Kisah Penjual Halwa Pengamal Shalawat

Sarkub Share:
Share

Tausyiah Alhabib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan di Palembang tahun 2000

Saat Haul Syekh Abu Bakar bin Salim

Dikisahkan di kota Addan, ada seorang pedagang Halwa (manisan), beliau sering dan suka bershalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam. Setiap ia memanggil pelanggan, ia berkata:

“HALWA.. HALWA.. SHOLLU ‘ALAN NABIY”.

Kebetulan ia mengontrak di suatu kios dan sang pemilik kios ini tidak suka bershalawat dan paling benci siapa saja yang mengatakan itu. Dalam beberapa hari pemilik kios itu makin tidak suka kepada pedagang itu dan ingin mengusirnya dari rumah yang dikontrakkannya. Akan tetapi, sebelum niat itu terwujud, Allah memberikan rezeki kpd pemilik kios itu untuk pergi Umroh. Sang pemilik kios pun melaksanakan umroh di Mekkah dan diteruskan berziarah ke makam sayyidina Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam di Madinah.

Sesampainya di makam Sayyidina Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam, ia mendengar perkataan sang pedagang, yaitu: “HALWA.. HALWA.. SHOLLU ‘ALAN NABIY”. Lalu tiba-tiba ia menangis saat mendengar kata-kata itu didepan makam sayyidina Muhammad shallallahu’alaihi wasallam. Ia langsung pulang ke kota Addan dan meminta maaf kepada pedagang itu dan ingin terus mendengar ia bershalawat kpd sayyidina Muhammad shallallahu’alaihi wasallam, kemudian ia berkata: “Aku mendengar shalawatmu di depan makam sayyidina Muhammad” “HALWA.. HALWA.. SHOLLU ALLAN NABIY”. Lalu si pedagang itu tersenyum dan bergembira. Sang pemilik kios pun memeluk si pedagang tersebut sambil meneteskan air mata.

Ya rosulallah salaamun ‘alaika ya rofi ‘asyani waddaroji..
ahlul baitil musthofa thuhuri hum amanul ardhi faddakiri..

(Sumber : http://pecintahabibana.wordpress.com)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply