12:01 am - Tuesday December 9, 2014

Makna Firman Allah “Kun Fayakun” (QS. Yaasiin:82)

Dalam al-Qur’an Allah berfirman: “Inama Amruhu Idza Arada Sya’ian An Yaqula Lahu Kun Fayakun” (QS. Yasin: 82).

Makna ayat ini bukan berarti bahwa setiap Allah berkehendak menciptakan sesuatu, maka dia berkata: “Kun”, dengan huruf “Kaf” dan “Nun” yang artinya “Jadilah…!”. Karena seandainya setiap berkehendak menciptakan sesuatu Allah harus berkata “Kun”, maka dalam setiap saat perbuatan-Nya tidak ada yang lain kecuali hanya berkata-kata: “kun, kun, kun…”. Hal ini tentu rancu.

Karena sesungguhnya dalam waktu yang sesaat saja bagi kita, Allah maha Kuasa untuk menciptakan segala sesuatu yang tidak terhitung jumlanya. Deburan ombak di lautan, rontoknya dedaunan, tetesan air hujan, tumbuhnya tunas-tunas, kelahiran bayi manusia, kelahiran anak hewan dari induknya, letusan gunung, sakitnya manusia dan kematiannya, serta berbagai peristiwa lainnya, semua itu adalah hal-hal yang telah dikehendaki Allah dan merupakan ciptaan-Nya. Semua perkara tersebut bagi kita terjadi dalam hitungan yang sangat singkat, bisa terjadi secara beruntun bahkan bersamaan.

Adapun sifat perbuatan Allah sendiri (Shifat al-Fi’il) tidak terikat oleh waktu. Allah menciptakan segala sesuatu, sifat perbuatan-Nya atau sifat menciptakan-Nya tersebut tidak boleh dikatakan “di masa lampau”, “di masa sekarang”, atau “di masa mendatang”. Sebab perbuatan Allah itu azali, tidak seperti perbuatan makhluk yang baharu.

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ: “كَانَ اللهُ وَلَمْ يَكُنْ شَىءٌ غَيْـرُهُ” (رواه البخاري والبيهقي وابن الجارود)

Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi Wa Sallam bersabda: “Allah ada pada azal (Ada tanpa permulaan) dan belum ada sesuatupun selain-Nya”. (H.R. al-Bukhari, al-Bayhaqi dan Ibn al-Jarud)

Perbuatan Allah tidak terikat oleh waktu, dan tidak dengan mempergunakan alat-alat. Benar, segala kejadian yang terjadi pada alam ini semuanya baharu, semuanya diciptakan oleh Allah, namun sifat perbuatan Allah atau sifat menciptakan Allah (Shifat al-Fi’il) tidak boleh dikatakan baharu.

Kemudian dari pada itu, kata “Kun” adalah bahasa Arab yang merupakan ciptaan Allah (al-Makhluk). Sedangkan Allah adalah Pencipta (Khaliq) bagi segala bahasa. Maka bagaimana mungkin Allah sebagai al-Khaliq membutuhkan kepada ciptaan-Nya sendiri (al-Makhluq)?! Seandainya Kalam Allah merupakan bahasa, tersusun dari huruf-huruf, dan merupakan suara, maka berarti sebelum Allah menciptakan bahasa Dia diam; tidak memiliki sifat Kalam, dan Allah baru memiliki sifat Kalam setelah Dia menciptakan bahasa-bahasa tersebut. Bila seperti ini maka berarti Allah baharu, persis seperti makhluk-Nya, karena Dia berubah dari satu keadaan kepada keadaan yang lain. Tentu hal seperti ini mustahil atas Allah.

( لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَىءٌ ) (سورة الشورى: 11)

 “Dia (Allah) tidak menyerupai sesuatupun dari makhluk-Nya, dan tidak ada sesuatupun yang menyerupai-Nya”. (QS. as-Syura: 11)

Dengan demikian makna yang benar dari ayat dalam QS. Yasin: 82 diatas adalah sebagai ungkapan bahwa Allah maha Kuasa untuk menciptakan segala sesuatu tanpa lelah, tanpa kesulitan, dan tanpa ada siapapun yang dapat menghalangi-Nya. Dengan kata lain, bahwa bagi Allah sangat mudah untuk menciptakan segala sesuatu yang Ia kehendaki, sesuatu tersebut dengan cepat akan terjadi, tanpa ada penundaan sedikitpun dari waktu yang Ia kehendakinya.

wallahu a’lam bisshowab

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
image_pdfimage_print

Filed in: Aqidah

8 Responses to “Makna Firman Allah “Kun Fayakun” (QS. Yaasiin:82)”

  1. muhammad saydi
    31/10/2012 at 12:59 #

    bagaimana hubungan ayat tsb dgn ayat alla menciptakan langit dan bumi dalam 6 hari.

    • 04/07/2013 at 16:39 #

      Mas Muhammad Saydi, pertanyaan ini juga menjadi pertanyaan saya sejak lama, bagaimana Allah yang apabila menghendaki sesuatu dia hanya berkata”kun (jadi)” maka “fayakun (jadilah dia)”, harus mencptakan langit dan bumi dalam 6 hari (menurut hitungan Allah) atau sama dengan 6000 tahun hitungan manusia (sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu Q:22:47), jadi apa ma’na kun fayakun itu ?
      Rupanya Allah mengajarkan kepada kita suatu yang luar biasa dengan ayat itu :
      1. Allah adalah dzat yang Maha Logis, dia mengajarkan kepada kita bahwa segala sesuatu itu memerlukan proses, tidak ada sesuatu yang terjadi tanpa proses.
      2. Allah memberitahukan kepada kita bahwa apa yang Dia kehendaki pasti akan terjadi, dan sesuatu yang pasti terjadi adalah dekat, walaupaun waktunya menurut hitungan kita adalah sangat lama.

      Salam ukhuwah untuk semua saudaraku

  2. 26/09/2013 at 20:54 #

    Kata “KUN” terdiri dari huruf kaf dan nun, dimana bunyi KUN ini antara kaf dan nun tidak bisa dikatakan bersamaan dan tidak bisa dikatakan terpisah. Jika bersamaan tdk akan bisa bunyi, jika terpisah maka bunyinya ku-en. Artinya, kata KUN adalah susunan dua huruf yang sambung tanpa jeda, tetapi huruf awal (kaf) berbeda dengan huruf akhir (nun). Contohnya dari hidup ke mati tanpa ada jeda/ batas, tetapi hidup berbeda dengan mati. Pendek kata KUN adalah proses. Wallahu a’lam

  3. Bang Uddin
    17/12/2013 at 10:15 #

    Nice…..

  4. 26/02/2014 at 01:06 #

    Assalamualaikum …… Sebagai seorang muslim saya percaya dengan dua kitab 1.Al Qur'an 2.Al Hadits. Salut dengan penjelasan admin. bahasa Al Qur'an adalah bahasa yang sulit di pahami, maka kita harus mempelajari namanya "Ilmu tafsir" apa pun bentuk pertanyaan yang muncul Dalam hati kita hendaklah jangan kaeluar dari konsep… "Lailaha illaullah muhammad darrasulullah" itulah dasar ke imanan orang muslim yang Islami. Wassalam.

  5. 05/06/2014 at 05:53 #

    Subhanallah Ya Allah..

  6. 09/06/2014 at 12:04 #

    :-)

  7. 30/07/2014 at 09:42 #

    subhannallah

Tinggalkan Pesan


Dilarang keras berdusta mengatasnamakan SARKUB atau NU
Dilarang mengisi di kotak isian dibawah ini dengan nama SARKUB, email SARKUB, dan website SARKUB.COM)
BAGI YANG MELANGGAR LANGSUNG KAMI HAPUS KOMENTAR ANDA!


× 3 = 18