Penjagaan Gereja Oleh Banser dalam Perspektif Syari’ah

Sarkub Share:
Share

Anggota Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) mengikuti apel pengamanan Natal & Tahun Baru di Gedung PP Gerakan Pemuda Ansor, Jakarta Pusat, Selasa (22/12).

Pada hari Natal kita ummat Islam dilelahkan dengan perdebatan-perdebatan seputar Natal. Secara logika cukup aneh, wong mereka yang merayakan tapi kita yang teributkan. Ini belum ditambah hujatan sebagian golongan ke semisal Banser NU yang mengamankan beberapa gereja saat Misa

Aku tidak tahu, hujatan ini dilancarkan apa sebab saking nggak senengnya ke NU atau apa sebab melanggar syariat. Jika tidak suka dengan NU, maka bukan bahasan, namanya orang nggak seneng apa saja yang dilakuin walau baik ya tetap nggak seneng. Tapi jika menghujat atas dasar tudingan bahwa yang dilakukan Banser NU itu menyalahi syariat, maka ini saatnya mempreteli hal itu

Apa benar ataukah salah Banser NU mengamankan Misa? Sebab ada dialog seperti ini (yang cukup tidak logis dan tak sesuai kaidah mantiq):

Bagaimana hukum menjaga orang berzina? “Haram.”
Berat mana dosa zina dengan dosa syirik? “Berat syirik.”
Berarti bagaimana hukum menjaga keamanan orang berbuat kesyirikan? “Lebih haram.”

Dialog yang muqaddimah sughra dan kubra tidak nyambung. Dan tentu saja menghasilkan natijah (kesimpulan dialog) yang kacau dan tidak atas dasar dalil. Sangat tertolak secara ilmiah, karena jika memaksakan logika dalam dialog itu bisa jadi Rasulullah Saw. berdosa besar sebab beliau mengijinkan pendeta-pendeta Nasrani Najran untuk melakukan ritualnya di Masjid Nabawi.

Ketahuan sekali pengarang dialog tadi tidak memahami sejarah Nabi Saw. dengan baik. Soal Banser NU menjaga keamanan Misa jika boleh diperkuat dengan dalil akan sangat bisa kita baca dengan jelas di QS. al-Hajj ayat 40:

الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ بِغَيْرِ حَقٍّ إِلَّا أَنْ يَقُولُوا رَبُّنَا اللَّهُ ۗ وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَهُدِّمَتْ صَوَامِعُ وَبِيَعٌ وَصَلَوَاتٌ وَمَسَاجِدُ يُذْكَرُ فِيهَا اسْمُ اللَّهِ كَثِيرًا ۗ وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ

“(Yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: “Tuhan kami hanyalah Allah”. Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.”

Bahwa permasalahannya adalah bukan mensetujui misa itu secara akidah, namun mengamankan manusianya. Dan kemanusiaan adalah inti dari segala hal yang diatur dan ditetapkan dalam syariah. Jadi kalau boleh pinjam istilah, justru Banser NU ini sedang tathbiq syariah.

Maka menyalahkan atau menghujat Banser NU sebab menjaga misa jika dipelajari lebih dalam adalah bukan soal benar tidak secara hokum. Tetapi lebih pada ketidaksukaan klasik kepada organisasi berbasis orang-orang pesantren ini. Tidak lebih tidak kurang dan juga tidak suudzann. Hanya saja dibungkus dengan isu berbau SARA yang memang disukai oleh para pengacau keamanan itu yang sudah berani pakai atribut jubah dan jenggot .

Alhasil, kembali kepada bahasan Syar’i mengamankan-mengamankan ini, jika kita mempelajari sikap Nabi Saw. pada non Muslim yang tidak memerangi adalah membiarkan mereka dengan ritual-ritualnya. Bahkan saat perang pun Nabi Saw. berpesan untuk jangan membunuh yang sedang ibadah di rumah-rumah ibadah.

Makanya sering saya katakan bahwa mereka yang mengaku Muslim namun beraksi membakar atau meledakkan tempat ibadah artinya melawan al-Quran dan secara spesifik pada ayat 40 dalam QS. al-Hajj tadi. Lagi pula tak ada satupun dalil di al-Quran atau as-Sunnah memerintahkan membakar gereja misalkan. Yang ada malah perintah membakar masjid yang sengaja didirikan untuk memecah belah semisal kasus masjid Dhirar di Madinah.

 

(Oleh: Al-Ustadz Qultu Män Änà)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

13 Responses

  1. Avatar

    Abu Sulthan26/12/2013 at 16:35Reply

    Bahwa permasalahannya adalah bukan mensetujui misa itu secara akidah, namun mengamankan manusianya. Dan kemanusiaan adalah inti dari segala hal yang diatur dan ditetapkan dalam syariah.

    Setuju Pak Kyai.

  2. Avatar

    Abbas Abdillah29/12/2013 at 13:58Reply

    Ini aneh team sarkub,,,padahal ust.idrus ramli mengharamkan mengycapkan selamat natal n' mengamankan natal,,,

  3. Avatar

    Pedagang Roti30/12/2013 at 06:50Reply

    kenapa tdk polisi..malah banser

  4. Avatar

    Muhammad Fitri Revan Nintang30/12/2013 at 10:19Reply

    Kmrn labih aneh Bas …. saya kan bilang nulis status jangan menggadaikan iman hy krn ucapan natal. Malah FB saya ga tahu siapa yang pake … me"like" orang yang mengucakan natal. Padahal sedikitpun saya ga pernah nyentuh tuh kata "like". bisa jadi yang tahu pw fb ku yang me"like". Skrg pwnya sdh saya ganti.

  5. Avatar

    Abbas Abdillah30/12/2013 at 10:45Reply

    Wah antum d hack van…

  6. Avatar

    Muhammad Fitri Revan Nintang30/12/2013 at 10:57Reply

    menurut hemat saya … bukan di hack …. ntar ya saya inbox aja.

  7. Avatar

    Omat Davichi02/01/2014 at 13:33Reply

    begitulah banser(banci serem)ama kafir bermesra2 ama sodara seagama ky kompor meleduk,padahal allah ngajarin doa dlm Quran '' jgn jadikan hati kami hasud kpd org2 yg beriman"

  8. Avatar

    Anonymous04/01/2014 at 07:49Reply

    ya yg nmnya debat,jk kta ajak mahluk wahaby psti jd debat kusir,udah gmblang petunjuk dari Nabi masih jg ngeyel,ni yg paling jago gebuki NU ni situs arahmah muslim or ,kyknya g puas jk ngg gebuki Nu,lagian gak jentel ane coment psti dihapus,alias g dimuat

  9. Avatar

    Anonymous04/01/2014 at 08:01Reply

    ,omat davici lu lg kumat ya jaga hujahmu mulutmu adalah harimaumu,jk didepanku tak tapuk cangkemu,,,,!!! sbnrnya dr kelompok u sj yg tiap hr siaran diradio jelek2in NU,walau bacot nggk ngomong tpi isinya jelekin amaliah nya.jk lu n kelompokmu besar psti bikin teror tiap hr,ne tengok awal 2014 ada setengah lusin mahluk wahaby dikirm densus 88 keahirat,mestinya lo sadar

  10. Avatar

    Bagas Fahmi Zulfiqar13/01/2014 at 08:04Reply

    okelah jk hujahmu msh gitu mat,kpn2 ane tolong dianter kemakam albani mau nyerpis jam,biar sholat ane gak spt lo musti liat matahari,karna jam jg bagian dr bid;ah palagi yg buat org kapir,lo jd org hatimu lbh keras dr batu.ingat jk mereka tak dijaga nti tmn2 lo ngbom

  11. Avatar

    Haddy Haryanto27/01/2014 at 20:40Reply

    Islam datang untuk sebuah kabar kegembiraan bagi semua yang memeluknya dan bahkan bagi orang yang diluar Islam /non Islam sekali pun. Jika ada seseorang, organisasi, paham/mazhab. yang tidak menciptakan keindahan, kegembiraan, dan kedamaian. berarti dia telah keluar dari konsep Rahmatan Lil Alamin.

  12. Avatar

    BANSER BEJAT22/02/2014 at 19:07Reply

    Goblog

    • Avatar

      BANSER BEJAT22/02/2014 at 19:11Reply

      kon ki genna th????
      kon ki pengen nyesatno umat t?…………………!!!!!!!!!!!!!!

      kon ku opo se…………….

      senegane malekno dalil !!