TUJUAN PERNIKAHAN (Lanjutan 2)

Sarkub Share:
Share

2. Mengatur Potensi Kelamin

Sejak semula bahwa hubungan kelamin merupakan kebutuhan biologis yang tidak dapat dilakukan tanpa tanggungjawab secara moral,yang sudah barang tentu memiliki tujuan-tujuan mulia dalam melestarikan sejarah kehidupan manusia yang telah diangkat sebagai khalifah di bumi

Pernikahan merupakan sarana untuk melestarikan keturunan. Ada seorang Ɣªήğ mengajukan pertanyaan : “Ɣªªªª Rasulullah, adakah bila salah seorang diantara kami mendatangi syahwat (bersenggama) mendapatkan pahala?” Rasulullah menjawab : “Tahukah engkau bila dia menyalurkan syahwatnya lewat jalan Ɣªήğ halal, tentu dia akan mendapatkan pahala”

Anjuran membaca basmalah sewaktu akan memulai bersenggama antara suami istri, seperti Dawuh Kanjeng Nabi SAWn”Apabila salah seorang diantara kamu hendak melakukan senggama, maka hendaklah membaca doa “Bismillah. Allahumma jannibna wa jannibisy-syaithona ma razaqtana” maka barangsiapa membacanya anak keturunannya tidak akan diganggu oleh setan untuk selama-lamanya” (HR.Bukhori dan Muslim dari Ibnu Abbas)

3. Merasakan Penderitaan Hidup

Tujuan sebenarnya dalam kehidupan berumahtangga adalah untuk mencapai Litaskunu Ilaiha (Mencapai kedamaian dan ketenangan), yang ditegaskan dalam Firman Allah: ” Supaya kamu cenderung dan merasakan tenteram kepadanya, dan dijadikan -Nya diantara kamu rasa cinta kasih dan sayang (Qs. Ar-Ruum:21)

Pada kenyataannya seorang suami memiliki tugas yang sangat berat di luar baik urusan mencari nafkah, menegakkan perjuangan Agama Allah, dan sebagainya itu tidak dapat dilakukan tanpa adanya pendamping di sisinya yang senantiasa menghibur agar beban suami dapat berkurang, dengan demikian istri bisa menjadi sebaik-baik perhiasan yaitu wanita sholihah.

4. Menebus Dosa

Pernikahan dalam pandangan Islam bisa menjadi sarana penebus dosa di masa muda, bertaubat, beristiqomah, dan pengangkat derajat. Ada Hadist Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda ” Ada sebagian dosa manusia yang tidak dapat diampuni dengan melakukan shalat, puasa, zakat, haji, umroh. Tapi dosa tersebut terampuni lantaran prihatin memikirkan nafkah keluarga” Subhannallah…

5. Meningkatkan Kualitas berjihad

Bekerja keras mencari nafkah, membimbing istri yang berperangai buruk, mendididik anak dan istri sampa menjadi sholeh dan sholihah termasuk bagian dari berjihad di jalan Allah, seperti Firman Allah “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu ” (QS At-Tahrim :6)

6. Menyempurnakan Akhlak

Kesempurnaan akhlak adalah tujuan dari seluruh hamba-hamba Allah yang beriman yang diperoleh dengan latihan mengendalikan syahwat ketika belum menikah dan menyalurkan naluri syahwatnya dalam suatu ikatan pernikahan.

Maka Rasulullah sangat menganjurkan para pemuda untuk segera menikah, dan yang belum mampu menikah untuk berpuasa, sebab puasa dapat mengurangi gejolak syahwatnya. (Sumber : Menikahlah, Engkau Menjadi Kaya, oleh A Mudjab Mahalli)

 

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply