10 responses

  1. dios
    22/06/2012

    Ijin copas

  2. hamba
    01/05/2013

    lebih baik , anda dasari kesimpulan anda itu dengan dalil yang anda ambil darinya . . . . . . . agar kami bisa melihat secara menyeluruh

  3. Agus Safari
    19/05/2013

    Dasar"nya nggak jelas dan meragukan

  4. Lukman
    02/11/2013

    Al Aslu fil Ibadati Haromun.
    Jadi dalam ibadah yang dicari itu dalil yang memerintahkannya, bukan dalil yang melarangnya. Tolong di cek kembali syarah hadits tentang menghadiahkan amal.

  5. anak musa
    27/11/2013

    PUISI UNTUK “mu”

    Aku pergi tahlil, kau bilang itu amalan jahil
    Aku baca shalawat burdah, kau bilang itu bid’ah
    Lalu aku harus bagaimana ?

    Aku tawasul dengan baik, kau bilang aku musyrik
    Aku ikut majlis zikir, kau bilang aku kafir
    Lalu aku harus bagaimana ?

    Aku shalat pakai niat, kau bilang aku sesat,
    Aku adakan maulid, kau bilang tak ada dalil yang valid
    Lalu aku harus bagaimana ?

    Aku ziarah, kau bilang aku ngalap berkah
    Aku slametan, kau bilang aku pemuja setan
    Lalu aku harus bagaimana ?

    Aku datangi yasinan, kau bilang itu tak membawa kebaikan
    Aku ikut tarekat sufi, malah kau suruh aku menjauhi

    Baiklah…baiklah….
    Aku ikut kalian saja :
    Kan kupakai celana cingkrang, agar kau senang
    Kan kupanjangkan jenggot, agar dikira berbobot
    Kan kuhitamkan jidad, agar dikira ahli ijtihad
    Aku akan sering menghujat siapapun, biar dikira hebat
    Aku akan sering mencela, biar dikira mulia….

    Ya sudahlah…..

  6. ERI
    28/11/2013

    oRANG HINDU JUGA NGADAKAN SELAMATAN 7,40,100,1000, MENDAK PISAN MENDAK PINDO……???? mohon penjelasan,..??? setahu kami Rosulallah,parasahabat, imam 4 madzhab, ulama sunni g sampai ngadain yg gtuan…Kalau baca TAHLIL, ShOLAWATN gpp… tapi janga dikhususkan dihari2 atas dong….??????

  7. Feri Irawan
    21/12/2013

    subhanallah,,, sedikit2 membantu juga nih artikelnya,, dulu saya juga suka ngikut2 tahlilan dirumah2 orang yg sudah mati, bahkan yg ikut tahlilan bukan orang yg alim atau sholeh, yg jarang sholat aja banyak yg ngikut, alasan mereka yg ngikut cuma mengharapkan makan gratis yg disiapkan tuan rumah, menurut saya dri situ suda nampak sisi negatifnya di zaman skarang ini. dan yg saya rasakan dan perhatikan mengikuti tahlil bukan salah satu utk meningkatkan iman, bahkan ada timbul riya saja,, apalgi dalil2 antum keluarkan diatas tidak jelas juga, yg mana yg namanya zikir dan Doa, bersambung………

  8. Arip Jember
    03/02/2014

    nyuwun sewu, saya mau tanya,,, maklum pengetahuan ku ttg hal agama masih cekak,, tentang doa dan amalan orang2 yang tahlilan dikirim untuk sang almarhum yang telah mati dan itu nyampai,,
    saya cuma sampai pada berfikir begini kalau orang kaya/berduit bisa menggelar tahlilan dgn mengundang banyak orang, bisa mengundang kiyai-kiyai yang mustajab do’anya, bisa memfasilitasi tahlilan dengan sajian makan yang mencukupi dan dihadiri banyak orang, tentunya do’a/pahala yang dapat dikirim ke sang almarhum juga banyak.. bisa-bisa almarhum dapat paket kiriman do’a/pahala yang membantunya selamat dari neraka dan bisa ke surga..
    berbeda dengan keluarga miskin yang tidak bisa menggelar tahlilan secara besar2-ran, kalaupun bisa menggelar tahlilan paling yang diundang beberapa saja terbatas kemampuan untuk memberi sajian hidangannya. tentu yang keluarga miskin tidak bisa mengirim do’a/pahala sebanyak keluarga kaya kepada masing2 almarhum,, dan hanya orang-orang kaya saja yang bisa membeli surga dengan kirim do’a/pahala lewat tahlilan..

    kalau begini cara berfikirnya apa saya salah ya… mohon koreksi dan nasehatnya..

Leave a Reply

 

 

 


+ 6 = 11

Back to top
mobile desktop