Umat Islam Tidak Usah Bingung Kapan Awal Ramadhan

Sarkub Share:
Share

ramadhan

Umat Islam di Indonesia tidak usah bingung bahkan sampai ribut kapan mulai berpuasa Ramadhan, karena kita tinggal menunggu dan ikuti Keputusan Pemerintah sebagai Ulil Amri.

Habib Muhammad Luthfi bin Hasyim bin Ali bin Yahya, ulama asal Pekalongan, mengimbau umat Islam yang akan menjalani ibadah puasa tahun 1434 H untuk menunggu keputusan pemerintah.

Hal ini perlu disampaikan agar ummat tidak bingung mana yang harus diikuti untuk memulai ibadah puasa yang merupakan bagian dari rukun Islam.

Hal tersebut disampaikan Ahmad Tubagus Surur Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan usai menghadap Habib Luthfy Selasa (2/7) di kediamannya Pekalongan.

Dikatakan Habib Luthfy, sebagai ulil amri pemerintah tentu telah melakukan berbagai upaya untuk memberikan pelayanan terbaiknya kepada ummat, termasuk pengaturan tata cara beribadah puasa yang memang ummat memiliki banyak keterbatasan termasuk keterbatasan untuk dapat melihat awal bulan. 

PCNU Kota Pekalongan sendiri menurut Surur, juga telah melakukan berbagai persiapan antara lain mengumpulkan ta'mir masjid dan musholla se Kota Pekalongan yang berlangsung di Gedung Sholawat untuk diberi penjelasan seputar awal puasa.

Sedang kegiatan lain terkait dengan awal Romadlon, Lajnah Falakiyah akan membuka posko awal puasa di Gedung Aswaja Jalan Sriwijaya 2 Pekalongan hari Senin besok jam 17.00 – 21.00 untuk mempublikasikan hasil rukyatul hilal baik yang dilakukan oleh PCNU Kota Pekalongan, PWNU Jawa Tengah maupun oleh PBNU melalui website PCNU Kota Pekalongan di www.nubatik.net maupun melalui Radio Aswaja 107.8 FM.

Dalam penjelasan di hadapan pengurus ta'mir masjid dan musholla NU se Kota Pekaloan ngan, Wakil Rais PCNU Kota Pekalongan KH. Abdul Fattah Yasran mengatakan, secara teori posisi bulan tanggal 8 Juli 2013 masih di bawah ufuk dan jika ada beberapa kitab yang menerangkan sudah di atas ufuk namun posisisinya masih di bawah 2 derajat yang secara mata telanjang sulit untuk dapat dilakukan rukyat.

Atas dasar itu, menurut Kiyai Fattah, bulan Sya'ban dimungkinkan istikmal 30 hari dan puasa ramadlan jatuh pada hari Rabu 10 Juli 2013. Meskipun demikian, pihaknya meminta kepada ummat Islam untuk menunggu PBNU dan Pemerintah untuk kepastian awal ramadlan. 

 

Sumber: NU Online

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

6 Responses

  1. singkong lecek07/07/2013 at 20:06Reply

    oh pengikut SBY toh…….. kata sby selasa ya selasa, rabu ya rabu. bukankah ulil amri itu orang yg menerapkan syariat brol…….? yg menentang syariat mah bukan ulil amri kalee…..

    • Magribill08/07/2013 at 08:13Reply

      cocok ama namanya komennya lecek gitu

    • Ibnu Khoir08/07/2013 at 14:36Reply

      kepalanya juga kayak namanya. singkong dan lecek ga beraturan.

  2. Brigadir08/07/2013 at 16:30Reply

    @singkong lecek
    Kau sendiri pengikut siapa? Pengikut hawa nafsu ? apa pengikut setan?
    memangnya Majelis Ulama tidak sesuai syariat ? dasar Tolol,

  3. ayusa08/07/2013 at 23:19Reply

    saya puasa rabu :D.

Leave a Reply