Ziarah Di Hari Jum’at

Sarkub Share:
Share

Hari Jumat ini adalah hari besar, hari dimana orang-orang berbondong-bondong menuju pemakaman untuk melangitkan doa, ziarah waliyullah atau Nyarkub. Tanya, mengapa hari Jumat itu cocoknya untuk acara Aksi Nggruduk Makam dan Nyarkub Bareng?

Dalam Hasyiah al-Bujairami Alal Khatib, Mbah Yai Ali Al Mahalli dawuh, bahwa Kanjeng Nabi SAW dawuh;

“Ruh seorang mukmin mempunyai keterkaitan dengan kuburannya dan tidak akan terpisah selamanya, namun keterkaitan itu dimulai dari Ashar di hari Kamis sampai terbenam matahari di hari Sabtu.”

Oleh sebab itu masyarakat Nusantara kebanyakan nyarkub menjelang malam Jumat, yaitu setelah Ashar hari Kamis. Hari Jumat tentunya lebih leluasa karena sehari semalamnya adalah hari yang baik untuk nyarkub. Nyarkub yang dilakukan oleh Kanjeng Nabi ke makam Syuhada’ Uhud dilakukan hari Sabtu. Karena pada hari Jumat, beliau jadikan sebagai waktu untuk memperbanyak amal.

Ketika nyarkub itu, kita dianjurkan untuk selalu mengirimkan hadiah berupa pahala-pahala amaliyah kita yang ditujukan kepada si mayit. Berharap Rahmat dan kelapangan dalam kubur bagi si mayit dari Gusti Allah SWT.

Dalam kitab Mugnil Muhtaj oleh Imam Khatib Syarbaini, Imam Nawawi dalam Majmu’ nya dawuh, Imam Syafi’i ra dawuh bahwa

“Mayit bisa mendapat pahala dari 3 perbuatan dan amal orang lain :

1.Haji yang dilaksanakan untuknya

2.Harta yang dishadaqahkan untuknya

3.Doa untuknya”

Dalam Riyadhus Sholihin oleh Imam Nawawi disebutkan dalam bab “Berdoa Untuk Mayit Setelah Dikubur Dan Berdiam Sesaat Di Samping Kubur” bahwa Imam Syafi’i dawuh bahwa

“Disunnahkan (istihab) membacakan ayat-ayat Al Qur’an, lebih utama jika dibacakan Al Qur’an hingga hatam.”

Lalu dilengkapi fatwa dalam kitab Bughyah Al-Mustarsyidin, disebutkan dalam kitab Fatawi Mbah Yai Sa’id Sumbul dawuh,

“Barang siapa beramal atas ikhtiyar dirinya sendiri kemudian dia berkata :

“Ya Allah, jadikanlah pahala bacaanku ini bagi si Fulan”, maka pahala bacaan tadi sampai kepada si Fulan, baik yang masih hidup ataupun sudah meninggal.”

Nah, dari sini bisa dipahami bahwa banyak amalan yang bisa kita lakukan ketika ziarah/nyarkub. Nderes Qur’an, sedekah, tawassul, tahlil, sholawat, ratib dan lain-lain yang semuanya ditujukan untuk memohon keselamatan dan ampunan bagi mayit di alam barzakh.

Ziarah atau Nyarkub ke makam para auliya sangat dianjurkan sebagai usaha mencari keberkahan Allah SWT yang dititipkan kepada auliya tersebut. Dan yang paling utama, nyarkub ke makam auliya paling agung di dunia ini adalah ziarah kepada kedua orang tua kita yang sudah wafat, sebagai wujud kasih sayang dan tanda bakti kita kepada mereka yang sudah di alam kubur.

Sumber : Tim Sarkub

 

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

One Response

  1. Avatar

    irman10/11/2016 at 21:55Reply

    Assalamualaykum, kalo tidak salah saya pernah baca bahwa kaum syiah naik haji dan wukuf di karbala, berarti ini tanduk setan atau fitnah itu sudah muncul dari sana, kemudian lagi kenapa orang syiah iran selalu mengagungkan husein bukan ali atau hasan…kabarnya husen itu menikah dengan anak raja persia, jadi orang syiah iran mengangunkan imam mereka dari keturunan husein karena ada keturunan raja persia mereka, benarkah ? kemudian katanya lagi mazhab syafe’i itu wajib bisa bahasa arab ya, kalo tidak bisa berbahasa arab berdosa ? benarkah….

Leave a Reply