1:37 am - Thursday April 24, 2014

Aqiqah Dulu atau Qurban Dulu?

kambing-qurban

Pertanyaan:

Jika ada seorang anak yang belum di-aqiqah sampai dengan usia dewasa oleh orang tuanya. Baiknya yang didahulukan anak tersebut saat ini meng-aqiqahi dirinya atau melaksanakan Qurban Idul Adlha? Afri, Mahasiswa Unair Surabaya


Jawaban:

Ahli hadis al-Hafidz Ibnu Hajar mengutip dari beberapa Tabiin bahwa aqiqah anak tersebut telah tercukupi dengan hewan qurban yang ia sembelih:

وَعِنْد عَبْد الرَّزَّاق عَنْ مَعْمَر عَنْ قَتَادَةَ " مَنْ لَمْ يَعُقّ عَنْهُ أَجْزَأْته أُضْحِيَّته " وَعِنْد اِبْنِ أَبِي شَيْبَة عَنْ مُحَمَّد بْن سِيرِينَ وَالْحَسَنِ " يُجْزِئ عَنْ الْغُلَام الْأُضْحِيَّة مِنْ الْعَقِيقَة " (فتح الباري لابن حجر – ج 15 / ص 397)
Dalam riwayat Abdurrazzaq dari Ma’mar dari Qatadah disebutkan: “Barangsiapa yang belum aqiqah maka dicukupi dengan qurbannya”. Dan dalam riwayat Ibnu Abi Syaibah dari Muhammad bin Sirin dan Hasan al-Bashri disebutkan: “Hewan Qurban dapat mencukupi bagi seorang anak dari aqiqahnya” (Fath al-Bari 15/397)

Ada pula masalah khilafiyah dalam madzhab, yaitu melakukan qurban dan aqiqah secara bersamaan dengan menyembelih 1 kambing. Pendapat ini dikemukakan oleh Hasan al-Basri, Muhammad bin Sirin, Qatadah dan Hisyam (kesemuanya dari kalangan Tabi'in), begitu pula Madzhab Hanafiyah (Fathil Bari 12/13)
Ada pula pendapat ulama yang menyatakan tidak mencukupi. Hal ini adalah pendapat Madzhab Malikiyah dan Syafiiyah. Namun dikalangan Syafiiyah sendiri ada dua pendapat, menurut Ibnu Hajar al-Haitami tidak dapat mencukupi, sementara menurut Imam Ramli diperbolehkan niat qurban dan aqiqah (Itsmid al-Ainain fi ikhtilaf Syaikhain 77)

 

(Ust. Ma'ruf Khozin)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Filed in: Fiqih, KAJIAN ASWAJA

6 Responses to “Aqiqah Dulu atau Qurban Dulu?”

  1. 08/10/2013 at 22:13 #

    Assalamualaikum wr wb … mau bertanya kiyai … bolehkah seorang anak mengaqiqah I orang tuanya??? sedangkan si anak belum mengaqiqah I dirinya sendiri???
    atas jawabnya jazakumullah khairan katsiran

    • Tim Sarkub
      08/10/2013 at 22:47 #

      Wa’alaikum salam wr wb.

      Aqiqah merupakan suatu sunnah muakadah yang menjadi urusan/tanggungjawab orangtua kita. Seorang anak tidak bertanggungjawab atas aqiqahnya sendiri (bukan urusannya si Anak).

      Adapun yang bertanggungjawab mengaqiqahi orang tua anda berarti kakek-nenek anda.

      wallahu a’lam bisshowab.

  2. ahmad
    11/10/2013 at 20:30 #

    NU mengikuti yang mana dalm syafi’iyah kiyai,,,?????
    apakah dua2nya itu diikuti atau bgmn…..????

Trackbacks/Pingbacks

  1. Aqiqah Dulu atau Qurban Dulu? | Seto Setiawan Blog - 04/10/2013

    […] Jika ada seorang anak yang belum di-aqiqah sampai dengan usia dewasa oleh orang tuanya…. more » Thariqat […]

  2. Aqiqah Dulu atau Qurban Dulu? | Aswaja Press - 05/10/2013

    […] Jika ada seorang anak yang belum di-aqiqah sampai dengan usia dewasa oleh orang tuanya…. more » Thariqat […]

  3. Aqiqah Dulu atau Qurban Dulu? | Sunnah Publisher - 05/10/2013

    […] Jika ada seorang anak yang belum di-aqiqah sampai dengan usia dewasa oleh orang tuanya…. more » Thariqat […]

Tinggalkan Pesan


Dilarang keras berdusta mengatasnamakan SARKUB atau NU
Dilarang mengisi di kotak isian dibawah ini dengan nama SARKUB, email SARKUB, dan website SARKUB.COM)
BAGI YANG MELANGGAR LANGSUNG KAMI HAPUS KOMENTAR ANDA!


5 − 1 =