Laporan Lengkap Kopdar Sarkub 1434 H – Part 2

Sarkub Share:
Share

gus-adib1Kopdar ini diselenggarakan di kediaman bapak KH Munawwir/ ibu Hj. Dian Kusumaningrum yang asri dan udara segar dengan pemandangan Gunung Salak yang indah di Perumahan IPB 1, Sindang Barang, Loji, Bogor pada hari Ahad Kliwon, 3 Dzulqaidah 1434 H atau bertepatan tanggal 8 September 2013. Ahad pagi para Sarkub sejati mengawali acara dengan berziarah ke makam Al-Habib Abdullah Bin Muhsin Al-Atthas dipimpin oleh Habib Musthofa yang lokasinya tak jauh dari tempat acara yaitu di kompleks Masjid An-Nur, Jl. Lelongok, Empang, Bogor. Tulisan ini merupakan lanjutan dari Laporan Kopdar Sarkub Part I.

Kini tiba giliran Gus Adib Machrus, presiden Jama'ah Kenthir, menyampaikan ular-ular. Beliau mengaku tidak ingin terlibat pada posting yang menyerang Wahabi yang oleh Jama'ah Kenthir diplesetkan menjadi Wahahihi. Ini mungkin karena pengaruh kakek beliau, Mbah Kyai Muslich, yang suka melihat sisi positif dari orang-orang terkuyo-kuyo (teraniaya). Sisi positif yang beliau lihat adalah kengototan Wahabi terhadap ziarah kubur membawa manfaat pada praktek ziarah kubur tidak mengarah pada keblablasan sehingga ziarah kubur tetap pada jalur yang benar. Apalagi melihat kenyataan bahwa banyak penganut Wahabi itu ternyata orang-orang yang baru memulai belajar agama, jadi beliau tidak merasa perlu menanggapi postingan penganut Wahabi. Itu adalah pandangan dahulu kala terhadap Wahabi.

Tetapi pada perkembangan selanjutnya, rupanya penyebaran Wahabi ini dilakukan secara sistematis untuk merusak persatuan dan kesatuan umat sehingga perlu disikapi. Jika ditelaah lebih lanjut, benang merah Wahabi ini akan mengarah pada dua organisasi yaitu Hizbut Tahrir dan Ihwanul Muslimin meskipun secara genealogi kedua organisasi tersebut bukanlah saudara tetapi memiliki kesamaan ideologi. Ciri khas mereka adalah membuat statement yang membuat orang/ pihak lain panas dalam artian suka menebar fitnah. Sebagai contoh menuduh orang lain bajingan, musyrik dan lain-lain. Hal ini wajar dilakukan oleh mereka karena tujuannya memang untuk menciptakan kemarahan.

Adanya Sarkub berfungsi sebagai wadah untuk bersatu. Bagi orang awam setidaknya berfaedah agar tidak mudah diombang-ambing oleh faham-faham lain terutama Salafi-Wahabi. Hal ini terbukti bahwa banyak pengikut Salafi-Wahabi yang tidak memiliki fondasi agama yang kuat di masa kecilnya. Mereka begitu terkesima ketika disodori sedikit dalil hadist. Oleh karena itu, Gus Adib merasa bahagia dengan adanya Sarkub apalagi diminati banyak orang. Beliau berharap semoga kumpulan Sarkub langgeng, memberi barokah dan manfaat bagi semua.

Selanjutnya, Ustadz Sunarya Sofiyullah dari Pelabuhan Ratu, Sukabumi mendapat kesempatan berbicara. Beliau mengawalinya dengan cerita bagaimana Salafi-Wahabi mencela gambar profil Facebook akun beliau yang bergambar domba. Beliau menjelaskan bahwa di kitab Nawadir, seorang mukmin itu ibarat domba karena dari bulu, tanduk dan semua bagian tubuhnya sangat berguna. Beliau menambahkan “makanya kamu jangan baca kitab terjemahan melulu karena putus sanadnya. Ilmu tanpa sanad itu ibarat anak tanpa bapak, tidak akan bertanggung jawab di akhirat”.

Ustadz Sunarya menyatakan keprihatinannya karena pertama, Salafi-Wahabi sudah merambah daerahnya dengan dibangunnya pesantren dan masjid di daerah terpencil tapi luas dan mengatasnamakan Imam Syafi'i. Mereka telah mendapat restu dari Bupati setempat dan mengaku akan dijadikan tempat Tahfidzul Qur'an. Kedua, banyak kyai setempat terutama kyai sepuh banyak yang tidak mengetahui apa itu Salafi-Wahabi, bagaimana sepak terjangnya dan kejahatan-kejahatan yang telah dilakukan. Pada dasarnya Salafi-Wahabi adalah penghianat ilmu, Al-Qur'an dan hadist Rosululloh SAW karena mereka merusak aqidah dan ibadah umat Islam. Untuk membentengi aqidah dari Salafi-Wahabi selain mengaji rutin harus diiringi dengan dzikir, seperti dzikir dari para habaib. Di antaranya adalah Rotib Al-Haddad, juga sholawat seperti sholawat Diba', Simtudduror.

bib-faizTausyiah pamungkas oleh Habib Fatih Al-Faiz Yahya. Habib Faiz (panggilan beliau) dawuh “Al-Imam Ja'far As-Shodiq itu menggambarkan majelis seperti ini (Kopdar Sarkub, –Pen), ketika orang sesama muslim bertemu itu umur kita tidak dalam keadaan dihitung, seperti argometer taksi sedang berhenti”. Silaturrahim benar-benar membuat umur kita dipanjangkan secara dlohir. Itulah fadlilah silaturrahim. Disamping itu, ada amalan lain yang telah diajarkan oleh para ulama ahlussunnah wal jama'ah yaitu sholawat. Beliau menganjurkan untuk memperbanyak sholawat secara istiqomah karena berkah sholawat dapat menjaga kita dan menjadi benteng dari pengaruh-pengaruh faham Salafi-Wahabi. Dimanapun tempatnya, ada dua majelis yang ditakuti oleh Salafi-Wahabi yaitu majelis ta'lim dan majelis dzikir. Hal ini sudah dipraktekkan oleh Habib Faiz dilingkungan beliau. Orang-orang Salafi-Wahabi pergi dengan sendirinya berkat majelis ta'lim dan majelis dzikir.

Tugas dakwah kita bertambah karena pertama kita dakwah kepada orang kafir dan kedua dakwah kepada orang Islam sendiri. Betapa faham Salafi-Wahabi ini menyebar dengan berbagai cara. Salah satunya adalah melewati buku-buku yang diberikan gratis oleh Kerajaan Saudi Arabia kepada seluruh jama'ah haji. Diharapkan kita tidak boleh lembek dalam menghadapi faham mereka. Sampaikan kepada orang-orang terdekat, keluarga bahwa faham mereka adalah salah dan kita tunjukkan di mana letak kesalahannya. Dengan semangat kebersamaan, masing-masing orang bekerja sama sesuai keahlian masing-masing dengan menerbitkan buku terutama buku praktis, membuat website, blog dan sebagainya untuk berdakwah.

Mohon maaf, suara di rekaman semakin tidak jelas karena batery kamera waktu itu hampir habis. Jadi, kami cukupkan sampai di sini laporan ini. Sesuai pesan para masyayikh Sarkub, semoga kita semua semakin bersemangat, bisa bersinergi dalam berdakwah mempertahankan aqidah ahlussunnah wal jama'ah karena Allah SWT. Akhir kata, mohon maaf sebesar-besarnya kepada para masyayikh jika ada kesalahan penulisan ulang (transkripsi) dalam laporan ini.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

2 Responses

Leave a Reply