Kecantikan Bidadari Di Surga

Sarkub Share:
Share

kartun-muslimah-berjilbab

 

"Andaikan seorang wanita penghuni surga muncul niscaya segala penjuru bumi akan beraroma wangi dan sinar matahari dan bulan akan hilang."

 

Secantik apakah bidadari itu? Tidak ada seorang pun yang dapat mennbayangkan persisnya. Bayangan kita akan selalu meleset dengan bentuk aslinya. Sebab kita belum pernah melihatnya, belum pernah mendengar perkataannya, dan belum pernah menyentuh kehalusan kulitnya. Namun tentang hal itu, ada petunjuknya dari Al-Quran dan hadits. Al-Quran menyebutkan, "Dan mereka (bidadari) memakai pakaian hijau dari sutra halus dan sutra tebal". QS Al-Kahfi (18): 31. Sementara dalam sebuah hadits Ibnu Mas'ud disebutkan, "Kemudian hamba Allah penghuni surga melihat, ternyata di sana ada seorang bidadari sedang di atas singgasana. Dia memakai tujuh puluh lapis pakaian, tidak ada satu helai pun dari pakaiannya yang sama warnanya. Dia melihat sumsum tulang betisnya dari balik daging, darah, tulang, dan pakaiannya." (HR Ibnu Abi Dunya).

Di bawah ini kami rangkumkan penggambaran bidadari dari beberapa hadits Nabi serta perkataan para sahabat yang mendapatkan berita tentang bidadari itu dari Nabi. Rasulullah bersabda, "Mahkota di atas kepalanya lebih indah dari dunia dan seluruh isinya." Dalam Hadits lain disebutkan, kerudung di atas kepalanya lebih baik daripada dunia dan seisinya. Kalau seikat rambut bidadari terlihat, aroma wanginya akan tercium oleh orang-orang di barat dan timur. Ibnu Abbas RA berkata, "Pada suatu hari, kami duduk bersama Ka'ab, lalu ia berkata, 'Seandainya kedua tangan bidadari diturunkan dari langit dengan kulitnya yang putih berikut cincin-cincinnya, niscaya bumi akan bersinar laksana matahari yang menerangi penduduk dunia'."  Kemudian ia berkata, 'Aku hanya berkata tentang tangannya. Lalu bagaimana dengan wajahnya, kulitnya yang putlh, keindahan, kecantikan, mahkota, yakut, mutiara, serta batu mulianya'."

Senyum yang Menyinari Surga

Yazid Ar-Raqasyl meriwayatkan, "Aku mendengar bahwa ada seberkas cahaya bersinar di surga sehingga tak ada satu pun tempat dl surga yang tidak bersinar oleh cahaya Itu." Kemudian ditanyakan kepada malaikat, "Cahaya apa itu?" Malalkat menjawab, "Bidadari yang sedang tersenyum kepada suaminya." 

Shalih Al-Mari, seorang rawi dari Yazld, berkata, "Lantaran riwayat ter'sebut, seorang lelaki menangis tersedu-sedu dari arah majelis, karena merindukan bidadari. la terus menangis hingga menlnggai dunla."  

Dalam kisah lain disebutkan, Ahmad bin Abi Al-Hawari menuturkan bahwa Ja'far bin Muhammad berkata, "Seorang yang arif bertanya kepada orang arif iainnya, 'Apakah engkau merindukan surga?' Orang arif itu berkata, 'Rindukanlah mereka, sesungguhnya cahaya 'wajah mereka adalah cahaya Allah.' Kemudian orang arif itu jatuh pingsan dan dibawa puiang ke rumah,Selang satu bulan kemudian, ia baru sadar dari pingsannya."

Anas bin Malik meriwayatkan, "Jika seorang bidadari meludah di iaut, air laut itu akan menjadl tawar karena kesegaran air liurnya." Demikian juga yang disebutkan oleh Ibnu Abbas Tentang keharuman mulutnya ini, Rasuluilah bersabda, "Andaikan seorang wanlta penghuni surga muncul, niscaya segaia penjuru bumi akan beraroma wangi, dan sinar mataharl dan bulan akan hilang (karena keindahan tubuhnya)." (HR Ath-ThabranI).

Al-Quran menyebutkan, "Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marJan." – QS Ar-Rahman (55): 58. Sementara secara fislk, Al-Quran menyebutkan, "… dan gadis-gadis remaja yang sebaya." – QS An-Naba' (78): 33.

Dalam beberapa tafsir, hal Ini berhubungan dengan keadaan payudaranya, yaitu maslh mengkal. Satu jari bidadari lebih Indah dan bercahaya daripada matahari dan bulan. Dalam sebuah hadits diandaikan, jika sebagian tangannya dlperllhatkan ke bumi, cahayanya akan mengalahkan cahaya matahari dan bulan. Bokongnya besar, bersih, dan lembut, "Sesungguhnya seorang bidadari menghabiskan tempat duduk sekitar satu mil." (HR Ahmad).

Sumber : Majalah Alkisah

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply