berbulu BABI…..hehehe

  14. senyum07/06/2013 at 15:07Reply

    waduuuh kok jadi begini? Sarkub ini jelas2 NU + habibers boss, buktinya kalo petingginya di senggol 4-5 orang langsung defend di garda terdepan …….masalah mau baca apa gak sih terserah orangnya aja, tp yang baca pasti tujuannya beda2 laaa

  15. ali shahab08/06/2013 at 11:11Reply

    dialog gusdur dengan seorang santri

    Santri : “Ini semua gara-gara Nabi Adam, ya Gus!”

    Gus Dur : “Loh, kok tiba-tiba menyalahkan Nabi Adam, kenapa Kang.”

    Santri : “Lah iya, Gus. Gara-gara Nabi Adam dulu makan buah terlarang, kita sekarang merana. Kalau Nabi Adam dulu enggak tergoda Iblis kan kita anak cucunya ini tetap di surga. Enggak kayak sekarang, sudah tinggal di bumi, eh ditakdirkan hidup di Negara terkorup, sudah begitu jadi orang miskin pula. Emang seenak apa sih rasanya buah itu, Gus?”

    Gus Dur : “Ya tidak tahu lah, saya kan juga belum pernah nyicip. Tapi ini sih bukan soal rasa. Ini soal khasiatnya.”

    Santri : “Kayak obat kuat aja pake khasiat segala. Emang Iblis bilang khasiatnya apa sih, Gus? Kok Nabi Adam bisa sampai tergoda?”

    Gus Dur : “Iblis bilang, kalau makan buah itu katanya bisa menjadikan Nabi Adam abadi.”

    Santri : “Anti-aging gitu, Gus?”

    Gus Dur : “Iya. Pokoknya kekal.”

    Santri : “Terus Nabi Adam percaya, Gus? Sayang, iblis kok dipercaya.”

    Gus Dur : “Lho, Iblis itu kan seniornya Nabi Adam.”

    Santri : “Maksudnya senior apa, Gus?”

    Gusdur : “Iblis kan lebih dulu tinggal di surga dari pada Nabi Adam dan Siti Hawa.”

    Santri : “Iblis tinggal di surga? Masak sih, Gus?”

    Gus Dur : “Iblis itu dulu nya juga penghuni surga, terus di usir, lantas untuk menggoda Nabi Adam, iblis menyelundup naik ke surga lagi dengan berserupa ular dan mengelabui merak sang burung surga, jadi iblis bisa membisik dan menggoda Nabi Adam.”

    Santri : “Oh iya, ya. Tapi, walau pun Iblis yang bisikin, tetap saja Nabi Adam yang salah. Gara- garanya, aku jadi miskin kayak gini.”

    Gus Dur : “Kamu salah lagi, Kang. Manusia itu tidak diciptakan untuk menjadi penduduk surga. Baca surat Al-Baqarah : 30. Sejak awal sebelum Nabi Adam lahir… eh, sebelum Nabi Adam diciptakan, Tuhan sudah berfirman ke para malaikat kalo Dia mau menciptakan manusia yang menjadi khalifah (wakil Tuhan) di bumi.”

    Santri : “Lah, tapi kan Nabi Adam dan Siti Hawa tinggal di surga?”

    Gus Dur : “Iya, sempat, tapi itu cuma transit. Makan buah terlarang atau tidak, cepat atau lambat, Nabi Adam pasti juga akan diturunkan ke bumi untuk menjalankan tugas dari-Nya, yaitu memakmurkan bumi. Di surga itu masa persiapan, penggemblengan. Di sana Tuhan mengajari Nabi Adam bahasa, kasih tahu semua nama benda. (lihat Al- Baqarah : 31).

    Santri : “Jadi di surga itu cuma sekolah gitu, Gus?”

    Gus Dur : “Kurang lebihnya seperti itu. Waktu di surga, Nabi Adam justru belum jadi khalifah. Jadi khalifah itu baru setelah beliau turun ke bumi.”

    Santri : “Aneh.”

    Gus Dur : “Kok aneh? Apanya yang aneh?”

    Santri : “Ya aneh, menyandang tugas wakil Tuhan kok setelah Nabi Adam gagal, setelah tidak lulus ujian, termakan godaan Iblis? Pendosa kok jadi wakil Tuhan.”

    Gus Dur : “Lho, justru itu intinya. Kemuliaan manusia itu tidak diukur dari apakah dia bersih dari kesalahan atau tidak. Yang penting itu bukan melakukan kesalahan atau tidak melakukannya. Tapi bagaimana bereaksi terhadap kesalahan yang kita lakukan. Manusia itu pasti pernah keliru dan salah, Tuhan tahu itu. Tapi meski demikian nyatanya Allah memilih Nabi Adam, bukan malaikat.”

    Santri : “Jadi, tidak apa-apa kita bikin kesalahan, gitu ya, Gus?”

    Gus Dur : “Ya tidak seperti itu juga. Kita tidak bisa minta orang untuk tidak melakukan kesalahan. Kita cuma bisa minta mereka untuk berusaha tidak melakukan kesalahan. Namanya usaha, kadang berhasil, kadang enggak.”

    Santri : “Lalu Nabi Adam berhasil atau tidak, Gus?”

    Gus Dur : “Dua-duanya.”

    Santri : “Kok dua-duanya?”

    Gus Dur : “Nabi Adam dan Siti Hawa melanggar aturan, itu artinya gagal. Tapi mereka berdua kemudian menyesal dan minta ampun. Penyesalan dan mau mengakui kesalahan, serta menerima konsekuensinya (dilempar dari surga), adalah keberhasilan.”

    Santri : “Ya kalo cuma gitu semua orang bisa. Sesal kemudian tidak berguna, Gus.”

    Gus Dur : “Siapa bilang? Tentu saja berguna dong. Karena menyesal, Nabi Adam dan Siti Hawa dapat pertobatan dari Tuhan dan dijadikan khalifah (lihat Al-Baqarah: 37). Bandingkan dengan Iblis, meski sama-sama diusir dari surga, tapi karena tidak tobat, dia terkutuk sampe hari kiamat.”

    Santri : “Ooh…”

    Gus Dur : “Jadi intinya begitu lah. Melakukan kesalahan itu manusiawi. Yang tidak manusiawi, ya yang iblisi itu kalau sudah salah tapi tidak mau mengakui kesalahannya justru malah merasa bener sendiri, sehingga menjadi sombong.”

    Santri : “Jadi kesalahan terbesar Iblis itu apa, Gus? Tidak mengakui Tuhan?”

    Gus Dur : “Iblis bukan atheis, dia justru monotheis. Percaya Tuhan yang satu.”

    Santri : “Masa sih, Gus?”

    Gus Dur : “Lho, kan dia pernah ketemu Tuhan, pernah dialog segala kok.”

    Santri : “Terus, kesalahan terbesar dia apa?”

    Gus Dur : “Sombong, menyepelekan orang lain dan memonopoli kebenaran.”

    Santri : “Wah, persis cucunya Nabi Adam juga tuh.”

    Gus Dur : “Siapa? Ente?

    Santri : “Bukan. Cucu Nabi Adam yang lain, Gus. Mereka mengaku yang paling bener, paling sunnah, paling ahli surga. Kalo ada orang lain berbeda pendapat akan mereka serang. Mereka tuduh kafir, ahli bid’ah, ahli neraka. Orang lain disepelekan. Mereka mau orang lain menghormati mereka, tapi mereka tidak mau menghormati orang lain. Kalau sudah marah nih, Gus. Orang-orang ditonjokin, barang-barang orang lain dirusak, mencuri kitab kitab para ulama. Setelah itu mereka bilang kalau mereka pejuang kebenaran. Bahkan ada yang sampe ngebom segala loh.”

    Gus Dur : “Wah, persis Iblis tuh.”

    Santri : “Tapi mereka siap mati, Gus. Karena kalo mereka mati nanti masuk surga katanya.”

    Gus Dur : “Siap mati, tapi tidak siap hidup.”

    Santri : “Bedanya apa, Gus?”

    Gus Dur : “Orang yang tidak siap hidup itu berarti tidak siap menjalankan agama.”

    Santri : “Lho, kok begitu?”

    Gus Dur : “Nabi Adam dikasih agama oleh Tuhan kan waktu diturunkan ke bumi (lihat Al- Baqarah: 37). Bukan waktu di surga.”

    Santri : “Jadi, artinya, agama itu untuk bekal hidup, bukan bekal mati?”

    Gus Dur : “Pinter kamu, Kang!”

    Santri : “Santrinya siapa dulu dong? Gus Dur.”

    • djenar09/06/2013 at 09:37Reply

      ijin share Gus..

  16. manshur11/08/2013 at 07:00Reply

    kepada saudara2, hati – hati dengan tukang fitnah/ghibah.
    sarkub memang ok.

  17. Nur Ahmad03/10/2013 at 13:09Reply

    Pokoe SARKUB Mantuuuuuuabbbbbb………

  18. muhajir29/10/2013 at 21:28Reply

    masyaallah memang karakter mereka keras kepala seolah” ilmu mereka itu sdh lebih mumpuni dari para wali dahulu & kyai” NU.ibarat burung mereka itu burung gagak serba polos hitamnya pemakan bangkai & sampah.

  19. MBah Sonani02/02/2014 at 08:21Reply

    Wah..jangan-jangan sesudah berhasil merampas tongkat khatib, nanti terus merampas Kotak amal ???

  20. Sunan Arrazi02/02/2014 at 10:31Reply

    Di sekitar kita sudah menjamur, Kung.

  21. Thohir Anam09/06/2014 at 09:13Reply

    HA HA HA WAHABI AMBOOYY ??? BINGUNG SUDAH.

  22. Wiwik Suwito16/06/2015 at 09:58Reply

    Semakin banyak orang wahabi salafi berulah.. Menilai kita ini sesat padahal mereka sendiri aibnya tak kuat dipikul lagi. Nahdliyin nahdliyat mari bentengi dengan dalil yang sohih dalam beribadah dan selalu dekat para ulama

  23. Roni S16/04/2016 at 01:57Reply

    kasian masyarakat , jadi korban doktrin..aliaran ini .mari ..saudara kita,tetangga kita, teman kita, yang sudah kena ini..kita rangkul kita sentuh hati nya untuk kita kembalikan ..pemikiran nya supaya .." bisa santun dan menyejukkan " bukan radikal. bukan kah nusantara bisa berbondong bondong masuk islam karena memakai akhlak rosull allah yang santun…yg di terapakan para wali songo dulu. dg cara kesenian,dagang,sosial kemasyarakatan, yg di lebur menjadi sosial dan spiritual.yg senada rahmatan lil ngalamin..wis ayo dulur orang yang sudah kena itu ..kita rangkul di ajak ngopi supaya gak salah FAHAM …he he he ..

  24. Ramane Roma16/04/2016 at 02:04Reply

    Hahaha,,,,,,,knp ga mimbar y skalian drampas dbawa pulang,hti2 klu ad jamaah bgni,sandal sepatu bisa drampas jga

  25. Yasrun Afani16/04/2016 at 02:14Reply

    hahaha ada ada aja yah tingkah orang2 wahabiyun

  26. Abang Arif16/04/2016 at 04:24Reply

    Kalau di mesjid ane kejadiannya bisa di tusuk orang langsung nih…biar sekalian nggak bisa sholat lagi wkwkwk

  27. Jefry Boedax Pinang16/04/2016 at 04:49Reply

    ini cerita cuma dibuat2, dan yang biasa menisbatkan wahabi cuma orang2 syiah dan liberal (kaum munafik)mereka ingin mengadu domba, dan memerangi ahlulsunah.

  28. Akhifa Danie R16/04/2016 at 07:24Reply

    wkwkwk

  29. Arma Yadi16/04/2016 at 10:08Reply

    Yg berbuat wahabi. Kok syiah yg salah. Dasar cebong wahabi kamu

  30. Geding Muhid16/04/2016 at 15:17Reply

    Wahabi gila

  31. Pam Cut Siaikal Azizi16/04/2016 at 18:16Reply

    Wahaby otak dangkal

  32. Asri Nazar17/04/2016 at 10:17Reply

    Arma Yadi yg paling benci pada wahabi adlh syiah, poropaganda syiah luar biasa, tiada henti kdg kita tdk menyadari udah berada dlm rangkulannya, tp kalu ka'bah udah pindah ke iran baru aman dunia ini, krn yg menghambat perkembangan syiah di dunia ini adlah wahabi termsk di turki, kuwait, aplg di yaman, arab saudi malah memeranginya, klu kita udah menolak wahabi berarti kita gak layak lg haji ke Arab Saudi

  33. Andi Abrar17/04/2016 at 16:11Reply

    Knp gak di hajar ja tu orang

  34. Iman Fauzi17/04/2016 at 23:21Reply

    Asri Nazar hahahaha bego

  35. Mardinsah Berlian Agara18/04/2016 at 09:31Reply

    sesama Umat islam itu ruhamau bainahum…kasih sayang antara mereka… jika ada yg terperosok ke jurang kita selamatkan dengan hikamah dan bijak sana… masalah khilafiyah gak usah di runcingkan..apa lagi jadi pertikaian.. dakwah itu merangkulllbukan memukul

  36. Uuz Doherty21/04/2016 at 13:51Reply

    hahaha… besok besok sendal di rampas juga

Leave a Reply