Shalat Sebagai Terapi Anti Lupa

cara shalat sifat shalat nabi mencegah perbuatan keji dan munkar
Sarkub Share:
Share

وحكي أن رجلا جاء الى أبي حنيفة فشكا له أنه دفن مالا في موضع ولا يذكر الموضع, فقال أبو حنيفة: هذه ليس مسأله فقهيه ولكن اذهب فصلّ الليلة الى الغداة, فانك ستذكره ان شاء الله تعالى. ففعل الرجل ذلك, فلم يمض الا أقل من ربع الليل حتى ذكر الموضع, فجاء الى أبي حنيفة فأخبره فقال: قد علمت أن الشيطان لا يدعك تصلي حتى تذكر, فهلا أتممت ليلتك شكرالله عز و جل .

Diceritakan ada seorang laki-laki yang datang menemui Imam Abu Hanifah, dia mengeluh bahwa dia pernah menyimpan barang di suatu tempat dan dia sendiri lupa tempat tersebut. Kemudian Imam Abu Hanifah berkata :

” Masalah ini bukanlah masalah fiqih, tapi untuk solusinya pergilah, lalu sholatlah kamu di malam hari sampai menjelang pagi, lnsya Allah kamu pasti ingat tempat kamu menyimpan barang tadi.”

Lalu laki-laki tersebut mengikuti saran dari imam Abu Hanifah dan diapun mengerjakan sholat di malam hari, namun belum sampai seperempat malam dia sudah ingat tempat barang tadi. Kemudian laki-laki itupun datang kepada imam Abu Hanifah untuk memberi kabar kepadanya bahwa ia sudah ingat tempat tadi.

Imam Abu Hanifah berkata

” Saya sudah yakin bahwa syaitan tidak akan rela membiarkan kamu sholat (dengan khusu’) sampai kamu akan mengingat tempat yang kamu lupa tadi (karena syaitan akan terus menggangu ke khusu’anmu, mengingatkan bermacam-macam hal,sampai kamu tidak ingat Allah Swt dalam sholatmu.) Karena sudah berhasil mengingat tempat penyimpanan barang tersebut, hendaknya kamu sholat semalam penuh sebagai bentuk rasa syukurmu kepada Allah azza wa jalla.

Oh, ternyata syaitan amat tidak rela ketika melihat seseorang mengerjakan sholat dengan khusu’ hingga dia senantiasa berusaha mengganggu orang tersebut dalam sholatnya, dia ingatkan apapun yang sebelumnya orang itu lupa. Ada cerita seorang ulama yang sholatnya cepat sekali, ketika ditanya beliau hanya mengatakan

” Biar tidak di ganggu syetan”, jawaban yang seratus persen benar.

Saya juga pernah punya pengalaman mau menjadi makmum seorang ulama’ khowariqul adah di derah Lasem, Rembang. Ketika beliau rawuh ke rumah kami di Bogor, pas bertepatan dengan waktu sholat ashar, masuk kamar mandi, dan berwudlu. Cepat-cepat kami yang melihatnya ikut berwudlu juga..Tapi ketika akan takbiratul ikrom dan membaca Al-fatihah, beliau sudah rakaat terakhir dan tidak bisa dikejar karena kekhawatiran sholat jadi gak betul, karuan saja kami tidak bisa menjadi makmum karena sebelum melakukan rukuk beliau sudah jauh meninggalkan kami hahaha..Akhirnya kami galau dan mengulangi sholatnya..

 

Sumber  :  Tim Sarkub

 

 

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply