Kebiasaan Jahiliah Yang Mengundang Laknat Allah

Sarkub Share:
Share

Kedua : Seseorang yang berusaha menceraikan sepasang suami isteri, kemudian setelah isteri tersebut dicerai ia menggantikannya sebagai suaminya. Termasuk dalam hal ini adalah upaya salah seorang isteri untuk menjauhkan isteri suami yang lainnya, agar dia dapat menguasainya atau mengendalikannya.

Ketiga : Seseorang yang berusaha agar orang-orang mukmin saling membenci dan saling mendengki antara sesamanya dengan hasutan-hasutannya.

Menghasut, mengadu domba, atau memprovokasi, dalam Islam disebut namimah.

Nabi SAW bersabda maksudnya : ”Sesungguhnya, orang-orang yang suka menghasut tidak akan masuk syurga.” (Hadis Riwayat Bukhari-Muslim).

Hakikat namimah ialah menyebarkan rahasia, mengadu domba dan mengumpat. Tidak seharusnya setiap keadaan yang tak disukai disampaikan ke orang lain, kecuali jika ditujukan untuk kemaslahatan kaum muslimin atau menolak kemaksiatan, seperti kesaksian di pengadilan.

Selain ancaman tidak masuk surga, penghasut dikecam sebagai manusia paling buruk perilakunya. Nabi SAW bersabda maksudnya : ”Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang orang yang paling buruk perilakunya di antara kalian? Yaitu, orang yang berjalan di atas muka bumi seraya menghasut, yang merosak di antara orang-orang yang tadinya saling mencintai, dan hanya ingin memceritakan aib orang-orang yang tidak bersalah.” (Hadis Riwayat Ahmad).

Menghasut sangat berbahaya jika dibiarkan berlaku di dalam kehidupan sosial.

Pertama, munculnya benih saling mencurigai di antara sesama muslim.

Kedua, jatuhnya nama baik dan martabat seseorang.

Ketiga, terciptanya kekacauan, ketakstabilan, dan ketidakharmonian dalam hubungan sosial.

Rasulullah SAW mengecam orang-orang munafik di Madinah karena perilaku kotornya yang suka menghasut ketika baginda berhijrah. Kebiasaan menghasut sepertinya sudah menjalar dan meluas di negeri kita pada masa kini. Melahirkan banyak bloger-bloger politik yang tidak bermoral dan sanggup menabur  fitnah, saling memaki dan memecahbelahkan perpaduan umat Islam.

Oleh karena itu jauhilah dari segala bentuk perbuatan, percakapan, tulisan dan amalan yang  sifatnya memecah belah umat Islam dengan memutuskan silaturahim, mengadu domba, menghasut, memfitnah, mengumpat dan menimbulkan permusuhan. Perbuatan tersebut di atas bukan saja mendapat dosa besar tetapi akan mendapat laknat Allah SWT dan tidak akan mencium bau surga.

Wallahu ‘alam bishshowab

Sumber : Kiyai Sahil Althaf, MKub

 

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply