Mengenal Situasi Padang Mahsyar

Sarkub Share:
Share

padang mahsyarBisakah seseorang berjalan dengan wajahnya? Mustahil,kalaupun bisa, mungkin mukanya akan babak belur, terkena beban tubuhnya.

Tapi, kemustahilan itu akan terjadi di hari kiamat nanti. Kenyataan ghaib ini sebagaimana disabdakan Nabi Muhammad SAW dalam hadits shahih, "Pada hari kiamat nanti, manusia akan dibangkitkan dalam tiga kelompok; kelompok yang berkendaraan, kelompok yang berjalan kaki, dan kelompok yang berjalan dengan wajahnya." Karena akhirat adalah kenyataan yang masih ghaib, bagaimana realitas berjalan dengan wajah itu juga masih ghaib. Sedang tentang rasanya, seperti apa? Wallahua'lam.Tapi yang jelas, dengan ukuran dunia, berjalan dengan muka tentu saja rasanya tidak enak. Memang hadits ini menceritakan tentang salah satu siksaan bagi orang yang bermaksiat kepada Allah SWT.

Kapan kita akan menyaksikan hal itu? Ketika kita pertama kali dibangkitkan dari kubur saat hari kiamat, dan kita berada di suatu tempat yang dinamakan mahsyar. semua makhluk akan digiring dengan bertelanjang kaki, tidak berpakaian sehelaipun, dan dalam keadaan belum dikhitan menuju ke padang mahsyar, "… tidak ada sedikit pun kamu lihat padanya tempat yang rendah dan yang tinggi-tinggi…" – QS ~ (20); 107, di mana orang bisa bersembunyi Tiupan pertama sangkakala telah mengguncangkan dan menghancurkan alam dan seisinya "… pada hari ketika tiupan pertama mengguncang alam." – QS Al-Nazi'at 79:6 Kematian seluruh makhluk terjadi secara bersamaan, yang kemudian diikuti dengan "… tiupan pertama itu diiringi oleh kedua…" – QS Al-Nazi'at (79): 7, yang bangkltkan umat manusia dari kehancurannya. Dan pandangan mata mereka menunduk (redup), "Hati manusia pada waktu itu : ketakutan." – QS Al-Nazi'at (79): 8.

Janganlah sekali-kali mengira bahwa tanah di sana sama dengan tanah di dunia Karena setelah terjadinya kiamat, bumi akan diganti dengan bumi lain, begitu juga langitnya-QS Ibrahim (14): 48. Dalam gambaran kata-kata Rasulullah SAW yang shahih, "Pada saat itu umat manusia akan dikumpulkan di tanah yang berwarna putih bagaikan tepung murni, dan tidak ada padanya tanda yang pernah ditinggalkan oleh seorang pun." Saat itu,"… manusia akan berkeringat, dan keringatnya menetes hingga luasnya mencapai tujuh puluh dzira, menenggelamkan mereka hingga sampai telinga mereka." (HR.Bukhari). Satu dzira sama dengan satu hasta. Dan cakupan tujuh puluh dzira itu sifatnya individual. Bayangkan, betapa luasnya lautan keringat itu ! Mereka tidak saling peduli, sibuk dengan urusan mereka masing-masing, "Pada hari itu manusia lari dari saudaranya, ibunya, ayahnya, istrinya, dan anaknya. Setiap orang mempunyai urusan yang menyibukkannya."-QSAbasa (80): 34-36.

Selanjutnya Rasulullah menjelaskan,"Pada hari kiamat nanti, manusia akan dibangkitkan dalam tiga kelompok. Pertama, kelompok yang berkendaraan. Kedua, kelompok yang berjalan kaki. Dan ketiga, kelompok yang berjalan dengan wajahnya."

Mu'adz bin Jabal pernah menanyakan maksud QS Al-Naba- (78): 18, "… pada hari ditiup sangkakala, lalu kamu datang berke-lompok-kelompok…." kepada Rasulullah SAW. Rasul bersabda, "Wahai Mu'adz! Sebenarnya engkau telah bertanya tentang persoalan yang amat besarl" Lalu berlinanglah air mata beliau karena menangis. Kemudian beliau bersabda, "Ada sepuluh golongan (sesat) dari umatku yang dibangkitkan secara terpisah. Mereka telah dipisahkan Allah SWT dari kumpulan kaum muslimin yang lain, dan wajah-wajah mereka telah diubah. Ada yang dirupakan seperti monyet; ada yang seperti babi; ada yang tubuhnya terbalik (kaki di atas) dan diseret muka mereka: ada yang buta tersungkur; ada yang bisu tuli dan tidak berakal; ada yang mengunyah-ngunyah lidahnya sendiri yang menjulur sampai dada, dari mulut mereka mengalir tanah laksana air liur berbau busuk yang membuat semua orang merasa jijik kepadanya; ada yang terpotong tangan dan kakinya; ada yang disalib di atas palang-palang api; ada yang baunya lebih busuk daripada bangkai; dan ada pula yang berpakaian jubah yang terbuat dari timah yang meleleh.

Adapun yang berwajah monyet adalah orang yang suka menyebarkan fitnah di antara sesama manusia; yang serupa babi adalah orang yang suka makan harta haram dan merampas hak orang lain; yang kepalanya di bawah dan kakinya di atas adalah kaum pemakan riba; yang dalam keadaan buta adalah orang yang bertindak zhalim dalam pemerintahan; yang buta tuli iaiah mereka yang suka ujub (membangga-banggakan dan sombong) dengan amalannya; yang mengunyah-ngunyah lidahnya sendiri adalah para ulama dan hakim yang kata-katanya berlawanan dengan perbuatannya; yang terpotong-potong tangan dan kakinya adalah orang yang selalu mengganggu tetangganya; yang tersalib di atas palang-palang api adalah orang yang suka memfitnah orang lain kepada penguasa; yang baunya lebih busuk daripada bangkai adalah orang yang selalu mengumbar hawa nafsu, bergelimang dosa syahwat, serta menolak menunaikan hak Allah dalam harta kekayaannya. Adapun yang memakai baju-baju panjang terbuat dari timah meleleh adalah orang yang selalu takabur, suka bermegah-megahan dan memuji diri sendiri."

Padang mahsyar baru merupakan satu episode perjalanan manusia di akhlrat. Mereka masih harus melewati episode lainnya, yaitu peristiwa di shirath, menimbang amal di mizan, dan baru kemudian penentuan: mereka akan dimasukkan ke surga atau neraka.Wallahu 'alam Bisshowab.

 

 

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

One Response

  1. sabardiman26/05/2013 at 10:58Reply

    Assalamualaikum war., wab.

    Aku cuma ingin menyampaikan sedikit aja, bahwa harus dibedakan antara “sa’ah” dengan “qiamat”.
    Sa’ah adalah saat ditutupnya sejarah kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya, yaitu dengan dibenturnya tatasurya kita ini oleh rombongan Comet, dan kemudian diseretnya mengikuti gerak comet tersebut (tiupan pertama)
    Qiamat adalah dimulainya kehidupan di akherat dan ditegakkannya hukum ALLAH, dimulai dengan berbenturannya 8 comet yang ditugaskan ALLAH dalam melaksanakan Sa’ah (tiupan ke dua)
    50/19 : Dan datanglah sakratul maut dengan hal logis, itulah yang engkau tidak dapat menentangnya.
    50/20 : Dan ditiupkanlah comet (tiupan kedua) itulah hari janjian.
    50/42 : Yaitu hari yang mereka mendengar ledakan besar dengan hal logis, itulah hari keluar (hidup kembali).
    50/43 : bahwa Kamilah yang menghidupkan dan Kamilah yang mematikan dan kepada Kamilah tempat kembali.
    78/18 : Hari ditiupkan comet (tiupan kedua) maka kamu akan datang berbondong.
    99/1 : Ketika digoncang bumi dengan goncangnya.
    99/2 : Dan bumi itu lalu mengeluarkan beban-bebannya.
    Itulah ceritanya

    salam

Leave a Reply