Tata Krama Nyarkub (Ziarah Kubur), Sayid Abdullah Al Ghumari

tata krama nyarkub ziarah
Sarkub Share:
Share

Tata Krama Nyarkub (Ziarah Kubur) di Makam Para Auliya’. Risalah Ithaful Adzkiya’ (Hadiah Bagi Para Cendekiawan).  Disusun oleh: Al-Hafidh As-Sayyid Abdulloh bin Muhammad bin Ash-Shiddiq Al-Ghumari Al-Hasani.

 

Bismillahirrohmanirrohim
Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada Rosulullah Sayidina Muhammad SAW. Amma ba’du:

Ada 25 tata krama yang harus diperhatikan, ketika akan nyarkub (ziarah kubur) di makam Para Wali Allah. Tersedia juga versi Pdf link sedot dibawah.

 

25 Tata Krama Nyarkub

1. Niat yang baik, hanya bertujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT serta menggapai ridha-Nya. Berniat juga menautkan hati penuh kecintaan pada Baginda Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya dan para wali-wali Allah disertai dengan harapan yang kuat akan syafa’at / pertolongan mereka.

2. Mandi dan berwudhu dahulu sebelum berangkat nyarkub. Serta memakai pakaian yang suci, rapi, dan bersih.

3. Baca Istighfar 11x dengan hati yang hudlur / khusyuk dan merasakan penyesalan atas kesalahan, sebab itulah tanda taubat hakiki. Sehingga ketika di hadapan makam Mbah Wali (Shohibul Maqom) tersebut, kita merasa kosong dan bersih bathinnya.

4. Berdiri di depan makamnya dan meminta izin untuk memasukinya.

5. Membaca Surat Al-Fatihah yang dihadiahkan kepada seluruh Masyayikh Thoriqohnya (jika si peziarah pengikut salah satu tarekat muktabarah).

6. Melepaskan kedua alas kaki.

7. Memasuki area makam dengan mendahulukan kaki kanan.

8. Masuk area makam dengan sopan dan menjaga ketenangan.

9. Membaca hailalah  11x yaitu:

لآ اِلٰهَ إِلاَّ اللهُ

diakhiri dengan:   مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ

Supaya ruhnya Mbah Wali (Shohibul Maqom) yang berada di Alam Malakut hadir saat dibacakan kalimat hailalah tersebut.

10. Mengucapkan salam kepada Mbah Wali:

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَيُّهَا الْوَلِيْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.أَنْتُمُ السَّابِقُوْنَ وَإِنَّا بِكُمْ إِنْ شَـآءَ اللهُ لَاحِقُوْنَ

 

11. Membaca Surat Al-Fatihah 11x
12. Membaca Surat Yasin.
13. Membaca Surat Al-Ikhlash 11x
14. Menghadiahkan seluruh bacaan Al-Quran kepada ruh Mbah Wali tersebut dengan membaca:

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ ثَوَابَهَا فِى صَحِيْفَةِ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَاٰلِهِ وَسَلَّمَ, وَثَوَابَ مِثْلِ ذَالِكَ لِأَرْوَاحِ أَبِيْنَا اٰدَمَ وَأُمِّنَا حَوَّآءَ وَمَنْ وَلَدَا مِنَ الْأَنْبِيَآءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ, وَثَوَابَ مِثْلِ ذَالِكَ لِاٰلِ بَيْتِ النَّـبِيِّ وأَصْحَابِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيّٰتِهِ وَأَهْـلِ بَيْتِـهِ أَجْمَعِـيْنَ, رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ وَعَنَّا وَنَفَعَنَـا بِهِمْ فِى دُنْيَا وَأُخْـرٰى وأَ لْحَـقَـنَـا بِهِمْ فِى الدَّارَيْنِ اٰمِـيْنَ, وَثَوَابَ مِثْلِ ذَالِكَ فِى صَحِيْفَةِ هٰذَا الْوَلِيْ   (nama mbah wali)

وَإِلَى (nama arwah lain yg dikirimi)

 

15. Membaca doa sebanyak 11x

يَا سَيِّدِيْ  (..nama mbah wali…) شَيْءٌ لِلّٰهِ  اَلْمَـدَدْ

 

16. Baca sholawat sebanyak 11x.
17. Berdoa, panjatkan semua hajat anda baik urusan dunia maupun  akhirat kepada Allah SWT di sebelah makam Mbah Wali dengan menengadahkan kedua telapak tangan ke langit, dengan posisi menghadap makam Mbah Wali, supaya beliau turut mengamini segala doa hajat kebutuhan / urusan yang kita panjatkan.

Adapun susunan doa tersebut yaitu diawali dengan baca dzikir  pujian kepada Allah SWT, sholawat kepada Baginda Nabi SAW dilanjutkan dengan memohon ilmu yang manfaat dan kebaikan dunia dan akhirat, kemudian ditutup dengan lafadh berikut:

يَا إِلٰهِيْ بِحَقِّ وَلِيِّكَ هٰذَا فَرِّجْ كَرْبِيْ وَهَمِّي فِى الدُّنْيَا وَالْاَخِرَةِ, وَارْحَمِ اللّٰهُمَّ صَاحِبَ هٰذَا الْمَقَامِ وَعُمَّهُ بِاللُّطْفِ وَالْإِكْرَامِ, وَاسْتَجِبْ دُعَائِيْ اللّٰهُمَّ بِحَقِّ الْمُصْطَفٰى صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَاٰلِهِ وَسَلَّمَ وَبِسِرِّ ثَوَابِ الْفَاتِحَـةِ

18. Membaca dengan hati yang khusyuk dan penuh harap:

لَنْ أَبْرَحَ الْبَابَ حَتَّى تُصْلِحُوْا عِوَجِيْ  *  وَتَقْبَلُوْنِيْ عَلَى عَيْبِيْ وَأَوْزَارِيْ

 

19. Mengucapkan:

a. Jika Mbah Wali tersebut termasuk dari dzurriyah keturunan Baginda Nabi Muhammad SAW (Habaib atau Saadah):

أُشْهِدُكَ يَاسَيِّدِيْ (nama mbah wali)  أَنَّنَا نَشْهَدُ أَنْ لآ إِلٰهَ اِلَّا اللهُ وَأَنَّ جَدَّكَ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَهِيَ لَنَا وَدِيْعَةٌ عِنْدَكَ

b. Jika Mbah Wali tersebut dari kalangan masyayikh, kyai, gus, ajengan, lora, tuan guru, buya:

أُشْهِدُكَ يَاسَيِّدِيْ (nama mbah wali)  أَنَّنَا نَشْهَدُ أَنْ لآ إِلٰهَ اِلَّا اللهُ وَأَنَّ سَيَّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَهِيَ لَنَا وَدِيْعَةٌ عِنْدَكَ

20. Membaca Ayat Kursi 1x dengan mengulangi lafadz berikut:

وَلَايَؤُوْدُهٗ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

sebanyak 3x. Agar madad (hadiah / anugerah) yang diberikan oleh Mbah Wali kepada kita tidak hilang / diambil oleh orang.
21. Menghormati juru kunci, penjaga dan perawat makam.

22. Sebelum pulang membaca Surat Al-Fatihah dan meminta izin (berpamitan) kepada Mbah Wali. Dan mengucapkan:

حَضْرَتُكُمْ يَاسَيِّدِيْ لَايُمَلُّ مِنْهَا لَكِنِّي ذُوْ حَاجَةٍ وَهِمَّتِيْ قَصُرَتْ وَضَعُفَتْ وَمُرَادِيْ أَنْ أَنْصَرِفَ مِنْ عِنْدِ مَقَامِكُمْ

23.  Ketika keluar dari makam dengan berjalan mundur dan tidak membelakangi makam (* tergantung kondisi tkp makam).

24.  Bersedakah kepada orang-orang yang membutuhkan di sekitar area makam )atau dimasukan ke kotak amal makam).

 

25. Perlu diperhatikan:

a. Dilarang membawa lilin persembahan, sebab itu kebiasaan orang Nasrani.
b.  Makruh hukumnya meletakkan tangan di atas makam atau mengusapnya, mencium & menempelkan badan ke makam.
c.  Haram hukumnya thawaf mengitari makam.
d.  Sebaiknya bagi para wanita yang ingin nyarkub (berziarah) tidak menampakkan perhiasannya yang mencolok dan tidak memakai parfum wewangian berlebihan.

.

– – ⭐ – –

Pdf Tata Krama Nyarkub / Ziarah Kubur

1. Drive   2. Box

Sedot juga…

»» Pdf Surat Yasin dan Bacaan Tahlil

 

Sanad Amalan

  • Dari mengaji kepada KH. Sholahuddin Munshif Kencong dari Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki dari Al Hafidh Sayyid Abdulloh Al Ghumari.
  • Diijazahkan kepada jamaah sarkubiyin sarkubiyat min masyariqil ardhi ilaa maghoribiha.

Salam Menyan, Tim Sarkub

Gilang Matulesi, M.Kub

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan