Laporan Lengkap Kordar Sarkub 1434 H – Part I

Sarkub Share:
Share

KopdarSarkubBersama1

Bismillahirrahmaanirrahiim. Alhamdulillaah Wasyukrulillah kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah Subhanahu Wata'ala atas karunia-Nya yang sangat besar penyelenggaraan Kopdar Sarkub di Bogor terbilang sukses dan penuh keberkahan. Tercatat 30 anggota Thoriqah Sarkubiyah baik dari wilayah Jabodetabek maupun dari luar kota dan bahkan luar pulau yang benar-benar menyempatkan diri hanya untuk bersilaturahmi yang kelihatannya sepele namun bermuatan pahala yang sangat besar.

Kopdar ini diselenggarakan di kediaman bapak KH Munawwir/ ibu Hj. Dian Kusumaningrum yang asri dan udara segar dengan pemandangan Gunung Salak yang indah di Perumahan IPB 1, Sindang Barang, Loji, Bogor pada hari Ahad Kliwon, 3 Dzulqaidah 1434 H atau bertepatan tanggal 8 September 2013. Ahad pagi para Sarkub sejati mengawali acara dengan berziarah ke makam Al-Habib Abdullah Bin Muhsin Al-Atthas dipimpin oleh Habib Musthofa yang lokasinya tak jauh dari tempat acara yaitu di kompleks Masjid An-Nur, Jl. Lelongok, Empang, Bogor.

Ahad pagi menjelang siang, di tempat acara para hadirin mengawali dengan bincang-bincang ringan seputar sepak terjang Wahabi di berbagai daerah sambil menunggu anggota lain hadir. Telah mengabarkan kepada kami Habib Musthofa, beliau mengabarkan tentang seorang penggiat wahabi di sebuah kota di Jawa Timur yang benar-benar mengakui bahwa wahabi itu salah tetapi tidak bisa meninggalkannya karena tergiur adanya kucuran dana. Wahabi juga “berhasil” membuat masyarakat muslim Tengger kembali berpaling dari Islam dan murtad setelah kedatangan para juru khutbah mereka. Sebelumnya, masyarakat Tengger dikenalkan dengan Islam melalui bacaan-bacaan maulid dan melalui pendekatan budaya oleh para juru dakwah ahlussunnah wal jama'ah (aswaja). Ustadz Zon Jonggol mengabarkan kengototan banyak penganut Wahabi meskipun sudah ditunjukkan dalil-dalil yang shohih. Beliau menarik benang merah bahwa ajaran Wahabi ini merusak persatuan ummat, mengajak sesama muslim untuk saling bermusuhan, menjauhi ulama' dan pada akhirnya menjauhkan ummat dari Rosululloh SAW.

Sore pukul 14:25, acara resmi dibuka oleh pemandu acara Al-Ustadz Asimun Mas'ud Al-Menyani, MKub dengan bacaan ummul Qur'an yaitu Surah Al-Fatihah. Shohibul bait, KH Munawwir, diberikan kesempatan pertama untuk memberikan sambutan. KH Munawir terkesan dengan nama “Sarkub” dengan gaya dakwahnya yang khas dan perlu dipertahankan. Yang terpenting adalah usaha-usaha tersebut dilandasi dengan niatan li'ilai kalimatillah dan li'izzul Islam wal-muslimin serta menjaga manhaj ahlussunnah wal-jama'ah.

KH Thobary Syadzily Kesempatan berikutnya diberikan kepada Ketua Pusat Rehabilitasi Virus Wahabi, KH Thobary Syadzily Al-Bantani. Di awal tausyiahnya beliau berharap semoga pertemuan Kopdar Sarkub menjadi wasilah untuk mendapat syafaat Allah baik di dunia maupun akhirat karena semua manusia membutuhkan wasilah. Ini tidak seperti keyakinan Wahabi yang mengingkari adanya wasilah kepada Allah padahal dasar hukum wasilah sudah jelas berdasarkan hadist shahih:

……..الْوَسِيلَةُ دَرَجَةٌ عِنْدَ اللَّهِ لَيْسَ فَوْقَهَا دَرَجَةٌ فَسَلُوا اللَّهَ أَنْ يُؤْتِيَنِي الْوَسِيلَةَ

Kopdar dapat juga dijadikan sebagai bentuk syukur bil-arkan kita kepada Allah karena kopdar juga menjadi ajang silaturrahim. Di tasawuf, ada tiga macam syukur yaitu syukur bil-lisan, bil-arkan dan bil-jinan. Syukur bil-lisan adalah mengucapkan dengan ucapan atas nikmat sedangkan syukur bil-jinan adalah meyakini bahwa setiap nikmat itu datangnya dari Allah semata.

Upaya-upaya oleh Wahabi untuk menghancurkan manhaj ahlussunnah wal jama'ah di seluruh dunia termasuk Indonesia dilakukan berbagai cara.

  1. memalsukan/ tahrif kitab-kitab klasik ulama ahlussunnah wal jama'ah. Tahrif ini berupa mengurangi, menambah atau bahkan memalsukan isi kitab. Penemuan terakhir KH Thobary adalah tahrif atas kitab Al Ghunyah karangan Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani yang isinya sudah dipalsukan oleh Wahabi. Penemuan ini sudah dilaporkan kepada agen Darul Kutub Ilmiyah di Surabaya. Penerbit kitab-kitab klasik yang masih murni adalah Darul Kutub Islamiyah, tahqiq dilakukan oleh Habib Alwi Al-Idrus. Sedangkan Darul Fikr sudah terkontaminasi karena ditemukan 2 kitab terbitan mereka yang sudah ditahrif yaitu Fathul Bari Syarah Shohih Bukhori dan Syarah Shohih Muslim. Ini terjadi karena naskah asli sudah dibeli dari Darul Fikr, Beirut, Lebanon.
  2. mendirikan banyak pustaka-pustaka untuk menerjemahkan kitab-kitab klasik ahlusunnah wal jama'ah tetap diselipi dengan ajaran-ajaran mereka. Sebagai contoh, kitab Nuhzatul Muttaqin Syarah Riyadus Sholihin diterjemahkan oleh Wahabi dan disisipkan ajaran-ajaran mereka. Begitu juga dengan terjemah kitab Riyadus Sholihin sendiri dan banyak kitab-kitab lainnya. Di Indonesia, di antara penerbit-penerbit yang patut diwaspadai adalah Pustaka Imam Syafi'i, Pustaka Al-Kautsar, Pustaka Darus Sunnah, As-Sunnah, Al-Qisthi. KH Thobary mengingatkan jika menelaah kitab dan menemukan sesuatu yang janggal agar segera membandingkan dengan kitab aslinya jika memungkinkan atau konsultasi dengan orang 'alim lain yang lebih ahli.
  3. maktabah syamilah
  4. distorsi berita-berita Timur Tengah, politik dan diplomasi luar negeri khsususnya Kerajaan Saudi Arabia. Kerajaan Saudi Arabia dalam menjalin hubungan denga negara-negara lain terutama berpenduduk Islam termasuk Indonesia, menyelipkan agenda penyebaran faham Wahabi. 

Para da'i, apalagi dari Sarkub, harus memberikan eduksasi kepada masyarakat. Diharapkan dari kalangan Ahlussunnah wal jama'ah juga tidak ketinggalan langkah Wahabi. Cara apapun yang ditempuh oleh Wahabi perlu ditiru sesuai kemampuan dengan cara yang baik. Para da'i perlu merapatkan barisan dan membuat “pagar betis” untuk memproteksi masyarakat ahlussunnah agar tidak terpengaruh dari ajaran Wahabi. Tidak perlu latar belakang pesantren untuk melakukan hal ini tapi semua orang yang memiliki kemampuan dipersilahkan melakukan dakwah sesuai dengan kompetensi masing-masing tetapi harus tetap menjaga akhlaqul karimah. 

Bersambung….

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

3 Responses

Leave a Reply