Memakai Cincin Non Emas

Sarkub Share:
Share

Memakai cincin berbahan emas, sempat dibolehkan pada awal kedatangan Islam dan Rasulullah SAW juga sempat memakai cincin emas. Lalu setelah turun larangan memakai perhiasan emas, beliau membuangnya seperti yang dikisahkan dlam riwayat hadist shahih. Dari Ibnu Umar r.a. beliau berkata bahwa Rasulullah SAW pernah memakai cincin berbahan emas, beliau selalu memposisikan mata cincinnya di jari bagian dalam ketika memakainya. Orang-orang pun memakai cincin seperti beliau. Suatu hari, beliau duduk di atas mimbar lalu melepaskan cincinnya sambil bersabda “Sebelum hari ini, aku memakai cincin emas ini dan memakainya dengan mata cincin di bagian dalam,” Kemudian beliau membuang cincin tersebut dan bersabda, “Demi Allah, tidak akan aku memakainya lagi selamanya,”. Lantas orang-orang pun ikut membuang cincin emas mereka. Hadits shohih riwayat Bukhari Muslim.

Lantas bagaimana hukumnya seorang muslim yang memakai cincin namun tidak terbuat dari emas ?

Ada pendapat makruhnya seorang laki-laki muslim memakai cincin non emas, didasarkan hadist Buraidah r.a. yang menyebutkan seseorang mendatangi Rasulullah SAW dan di jarinya melingkar cincin dari kuningan, Rasulullah SAW lantas bersabda “Sepertinya aku mencium bau berhala yang berujung pada dirimu” . Lalu orang tersebut membuang cincinnya.

Di hari berikutnya, orang tersebut mendatangi Rasulullah SAW lagi, kali ini dia memakai cincin dari besi. Lalu Rasulullah SAW bersabda “Sepertinya aku melihat perhiasan penduduk neraka pada dirimu,” Lalu orang itu membuangnya.

Orang itu pun lantas bingung dan bertanya kepada Rasulullah SAW, “Lantas sebaiknya aku memakai cincin apa Ya Rasulallah ?”. Rasulullah SAW menjawab, “Pakailah cincin yang terbuat dari perak dan jangan menggunakannya melebihi satu mitsqal”. Hadist ini diriwayatkan oleh Abu Dawud, Turmudzi, di sanadnya ada perawi yang dianggap lemah, sehingga Imam Nawawi dalam kitab Majmu’ menganggap hadist ini dhaif, tetapi Ibnu Hibban mensahihkan hadist ini dan mencantumkannya dalam kitab Shahih beliau (al-Hawi 1/106).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply