Malam Kelahiran Sayyidina Muhammad SAW Termulya Sepanjang Masa

Sarkub Share:
Share

Al Imam Alhafidz Al Qastholani rahimahullah berkata:

“Bila engkau bertanya, jika Nabi SAW dilahirkan pada malam hari, manakah yang lebih utama, malam Lailatul qadar atau malam Maulid Nabi SAW?”

Aku jawab bahwa malam Maulid Nabi SAW lebih utama dari malam Lailatul qadar dari tiga segi:

1. Malam Maulid Nabi SAW adalah malam kemunculan Beliau SA, sedangkan malam Lailatul qadar adalah malam anugerah bagi Beliau SAW.

Dan apa yang dimuliakan dengan kemunculan dzat yang dimuliakan karena dzatnya tentu lebih mulia dari apa yang dimuliakan dengan sebab sesuatu yang dianugerahkan kepadanya.

2. Malam Lailatul qadar dimuliakan dengan turunnya para Malaikat padanya, sedang malam Maulid Nabi SAW dimuliakan dengan lahirnya Beliau SAW pada malam itu.

Dan Nabi SAW yang dengan Beliau dimuliakan malam Maulidnya, lebih mulia dari para Malaikat yang dimuliakan dengan mereka malam lailatul qadar.

3. Anugerah malam Lailatul qadar diberikan hanya kepada umat Nabi SA, sedangkan anugerah malam Maulid Nabi SAW diperuntukkan kepada seluruh makhluk.

ALLAH SWT berfirman:

“Tidak kuutus engkau Wahai Muhammad SAW, kecuali sebagai rahmat untuk sekalian alam.”

Kalau kita fahami lebih dalam lagi tentang ayat ini, maka kita akan mengatakan bahwasannya ayat rahmatan lil ‘alamin berarti seluruh makhluk yang ada di jagat semesta ini, manusia, jin, hewan, tumbuhan dan seluruh makhluk diatas muka bumi ini.

Teringat kata Habib Munzir Al Musawa beliau berkata, Jika salah seorang wafat di masukkan ke liang kubur ia akan didatangi oleh dua malaikat yang akan mengajukan pertanyaan,

“Apa pengetahuanmu tentang orang ini (Nabi Muhammad Saw). Jika ia beriman ia akan dapat menjawabnya, namun jika sebaliknya, ia akan mengalami penjara kesedihan di alam kubur. Ini hadits shahih diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Taukah kalian siapa imam bukhari ? Beliau ini digelari Sulthonul Hadits (Rajanya Ahli Hadits) yang pangkatnya paling tinggi diantara para pakar ilmu hadits. Jika ada orang meriwayatkan suatu hadits, terus haditsnya didhoifkan (dilemahkan) oleh imam bukhari, maka hadits nya belum dapat diterima oleh para ulama.

Oleh sebab itu kenali lebih jauh Nabi kita Muhammad Saw, Cintai beliau SAW, rindukan beliau SAW, jalankan perintahnya SAW semampunya, jalankan sunnahnya SAW semampunya, teladani akhlaknya SAW semampunya, jauhi larangannya, dan perbanyak baca shalawat dan salam kepadanya SAW. Sebab inilah bekal untuk kita agar bisa selamat dan bahagia dunia dan akhirat.

Alangkah mulianya Nabi kita tercinta, Sayyidina Muhammad SAW.

Dan memang tiada yang lebih mulia dari kekasih-Nya Allah, Syayyidunaaaaa Muhammad Rosulullah SAW.

JANGAN TAHAN LIDAH MU UNTUK BERSHOLAWAT KEPADA BELIAU SAW.

SHOLLU ‘ALAA MUHAMMAD…

Sumber : Disarikan oleh Kiyai Iwan Sa’dulloh, Mkub, Pemilik Sarkub FM Bojonegoro

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply