
๐ Tawaquf Menjelang Bulan Ramadhan
Menjelang bulan Ramadhan setiap muslim pasti akan disibukan dengan berbagai macam persiapan untuk menyambutnya. Mulai dari persiapan rohani, jasmani maupun materi. Akan tetapi ada yang menarik perhatian saya melihat fenomena disekitar tempat tinggal saya. Yaitu penutupan sementara rutinan pengajian, karena sudah mau datang bulan Ramadhan. Hal ini sempat menjadi bahan perenungan bagi saya, menjelang datangnya bulan suci yang menjanjikan pahala berlimpah bagi yang beribadah. Bukankah pengajian merupakan sebuah ibadah yang mendatangkan pahala berlipat? Ya, majelis ilmu yang biasa disebut pengajian ini justru ditutup pada bulan Ramadhan. Timbul pertanyaan dalam diri saya, Apakah tidak salah? Padahal mereka berkesempatan untuk mendapatkan limpahan pahala yang berlipat dengan pengajian tersebut. saya pernah ditanya โkamu sudah penutupan pengajian belum?โ Dengan jelas dan tegas saya menjawab โjustru kami lebih semangat dan sering ngaji di bulan Ramadhanโ orang itu balik bertanya โkok gak ditutupโ saya agak bingung menjelaskanya, karena yang seharusnya ditutup adalah tempat hiburan malam, Bar dan diskotek serta tempat maksiat lainya bukan pengajianya.
.
๐ Definisi Tawaqufan
Tawaquf dari asal kata โWaqofa, Yaqifu, Mawqifan ููู, ููู, ู ูููุง โ mengikuti wazan โFaโala, Yafโilu, Fauโilan ูุนู, ููุนู, ููุนูุง โ Fiโil Tsulatsi Mujar=rod Binaโ Muโtal Mitsal atau dari asal kata “Tawaqqofa, Yatawaqqofu, Tawaqqufan ุชูููู, ูุชูููู, ุชููููุง mengikuti wazan “Tafa’-‘ala, Yatafa’-‘alu, Tafa’-‘ulan ุชูุนูู, ูุชูุนูู, ุชูุนููุง Fi’il Tsulatsi Mazid Khumasi Bina’ Mu’tal Mitsal yang berarti berhenti. Sedangkan menurut istilah adalah penutupan sementara pengajian rutin yang diadakan di bulan syaโban baik pengajian privat agama, pengajian mingguan atau bulanan yang bertujuan untuk memberikan kelonggaran dalam beribadah dan menuntut ilmu dengan tanpa batasan waktu dan tempat yang biasanya telah ditentukan. Bukan berarti tidak boleh mengkaji/menuntut ilmu atau beribadah, akan tetapi biar umat islam bebas melakukannya kapan dan dimana saja tanpa batasan waktu dan tempat.
Disamping itu juga sebagai langkah persiapan fisik dan mental melalui amal ibadah dalam menyambut bulan suci Ramadhan yang sesuai hadits Rasul amal ibadah di bulan Ramadhan pahalanya akan dilipatgandakan. Sebagaimana hadits berikut:
ุนู ุณูู ุงู ุงููุงุฑุณู ุฑุถู ุงููู ุนูู ุฃูู ูุงู : ( ุฎุทุจูุง ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ูู ุขุฎุฑ ููู ู ู ุดุนุจุงู ููุงู : ุฃููุง ุงููุงุณ ูุฏ ุฃุธููู ุดูุฑ ุนุธูู ู ุจุงุฑู ุ ุดูุฑ ููู ูููุฉ ุฎูุฑ ู ู ุฃูู ุดูุฑ ุ ุฌุนู ุงููู ุตูุงู ู ูุฑูุถุฉ ุ ูููุงู ูููู ุชุทูุนุงู ุ ู ู ุชูุฑุจ ููู ุจุฎุตูุฉ ู ู ุงูุฎูุฑ ูุงู ูู ู ุฃุฏู ูุฑูุถุฉ ููู ุง ุณูุงู ูู ู ุฃุฏู ููู ูุฑูุถุฉ ูุงู ูู ู ุฃุฏูู ุณุจุนูู ูุฑูุถุฉ ููู ุง ุณูุงู ุ….. ุงูู ุงุฎุฑูุง.[ ุฑูุงู ุงุจู ุฎุฒูู ุฉ ุจููุธู ูู ุตุญูุญู 3/191]
Suatu ketika, pada akhir bulan Syaโban, Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam berkhutbah di hadapan para sahabat, โWahai manusia, sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa agung dan lagi penuh keberkatan; yaitu bulan yang didalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan ; bulan yang Allah telah menjadikan puasa-Nya suatu fardhu dan qiyam di malam harinya suatu tathawwuโ.
“Barangsiapa mendekatkan dirinya kepada Allah dengan suatu perbuatan di dalam bulan itu, maka samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di bulan lain. Dan barangsiapa menunaikan suatu fardhu di bulan Ramadhan, samalah dia dengan orang yang mengerjakan tujuh puluh fardhu di bulan lain. …. sampai akhir hadits.โโ (HR. Ibn Khuzaimah dari Salman ra)
Dari Ibnu Abbas radhiallahuโanhuma, ia berkata:
ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ุฃูุฌูููุฏู ุงููููุงุณูุ ููููุงูู ุฃูุฌูููุฏู ู ูุง ููููููู ููู ุฑูู ูุถูุงูู ุญูููู ููููููุงูู ุฌูุจูุฑููููุ ููููุงูู ุฌูุจูุฑูููู ููููููุงูู ููู ููููู ููููููุฉู ู ููู ุฑูู ูุถูุงูู ููููุฏูุงุฑูุณููู ุงููููุฑูุขููุ ููููุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ุญูููู ููููููุงูู ุฌูุจูุฑูููู ุฃูุฌูููุฏู ุจูุงููุฎูููุฑู ู ููู ุงูุฑูููุญู ุงููู ูุฑูุณูููุฉู
โRasulullah shallallahu โalaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al-Qurโan. Dan kedermawanan Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam melebihi angin yang berhembus.โ (HR. Bukhari-Muslim)
An Nawawi berkata: โUlama madzhab kami berkata: Yang sunnah adalah memperbanyak membaca Al-Qurโan di bulan Ramadhan dan mempelajarinya. Yaitu dengan cara, seseorang membaca Al-Qurโan di depan orang lain, lalu orang lain membaca di depannya. Berdasarkan hadits sebelumnya dari Ibnu โAbbasโ (Al Majmuโ Syarh Al Muhadzab, 6/274).
Ibnu Rajab rahimahullah berkata tentang hadits tersebut: โhadits ini dalil tentang dianjurkannya memperbanyak membaca Al-Qurโan di bulan Ramadhanโ (Lathaif Al Maโarif, 169)
.
๐ Ketidaksiapan yang Berbuah Pahit
Imam Abu Bakr Az Zurโi rahimahullah memaparkan dua perkara yang wajib kita waspadai. Salah satunya adalah [ุงููุชููููุงูููู ุจูุงููุฃูู ูุฑู ุฅูุฐูุง ุญูุถูุฑู ููููุชููู], yaitu kewajiban telah datang tetapi kita tidak siap untuk menjalankannya. Ketidaksiapan tersebut salah satu bentuk meremehkan perintah. Akibatnya pun sangat besar, yaitu kelemahan untuk menjalankan kewajiban tersebut dan terhalang dari ridha-Nya. Kedua dampak tersebut merupakan hukuman atas ketidaksiapan dalam menjalankan kewajiban yang telah nampak di depan mata. (Badaiโul Fawaid 3/699)
Persiapkan Amal Shalih dalam Menyambut Ramadhan
Bila kita menginginkan kebebasan dari neraka di bulan Ramadhan dan ingin diterima amalnya serta dihapus segala dosanya, maka harus ada bekal yang dipersiapkan.
Allah taโala berfirman,
ูููููู ุฃูุฑูุงุฏููุง ุงููุฎูุฑููุฌู ูุฃุนูุฏูููุง ูููู ุนูุฏููุฉู ูููููููู ููุฑููู ุงูููููู ุงููุจูุนูุงุซูููู ู ููุซูุจููุทูููู ู ููููููู ุงููุนูุฏููุง ู ูุนู ุงููููุงุนูุฏูููู (ูคูฆ)
โDan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka. dan dikatakan kepada mereka: โTinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu.โ (At Taubah: 46).
Harus ada persiapan! Dengan demikian, tersingkaplah ketidakjujuran orang-orang yang tidak mempersiapkan bekal untuk berangkat menyambut Ramadhan. Oleh sebab itu, dalam ayat di atas mereka dihukum dengan berbagai bentuk kelemahan dan kehinaan disebabkan keengganan mereka untuk melakukan persiapan.
Sebagai persiapan menyambut Ramadhan, Rasulullah memperbanyak puasa di bulan Syaโban. โAisyah radhiallahu โanhu berkata,
ููููู ู ุฃูุฑููู ุตูุงุฆูู ูุง ู ููู ุดูููุฑู ููุทูู ุฃูููุซูุฑู ู ููู ุตูููุงู ููู ู ููู ุดูุนูุจูุงูู ููุงูู ููุตููู ู ุดูุนูุจูุงูู ููููููู ููุงูู ููุตููู ู ุดูุนูุจูุงูู ุฅููุงูู ููููููุงู
โSaya sama sekali belum pernah melihat rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam berpuasa dalam satu bulan sebanyak puasa yang beliau lakukan di bulan Syaโban, di dalamnya beliau berpuasa sebulan penuh.โ Dalam riwayat lain, โBeliau berpuasa di bulan Syaโban, kecuali sedikit hari.โ (HR. Muslim: 1156)
Beliau tidak terlihat lebih banyak berpuasa di satu bulan melebihi puasanya di bulan Syaโban, dan beliau tidak menyempurnakan puasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan.
Generasi emas umat ini, generasi salafush shalih, mereka selalu mempersiapkan diri menyambut Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Sebagian ulama salaf mengatakan,
ููุงูููุง ููุฏูุนููููู ุงูููู ุณูุชููุฉู ุฃูุดูููุฑู ุฃููู ููุจููููุบูููู ู ุดูููุฑู ุฑูู ูุถูุงูู ุซูู ูู ููุฏูุนููููู ุงูููู ุณูุชููุฉู ุฃูุดูููุฑู ุฃููู ููุชูููุจูููููู ู ูููููู ู
โMereka (para sahabat) berdoโa kepada Allah selama 6 bulan agar mereka dapat menjumpai bulan Ramadlan.โ (Lathoiful Maโarif hal. 232)
Tindakan mereka ini merupakan perwujudan kerinduan akan datangnya bulan Ramadhan, permohonan dan bentuk ketawakkalan mereka kepada-Nya. Tentunya, mereka tidak hanya berdoโa, namun persiapan menyambut Ramadhan mereka iringi dengan berbagai amal ibadah.
Abu Bakr al Warraq al Balkhi rahimahullah mengatakan,
ุดูุฑ ุฑุฌุจ ุดูุฑ ููุฒุฑุน ู ุดุนุจุงู ุดูุฑ ุงูุณูู ููุฒุฑุน ู ุฑู ุถุงู ุดูุฑ ุญุตุงุฏ ุงูุฒุฑุน
โRajab adalah bulan untuk menanam, Syaโban adalah bulan untuk mengairi dan Ramadhan adalah bulan untuk memanen.โ (Lathoiful Maโarif hal. 130)
Sebagian ulama yang lain mengatakan,
ุงูุณูุฉ ู ุซู ุงูุดุฌุฑุฉ ู ุดูุฑ ุฑุฌุจ ุฃูุงู ุชูุฑูููุง ู ุดุนุจุงู ุฃูุงู ุชูุฑูุนูุง ู ุฑู ุถุงู ุฃูุงู ูุทููุง ู ุงูู ุคู ููู ูุทุงููุง ุฌุฏูุฑ ุจู ู ุณูุฏ ุตุญููุชู ุจุงูุฐููุจ ุฃู ูุจูุถูุง ุจุงูุชูุจุฉ ูู ูุฐุง ุงูุดูุฑ ู ุจู ู ุถูุน ุนู ุฑู ูู ุงูุจุทุงูุฉ ุฃู ูุบุชูู ููู ู ุง ุจูู ู ู ุงูุนู ุฑ
โWaktu setahun itu laksana sebuah pohon. Bulan Rajab adalah waktu menumbuhkan daun, Syaban adalah waktu untuk menumbuhkan dahan, dan Ramadhan adalah bulan memanen, pemanennya adalah kaum mukminin. (Oleh karena itu), mereka yang โmenghitamkanโ catatan amal mereka hendaklah bergegas โmemutihkannyaโ dengan taubat di bulan-bulan ini, sedang mereka yang telah menyia-nyiakan umurnya dalam kelalaian, hendaklah memanfaatkan sisa umur sebaik-baiknya (dengan mengerjakan ketaatan) di waktu tesebut.โ (Lathaaiful Maโarif hal. 130)
Wahai kaum muslimin, agar buah bisa dipetik di bulan Ramadhan, harus ada benih yang disemai, dan ia harus diairi sampai menghasilkan buah yang rimbun. Puasa, qiyamullail, bersedekah, dan berbagai amal shalih di bulan Rajab dan Syaโban, semua itu untuk menanam amal shalih di bulan Rajab dan diairi di bulan Syaโban. Tujuannya agar kita bisa memanen kelezatan puasa dan beramal shalih di bulan Ramadhan, karena lezatnya Ramadhan hanya bisa dirasakan dengan kesabaran, perjuangan, dan tidak datang begitu saja. Hari-hari Ramadhan tidaklah banyak, perjalanan hari-hari itu begitu cepat. Oleh sebab itu, harus ada persiapan yang sebaik-baiknya.
Jangan Lupa, Perbarui Taubat!
Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ููููู ุงุจููู ุขุฏูู ู ุฎูุทููุงุกู ููุฎูููุฑู ุงููุฎูุทููุงุฆูููู ุงูุชูููููุงุจููู
โSetiap keturunan Adam itu banyak melakukan dosa dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat.โ (HR. Tirmidzi: 2499)
Taubat menunjukkan tanda totalitas seorang dalam menghadapi Ramadhan. Dia ingin memasuki Ramadhan tanpa adanya sekat-sekat penghalang yang akan memperkeruh perjalanan selama mengarungi Ramadhan.
Allah memerintahkan para hamba-Nya untuk bertaubat, karena taubat wajib dilakukan setiap saat. Allah taโala berfirman,
ููุชููุจููุง ุฅูููู ุงูููููู ุฌูู ููุนูุง ุฃููููููุง ุงููู ูุคูู ูููููู ููุนููููููู ู ุชูููููุญูููู (ูฃูก)
โBertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.โ (An Nuur: 31).
Taubat yang dibutuhkan bukanlah seperti taubat yang sering kita kerjakan. Kita bertaubat, lidah kita mengucapkan, โSaya memohon ampun kepada Allahโ, akan tetapi hati kita lalai, akan tetapi setelah ucapan tersebut, dosa itu kembali terulang. Namun, yang dibutuhkan adalah totalitas dan kejujuran taubat.
Jangan pula taubat tersebut hanya dilakukan di bulan Ramadhan sementara di luar Ramadhan kemaksiatan kembali digalakkan. Ingat! Ramadhan merupakan momentum ketaatan sekaligus madrasah untuk membiasakan diri beramal shalih sehingga jiwa terdidik untuk melaksanakan ketaatan-ketaatan di sebelas bulan lainnya.
Segala sesuatu yang kita hadapi akan lebih baik hasilnya jika kita memiliki persiapan sebelumnya. Tak terkecuali dengan Ramadhan. Apalagi ia merupakan tamu yang sangat istimewa dan sudah lama kita rindukan kehadirannya. Dengan persiapan yang baik kita bisa bersamanya dengan baik, dan kebersamaan yang baik akan membawa hasil yang baik pula dikemudian hari. Dalam menyambut Ramadhan ada lima persiapan yang harus kita lakukan:
.
๐น Pertama
persiapan ilmu. Agar aktifitas di bulan Ramadhan bisa optimal kita jalankan, kita harus memiliki wawasan dan pemahaman yang benar dan cukup tentang Ramadhan dan hal-hal yang terkait dengannya. Caranya dengan membaca berbagai bahan rujukan dan menghadiri majelis-majelis ilmu yang membahas tentang Ramadhan. Kegiatan ini berguna untuk mengarahkan kita agar beribadah sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam, sebelum, selama dan pasca Ramadhan. Ilmu harus kita dahulukan sebelum beramal. oleh karena itu, mulai sekarang harus kita programkan untuk membaca dan menghadiri majelis-majelis ilmu. Jangan sampai pemahaman hal-hal yang berhubungan dengan Ramadhan justru baru kita dapatkan ketika di akhir-akhir Ramadhan, walaupun bukan hal yang sia-sia, namun hal itu dapat mengurangi keuntungan kita di bulan penuh berkah ini.
.
๐น Kedua
persiapan semangat. Semangat Ramadhan harus kita miliki jauh-jauh hari sebelum ia tiba. Salafus-shaleh biasa membaca doa ini: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan pertemukan kami dengan Ramadhan.” Selain doa, semangat dapat kita tingkatkan dengan memperbanyak ibadah-ibadah sunnah.Selain itu, di bulan dan hari-hari menjelang Ramadhan jangan sampai kita melakukan maksiat berbentuk apapun, tapi bukan berarti di bulan lainnya dibolehkan. Hal ini dimaksudkan agar jauh hari sebelum Ramadhan tiba kadar keimanan kita sudah meningkat. Hitung-hitung sebagai pemanasan, sehingga ketika memasuki Ramadhan kita sudah terbiasa dengan berbagai kebaikan dan jauh dari keburukan. Jangan sampai terjadi lagi, kenikmatan Ramadhan baru kita rasakan justru di akhir-akhir Ramadhan.
.
๐น Ketiga
persiapan fisik. Aktifitas di bulan Ramadhan memerlukan fisik yang lebih prima dari bulan lainnya. Sebab, jika fisik kita lemah, kemulian yang dilimpahkan Allah pada bulan tersebut tidak dapat kita raih secara maksimal. Kita harus membiasakan hidup sehat dengan mengatur pola makan, istirahat dan beraktifitas secara seimbang, serta cukup berolah raga, agar tubuh kita prima saat Ramadhan tiba.Kita juga harus melatih fisik untuk melakukan puasa sunnah, banyak berinteraksi dengan al-Qur’an, biasa bangun dan shalat malam, dan aktivitas lainnya. Agar kita memiliki ketahanan yang baik saat secara maksimal melakukannya di bulan Ramadhan.
Keempat, persiapan harta. Sebaiknya, sebelum Ramadhan tiba kita sudah memiliki perbekalan harta yang cukup. Sehingga saat Ramadhan, waktu kita bisa lebih difokuskan untuk beribadah. Lebih dari itu, persiapan harta adalah untuk melipatgandakan sedekah atau infaq kita di bulan Ramadhan. Apalagi pahalanya dilipatgandakan oleh Allah dan Rasulullah telah mencontohkan kedermawanan yang sangat tinggi di bulan ini. Harus diingat pula bahwa, persiapan harta bukan untuk membeli keperluan buka puasa atau hidangan lebaran secara berlebihan sebagaimana tradisi masyarakat kita selama ini, yang bahkan cenderung ke arah israf dan tabdzir.
.
๐น Kelima
Menjelang bulan ramadhan persiapan target peningkatan diri. Juga penting untuk kita persiapkan adalah target-target yang ingin kita capai di bulan Ramadhan nanti. Agar terjadi peningkatan dalam diri kita sesuai dengan yang kita inginkan. Misalnya target mengkhatamkan Al-Qurโan atau menghafalnya, target penguasaan bahasa Arab atau melancarkannya, target menamatkan kitab-kitab tafsir, hadits dan lainnya, target jumlah infaq, membantu orang yang kesusahan, dan yang semisalnya. Baik dari sisi kwalitas maupun kwantitasnya. Pembuatan target capaian bulan Ramadhan akan memacu kita untuk beramal lebih baik lagi dari sebelumnya. Selain untuk pribadi, dalam keluarga atau organisasi kita-pun sebaiknya juga dirancang target-target bersama yang akan dicapai di bulan Ramadhan ini.
Dengan persiapan menjelang bulan ramadhan ini, semoga karunia terbesar di bulan Ramadhan dapat kita raih secara maksimal. Mari kita jadikan Ramadhan tahun ini lebih baik dan bermakna dari yang telah kita lalui sebelumnya. Mari kita persiapkan diri kita dengan memperbanyak amal shalih di dua bulan Rajab dan Syaโban, sebagai modal awal untuk mengarungi bulan Ramadhan yang akan datang sebentar lagi. Wallahu aโlam bis-Shawab
Tim Sarkub Syech Asimun Mas’ud At-Tamanmini, MKub


No Responses