Kebaikan Yang Allah Buka Jangan Kau Tutup

Sarkub Share:
Share

bulan purnamaSekapur Sirih

Sesuai dengan nama-Nya yang indah Al-Fattah (Maha Pembuka), dan nama-Nya yang Indah Al-Basith (Maha Penghampar) Allah selalu membuka dan menghampar Maghfiroh-Nya, Rahmat, Barokah dan Ridlo-Nya, membuka pintu surga dan menghampar kebaikan-kebaikan (Hasanah) di depan kita, tetapi sangat disayangkan kebanyakan manusia tidak dapat melihat dan mengetahuinya. Pintu-pintu dan hamparan kebaikan itu tak dirasakan karena manusia menutup dirinya sendiri dengan hawa nafsu serta hingar-bingarya dunia yang begitu menggiurkan, sama artinya dia menutup pintu kebaikan dan pahala yang telah dibuka dan dihampar di mana-mana oleh Allah azza wa jalla.

Orang yang tidak mau memasuki pintu-pintu tersebut kehidupannya akan sia-sia dan kesenangan yang tidak seberapa, sedangkan pasca kematiannya tidak mendapati nasib yang baik. Lain hal orang yang pandai memasuki pintu-pintu tersebut yang pasti Insya Allah akan diberi hadiah kenikmatan sebelum mati dan pasca kematiannya.

Dunia ini dipandang oleh Allah SWT sebagai tempat yang tidak layak dijadikan hadiah bagi orang-orang beriman, karena dunia terlalu sempit, pendek waktunya serta rendah kualitasnya, sekaligus orang mukmin mendapati dunianya cukup menyenangkan namun tetaplah masih disebut penjara baginya, karena akhirat adalah surganya. Dunia bagi orang kafir dianggap sebagai surga, maka seorang mukmin tak perlu cemburu terhadap hingar bingarnya orang-orang yang tidak beriman di dunia ini, sebab dunia ini adalah surga mereka.

Orang mukmin sadar akan kehidupan abadi yang menyenangkan selamanya. Khalifah Umar bin Abdul Aziz berkata,”Sesungguhnya kalian diciptakan untuk keabadian, hanya saja kalian berpindah dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Allah berfirman, “Ketika engkau (Muhammad) melihat surga, engkau saksikan di sana kenikmatan dan kerajaan yang besar. “Yaa Allah jadikanlah akhirat sebagai kepentingan utamaku dan jangan Engkau jadikan dunia ini sebagai batas pengetahuanku" (Do’a Nabi Muhammad Saw).

Surga itu tempat yang suci, Rasulullah bersabda : “Surga itu suci, tidak bisa masuk ke dalamnya, kecuali orang yang suci." Tapi bagaimana seseorang bisa terjaga kesuciannya selain para nabi yang terpilih menjadi orang-orang yang suci? Adakah hanya mereka yang bisa masuk surga? Allah mensucikan hamba-hamba-Nya dengan berbagai cara, mungkin dengan azab di alam barzakh atau yaumil akhir, mungkin dengan ujian (Ibtila’) di dunia atau dengan taubat hamba-Nya dengan taubat nasuha atau dengan ampunan Allah yang diberikan kepada hamba pasca kematiannya dengan do’a dan hadiah pahala dari yang hidup, ini semua adalah rahmat Allah bagi hamba-hamba-Nya, atau ketika seseorang di yaumil akhir ditimbang amalnya ternyata amal baiknya jauh lebih berat dari amal buruknya dia mendapat ampunan dan disucikan oleh Allah dengan Rahmat-Nya, juga dengan syafa’at-syafa’at terlebih syafa’at kubronya Rasulullah Saw seorang diampuni, yang pasti orang masuk surga dalam keadaan suci dari dosa dan suci lahir batinnya, banyak lagi sababiah dan cara untuk membuat seorang hamba menjadi suci, hanyalah Allah yang mensucikan.

Adapun mengenai derajat manusia di hadapan Allah tentulah tidak sama. Setiap yang masuk surga pasti dia itu suci, akan tetapi mereka tidak sama tempat kedudukannya di surga, mereka berjenis-jenis dan bertingkat-tingkat sesuai dengan derajat mereka masing-masing.

Orang mukmin menjadikan dunia ini sebagai tempat investasi akhirat dengan mempelajari apa saja yang bisa dipetik hasilnya di akhirat nanti, mengharuskan seseorang belajar ilmu akhirat. Allah berfirman, “Barangsiapa BUTA (tidak mengenal ilmu agama/akhirat) maka orang itu di akhirat nanti lebih buta dan lebih sesat jalannya” (Al-Isra 72). Dan “Barangsiapa berpaling dari peringatanku, maka dia dalam kehidupan yang gersang dan Aku kumpulkan dia di hari kiamat nanti dalam keadaan buta, dia berkata, Tuhanku mengapa Engkau kumpulkan aku dalam keadaan buta, pedahal dulu aku melihat” (Thoha 124-125).

Betapa luas Allah membuka pintu ilmu dan menghampar Hikmah, madrasah, majelis ta’lim, pesantren, masjid & musholla, majlis zikir yang dipimpin para ulama’ yang berada di depan mata kita, juga berbagai media cetak maupun layar kaca bahkan pintu pahala terbuka di mana saja dan kapan saja. Juga Allah SWT selalu membuka pintu terbuka, maghfiroh, Rahmat, dan Ridlo-Nya bagi kita yang sudah mati dengan do’a dan hadiah pahala dari yang hidup, amal jariah, dan ilmu yang bermanfaat, jika kita tutup kesempatan itu maka kerugian yang kita dapatkan. Jangan kau pandang sempit rahmat-Nya Yang Maha Luas tiada batas.

Syaidina Salman Al-Farisi berkata, “Umur itu pendek sedang ilmu itu banyak, ambillah ilmu yang berguna untuk agamamu.” Tak lama lagi kita semua akan selesai dari kehidupan dunia ini dan berpindah ke alam lain dan di sana kita akan mempertanggungjawabkan amal kita dan ruhani kita. Segeralah kita masuk ke dalam karunia Allah pintu-pintu kebaikan yang pasti membawa keberuntungan bagi kita serta Barokah untuk keluarga yang akan kita tinggalkan.

Barokallahu li wa lakum

 

Sumber : (Orang Baik-baik dari Kota Hujan)

                                                                                                   

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply