Kisah Kelahiran Nabi Isa AS

Sarkub Share:
Share

Ruhullah Kanjeng Nabi Isa bin Maryam as adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah peradaban dunia. Beliau adalah seorang Rasul yang menjadi pemecah kebuntuan masalah ketimpangan sosial di zamannya akibat pemegang otoritas keagamaan (ulama) yang tergoda kepentingan materialistik dan memihak pada penguasa tiran.

Lebih khususnya, sosok Kanjeng Nabi Isa Al-Masih as sangat penting bagi muslim, beliau adalah salah satu mata rantai kerasulan dan mempunyai gelar Kalam minAllah, karena penciptaannya sama seperti Nabi Adam, tanpa perantara bapak. Beliau juga rasulullah yang termasuk berpredikat ulul azmi, Rasul yang punya kesabaran dan ketaatan yang istimewa. Selain itu, karena terkenal keshalehannya dan kezuhudannya, Nabi Isa as menjadi sosok yang sangat berkesan bagi kaum sufi. Terutama dalam Ihya’ Ulumuddin, beliau menjadi contoh bagaimana seharusnya seorang yang zuhud dan seorang shaleh berperilaku.

Ada kisah menarik sekitar kelahiran Nabi Isa Al-Masih yang dikisahkan oleh Imam Ghazali dalam kitab Ihya’ ulumuddin.

Dikisahkan, ketika hari Nabi Isa bin Maryam as dilahirkan, datanglah rombongan setan kepada Iblis. Mereka laporan bahwa berhala-berhala sesembahan, semua roboh tanpa sebab.

“Ini tentu ada sesuatu yang terjadi di atas bumi.” Jawab Iblis.

Lantas Iblis terbang ke arah barat dan timur bumi ini, tetapi dia tidak mendapati apa-apa. Akhirnya Iblis melihat Nabi Isa as telah lahir dengan dikelilingi oleh para malaikat. Iblis lantas kembali kepada antek-anteknya dan berkata, “Kemarin telah dilahirkan seorang nabi. Tidak ada seorang perempuan pun yang hamil atau melahirkan anak yang tidak aku datangi, kecuali bayi ini.”

Maka dari itu, dalam Tafsir Jalalain, mengutip hadits riwayat Imam Syaukan, disebutkan bahwa tidak ada bayi di muka bumi ini aman dari sentuhan setan sehingga terlahir dalam keadaan menangis, kecuali bayi Siti Maryam dan anaknya, Nabi Isa as. Iblis tidak berani mendulit/menyentuh bayi tersebut, dikarenakan saking banyaknya malaikat yang berkumpul dan melindungi mereka, sehingga Iblis pun tidak sanggup mendekati mereka.

Lalu Iblis pun melanjutkan, “Setelah malam ini, jangan goda manusia dengan penyembahan berhala, tetapi goda manusia itu dengan sifat tergesa-gesa dan menggampangkan suatu perkara”. Nah, begitulah kisah seputar kelahiran Kanjeng Nabi Isa as dalam Ihya’ Ulumiddin mbah. Wallahu’alam.

Ada banyak kisah lainnya dalam kitab-kitab ulama mengenai Kanjeng Nabi Isa bin Maryam Al-Masih as ini, semua bernada pengagungan dan pengakuan atas keluhuran budinya. Menjadi simbol perilaku seseorang yang kezuhudan dan ketaqwaan kepada Gusti Allah SWT yang tiada bandingannya. Semoga kita bisa, paling tidak, sedikit diberi kemampuan meniti jalan beliau.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply