Pahala Musibah Kehilangan Buah Hati

Sarkub Share:
Share

Pada Bulan Juni 2012 yang lalu dikejutkan sahabatku waktu di SMA kehilangan kedua anaknya sekaligus kembar. Menurut ceritanya usia kandungannya masih berumur 7 bulan dengan kelahiran prematur. Dia sedih sekali dan hampir frustasi karena sejak lama mendambakan anak. Begitulah sekelumit cerita bagaimana kesedihan yang sangat ketika buah hatinya meninggalkan dunia, apalagi belum sempat dia menimangnya, karena kedua anaknya hanya bertahan hidup dalam waktu beberapa hari saja.

Bila kita melihat peristiwa di atas, pasti kita berfikir Hikmah apa di balik peristiwa yang menyedihkan itu, pedahal tidak ada peristiwa di dunia ini yang lepas dari pengawasan Allah..Allah SWT telah memberikan janji kepada orangtua mereka (si anak yang mati sebelum baligh), melalui Hadits berikut ini :

Rasulullah SAW bersabda ” Sesungguhnya anak-anak (yang mati di waktu masih kecil) menjadi penjaga pintu-pintu surga, salah seorang dari mereka menyambut  ayahnya , (atau Nabi bersabda) menyambut kedua orangtuanya, lalu anak itu memegangi baju ayahnya (atau Nabi bersabda) memegang tangan ayahnya maka tidak akan berhenti hingga memasukkan ayahnya ke surga.” (HR Muslim).

Dengan demikian pula Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa yang kematian tiga anak yang belum berusia baligh, maka mereka akan menjadi benteng dari ancaman api neraka, lantas Abu Darda berkata,”Aku telah kematian dua anak, Nabi bersabda; Dan juga dua anak (bisa menjadi benteng dari neraka). Ada orang Aku lain berkata; Aku kematian satu anak, lantas Nabi bersabda; Satu anak yang meninggal juga bisa menjadi benteng. Tapi yang dinilai adalah sikap seseorang pada waktu datangnya musibah.

Tapi bagi sebagian besar dari kita tidak mengerti Pahala di balik peristiwa ini, padahal Rasulullah SAW bersabda,

“Sesungguhnya kesabaran itu pada waktu datangnya bala”, jadi kesabaran yang terpuji adalah di waktu terbentur musibah. Di saat itu, orang akan teruji kesabarannya. Untuk masa sesudahnya maka terkadang sudah lupa malah berganti dengan suasana kegembiraan. Oleh karena itu ada sebagian ulama’ yang berpendapat : Bagi seorang yang berakal hendaklah berbuat sesuatu yang baik di waktu musibah pertama datang sebagaimana orang yang dungu mampu melakukan perbuatan tersebut setelah musibah lewat pada lima hari berikutnya.

Semoga artikel di atas dapat menjadi tambahan ilmu bagi saya, juga bagi pembaca sarkub.com.

Barokallahulakumu wa ahlikum wa ‘am walikumu fiddini waddunyaa wal akhirat.

( Sumber Kitab Irsyaadul Ibad )

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply