1:44 am - Friday April 25, 2014

Kesaksian Mantan MTA: Dari Halalnya Anjing sampai Iming-iming Uang

mta sesat kesaksian mantan mta solo raya sukino

Alhamdulillah, saya dan seorang ustadz pernah mewawancarai salah satu tokoh desa mantan pengikut MTA dan mengaku cukup kenal dengan Ustadz Ahmad Sukina, karena aktif mengikuti Pengajian Ahad Pagi di Solo dan sering menyampaikan pertanyaan kepadanya. Sekarang ini beliau giat menghidupkan kembali amaliah-amaliah NU di daerahnya bersama dengan salah satu ustadz dari Purworejo. Saat saya datang silaturrahmi kepada beliau, kebetulan ada tiga orang tamu yang sedang mengurus proposal pembangunan masjid. Dua orang di antaranya mantan pengikut MTA dan simpatisannya.

Karena waktu terbatas-hampir Maghrib setelah menunggu lama, saya hanya menanyakan beberapa masalah, seperti masalah anjing yang dihalalkan Ustadz Ahmad Sukina, orang yang masuk MTA mendapat bayaran (santunan/sedekah), komentar MTA terhadap kedudukan ulama Islam, dan yang melatarbelakangi mereka sehingga begitu berani mengeluarkan vonis-vonis ekstrim.

Saat ketiga orang itu saya tanya tentang halalnya anjing, ketiganya mengatakan bahwa MTA memang menghalalkan anjing dan hal ini juga dicatat dalam brosur MTA. Alasannya karena dalam al-Qur'an dan as-Sunnah tidak ada firman atau sabda yang menyatakan kenajisan atau keharamannya.

Saat mendengar jawaban ini, saya cukup terkejut dan bagaimana bisa Ustadz Ahmad Sukina dan pengikutnya saat ini berbalik mengatakan, bahwa mereka tidak pernah menghalalkan anjing?.

Saya sendiri adalah orang yang pernah dianggap berdusta oleh sebagian warga MTA gara-gara masalah ini. Jika benar begitu, maka betapa mereka sangat tidak memiliki amanah ilmiah di hadapan Allah. Lalu bagaimana syariat Islam menilai orang seperti itu? Na'udzu billah min dzalik.

Dalam Islam, orang bisa saja berpendapat salah dalam merumuskan hukum, bahkan sekaliber Imam asy-Syafi'i sekalipun. Sah-sah saja orang yang salah mencabut pendapatnya, dan memang itulah yang seharusnya yang dilakukan setelah mengetahui kebenaran. Islam mengajarkan kejujuran dan menjunjung tinggi amanah ilmiah.

Saat saya bertanya tentang isu perekrutan anggota MTA dengan iming-iming uang, beliau juga membenarkan dan bercerita kejadian yang pernah dialaminya. Meskipun ini mungkin benar adanya, tetapi saya tidak yakin jika semua orang yang masuk MTA pasti karena iming-imingan uang. Mungkin saja hal itu terjadi di sebagian daerah saja atau pada orang-orang tertentu. Wallahu A'lam.

Berita tentang rekrutmen anggota dengan iming-imingan uang -entah bermotif sedekah atau pinjaman-sudah sering saya dengar, baik di Solo Raya atau di daerah lain. Ini bukan tuduhan, hanya informasi, sebab pernah ada seorang mubaligh di Grobogan yang menyinggung tentang kabar ini lalu dibantah dan dianggap berdusta oleh salah seorang pimpinan MTA di wilayah Blora.

Saat saya bertanya, kenapa mereka sangat berani dan terkesan ekstrim dalam berdakwah-meski banyak juga yang tidak seperti itu-?. Beliau menjawab, saat akan masuk ke MTA, mereka diwajibkan mengisi formulir dan menyerahkan foto serta disuntik Mereka yang telah disuntik mengaku hatinya sangat damai, tidak ada yang ditakuti selain Allah, dan merasa tenteram dan nyaman dengan menjadi pengikut MTA. Suntik apakah itu? Wallahu A’lam.

Beliau juga bercerita, bahwa brosur buatan Ustadz Ahmad Sukina mudah didebat. Seperti saat Ustadz Ahmad Sukina mengharamkan jampi-jampi (suwuk: Jawa, ruqyah: Arab) dalam majelis pengajiannya, mantan MTA yang suka ilmu hikmah ini menyanggah pengharaman suwuk secara mutlak, sebab Rasulullah SAW pernah melakukannya. Lalu Ustadz Ahmad Sukina menjawab, bahwa ada perbedaan antara suwuk Rasulullah SAW dan suwuk yang selama ini dilakukan masyarakat. Akan tetapi ketika didesak terus, akhirnya Ustadz Ahmad Sukina kalah dan brosur yang dikekalkan tidak mencantumkan keharaman suwuk lagi, tetapi membolehkannya. Bagi saya pribadi, hal ini bukan suatu yang buruk untuk Ustadz Ahmad Sukina, sebab mungkin dia telah mempelajari hukum suwuk secara mendalam sehingga mengubah pendapatnya.

Ia juga menceritakan, setiap Hari Raya Kurban, maka warga MTA yang ingin berkurban harus menyerahkan uang dan biaya ke pengurus MTA pusat tanpa benar-benar mengetahui apakah nantinya dibelikan hewan kurban dan disembelih atau tidak.
Komentar saya, mungkin ini hanya masalah teknis dan tidak perlu diperdebatkan. Saya pun tidak perlu mengorek lebih dalam apakah pengurus pusat MTA jujur melaksanakan amanah warganya atau tidak.

Saat saya bertanya, kenapa MTA terkesan tidak mengakui ulama Islam? Kedua orang mantan MTA di hadapan saya sepakat mengatakan, bahwa ulama-ulama Islam telah dianggap sebagai kaum ortodoks oleh MTA. Semoga kita semua mendapat hidayah dan taufiq dari Allah agar terhindar dari ajaran yang sesat dan menyesatkan.

(Sumber: Nur Hidayat Muhammad / Meluruskan Doktrin MTA)
Sarkub.Com

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Filed in: Firqoh, KAJIAN ASWAJA

31 Responses to “Kesaksian Mantan MTA: Dari Halalnya Anjing sampai Iming-iming Uang”

  1. A'an
    02/06/2013 at 13:08 #

    kayaknya asukino juga halal tuh” kan gk ada di qur an dn hadist….

    • Brigadir
      03/06/2013 at 13:21 #

      wkwkwkw betul sekali tuh pak ustdz

  2. Magribill
    02/06/2013 at 17:21 #

    sebenarnya siapa sih di belakang MTA ini , kok ampir ada di setiap kota ?

    • purwanto
      23/09/2013 at 04:53 #

      ALLAH SWT.

  3. 02/06/2013 at 22:08 #

    A sukino dan para muridnya sebaiknya nonton film Sang Kyai di bioskop 21 di kota solo

    • 07/06/2013 at 12:40 #

      warga nadliyin…monggo nonton film sang pencerah…

  4. MasAdi
    03/06/2013 at 11:49 #

    alangkah baiknya jika MTA memang sesat, dilaporkan kepada MUI dan pihak kepolisian dengan laporan resmi, disertai dengan saksi² dan bukti² yang benar. sehingga ada tindak lanjutnya dan dampak yang ditimbulkan MTA tidak semakin besar. dan semakin banyak umat yang terselamatkan dari kesesatan.
    berita seperti ini sebenarnya memang sangat penting, hanya saja perlu lebih bijak dan hati² dalam mengungkap fakta…karena bisa membuat pembaca memberikan komentar (tuduhan, dugaan) yang negatif.

    • purwanto
      23/09/2013 at 05:07 #

      benar. laporkan saja ke MUI pusat. karena MUI pasti akan memutuskan dengan penuh pertimbangan dan dasar2 yang kuat. Tapi pelapor akan kecele…… karena justru kyai-kyai MUI Pusat justru yang sering memberikan tausiah2 pada setiap pembukaan cabang cabang MTA yang baru lahir. seperti Kyai Amidhan, Kyai Cholil Ridwan, Kyai Muhyidin Junaiedi, dan masih banyak lagi. Bahkan peresmian gedung Mta pusat yang meresmikan Bp. SBY Presiden RI. Baru saja dalam acara silaturahmi nasional di istora tgl 15 September dan peresmian 128 cabang di seluruh indonesia dibuka dan dihadiri oleh Bp. DR. Budiono wakil Presiden RI.

    • 30/10/2013 at 06:48 #

      Hayo…arep ngomong opo?mlengeh!

  5. 03/06/2013 at 21:03 #

    berkarya yang baik dan nyata wujud kecintaan pada surga

    • purwanto
      23/09/2013 at 05:11 #

      nah ini baru nasehat yang baik, karena besok ALLAH akan menanyakan amal apa yang sudah kita perbuat, bukan amal tetanggamu. Kalau kita sibuk mencari kesalahan orang lain sampai2 tidak sempat mengoreksi kesalahan diri sendiri.

  6. Iwul Sardjono
    03/06/2013 at 21:12 #

    Kenapa yang dibahas itu2 saja ? Pertentangan dengan MTA apa ada yang salah dengan MTA ? banyak merugikan siapa sih…sebenarnay MTA itu..kok terus2 an di olok2 atau selalu dicari kesalahan atau kelemahannya yang belum tentu apa yg diceriterakan tsb diatas benar ? kok gak…percaya…..

  7. Kang Idi
    07/06/2013 at 16:24 #

    Saya orang solo, sering mendengar radio MTA, memang benar MTA merupakan mau’tazilah gadungan, karena mengobok-obok al-Quran dengan syahwatnya. Mohon kepada admin untuk merekam ceramah-ceramah MTA diradio online. untuk dijadikan bukti bahwa MTA sangat meresahkan…salam lintang songo

  8. d@lijo
    11/07/2013 at 04:17 #

    jika saja para yang berilmu itu punya sifat sidiq….amanah ….tablig…fathonah…
    tidak akan terjadi fitnah dalam menyampaikan ayat…
    jika empat sifat to hilang salah satuny saja ya akirnya seperti di sekitar kita ini
    niat dakwah membari jalan lurus ya dengan cara lurus.
    niat berdakwah tapi dengan cara salah ya hasilnya jadi bubrah…
    salah satu golongan yang keluar dari islam jika menganggap golongan selain golonganya keluar dari islam…kata temenku punya temen..

  9. putri
    12/08/2013 at 11:38 #

    aq orang awam,, awale aq pengen ikut NU, tapi kok malah isinya jelekne kelompok lain kyk itu MTA. aq sih juga ga tau apa itu MTA. ya tapi aq jdi ragu masak NU masak yg udh ad sejak dulu malah resah dan takut ama MTA MTA itu. aq selama ini masih mikir rasional dan perlu bukti. klo cuman cerita kyk gtu sih banyak. tapi aq kira dikasih nama lengkap ama dia orang mana. hmm pengen tau gimana sih MTA itu.

    • purwanto
      23/09/2013 at 05:14 #

      mudah mbak, download aja kajian2nya di web resminya. disimak dikaji dirasakan direnungkan berulang ulang terakhir simpulkan dan putuskan mau masuk atau enggak. mudah kan.

    • YHUDI
      17/11/2013 at 09:35 #

      Saya pikir dulu MTA itu majlis Tafsir Al Quran, eh ternyata majlis Ta’lim AlQuran. Tapi kok lebih banyak dibicarakan hukum islam. Yah AlQuran memang mengandung semua itu. Saran : Pelajari AlQuran dengan hati jernih, akal sehat serta bimbingan para ahli atau ulama. jangan dari satu sumber. Ada Pesantren, ada IAIN/UIN, Institut alQuran, dsb. Hindari orang-orang yang merasa benar sendiri. sering merenung, tukar pikiran, bertanya pada ahludz dzikr, meresum dan merenerung kembali dan seterusnya. yhudi

    • Sugiman
      18/02/2014 at 19:15 #

      Mbak Putri,..Klo NU komen tentang pd MTA tu hanya reaksi dr ucapa ustad MTA yg sering menghina dan melecehkan para tokoh NU Mbak,jangan menyalahkan NU dulu,..

  10. sutopo hk
    19/08/2013 at 15:24 #

    hahaha kok jadi pada ribut….meributkan yang belum benar2 kita ketahui….buat penulis sudahkah mencari informassi pembanding langsung ke pusat MTA-nya…..buat pengkomen …yang ada perdebatkan, yang anda olok2 tulisan diatas apa MTA??….sudahkah anda mencari dari sumber utamanya…….???? saya kira belom ..salam damai….

  11. 20/08/2013 at 08:44 #

    yang tidak suka daging anjing silahkan yang suka silahkan, tapi daging ayam & kambing lebih gurih.
    sumbernya sudah jelas kok, kalo sudah jelas kenapa harus ke sumbernya.

  12. PAIJO
    21/08/2013 at 20:11 #

    MTA tidak berhak meng HALAL HARAM yg tidak ada perintah dari allah. yang berhak menghalal haram kan itu ALLAH.

    MTA tidak menghalalkan anjing dan tidak mengharamkan anjing, karna yg berhak untuk menghalal haramkan itu ALLAH.

    MTA cuma bilang kalau anjing yg di piara dan di pakai untuk berburu sedang melepaskanya dengan bacaan basmalah, selama anjing itu tidaK/BELUM MEMAKANNYA , maka daging hasil buruan itu Halal di makan. SALAHNYA DIMANA.

  13. one
    18/10/2013 at 07:49 #

    yang salah kalian semua…. monggo NU ngaji lagi belajar lagi.. MTA monggo belajar lagi ngaji lagi…. trus nek sudah hormati perbedaan karna sesama muslim itu haram bertengkar .. neraka lho tempatnya… kalau sudah damai monggo ngunjuk kopi rasah rame… juooooosss

  14. Eko
    03/11/2013 at 09:12 #

    Saya pernah nanya aktivis MTA, tukang bangunan yang biasa garap rumah saya. Katanya daging anjing boleh asal disembelih dulu. Hiiiiiiii….Ini ajaran model mana?

  15. Anonymous
    04/01/2014 at 21:56 #

    DARI ANALISA KLU UMAT MAU NYANTRI MESKIPUN BODOH PASTI GAK BAKAL NGAJI PD USTAD YG SANAD ILMUNYU TERPUTUS,JK KTA BERGURU PD PAK SUKINA,NNNAH YG JD TANDA TANYA GURU BELIAU SIAPA???KOK AJARANYA BEDA DGN MUHAMMADYAH DN BEDA DG SALAPI,JK CUKUP MEMAKNAI QUR;AN DN HADITS TERJEMAHAN ANAK LULUSAN MI JG BSA…..X LG SIAPA GURU BELIAU NYAMBUNG SAMPAI NABI TDK???JK TDK BERARTI MENGKAJI KITAB BERDASAR ANGAN2 PIKIRANYA DW

  16. Anonymous
    04/01/2014 at 22:11 #

    JK KTA BELAJAR ILMU DUNIA TENTU BERDASAR PD ANALISA DN MENEMUKAN KESIMPULAN DARI ANALISA2 KTA,ITUPUN KADANG MERUJUK PD ILMUWAN2 JMN DL,NNAH JK KTA BLJR ILMU AGAMA SIAPA LG TG KTA PIJAKAN SELAIN FATWA2 ULAMA DULU,YG SAHIH,BKN ULAMA PESANAN DARI ARAB SAUDI YG BERNAPSU MENGABADIKAN KEKUASAANYA DN DINASTI BADUI

  17. 07/01/2014 at 04:24 #

    jalani semuanya dengan pemahaman masing masing dan urus dulu diri sendiri baru orang lain.. trimakasih

  18. Anonymous
    14/01/2014 at 00:19 #

    g bsa,gtu bro,,,bismillah kta,dn sgnp tindak tanduk kta klu bsa sesuai aturan nabi,nnnah ini yg jd mslh,tak ckp qur;an hadits lalu mengesampingkan ulama2 jadul,dmn mrka lbh dekat dg jaman nabi,dn utk beliau ngaji qur;anya dn haditsnya pd siapa fikihnya pd siapa,dn tentu pemahamanya hrsnya spt gurunya.bukan asal bicara ini gaada tuntunanya,nnah utk beliau yg nuntun kyai siapa hingga nyambung pd Nabi SAW,???ada nggak itu aja bro

  19. 17/01/2014 at 16:33 #

    yang bikin Islam jauh dari sumbernya itu para sufi yg bikin ritual sendiri sama juga maido kesempurnaan Nabi Muhammad, yuk ber Islam yg benar, yuk jadi pengikut Nabi muhammad dan menjadikan beliau sebagai tauladan agar mendapat syafa'at nya atas ijin Alloh SWT

  20. Anonymous
    26/01/2014 at 08:17 #

    mantan MTA yang tidak faham MTA, atau jangan-jangan hanya mengaku mantan MTA saja ? Wallohu a'lam.
    INI BUKAN TUDUHAN, HANYA INFORMASI (PENULIS). informasi dari siapa mas? paling hanya katanya-katanya.

  21. 27/01/2014 at 10:24 #

    mta makin ggakl jelas tuntunannya dan makin rancu, yang satu ngaku halal yang satu ggak boleh dan yang satu marah dan mta yang lain mungkin juga beda pendapat kali yaa… mta itu belajar agama atau cuma bicara gosip ya waduh2

  22. 27/01/2014 at 10:26 #

    ajaran gak jelas kok ya di ikuti, wahai manusia sadarlah

Tinggalkan Pesan


Dilarang keras berdusta mengatasnamakan SARKUB atau NU
Dilarang mengisi di kotak isian dibawah ini dengan nama SARKUB, email SARKUB, dan website SARKUB.COM)
BAGI YANG MELANGGAR LANGSUNG KAMI HAPUS KOMENTAR ANDA!


− 6 = 2