2:08 pm - Tuesday August 20, 0802

Keistimewaan Bulan Dzulhijjah

Oleh: Ustadz Abdul Qadir bin Ahmad Mauladdawilah

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam; semoga shalawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan para Rasul, junjungan kita pula Nabi Muhammad SAW beserta segenap keluarga dan sahabatnya, Aamiin.

“Ketahuilah bahwasanya di hari-hari tahunmu ada pemberian-pemberian dari Allah, maka hadanglah (sambutlah) pemberian-pemberian tersebut (dengan melakukan amal kebaikan).”

Allah Ta’ala telah menganugerahkan kepada kita musim-musim yang penuh dengan rahmat agar kita bisa memperbanyak amalan-amalan saleh di dalamnya. Hal tersebut sebagai bonus bagi kita sebagai umat Nabi Muhammad yang berumur lebih muda dan lebih pendek jika di bandingkan dengan umur umat-umat sebelumnya.

Umur merupakan modal utama bagi manusia dalam menjalankan ibadah. Ketika umur telah habis maka selesai pula waktu untuk beribadah dalam rangka mengumpulkan bekal yang dipergunakan dalam perjalanan panjang yang tiada akhir yaitu kehidupan akhirat.

Salah satu diantara musim-musim tersebut adalah bahwa dalam satu tahun ada dua bulan (musim) yang didalam bulan tersebut amalan-amalan shaleh yang kita kerjakan lebih utama dibandingkan pada bulan-bulan lainnya, yaitu 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah.

Ayat-ayat Al Qur’an dan Hadits-hadits Nabi SAW banyak sekali yang menjelaskan tentang keutamaan amal ibadah yanh dikerjakan pada 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah, antara lain Allah Ta’ala berfirman yang artinya:

“Demi fajar dam demi malam yang sepuluh.”

Dikatakan oleh Imam Ibnu Katsir malam sepuluh adalah 10 hari pertama dari bulan Dzulhijjah.

“Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebagian dari padanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.” (Al-Hajj: 28)

Kedua ayat diatas dengan sangat jelas menerangkan keistimewaan 10 hari pertama pada bulan Dzulhijjah. Dan Nabi Muhammad SAW juga telah menjelaskan dalam sabdanya yang artinya:

Di riwayatkan oleh imam bukhori dari Ibn Abbas RA bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada hari yang mana amalan shaleh di dalamnya lebih dicintai oleh Allah SWT daripada 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah. Lalu sahabat bertanya, walaupun jihad di sabilillah? Rasul Allah SAW menjawab, walaupun berperang di jalan Allah kecuali orang yang keluar berperang dengan (mengorbankan) dirinya dan hartanya kemudian tidak kembali sama sekali (meninggal).”

Dan masih banyak lagi ayat-ayat Al-Qur’an maupun Hadits-Hadits Nabi SAW yang menjelaskan tentang keutamaan 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah. Para Ulama mengatakan bahwasanya paling mulianya hari dalam satu tahun adalah 10 hari pertama dari bulan Dzulhijjah dan paling mulianya malam dalam satu tahun adalah 10 malam terakhir dari bulan Ramadhan.

Ulama mengatakan, “Barangsiapa memuliakan atau menghidupkan 10 hari pertama dari bulan Dzulhijjah dengan amalan-amalan ibadah maka Allah Ta’ala akan memberinya 10 keistimewaan, yaitu:

- Allah memberikan berkah pada umurnya;
- Allah menambah rizqinya;
- Allah menjaga diri dan keluarganya;
- Allah mengampuni dosa-dosanya;
- Allah melipatgandakan pahalanya;
- Di mudahkan keluarnya nyawa ketika dalam keadaan sakaratul maut; – Allah menerangi kehidupannya;
- Di beratkan timbangan kebajikannya;
- Terselamatkan dari semua kesusahannya;
- Di tinggikan derajatnya di sisi Allah Ta’ala.

Oleh karena itulah, bila kita mau menggunakan akal sehat untuk berfikir, alangkah rugi bila kita melewatkan saat-saat tersebut. Andaikan seorang pedagang pada 10 hari tersebut tokonya ramai dipenuhi pembeli, kemudian dia tidak akan menutup tokonya hingga larut malam bahkan akan menambah barang dagangannya dengan asumsi keuntungan yang besar di depan mata, padahal hal itu hanyalah keuntungan duniayang bernilai sangat kecil, bagaimana jika keuntungan yang akan di peroleh jauh amat besar yang dijanjikan oleh Dzat Yang Maha Besar, akankah kita lepaskan begitu saja?

Bisa kita bayangkan jika umur kita di beri keberkahan oleh Allah Ta’ala maka kehidupan kita sehari-hari akan di penuhi dengan amalan-amalan shaleh yang mempunyai nilai pahala besar, tidak berlalu satu waktu terkecuali terisi dengan proses pendekatan kepada Allah. Mata, telinga, mulut dan semua anggota tubuh kita berjalan dalam jalur ridha Allah. Semua hal tersebut karena keberkahan umur dan masih banyak lagi cerita-cerita tentang Salaf kita yang mana mereka telah mendapatkan karunia yang sangat besar yaitu barakah pada umurnya.

Dari mereka ada yang mengkhatamkan Al-Qur’an dalam waktu satu hari 8 khataman (4 di siang hari dan 4 di malam hari). Ini hanya satu uraian keistimewaan yang di peroleh bagi siapa yang menggunakan atau memaksimalkan waktu dan musim-musimnya untuk ibadah, padahal masih terdapat sembilan keistimewaan yang lain, renungkanlah !

Adapun amalan-amalan shaleh yang sangat di anjurkan oleh ulama untuk kita kerjakan pada 10 hari pertama pada bulan Dzulhijjah sangat banyak sekali di antaranya adalah shalat, puasa terutama puasa Tarwiyah dan Arafah serta banyak dzikir kepada Allah SWT.

Maka marilah wahai saudara-saudaraku, kita bersama-sama dengan penuh semangat untuk mengisi waktu-waktu kita dengan amalan-amalan shaleh yang telah di contohkan oleh pendahulu kita, Kaum Shalihin, orang yang sukses dalam kehidupan dunia dan akhiratnya dengan sebab menjalani perintah-perintah Allah SWT dan Rasul-Nya.

Sumber: Majalah Cahaya Nabawiy, No 67 Dzulhijjah 1429 H / Desember 2008 M

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Filed in: Fiqih

9 Responses to “Keistimewaan Bulan Dzulhijjah”

  1. Hari
    25/10/2012 at 02:36 #

    admin, mau tanya, ko di kampus saya di semarang ada sms dari temen bahwa puasa tarwiyah itu tidak ada. hadistnya palsu, padahal saya dirumah suka puasa tarwiyah dan arafah. tolong penjelasannya. trims

    • 25/10/2012 at 04:42 #

      siapa bilang puasa Tarwiyah (tgl 8 dzulhijjah) tidak ada dasarny???
      ini silahkan dibaca…

      ini hadits keumuman keutamaan 10 hari pertama bulan dzulhijjah:

      Ibnu Abbas r.a meriwayatkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

      ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام يعني أيام العشر قالوا: يا رسول الله! ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله فلم يرجع من ذلك شيء

      Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dari pada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya : Ya Rasulullah! walaupun jihad di jalan Allah? Sabda Rasulullah: Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian tidak kembali selama-lamanya (menjadi syahid). (HR Bukhari)

      ini dasar hadits puasa tarwiyah (tgl 8 dzulhijjah) dalam kitab Fadhail Yaum Tarwiyah wa ‘Arafah:
      dari Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda:

      صَوْمُ يَوْمِ التَّرْوِيَةِ كَفَّارَةُ سَنَةٍ، وَصَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ كَفَّارَةُ سَنَتَيْنِ

      Puasa pada hari Tarwiyah menghapuskan (dosa) satu tahun, dan puasa hari Arafah menghapuskan (dosa) dua tahun.”

      hadits di atas juga ada di kitab Musnad Firdaus Karya Imam Ad Dailami.

      dan dalil puasa Arafah (9 dzulhijjah):

      diriwayatkan dari Abu Qatadah Rahimahullah. Rasulullah SAW bersabda:

      صوم يوم عرفة يكفر سنتين ماضية ومستقبلة وصوم يوم عاشوراء يكفر سنة ماضية

      Puasa hari Arafah dapat menghapuskan dosa dua tahun yang telah lepas dan akan datang, dan puasa Assyura (tanggal 10 Muharram) menghapuskan dosa setahun yang lepas. (HR. Muslim)

      selamat melaksanakan ibadah puasa Sunnah…
      mari lestarikan bersama…
      intaha…

  2. Hari
    26/10/2012 at 13:26 #

    oooh…gitu ya min. tapi kok di sms dari temen saya tu bahwa hadist tentang puasa tarwiyah itu palsu. apa benar ya admin?maaf saya bnyak tanya. trims

    • 26/10/2012 at 15:35 #

      tidak benar. hadits tsb tidak sampai pada derajad palsu. paling cuma sampai pada derajat dha’if saja. dan dha’if berbeda dengan maudhu (palsu). hadits dha’if boleh diamalkan dalam rangka fadhailul a’mal. lagian puasa yang dilarang kan puasa di 2 hari raya dan hari tasyrik saja. nabi gak bilang haram berpuasa di 8 dzulhijjah.
      acuhkan saja sms tersebut, itu yg bikin adalah orang wahhabi.

      • yazid
        29/10/2012 at 12:53 #

        gimana tuh oom kalo mereka jawab :”sholat sunnah tahiyatul masjid kan juga ga ada larangannya 3 rakaat”

        • 29/10/2012 at 14:35 #

          meskipun gak ada larangan tetapi ada anjuran untuk sholat tahiyatul masjid dua rakaat. sehingga menggugurkan amalan 3 rakaat tadi.

  3. Hari
    26/10/2012 at 22:30 #

    ooh…terimakasih min. emang aneh dikampus saya ini rata2 berbeda semua ajarannya dengan dirumah saya. tapi kalo masjid2 di masyarakat sekitar kampus ajarannya sama dengan dirumah, hanya di kampus yang berbeda.
    sekali lagi terimakasih banyak admin…

  4. عبدالله الامبوني
    04/11/2012 at 14:22 #

    taqlid bin bidah hasanah

Tinggalkan Pesan


Dilarang keras berdusta mengatasnamakan SARKUB atau NU
Dilarang mengisi di kotak isian dibawah ini dengan nama SARKUB, email SARKUB, dan website SARKUB.COM)
BAGI YANG MELANGGAR LANGSUNG KAMI HAPUS KOMENTAR ANDA!


4 − 3 =