Qosidah Munfarijah Sughro, PDF dan Terjemah

Sarkub Share:
Share

Pada suatu hari si kholifah dholim tersebut bermimpi hingga terkaget sampai terbangun. Lalu kholifah mengkhiri kelalimannya, mengakui dosa dan kesalahannya. Mengembalikan semua barang Syech Abul Fadh yang dirampas.

Pada saat bermimpi, kholifah tersebut bertemu dengan Rasulullah SAW. Nabi bersabda: “Utuslah seseorang mendatangi Abu Fadhl ke masjid di Aljazair! Penuhi kebutuhannya… !”. Kholifah melaksanakan mengutus seorang utusan untuk mencarinya. Setelah ditemukan, Abu Fadhl kemudian dibawa menghadap ke khalifah.

Khalifah: “apa yang kamu inginkan Abu Fadhl?”

Kemudian Abu Fadhl menceritakan apa yang dia ingin. Juga ingin barangnya dikembalikan. Khalifah bertanya, “apa wasilahmu kepada Rasulullah?” Abu Fadhl kemudian membacakan Nadzam Al-Munfarijah.

إِشْتَدِّيْ أَزْمَـــةُ تَنْفَـــرِجِيْ * قَدْ آذَنَ لَيْلُـكِ بِالْبَـــلَجِ

Semua kesusahan dan kesedihan, sekalipun sudah mencapi titik puncaknya, pasti akan diganti dengan kebahagiaan dan kelapangan. Sebagaimana pergantian waktu malam. Shubuh akan menyingsing waktu malam ketika malam telah mencapai puncaknya.

Imam Tajuddin As-Subuki menyatakan: kasidah munfarijah itu mustajab sekali untuk menghilangkan kesusahan atau kesedihan. Banyak sekali ulama yang meyakini kasidah ini mengandung Nama Allah yang paling mulia (al-ism al-a’dzom). “Tiada orang yang berdoa dengan kasidah munfarijah kecuali doanya akan terkabul.”

Kasidah berisi petuah agar tetap sabar menjalani kehidupan & optimis akan datangnya pertolongan atas musibah, kesulitan dan kesialan.

Bait terakhir berisi wasilah doa kepada Rasulullah, sahabat, dan keluarga Rasulullah agar doa yang kita panjatkan terkabul dan kesusahan yang kita derita cepat menghilang.

——–

Unduh PDF Qosidah Munfarijah Sughro

1.Google Drive   2.One Drive

——–

Qasidah Munfarijah Dalam Ritual Tolak Bala’

Ritual Bersih Negeri tolak bala’ dari  marabahaya, wabah penyakit, bencana dilakukan oleh masyarakat Melayu Kabupaten Sanggau sejak pertengahan tahun 1700 pada masa pemerintahan Abang Sebilang Hari bergelar Pangeran Ratu Surya Negara. Ritual ini dikenal dengan Ritual Faradje’ diselenggarakan dengan cara berkeliling kampung melibatkan banyak orang sambil membaca “Surah Yasin” dan Bacaan “Qasidah Munfarijah”

(Visited 93 times, 1 visits today)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan