2:56 am - Thursday November 27, 2014

Kesaksian Mantan MTA: Dari Halalnya Anjing sampai Iming-iming Uang

mta sesat kesaksian mantan mta solo raya sukino

Alhamdulillah, saya dan seorang ustadz pernah mewawancarai salah satu tokoh desa mantan pengikut MTA dan mengaku cukup kenal dengan Ustadz Ahmad Sukina, karena aktif mengikuti Pengajian Ahad Pagi di Solo dan sering menyampaikan pertanyaan kepadanya. Sekarang ini beliau giat menghidupkan kembali amaliah-amaliah NU di daerahnya bersama dengan salah satu ustadz dari Purworejo. Saat saya datang silaturrahmi kepada beliau, kebetulan ada tiga orang tamu yang sedang mengurus proposal pembangunan masjid. Dua orang di antaranya mantan pengikut MTA dan simpatisannya.

Karena waktu terbatas-hampir Maghrib setelah menunggu lama, saya hanya menanyakan beberapa masalah, seperti masalah anjing yang dihalalkan Ustadz Ahmad Sukina, orang yang masuk MTA mendapat bayaran (santunan/sedekah), komentar MTA terhadap kedudukan ulama Islam, dan yang melatarbelakangi mereka sehingga begitu berani mengeluarkan vonis-vonis ekstrim.

Saat ketiga orang itu saya tanya tentang halalnya anjing, ketiganya mengatakan bahwa MTA memang menghalalkan anjing dan hal ini juga dicatat dalam brosur MTA. Alasannya karena dalam al-Qur'an dan as-Sunnah tidak ada firman atau sabda yang menyatakan kenajisan atau keharamannya.

Saat mendengar jawaban ini, saya cukup terkejut dan bagaimana bisa Ustadz Ahmad Sukina dan pengikutnya saat ini berbalik mengatakan, bahwa mereka tidak pernah menghalalkan anjing?.

Saya sendiri adalah orang yang pernah dianggap berdusta oleh sebagian warga MTA gara-gara masalah ini. Jika benar begitu, maka betapa mereka sangat tidak memiliki amanah ilmiah di hadapan Allah. Lalu bagaimana syariat Islam menilai orang seperti itu? Na'udzu billah min dzalik.

Dalam Islam, orang bisa saja berpendapat salah dalam merumuskan hukum, bahkan sekaliber Imam asy-Syafi'i sekalipun. Sah-sah saja orang yang salah mencabut pendapatnya, dan memang itulah yang seharusnya yang dilakukan setelah mengetahui kebenaran. Islam mengajarkan kejujuran dan menjunjung tinggi amanah ilmiah.

Saat saya bertanya tentang isu perekrutan anggota MTA dengan iming-iming uang, beliau juga membenarkan dan bercerita kejadian yang pernah dialaminya. Meskipun ini mungkin benar adanya, tetapi saya tidak yakin jika semua orang yang masuk MTA pasti karena iming-imingan uang. Mungkin saja hal itu terjadi di sebagian daerah saja atau pada orang-orang tertentu. Wallahu A'lam.

Berita tentang rekrutmen anggota dengan iming-imingan uang -entah bermotif sedekah atau pinjaman-sudah sering saya dengar, baik di Solo Raya atau di daerah lain. Ini bukan tuduhan, hanya informasi, sebab pernah ada seorang mubaligh di Grobogan yang menyinggung tentang kabar ini lalu dibantah dan dianggap berdusta oleh salah seorang pimpinan MTA di wilayah Blora.

Saat saya bertanya, kenapa mereka sangat berani dan terkesan ekstrim dalam berdakwah-meski banyak juga yang tidak seperti itu-?. Beliau menjawab, saat akan masuk ke MTA, mereka diwajibkan mengisi formulir dan menyerahkan foto serta disuntik Mereka yang telah disuntik mengaku hatinya sangat damai, tidak ada yang ditakuti selain Allah, dan merasa tenteram dan nyaman dengan menjadi pengikut MTA. Suntik apakah itu? Wallahu A’lam.

Beliau juga bercerita, bahwa brosur buatan Ustadz Ahmad Sukina mudah didebat. Seperti saat Ustadz Ahmad Sukina mengharamkan jampi-jampi (suwuk: Jawa, ruqyah: Arab) dalam majelis pengajiannya, mantan MTA yang suka ilmu hikmah ini menyanggah pengharaman suwuk secara mutlak, sebab Rasulullah SAW pernah melakukannya. Lalu Ustadz Ahmad Sukina menjawab, bahwa ada perbedaan antara suwuk Rasulullah SAW dan suwuk yang selama ini dilakukan masyarakat. Akan tetapi ketika didesak terus, akhirnya Ustadz Ahmad Sukina kalah dan brosur yang dikekalkan tidak mencantumkan keharaman suwuk lagi, tetapi membolehkannya. Bagi saya pribadi, hal ini bukan suatu yang buruk untuk Ustadz Ahmad Sukina, sebab mungkin dia telah mempelajari hukum suwuk secara mendalam sehingga mengubah pendapatnya.

Ia juga menceritakan, setiap Hari Raya Kurban, maka warga MTA yang ingin berkurban harus menyerahkan uang dan biaya ke pengurus MTA pusat tanpa benar-benar mengetahui apakah nantinya dibelikan hewan kurban dan disembelih atau tidak.
Komentar saya, mungkin ini hanya masalah teknis dan tidak perlu diperdebatkan. Saya pun tidak perlu mengorek lebih dalam apakah pengurus pusat MTA jujur melaksanakan amanah warganya atau tidak.

Saat saya bertanya, kenapa MTA terkesan tidak mengakui ulama Islam? Kedua orang mantan MTA di hadapan saya sepakat mengatakan, bahwa ulama-ulama Islam telah dianggap sebagai kaum ortodoks oleh MTA. Semoga kita semua mendapat hidayah dan taufiq dari Allah agar terhindar dari ajaran yang sesat dan menyesatkan.

(Sumber: Nur Hidayat Muhammad / Meluruskan Doktrin MTA)
Sarkub.Com

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
image_pdfimage_print

Filed in: Firqoh, KAJIAN ASWAJA

51 Responses to “Kesaksian Mantan MTA: Dari Halalnya Anjing sampai Iming-iming Uang”

  1. A'an
    02/06/2013 at 13:08 #

    kayaknya asukino juga halal tuh” kan gk ada di qur an dn hadist….

    • Brigadir
      03/06/2013 at 13:21 #

      wkwkwkw betul sekali tuh pak ustdz

    • naufal
      28/01/2014 at 08:38 #

      Kok sadis to ….

  2. Magribill
    02/06/2013 at 17:21 #

    sebenarnya siapa sih di belakang MTA ini , kok ampir ada di setiap kota ?

    • purwanto
      23/09/2013 at 04:53 #

      ALLAH SWT.

  3. 02/06/2013 at 22:08 #

    A sukino dan para muridnya sebaiknya nonton film Sang Kyai di bioskop 21 di kota solo

    • 07/06/2013 at 12:40 #

      warga nadliyin…monggo nonton film sang pencerah…

  4. MasAdi
    03/06/2013 at 11:49 #

    alangkah baiknya jika MTA memang sesat, dilaporkan kepada MUI dan pihak kepolisian dengan laporan resmi, disertai dengan saksi² dan bukti² yang benar. sehingga ada tindak lanjutnya dan dampak yang ditimbulkan MTA tidak semakin besar. dan semakin banyak umat yang terselamatkan dari kesesatan.
    berita seperti ini sebenarnya memang sangat penting, hanya saja perlu lebih bijak dan hati² dalam mengungkap fakta…karena bisa membuat pembaca memberikan komentar (tuduhan, dugaan) yang negatif.

    • purwanto
      23/09/2013 at 05:07 #

      benar. laporkan saja ke MUI pusat. karena MUI pasti akan memutuskan dengan penuh pertimbangan dan dasar2 yang kuat. Tapi pelapor akan kecele…… karena justru kyai-kyai MUI Pusat justru yang sering memberikan tausiah2 pada setiap pembukaan cabang cabang MTA yang baru lahir. seperti Kyai Amidhan, Kyai Cholil Ridwan, Kyai Muhyidin Junaiedi, dan masih banyak lagi. Bahkan peresmian gedung Mta pusat yang meresmikan Bp. SBY Presiden RI. Baru saja dalam acara silaturahmi nasional di istora tgl 15 September dan peresmian 128 cabang di seluruh indonesia dibuka dan dihadiri oleh Bp. DR. Budiono wakil Presiden RI.

    • 30/10/2013 at 06:48 #

      Hayo…arep ngomong opo?mlengeh!

    • sarjana pencari kebenaran
      13/11/2013 at 08:27 #

      mas…justru MTA itu difitnah,,,kalo kamu ingin tahu sumber fitnah , asalnya dari kyai malang marzuki dan purwodadi habib yahya…lihat aja ceramahnya,,,
      wong islam nggak spt itu mas…fitnah itu dosa,,,tp kalo kamu koncone ya silahkan,
      tapi kalo kamu cerdas cari tahu berita sesungguhnya….jangan kamu malah ikut-ikutan menyebar berita bohong….
      ayo mas pilih teman yang saling mengingatkan demi keselamatan dunia dan akherat.

  5. 03/06/2013 at 21:03 #

    berkarya yang baik dan nyata wujud kecintaan pada surga

    • purwanto
      23/09/2013 at 05:11 #

      nah ini baru nasehat yang baik, karena besok ALLAH akan menanyakan amal apa yang sudah kita perbuat, bukan amal tetanggamu. Kalau kita sibuk mencari kesalahan orang lain sampai2 tidak sempat mengoreksi kesalahan diri sendiri.

  6. Iwul Sardjono
    03/06/2013 at 21:12 #

    Kenapa yang dibahas itu2 saja ? Pertentangan dengan MTA apa ada yang salah dengan MTA ? banyak merugikan siapa sih…sebenarnay MTA itu..kok terus2 an di olok2 atau selalu dicari kesalahan atau kelemahannya yang belum tentu apa yg diceriterakan tsb diatas benar ? kok gak…percaya…..

  7. Kang Idi
    07/06/2013 at 16:24 #

    Saya orang solo, sering mendengar radio MTA, memang benar MTA merupakan mau’tazilah gadungan, karena mengobok-obok al-Quran dengan syahwatnya. Mohon kepada admin untuk merekam ceramah-ceramah MTA diradio online. untuk dijadikan bukti bahwa MTA sangat meresahkan…salam lintang songo

    • sarjana pencari kebenaran
      13/11/2013 at 08:14 #

      bagus putar saja rekaman radio MTA, dan dirungokke tenan…
      kalo hatimu bersih..InsyaAllah kamu mendapatkan hidayah,
      tapi kalo hatimu memang kotor…selamanya kamu sindirilah yang ingin menyesatkan dirimu sendiri….

  8. d@lijo
    11/07/2013 at 04:17 #

    jika saja para yang berilmu itu punya sifat sidiq….amanah ….tablig…fathonah…
    tidak akan terjadi fitnah dalam menyampaikan ayat…
    jika empat sifat to hilang salah satuny saja ya akirnya seperti di sekitar kita ini
    niat dakwah membari jalan lurus ya dengan cara lurus.
    niat berdakwah tapi dengan cara salah ya hasilnya jadi bubrah…
    salah satu golongan yang keluar dari islam jika menganggap golongan selain golonganya keluar dari islam…kata temenku punya temen..

  9. putri
    12/08/2013 at 11:38 #

    aq orang awam,, awale aq pengen ikut NU, tapi kok malah isinya jelekne kelompok lain kyk itu MTA. aq sih juga ga tau apa itu MTA. ya tapi aq jdi ragu masak NU masak yg udh ad sejak dulu malah resah dan takut ama MTA MTA itu. aq selama ini masih mikir rasional dan perlu bukti. klo cuman cerita kyk gtu sih banyak. tapi aq kira dikasih nama lengkap ama dia orang mana. hmm pengen tau gimana sih MTA itu.

    • purwanto
      23/09/2013 at 05:14 #

      mudah mbak, download aja kajian2nya di web resminya. disimak dikaji dirasakan direnungkan berulang ulang terakhir simpulkan dan putuskan mau masuk atau enggak. mudah kan.

    • YHUDI
      17/11/2013 at 09:35 #

      Saya pikir dulu MTA itu majlis Tafsir Al Quran, eh ternyata majlis Ta’lim AlQuran. Tapi kok lebih banyak dibicarakan hukum islam. Yah AlQuran memang mengandung semua itu. Saran : Pelajari AlQuran dengan hati jernih, akal sehat serta bimbingan para ahli atau ulama. jangan dari satu sumber. Ada Pesantren, ada IAIN/UIN, Institut alQuran, dsb. Hindari orang-orang yang merasa benar sendiri. sering merenung, tukar pikiran, bertanya pada ahludz dzikr, meresum dan merenerung kembali dan seterusnya. yhudi

    • Sugiman
      18/02/2014 at 19:15 #

      Mbak Putri,..Klo NU komen tentang pd MTA tu hanya reaksi dr ucapa ustad MTA yg sering menghina dan melecehkan para tokoh NU Mbak,jangan menyalahkan NU dulu,..

  10. sutopo hk
    19/08/2013 at 15:24 #

    hahaha kok jadi pada ribut….meributkan yang belum benar2 kita ketahui….buat penulis sudahkah mencari informassi pembanding langsung ke pusat MTA-nya…..buat pengkomen …yang ada perdebatkan, yang anda olok2 tulisan diatas apa MTA??….sudahkah anda mencari dari sumber utamanya…….???? saya kira belom ..salam damai….

  11. 20/08/2013 at 08:44 #

    yang tidak suka daging anjing silahkan yang suka silahkan, tapi daging ayam & kambing lebih gurih.
    sumbernya sudah jelas kok, kalo sudah jelas kenapa harus ke sumbernya.

  12. PAIJO
    21/08/2013 at 20:11 #

    MTA tidak berhak meng HALAL HARAM yg tidak ada perintah dari allah. yang berhak menghalal haram kan itu ALLAH.

    MTA tidak menghalalkan anjing dan tidak mengharamkan anjing, karna yg berhak untuk menghalal haramkan itu ALLAH.

    MTA cuma bilang kalau anjing yg di piara dan di pakai untuk berburu sedang melepaskanya dengan bacaan basmalah, selama anjing itu tidaK/BELUM MEMAKANNYA , maka daging hasil buruan itu Halal di makan. SALAHNYA DIMANA.

  13. one
    18/10/2013 at 07:49 #

    yang salah kalian semua…. monggo NU ngaji lagi belajar lagi.. MTA monggo belajar lagi ngaji lagi…. trus nek sudah hormati perbedaan karna sesama muslim itu haram bertengkar .. neraka lho tempatnya… kalau sudah damai monggo ngunjuk kopi rasah rame… juooooosss

  14. 26/10/2013 at 16:06 #

    Asukino bener halal,,wong gak ada di al qur’an je

  15. Islam KTP
    27/10/2013 at 11:58 #

    Mari kita koreksi, iman dan islam yg kita banggakan itu “omong kosong” apa “beneran?”.

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Mencela orang muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekufuran (HR Bukhari)

    Allah tidak menyukai ucapan buruk (mencela, memfitnah), (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (An Nisaa-4:148)

    ** Menzolimi muslim biasa dilakukan kafirin, aku yakin anda yg suka berbuat zalim bukan golongan kafir. Orang kafir ora

    Dan berbuat fitnah (menganiaya, menzolimi muslim) lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (Al Baqarah-2:217)

    ** Segeralah bertaubad sebelum nyawa menjemput. Semoga, kebencian golongan tidak menjadikan diri kita kafir (kufur). Kebencian kpd muslim lain adalah tanda diri kita dikuasai syetan, sekalipun kita hafal al-qur’an, sekalipun panadai bahasa arab, sekalipun lulusan pondok.

  16. fazada
    29/10/2013 at 20:59 #

    Gajah di pelupuk mata gak nampak tapi kuman di seberang lautan nampak.
    Marilah kita introspeksi, apa yg sudah kita amalkan untuk bekal di hari qiamat ?

  17. 30/10/2013 at 11:22 #

    Harusnya jika kita benar-benar beriman, kita sangat menjauhi berita bohong, yang bersifat fitnah dengan saudara kita sesama Islam. Bagaimanapun juga dengan jelas dan Terang dalam QS An Nur 11-20.dijelaskan sangat dzolim orang orang penyebar berita bohong/fitnah. dan ini bukan masalah sepele, akan tetapi di hadapan Allah merupakan perkara yang sangat besar.

  18. 30/10/2013 at 11:28 #

    Sesama Islam bersaudara, perbedaan paham janganlah menjadikan persaudaraan kita putus, Apalagi bermusuhan, Mari saudaraku semua, Kita buktikan bahwa SANGATLAH INDAH JIKA PERBEDAAN KITA SIKAPI DENGAN CARA BIJAKSANA. Karena Semua apa yang kita lakukan Allah yang akan menilai dan memberi balasan. Dalam beramal Nafsi-Nafsi, Masih banyak yang dapat mempersatukan Kita semua, jangan melihat perbedaannya mari kita lihat Persamaaannya. Yaitu Islam.

  19. 30/10/2013 at 21:14 #

    Untuk saudara-saudaraku yang sedang berdepat, yang belum tau kebenarannya tentang artikel yang di tulis di atas, alangkah baiknya kalian bertabayyun dahulu, silahkan datang langsung ke majelis atau degarkan pengajiannya lewat radio mta fm dsna kalian dapat bertanya langsung jangan kata orang2 (alias kabar burung). untuk penulis sudahkah mencari informasi pembanding langsung ke pusat MTA-nya? kalau belum jangan di tulis dahulu karena hal tsb bisa jadi fitnah

  20. Eko
    03/11/2013 at 09:07 #

    Pantesan kok Warung Tongseng Anjing bertebaran di kota Solo dan sekitarnya. Ini pasti sedikit banyak ada hubungannya dengan doktrin MTA. Benar tidak Ustadz Purwanto Al MTA? Malu-maluin leluhur Tanah Jawa. Beda dengan di Jogja. Di Jogja ada juga yang jual Tongseng Guk guk, tapi sedikit, dan masih tahu malu, cari di tempat sepi dan cukup pake lampu minyak. Di Solo banyak yang pake MMT besar-besar. Kalo caranya gini, Solo tidak akan bisa ngejar Jogja sebagai inspirasi peradaban dan kebudayaan.

  21. Eko
    03/11/2013 at 09:12 #

    Saya pernah nanya aktivis MTA, tukang bangunan yang biasa garap rumah saya. Katanya daging anjing boleh asal disembelih dulu. Hiiiiiiii….Ini ajaran model mana?

  22. Anonymous
    04/01/2014 at 21:56 #

    DARI ANALISA KLU UMAT MAU NYANTRI MESKIPUN BODOH PASTI GAK BAKAL NGAJI PD USTAD YG SANAD ILMUNYU TERPUTUS,JK KTA BERGURU PD PAK SUKINA,NNNAH YG JD TANDA TANYA GURU BELIAU SIAPA???KOK AJARANYA BEDA DGN MUHAMMADYAH DN BEDA DG SALAPI,JK CUKUP MEMAKNAI QUR;AN DN HADITS TERJEMAHAN ANAK LULUSAN MI JG BSA…..X LG SIAPA GURU BELIAU NYAMBUNG SAMPAI NABI TDK???JK TDK BERARTI MENGKAJI KITAB BERDASAR ANGAN2 PIKIRANYA DW

  23. Anonymous
    04/01/2014 at 22:11 #

    JK KTA BELAJAR ILMU DUNIA TENTU BERDASAR PD ANALISA DN MENEMUKAN KESIMPULAN DARI ANALISA2 KTA,ITUPUN KADANG MERUJUK PD ILMUWAN2 JMN DL,NNAH JK KTA BLJR ILMU AGAMA SIAPA LG TG KTA PIJAKAN SELAIN FATWA2 ULAMA DULU,YG SAHIH,BKN ULAMA PESANAN DARI ARAB SAUDI YG BERNAPSU MENGABADIKAN KEKUASAANYA DN DINASTI BADUI

  24. 07/01/2014 at 04:24 #

    jalani semuanya dengan pemahaman masing masing dan urus dulu diri sendiri baru orang lain.. trimakasih

  25. Anonymous
    14/01/2014 at 00:19 #

    g bsa,gtu bro,,,bismillah kta,dn sgnp tindak tanduk kta klu bsa sesuai aturan nabi,nnnah ini yg jd mslh,tak ckp qur;an hadits lalu mengesampingkan ulama2 jadul,dmn mrka lbh dekat dg jaman nabi,dn utk beliau ngaji qur;anya dn haditsnya pd siapa fikihnya pd siapa,dn tentu pemahamanya hrsnya spt gurunya.bukan asal bicara ini gaada tuntunanya,nnah utk beliau yg nuntun kyai siapa hingga nyambung pd Nabi SAW,???ada nggak itu aja bro

  26. muh wajib ali
    17/01/2014 at 23:16 #

    MTA memang terlalu berani tdk bijak, tapi kita juga perlu introspeksi diri mengapa umat suka dengar ceramahnya, apa kita tidak jujur dalam membimbing umat dan kurang lillaahita’ala dan suka riya bukan syiar

  27. 17/01/2014 at 16:33 #

    yang bikin Islam jauh dari sumbernya itu para sufi yg bikin ritual sendiri sama juga maido kesempurnaan Nabi Muhammad, yuk ber Islam yg benar, yuk jadi pengikut Nabi muhammad dan menjadikan beliau sebagai tauladan agar mendapat syafa'at nya atas ijin Alloh SWT

  28. Anonymous
    26/01/2014 at 08:17 #

    mantan MTA yang tidak faham MTA, atau jangan-jangan hanya mengaku mantan MTA saja ? Wallohu a'lam.
    INI BUKAN TUDUHAN, HANYA INFORMASI (PENULIS). informasi dari siapa mas? paling hanya katanya-katanya.

  29. 27/01/2014 at 10:24 #

    mta makin ggakl jelas tuntunannya dan makin rancu, yang satu ngaku halal yang satu ggak boleh dan yang satu marah dan mta yang lain mungkin juga beda pendapat kali yaa… mta itu belajar agama atau cuma bicara gosip ya waduh2

    • ain
      21/02/2014 at 15:33 #

      gk jelas gimana mas joko?? apa pak sukino klo ceramah pake bahasa inggris ya? kok gk paham??

  30. 27/01/2014 at 10:26 #

    ajaran gak jelas kok ya di ikuti, wahai manusia sadarlah

  31. naufal
    28/01/2014 at 08:48 #

    Ini berita fitnah yg dibawa orang fasik atau berita benar, bila benar tolong tunjukkan, krn yg dipegang MTA adl Qur’an & Sunnah/Hadist. Pdhl sering sy dengan dr MTA bhw dlm hadist binatang yg bertaring termasuk anjing diharmkan…. shg MTA yg mengamalkan hadist menyatakan anjing haram….
    Kalau hanya fitnah belaka, jangan lanjutkan berita ini. Krn urusan dgn Allah bukan perkara ringan….

  32. Ummat Solo
    31/01/2014 at 23:20 #

    Tetangga saya dari bangun tidur sampai mau bangun tidur setel radio MTA keras2, Mau gak saya sering dengar… Saya sering dengar Bp Sukina memberisaran kepada penanya yang tidak bijaksana, Gaya bicara beliau terkesan sok pintar (keminter-jawa). Terus terang saya prihatin terhadap keadaan jamaahnya. Mengenai ceramah mengenai daging Anjing, banyak beredar di internet, kalo dicroping seperti yang dilakukan oleh ulama2 wahabi) maka tuduhan itu akan menjadi benar adanya. Akan tetapi meski tanpa dicrop gaya bicara beliau mestinya tidak seperti itu sehingga menimbulkan salah paham bagi pendengarnya. Apalagi gaya bicara beliau berkesan tidak menghormati Nabi SAW.

  33. golongan Mayoritas umat Islam
    03/03/2014 at 07:56 #

    sekte-sekte sesat gampang di ciri kan : ujung pangkalnya pasti hal-hal keduniaan, harta, wanita, kekuasaan.
    anggotanya di iming2i uang, atau di wajibkan setor uang, dsb.

    sekte-sekte sesat macam MTA ini gak bakal bisa berkembang banyak-banyak, karna dah ada jaminan dari Kanjeng Nabi Muhammad, kebenaran itu ada di golongan Mayoritas umat Islam.

    dari dulu hingga kini hingga yaumil qiyamah, golongan Mayoritas umat ISLAM di seantero dunia itu ya yang suka tahlilan, manakiban, maulidan, sholawatan dll.
    dan tidak suka mengkafirkan.

    wejangan dari Gus Dur :
    “akeh kang apal Qur’an haditse
    seneng ngafirke marang liyane
    kafire dewe gak di gatekke
    yen iseh kotor ati akale”

  34. yoyo
    02/05/2014 at 19:43 #

    ga usah ributlah buka aja quran terjemh apakah ajaran mta melenceng,klo ya lurukanlah n datangilah kepusatnya

  35. yoyo
    02/05/2014 at 19:49 #

    WAHAI UMAT ISLAM MARI KITA BERSATU JANGANLAH SALING MENJELEKKAN SESAMA MUSLIM,SAYA SEBAGAI WARGA NU SANGAT MALU MEMBACA TULISAN YG MENYUDUTKAN MTA,SILHKAN DENGRKAN CERAMAH A SUKINO JANGAN EMOSI DULU.

  36. 06/06/2014 at 08:43 #

    Mari kita luruskan. Agar islam tetap terjaga. Jangan mengadu domba sesama muslim.

  37. 06/11/2014 at 04:24 #

    bisa dikasih bukti yg relevan terkait yg anda tuduhkan tadi ?, misalnya video, foto bhwa MTA mnghalalkan anjing, babi dll. kesaksian 1 atau 2 org sja tidak akan mnjadi bukti yg valid. bagaimna kmi bisa mykni jika kesaksian itu bnar dan tidak dibuat-buat untuk mnghncurkan klmpok tertentu ? justru ksan pertma yg saya dapat adalah tuduhan yg bersifat tendensius mnjurus ketidaksukaan dri pihak tertentu. saya berani besumpah bhwa selama saya mngikuti pengajian MTA 3 bulan ini, referensi utama murni bersumber dri Al Quran dan Hadist. dlm penafsiranya pun merujuk pd tafsir ulama2 terkemuka dunia. MTA hanya sebuah majelis, kita satu agama yaitu Islam, tpi knpa kita sling mmbenci dan menjatuhkan hanya krna kita beda pndapat. tugas seorg muslim adalah mnyampaikan Al Quran dan Hadist dengan hati yg terbuka dan ikhlas, tidak tergantung pada kpntingan pribadi atau klompok tertentu. sekli lgi sy tegaskan, jika saya secra sadr mnympaikan hal yg salah atau scra sngaja menutupi kebenaran terkait tuduhan terhdp MTA, Allah akan melaknat sya dunia dan Akhirat…. Wassalam…

Tinggalkan Pesan


Dilarang keras berdusta mengatasnamakan SARKUB atau NU
Dilarang mengisi di kotak isian dibawah ini dengan nama SARKUB, email SARKUB, dan website SARKUB.COM)
BAGI YANG MELANGGAR LANGSUNG KAMI HAPUS KOMENTAR ANDA!


6 − 2 =