Mengungkap Ideologi PKS

Sarkub Share:
Share

Awal mula berdirinya PKS atau yang sebelumnya bernama PK (Partai Keadilan), bibit-bibit PK muncul sekitar tahun 1970-an. Pada masa itu, bibit-bibit PK adalah para aktivis dakwah kampus. Para aktivis dakwah kampus tersebut mendirikan dan mengelola pengajian yang diwadahi dalam bentuk lembaga dakwah kampus (LDK). Lembaga ini kerap menyelenggarakan berbagai aktivitas keagamaan, seperti pengajian untuk mahasiswa. Aktivitas keagamaan lembaga tersebut, lebih bersifat rahasia atau lebih sering dilakukan secara diam-diam dan jika lembaga tersebut menyelenggarakan pengajian untuk banyak orang, mereka berkamuflase dengan mengatasnamakan kegiatan mahasiswa.

Hal ini sengaja mereka lakukan karena pada masa itu, rezim yang berkuasa adalah rezim Soeharto. Rezim ini dikenal sangat represif terhadap gerakan keagamaan. Akan tetapi, situasi tersebut mulai berubah pada era 1990-an, saat Soeharto mulai menempatkan para aktivis Islam sebagai sekutu. Sejak saat itulah, gerakan yang semula bernama Usroh ini berganti nama menjadi Ikhwan dan mereka menamai aktivitas mereka dengan sebutan Tarbiyah.

Secara garis besar, gerakan ini terdiri dari lima elemen penting, yaitu pertama, DDII (Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia) dengan tokoh utamanya Mohammad Natsir. Kedua, aktivis LDK dan Rohis. Ketiga, alumnus perguruan tinggi, khususnya perguruan tinggi Timur Tengah. Keempat, aktivis ormas Islam. Kelima, dai lulusan pesantren. Lima elemen tersebut bergerak bersama-sama, saling mendukung, dan saling menguatkan dengan fungsi dan perannya masing-masing.

Dari lima elemen tersebut, elemen yang paling berperan besar bagi lahirnya gerakan ini adalah DDII. Para aktivis DDII yang merupakan mantan aktivis Partai Masyumi yang dibubarkan pada awal masa pemerintahan Soeharto ini, menjadi inisiator awal berdakwah melalui kampus dan sekaligus peletak dasar-dasar strategi dakwah kampus. Selanjutnya, lahirlah LDK yang kemudian banyak bergerilya di dalam kampus. Kehadiran LDK tersebut terbukti telah menyumbangkan berbagai kemajuan umat Islam, misalnya lembaga ini bekerjasama dengan DDII banyak mengusahakan pembangunan masjid di sekitar kampus guna dipakai untuk berbagai aktivitas dakwah.

Selanjutnya, gerakan Tarbiyah membangun banyak lembaga, seperti lembaga pendidikan Nurul Fikri, lemaga dakwah Khoiru Ummah, kelompok kesenian nasyid, dan majalah Sabili. Selain itu, gerakan Tarbiyah juga menyebarkan berbagai gagasan dan pemikiran mereka melalui buku-buku yang diterbitkan antara lain oleh penerbit Gema Insani Press (GIP), Pustaka Al-Kautsar, Era Intermedia, dan Asy-Syamiil.

Pada pertengahan tahun 1998, rezim Orde Baru pimpinan Soeharto tumbang. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh para aktivis Tarbiyah. Setelah berdiskusi cukup alot dan dalam waktu yang cukup lama, akhirnya mereka memutuskan untuk berdakwah dan berjuang lewat jalur politik. Akhirnya, pada agustus 1998, para aktivis Tarbiyah mendirikan Partai Keadilan (PK), sebuah parpol yang berasaskan Islam.

Selang setahun pasca-didirikan, parpol ini berasil mengikuti pemilu dan mampu menjaring 1.436.565 suara atau sekitar 1,36% dari keseluruhan jumlah suara dan menempatkan tujuh wakilnya di DPR.

Pada Pemilu 2004, parpol yang semula bernama PK kemudian berganti nama menjadi PKS (Partai Keadilan Sejahtera) pada tahun 2002 ini, mampu meningkatkan jumlah suara secara signifikan. Pada Pemilu 2004 tersebut, PKS meraih 8.325.020 suara atau sekitar 7,34% dari total suara dan berhasil  mendudukkan 45 wakilnya di DPR. Bahkan mantan Presiden PKS, Hidayat Nur Wahid, berhasil menduduki jabatan Ketua MPR.

Dalam kancah politik, PKS memiliki peran yang signifikan bila dibandingkan dengan parpol baru lainnya. Salah satu hal yang cukup bergema adalah isu-isu parlemen bersih dan kepedulian terhadap kepentingan rakyat. Selain itu, PKS juga kerap menyuarakan isu-isu moral.

PKS yang merupakan kepanjangan tangan dari Partai Masyumi dan banyak terwarnai oleh ideologi perjuangan Ikhwanul Muslimin—sebuah organisasi keagamaan yang didirikan Hasan Al Bana di Mesir dan kemudian berkembang luas ke pelbagai negara—memiliki hidden agenda, yakni mengganti ideologi Pancasila menjadi ideologi Islam. Hal ini bisa diketahui setelah mengamati dan meneliti berbagai agenda dakwah PKS, seperti aktivitas PKS dalam upaya menegakkan sistem pemerintahan Islam dengan pelbagai atributnya.

Upaya PKS tersebut berpotensi melahirkan konflik dengan parpol-parpol lain yang berhaluan nasionalis. Selain itu, syariat Islam tidak mungkin bisa berdiri di Indonesia, karena Indonesia adalah negara majemuk dengan berbagai adat-istiadat, pola pikir, dan kepercayaan (agama) masyarakat.

Secara umum, ideologi keagamaan PKS adalah Islam modernis yang memiliki afiliasi dengan gerakan Wahabi—sebuah gerakan keagamaan yang dipelopori oleh Muhammad bin Abdul Wahab dari Saudi Arabia. Ciri utama gerakan Wahabi ini adalah upaya menentang keras segala bentuk peribadatan Islam yang dianggap tidak sesuai dengan yang dicontohkan Nabi Muhammad. Sebenarnya, ideologi gerakan Wahabi ini telah berkembang luas di Indonesia sejak awal abd 19, ditandai dengan lahirnya organisasi Muhammadiyah. Organisasi Muhammadiyah ini adalah sebuah organisasi keagamaan yang populer dengan penentangannya terhadap hal-hal yang berbau TBC (tachayul, bid’ah, dan churofat—ejaan lama). Meskipun demikian erakan dakwah PKS ini lebih berbahaya dari gerakan dakwah Muhammadiyah, karena sesungguhnya ideologi keagamaan PKS lebih memiliki keterkaitan yang erat dengan ideologi Ikhwanul Muslimin.

Ikhwanul Muslimin merupakan sebuah organisasi keagamaan yang kontroversial. Kedua tokoh penting Ikhwanul Muslimin, yaitu Hasan Al Bana dan Sayyid Quthb, tewas dibunuh karena gerakan dakwahnya yang dianggap subversif dan mengancam keutuhan negara Mesir. Organisasi ini memang terjun ke politik praktis. Organisasi ini kerap mengkritik hebat kebijakan pemerintah yang mereka anggap bertentangan dengan aturan Islam. Organisasi ini juga dituduh ikut serta dalam upaya penggulingan pemerintahan Mesir dengan cara melakukan penculikan tokoh-tokoh Mesir, pengeboman, dan penggalangan massa untuk melawan pemerintah. Akibatnya, organisasi ini ditekan habis-habisan oleh pemerintah Mesir, bahkan tokoh-tokohnya ditangkap dan dihukum mati.

PKS itu berbahaya, karena secara tegas PKS menyatakan bahwa dirinya adalah anak ideologis Ikhwanul Muslimin (IM). Keberadaan PKS dianggap mampu mengganggu stabilitas Indonesia sebagaimana IM yang mengganggu stabilitas Mesir.

Hambatan-hambatan PKS dalam upayanya mendirikan negara Islam di Indonesia, di antaranya semangat PKS untuk memperjuangkan Islam melalui gerakan politik, telah menimbulkan ketegangan dan jarak dengan agama lain. Tumbuhnya kecurigaan dan permusuhan dengan agama lain juga turut merenggangkan hubungan ini. Selain itu, di kalangan PKS sendiri berkembang pesat klaim kebenaran (truth claim) kelompok. Hal ini menyebabkan PKS cenderung intoleran terhadap perbedaan keislaman dengan golongan lain. Menghadapi hambatan-hambatan tersebut, pada akhirnya terjadi pergeseran agenda politik PKS, dari semula untuk mendirikan negara Islam berubah menjadi mewujudkan masyarakat yang Islami dalam wadah NKRI yang majemuk.

Sumber: Buku Ideologi Politik PKS; Dari Masjid Kampus ke Gedung Parlemen, Penulis: M. Imdadun Rahmat. Buku ini sangat layak baca dan dikoleksi. Dapatkan di Toko buku terdekat dengan harga kisaran Rp. 58.000)

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

15 Responses

  1. Avatar

    Harjiati02/10/2012 at 14:11Reply

    Kami (PKS) merindukan berkibarnya bendera panji2 islam secara damai di bumi nusantara seperti terbukanya kota mekkah (fathul makkah) tanpa ada pertumpahan darah.
    http://bumiparajundi.blogspot.com/2012/04/resensi-bukudilema-pks.html

    • Avatar

      AM Putra03/10/2012 at 20:03Reply

      Mohon maaf, tapi anda (kalian) sudah keduluan. Berabad-abad silam Walisongo sudah menancapkan panji-panji itu, dan kini kami (Aswaja) adalah pengemban amanah untuk menjaga panji-panji itu hingga akhir zaman.

  2. Avatar

    ayu03/10/2012 at 21:06Reply

    alhamdulillah PKS semakin hari semakin ketahuan belangnya……….. PKS mendukung foke di pilgub DKI adalah suatu bukti bahwa PKS partai oportunis yang hanya mengejar kedudukan, materi.

  3. Avatar

    Harjiati09/10/2012 at 13:52Reply

    silahkan dibaca artikel link yang saya berikan http://bumiparajundi.blogspot.com/2012/04/resensi-bukudilema-pks.html

    Resensi dari buku “DILEMA PKS” yang dibuat oleh kalangan eksternal PKS
    terima kasih

  4. Avatar

    Arista Rayi Raka Alwaysforever18/03/2014 at 03:13Reply

    Jika anda umat islam, anda akan beristighfar jika membaca kalimat "syariat Islam tidak mungkin bisa berdiri di Indonesia, karena Indonesia adalah negara majemuk dengan berbagai adat-istiadat, pola pikir, dan kepercayaan (agama) masyarakat."

  5. Avatar

    Maul Evant19/03/2014 at 08:31Reply

    lambang PKS identik dengan lambang israel jika digaris hubungkan tiap sudut lambangnya

  6. Avatar

    Ujian Harap29/03/2014 at 16:51Reply

    sy bc istigfar karna pak mantan skg dibui dn karna istrinya bahenol,,muda dn cantik,,!jk abg tua di indonesia jiwanya kyk dia pasti,kta kaum muda gak bakalan laku karna cewek2 cantik udah digasak para manula,dan para pemimpin diindonesia kehilangan sifatnya yg dicontohkan Rasul SAW,sidiq,amanah,tabligh,ada yg hilang yaitu fathonah,,,,,pikir,,,,dimana dia???

  7. Avatar

    serah lu cok17/04/2014 at 15:00Reply

    otaknya pada kemana yg masih dukung pks

  8. Avatar

    Eko Budi Santoso20/05/2014 at 08:18Reply

    Menurut saya, tulisan diatas kurang akurat dalam menganalisis hubungan antara PKS, DDII dan Wahabi. PKS itu anak ideologi Ikhwanul Muslimin. Ikhwanul Muslimin musuh bebuyutan Rezim Saudi (Wahabi). DDII itu dekat dengan Saudi Arabia sampai sekarang. Partai Bulan Bintang ikut lebih tepat kalo disebut sebagai anak ideologis DDII dan Masyumi.

  9. Avatar

    jorgen30/05/2014 at 19:30Reply

    yaelah pks emg bisa apa sih

  10. Avatar

    Iyus Rusman19/06/2014 at 16:26Reply

    Astagfirulloh…..
    Apakah waktu pemerintahan Rasulloh Masyarakatnya tidak majemuk? atau hanya muslim saja, sehingga Pemerintahan islam dapat berdiri????

  11. Avatar

    Marvelly Goesuna Wijaya Alviano19/05/2015 at 09:21Reply

    Setuju sekali dengan Anda, Sarkub ini gendeeng

  12. Avatar

    nuaink30/07/2015 at 00:41Reply

    Propaganda buku !!! Analisis kata buku ini layak dibaca, plus image cover buku nu online!! Kesimpulan ini teknik marketing ala capitalis, ….. keep calm …

  13. Avatar

    Bawor Satrio22/12/2015 at 08:01Reply

    Ingatlah selalu sejarah perjuangan bangsa, indonesia merdeka perjuangan semua komponen masyarakat baik suku maupun agama, jagalah aset bangsa yang mempunyai nilai sejarah sehingga kita tidak seperti anak ayam kehilangan induknya karena banyak yang mau merusak dengan banyak dalih atau alasan. Padahal yang sebenarnya mereka tidak bisa cerita sejarah karena mereka tidak terlibat atau bukan pelaku sejarah.

Leave a Reply