Imam Al-Qurthubi Pernah Berjumpa dengan Nabi SAW

Sarkub Share:
Share

habib munzirKetika Habib Mundzir mengatakan bahwa beliau tadi malam mimpi bertemu Rasulullah shallahu ‘alaihiwa sallam dan Nabi berkata kepada beliau “Jangan engkau katakan kepada tamu-tamuku itu ucapan-ucapan yang menyakiti perasaan mereka. Katakan ucapan yang lembut. Jangan engkau katakan sambil marah-marah didepan orang-orang yang hadir maulid, karena itu tamu-tamuku ! katakanlah pada mereka bahwa Muhammad mencintai mereka ! katakan Muhammad rindu pada mereka! katakan Muhammad menyayangi mereka !itu ucapan yang patut kau ucapkan di Maulid NabiMuhammad !"


Beliau mengucapkan itu di kediaman Habib Taufiq bin Abdul Qadir as-Seggaf Pasuruan, kira-kira di tahun 2000/2001, saat itu saya masih nyantri di sana dan kebetulan saya mendengar langsung ucapan beliau karena saya duduk tepat di hadapan beliau. Hati saya ketika itu merasakan kebahagian yang sangat luar biasa mendapat kabar gembira dari Nabi melalui mimpi habib Mundzir al-Musawa.

 

Oleh sebagian kaum sufahaa (lemah akalnya/wahhabi-salafi) cerita ini dianggapnya khurafat dan dusta. Saya tak akan berpanjang lebar untuk menjelaskannya secara ilmiyyah berdasarkan al-Quran dan Hadits, namun saya langsung akan menampilkan bukti dari imam besar ahli tafsir, yang shaleh, zuhud dan wira’i, yang menjadi rujukan para ulama besar Ahlus sunnah, yaitu imam al-Qurthubi (578-656 H). Beliau dalam salah satu kitabnya BERSUMPAH pernah berjumpa kepada Nabi shallahu‘alaihi wa sallam secara sadar (bukan tidur) yang sebelumnya beliau mimpi terlebih dahulu. Berikut redaksinya dari kitab al-Mufhim karya beliau :

 


 

“ Sungguh hal ini (mimpi lalu menjadi kenyataan) SERING terjadi padaku beberapa kali, di antaranya : Ketika aku sampai ke Tunis, bermaksud untuk berangkat haji, aku mendengar kabar buruk tentang negeri Mesir dari musuhnya yang telah menguasai Dimyath. Maka aku rencanakan untuk menetap sementara di Tunis hingga sampai selesai dari urusan musuh. Kemudian aku bermimpi berada di masjid Nabi dan aku duduk di sisi Mimbarnya. Dan beberapa orang memberi salam kepada Nabi shallahu ‘alaihiwa sallam. Tiba-tiba seseorang mendatangiku dan menegorku “ Berdirilah dan ucapkan salam kepada Nabi “. Maka buru-buru aku ucapkan salam kepada Nabi dan aku terbangun dari tidurku dan lisanku masih mengucapkan salam kepada Nabi. Maka Allah memberikan kemudahan kepadaku dan hilanglah rasa takutku terhadap musuh di luar sana. Kemudian aku bersafar (pergi) hingga sampai di Iskandariyyah dengan perjalanan selama kurang lebih 30 hari dalam keadaan selamat. Dan aku mendapati Iskandariyyah dan kota-kota Mesir dalam keadaan mencekam, susah dan banyak musibah. Aku menetap di sana sepuluh hari dan Allah telah memecahkan pasukan musuh dan menetapkan kota aku temapti dengan tanpa gangguan sedikit pun dari musuh dengan kelembutan Allah yang Maha Pengasih dari Dzat yang Maha Pengasih. Kemudian Allah menyempurnakan kebaikan-Nya kepadaku dengan mentaqdirkanku sampai ke makam Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam dan masjidnya setelah melakukan haji, DAN SUNGGUH DEMI ALLAH, AKU MELIHAT NABI DALAM KEADAAN SADAR PERSIS KEADANNYA SEBAGAIMANA AKU MELIHATNYA DALAM MIMPIKU TANPA ADA TAMBAHAN DAN PENGURANGAN SEDIKIT PUN “.

 

 (AL-Mufhim lima asykala min talkhish kitabMuslim, juz 5 hal. 24-25, cetakan Dar Ibn Katisr dan Dar al-Kalim ath-Thayyib,Beirut)

 

 

Sungguh benar sabdaNabi shallahu ‘alaihi wa sallam :

 

من رآني في المنام فسيراني في اليقظة ولا يتمثل الشيطان بي
 

” Barangsiapa melihatku dalam mimpi, maka dia akan melihatku di waktu terjaga, dan syaithan tak bisa menyerupaiku ” (HR. Bukhari no: 6993)

 

Masihkah kaum Sufahaa ul Ahlaam (wahhabi-salafi) memungkiri kisah di atas dan mengatakan imam Qurthubi telah berdusta ??? sungguh mereka tidak menyadari telah mendustakan hadits Nabi shallahu 'alaihi wa sallam tersebut, naudzu billahi min dzaalik…

 

 

Ibnu Abdillah Al-Katibiy

Kota Santri, 13-05-2013

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

47 Responses

  1. A'an14/05/2013 at 21:48Reply

    mau ketemu malikatpun wahabi cingkrang gk akan pernah percaya…..

  2. santri NU16/05/2013 at 17:29Reply

    من رآني في المنام فسيراني في اليقظة ولا يتمثل الشيطان بي

    ” Barangsiapa melihatku dalam mimpi, maka dia akan melihatku di waktu terjaga, dan syaithan tak bisa menyerupaiku ” (HR. Bukhari no: 6993)

    Wallahi memang benar SYETAN tidak bisa menyerupai Nabi kita Muhammad SAW.
    Tapi Syetan BISA SAJA MENGAKU-NGAKU bahwa ia Nabi walaupun wujudnya berbeda dengan Nabi Kita dengan maksud menipu orang yg jahil.

    Maka itu dahulu ada sahabat jika ada orang yg mengaku bermimpi dengan Nabi SAW maka sahabat tanya ciri-ciri Nabi yg dilihat dalam mimpi orang yg mengaku td untuk memastikan apakah benar orang itu berjumpa Nabi.

    Maka, Jikalau semua yg mengaku bermimpi berjumpa Nabi langsung kita benarkan apalagi langsung dijadikan hujjah dalam menambah2 syari’at Islam maka perlu kita kritisi pemikiran seperti itu.

    • Abu Nawfal17/05/2013 at 14:19Reply

      Betul Mas @santri NU, syaithon memang bisa mengaku-ngaku bahwa dia Nabi saw. Habib Mundzir kan tidak pernah bertemu dengan Nabi Muhammad saw, jadi mana bisa dia menyimpulkan kalau yang dilihatnya itu memang Nabi saw, apalagi dalam rangka Nabi menyetujui diadakannya Maulid.

      Itu syailthon Bib…. kamu ketipu… baca lagi haditsnya,

      ” Barangsiapa melihatku dalam mimpi, maka dia akan melihatku di waktu terjaga, dan syaithan tak bisa menyerupaiku ” (HR. Bukhari no: 6993)

      Setan jelas tidak akan bisa menyerupai Nabi Muhammad saw, dan itu berarti setan bisa menyerupai orang lain dengan wajah Arab berjenggot, bicara bahasa Arab, dan setan itu mengaku kalau dia adalah Nabi saw. Setan tahu kalau yang ditemuinya adalah orang yang belum pernah bertemu dengan Nabi saw, maka dia ngaku-ngaku aja.

      Yang aku maksudkan disini adalah mengenai Habib Munzir lho bukan yang berkaitan dengan Imam Al-Qurthubi, kalau berkaitan dengan mimpi Imam Al-Qurthubi, wallahu a’lam. Karena dalam mimpi Imam Al-Qurthubi, tidak ada penambahan syariat baru dalam hal ibadah.

    • Abdullah22/07/2016 at 08:59Reply

      Kalau iblis/setan bisa mengucap bahwa dirinya adalah Rasululloh sesuka hati, Maka rusaklah agam Islam sejak dahulu. Karena setan bisa berpura-pura menjadi Rasuliullah palsu dan mempengaruhi seluruh umat manusia untuk menjadi pengikutnya.

      Para ulama menjelaskan bahwa cara seseorang untuk membuktikan sosok yang hadir dalam mimpi itu adalah Rasulullah, bisa dengan 3 hal berikut ini.

      1. Orang yang terlihat di dalam mimpi mengaku bahwa ia adalah Nabi Muhammad SAW. Misalnya ia berkata, “Aku adalah Rasulullah,” atau “ Akulah Muhammad bin Abdullah,” atau “Akulah Nabimu,” atau kata-kata lain yang sejenis. iblis tidak akan bisa melakukan hal ini.

      2. Orang yang bermimpi mengetahui dan meyakini bahwa seseorang yang ia lihat di dalam mimpinya adalah Nabi Muhammad SAW tanpa ada seseorang yang memberi tahu kepadanya.

      3. Ada orang lain yang bekata di dalam mimpinya, “Orang yang kamu lihat itu adalah Nabi SAW atau “orang yang bicara denganmu itu adalah Nabi SAW,”atau “Orang yang akan kamu lihat, atau yang akan kamu ajak bicara, atau yang akan menemuimu atau yang akan kamu temui adalah Rasulullah SAW”. Hal ini baik si pemimpi melihat orang yang berkata akan hal itu maupun hanya mendengar suaranya.

  3. santri NU18/05/2013 at 19:37Reply

    @A’an yg aneh bin ajaib.

    Mungkin jangan-jangan mas A’an ketika si Lia Eden mengaku bertemu malaikat mas A’an yg aneh ini langsung beriman sepenuhnya!
    Astagfirullah !!

    • A'an18/05/2013 at 19:59Reply

      @santri nu palsu

      He..he….ente bener2 klihatan nggak pernah belajar ilmu mantiq & balaghoh…

      atau karna kedua ilmu itu ente anggap bid’ah, trs ente nggak belajar gittu!!!

  4. mang acan18/05/2013 at 21:47Reply

    ikhwal mimpi,dahulu waktu masih krja skitar 2005,saya pernah bermimpi keadaan seperti kiamat suasana yan.g riuh,tidak ada tanah ataupun langit,pemandangan yang sy lihat seperti suasana sore mau hujan gelap namun sedikiit terang,yang terlihat seperti debu debu berterbangan.. disuasana yang riuh itu saya melihat sosok berjubah hitam dengan surban hitam dikepala tanpa bisa jelas melihat wajahnya,beliau terbang sambil berdiri megang tongkat..dan terdengar teriakan entah dari arah mana “Allahumma shali’alla sayyidinna muhammad!”…
    kira2 apa makna mimpi sy itu ya? smpai saat ini klw teringat mimpi itu sy suka merasa takut,sedih,dan rindu ingin berjumpa sayyidinna Muhammad SAW…

  5. santri NU19/05/2013 at 00:58Reply

    @A’an yg sok keren
    An, Ente udah kayak Jauhar Maknun udah khatam & hafal aja.

  6. ali shahab22/05/2013 at 10:41Reply

    pertanyaan ane buat mas “santri NU” sma mas abu naufal…
    Tpi bagaimana jika yang dilihat Habib Mundzir itu memang benar rasulullah SAW???berarti anda secara tidak langsung telah menghina Rasulullah SAW dengan mengatakan bahwa yang dilihat Habib Mundzir adalah Syetan yang mengaku Rasulullah..
    ASTAGHFIRULLAH…
    taubat mas….

    • Abu Nawfal23/05/2013 at 01:42Reply

      Saya tidak pernah bermaksud menghina Rasulullah SAW (masya Allah). Mas @Ali shahab kan mengatakan “jika memang benar”. “jika” adalah seandainya, dan hal itu belum tentu benar. Dan hal itu tidak bisa dijadikan dasar untuk melakukan amalan. bagaimana jadinya kalau banyak orang yang mimpi bertemu Rasulullah dengan membawa perintah amalan yang bermacam2?

  7. ali shahab23/05/2013 at 16:11Reply

    Tpi Rasulullah sendiri kan sudah bersabda “Barangsiapa melihatku dalam mimpi, maka dia akan melihatku di waktu terjaga, dan syaithan tak bisa menyerupaiku ” (HR. Bukhari no: 6993)
    ya jadi bila kita memang bermimpi bertemu dengan seseorang yang mengaku Rasulullah ya kita wajib meyakininya bahwa itu memang rasulullah bukannya malah berburuk sangka dengan mengatakan bahwa mungkin orang yang kita temui tadi adalah syeitan yang mengaku rasulullah….

  8. Anank23/05/2013 at 19:18Reply

    Saya rasa sudah sangat jelas haditsnya, bagi yg ga percaya ada 2 kemungkinan

    1. Ga percaya sama Rosul
    2. Ga percaya sama Yang mimpiin Nabi..

    Kalau karena no. 1 -na’udzu billah- murtad dong
    Kalau karena no. 2 ,, ya memang dari dulu sudah begitu, apa saja kalau sudah ga percaya sejujur apapun yg beliau katakan tetap aja ga percaya, pembuktiannya cuma di akhirat,

  9. Abdillah24/05/2013 at 08:31Reply

    Bang @ali dan Bang @anak
    Coba baca komentar @santri NU dan @Abu Nawfal perlahan-lahan kalo perlu diulang-ulang, jangan terbawa emosi, baca dengan tenang dan perlahan

    contoh:
    Saya belum pernah melihat hewan Panda, kemudian saya bermimpi dan saya ceritakan kepada setiap orang.
    nah, apakah orang-orang yang saya ceritakan tetang mimpi tersebut dapat percaya 100% ?
    mungkin orang tersebut akan bertanya tentang ciri-ciri panda yang ada pada mimpi saya, kemudian dicocokkan dengan ciri-ciri yang ada pada buku-buku tentang hewan panda.

    Hendaknya kita jangan mengikuti hawa nafsu dan menolak kebenaran, walau kebenaran itu terasa pahit dan menyakitkan

  10. masay24/05/2013 at 08:32Reply

    assalamu’alaikum,

    mau benar atau tidaknya mimpi itu kita ambil positifnya…
    se engga nya kita tahu kalau rosululloh saw, sangat mencintai kita , merindukan kita.
    dan bisa menjadi pemacu ibadah kita agar hidup lebih baik lagi 🙂

  11. ali shahab24/05/2013 at 11:08Reply

    @bang abdillah tpi mas abu nawfal dalam komennya bilang
    “Itu syailthon Bib…. kamu ketipu… baca lagi haditsnya.”
    Seakan-akan dia sangat yakin kalau yang di temui Habib Mundzir dalam mimpinya adalah syaithon yang mengaku sbg rasulullah SAW.
    Astaghfirullah….

    • Abu Nawfal25/05/2013 at 18:21Reply

      Mohon maaf kepada semua orang. Mohon maaf saya juga kepada Habib Mundzir atas komen saya : “Itu syailthon Bib…. kamu ketipu… baca lagi haditsnya.”

      Komen saya itu adalah kesalahan terbesar saya, karena saya sudah begitu yakin kalau yang menemui Habib itu adalah syaithon. Dengan ini komen itu saya tarik dan saya akui kalau itu adalah kesalahan saya.

      Semuanya hanya Allah Ta’ala yang tahu.

      • Cok03/06/2013 at 05:08Reply

        Pantes sekali lah imam Qurthubi dan Habib Mundzir mimpi ketemu dengan Rasulullah s.a.w dikarenakan ketinggian ilmu dan ahlaknya yang baik..

        Sudah jelas syaithan tidak bisa menyerupai Nabi SAW dan tidak akan bisa mengaku2 Nabi SAW.

        Memang benar hanya Allah yang tahu..tapi Nabi telah memberitahu umatnya lewat hadist yang dicatat dan dipahami para ulama bahwa barang siapa yang mimpi bertemu dengan beliau SAW maka itu artinya benar2 bertemu..apalagi orang yang bermimpi itu ulama, bukan seorang pecaci, tukang fitnah dan bukan pendusta. Hal ini yang patut di renungkan..

        Atas permintaan maaf abu Nawfal saya sampaikan apresiasi yang dalam…salut, dan semoga Allah menunjukan jalan kebenaran yang hakiki pada anda melalui paham ahlusunnah wal jamaah pahamnya para ulama dari jaman dulu.

      • Cok03/06/2013 at 05:09Reply

        Pantes sekali lah imam Qurthubi dan Habib Mundzir mimpi ketemu dengan Rasulullah s.a.w dikarenakan ketinggian ilmu dan ahlaknya yang baik..

        Sudah jelas syaithan tidak bisa menyerupai Nabi SAW dan tidak akan bisa mengaku2 Nabi SAW.

        Memang benar hanya Allah yang tahu..tapi Nabi telah memberitahu umatnya lewat hadist yang dicatat dan dipahami para ulama bahwa barang siapa yang mimpi bertemu dengan beliau SAW maka itu artinya benar2 bertemu..apalagi orang yang bermimpi itu ulama, bukan seorang pencaci, tukang fitnah dan bukan pendusta. Hal ini yang patut di renungkan..

        Atas permintaan maaf abu Nawfal saya sampaikan apresiasi yang dalam…salut, dan semoga Allah menunjukan jalan kebenaran yang hakiki pada anda melalui paham ahlusunnah wal jamaah pahamnya para ulama dari jaman dulu.

  12. msh santri03/06/2013 at 17:44Reply

    @Fans berat Pak Munzir
    Dulu SHAHABAT NABI kita (ingat ini Shahabat Loh !) jika ada orang yg mengaku mimpi bertemu Nabi SAW maka ia tanyakan ciri2 yg dilihat dalam mimpi orang yg mengaku tadi.

    Artinya apa ?? artinya apa?? buat apa ditanya ciri2?? kenapa SHAHABAT NABI SAW tidak langsung percaya saja seperti fans2nya pak munzir ?? Kenapa ??

    Islam telah sempurna, maka itu TIDAK BISA MIMPI Kyai, Ustd. atau apapun yg mengaku orang shalih dijadikan DASAR dalam Menambah-nambah Syari’at Islam !!
    Sumber hukum Islam itu 4 : Al-Qur’an, Sunnah, Ijma & Qiyas.
    Adapun mimpi maka ia tidak termasuk ! camkan itu !!

    • cok06/06/2013 at 00:58Reply

      Terus kalo begitu Muslim zaman sekarang apa tidak berhak bermimpi ketemu nabi=ketemu nabi?
      Hanya terbatas ada tidaknya shahabat yang mengetahui ciri2 nabi untuk mengeceknya?

      ” Barangsiapa melihatku dalam mimpi, maka dia akan melihatku di waktu terjaga, dan syaithan tak bisa menyerupaiku ” (HR. Bukhari no: 6993)

      Ini adalah landasan hukum yang akan berlaku terus sampai hari kiamat…tidak akan ada syetan yang mampu mengaku2 nabi Muhammad…itu Nabi sendiri yang bilang..terserah kalau ente enggak percaya…

    • nubie06/06/2013 at 09:47Reply

      @msh santri

      Coba anda berkunjung ke www.majelisrasulullah.org dan baca artikel2nya bila perlu
      download juga file2 yg ada di multimedia… :). Trs tanyakan pada dri anda, apa Tuan Habib Mundzir (semoga Allah merahmati beliau) ga tau cri2 fisiky Sayyidina Muhammad SAW… ?, pdhl beliau seorang panutan yg jamaahnya udah beribu2, dan tersebar dibyk kota… Dan beliau mempunyai gru seorang ulama dari Yaman yaitu Al Musnid Al Habib Umar bin Hafizh (semoga Allah merahmati beliau).

      Kalu mnrut saya sgt tidak mgkin bla panutan seprti beliau tdk tau hadits ttg cri2 fisik Sayyidina Muhammad SAW… 🙂

  13. Cool man08/06/2013 at 16:06Reply

    Yang biasanya bisa bertemu dengan Rasulullah SAW itu adalah org2 Alim yg hatinya itu sangat rindu kepada Rasulullah SAW, kalo sudah rindu kepada Beliau tentu dan pasti akan meniru akhlaq Beliau…itu sdh pasti donk.
    Kebanyakan kita2 ini cuma sekedar ngucapin Cinta dan Rindu hanya di mulut saja tapi tingkah laku sangat berbeda dan jauuuuuuuuhhhh dari Rasulullah SAW.

    Nah sekarang yg saya tau Hb Munzir itu adalah seorang ‘Alim Hamba Allah yg begitu sangat mencintai Rasulullah SAW.
    Jadi wajar kalo Rasulullah SAW datang melalui mimpinya Hb Munzir.
    Ingat….Rasulullah SAW itu akan menyambangi ummatnya yang Sholeh yang betul2 cinta dan rindu kepada Beliau dan sudah barang tentu orang sholeh tsb adalah orang yg empunyai akhlaq seperti baginda Nabi Muhammad SAW.

  14. cinta sunnah08/06/2013 at 17:06Reply

    tumben aswaja pada pembahasan kali ini begitu percaya dan yakin sekali dengan hadits yg diriwayatkan imam bukhari. sampai berulang kali mereka cantumkan disetiap komentar. (tp bkn berarti saya gk prcaya hadits ini lho, semua hadits yg diriwayatkan imam bukhari saya percaya dan yakin shohih). tapi kenapa ya ketika hadits yg diriwayatkan oleh imam bukhari sprti haramnya alat musik, semua bid’ah sesat, mereka gk percaya dan yakin ??? hayoo aswaja, tnya pd diri masing2 aja ya. hehe..

    • andika09/06/2013 at 22:31Reply

      dasar sok tau ente…..Baca lagi Hadits Imam Bukhari tentang Rasulullah yang mendengar musik…..dan mengenai Bid’ah pelajari pendapat para tabiin bukannya albani….

    • cok10/06/2013 at 03:14Reply

      @mas cinta
      memangnya anda pikir Imam Bukhari itu wahabi? jauh sebelum wahabi lahir Imam Bukhari adalah pribadi yang hanif Imamnya Aswaja sampai kiamat..yang datang belakangan aja (wahabi) yang ngaku2

      Oh iya terkait perkara hadist aswaja tentu menerima keshahihan hadist imam bukhari, tetapi jg ditimbang dengan hadist shohih2 yang lain agar tidak kontradiksi..misalnya di hadist shohih A Rasul melarang alat musik, di hadist lain menyuruh abu bakar membiarkar budak memainkan alat musik..lha kalo dipukul rata semuanya haram ya kontradiktif..masuk pada kategori mengimani sebagian hadist dan menolak sebagian lain..jadi sebelum keluar hukum wajib, sunnat, mubah, makruh dan haram prosesnya panjang dan hati hati, makanya dilakukan oleh para ulama..bukan anak kemarin sore berdasarkan kitab terjemahan.

      Seingat saya imam besar wahabi..al Albani mengatakan bahwa ucapan imam Bukhari dalam menafsirkan “Wajah” sebagai kekuasaan Allah dinilai sebagai ucapan yang tidak seharusnya keluar dari seorang muslim (karena dikategorikan takwil yang haram).. nah apakah pantas jika penulis kitab hadist berkata2 dengan ucapan yang tidak layak keluar dari seorang muslim (kufur) kitab hadistnya kalian bangga2kan.. bahkan diklaim sebagai bagian dari salafi yang lain tidak boleh mengklaim… pemikiran yang kontradiktif kan? silahkan pembaca yang masih punya hati dan nalar yang menilai.

      Satu lagi..jika pendapat Bukhari dan Albani bertentangan..mas cinta ikut siapa?
      Jangan bilang jika Albani salah dia dapat pahala lho ya..belom masuk kriteria mujtahid lho beliau itu.

  15. Cool man08/06/2013 at 17:23Reply

    @cinta sunnah :

    hehehe…semua bid’ah sesat?? ah yang bener ?? 🙂
    jangan terlalu banyak omong kalo nggak nguasai ilmu atau hanya sekedar ikut2an nanti malu kalo di skak orang 🙂

  16. cinta sunnah11/06/2013 at 16:42Reply

    @mas cok
    emg saya ada mngatkan imam bukhari wahabi? cap “wahabi” itu kan cm keluar dari mulut org2 yg mmg tdk suka dgn dakwah yg sesuai sunnah Rosul dan pemahaman para sahabat.
    terkait musik ada hadits shohih yang lain, apakah anda berani mngatkan klw ucapan Rosulullah saling berlawanan?
    lihat isi dari hadits ttg sahabat abu bakar, Rosul menegur abu bakar saat kapan? yang memainkan musik itu siapa dan kpn? jelas sekali dlm hadits tsb yg memainkan rebana adlh anak2 perempuan yg msh kecil dan pd saat hari raya. dan liat pd saat skrg?
    okelah katakan klw alat musik itu tdk haram dgn dalil mngmbil dr hadits ttg abu bakar ini, itu artinya Rosul hanya mengijinkan memukul rebana (bkn alat musik yg lain). tapi bgmn dgn skrg apakah cm memukul rebana?? jwbnya pasti TIDAK. bhkan dlm majelis kalian pun sdh ditmbh dgn alat musik yg lain dan yg lbh mmprihatikan lg dipukulnya d dlm masjid. pantaskah?? dan jg para ust.kondang di TV yg kebanyakan dr mereka jg pernah mnjdi murid para kyai, mereka bersholawat dgn alat musik sprti gitar dll. so ??
    mas cok, terkait syaikh albani, yg perlu anda ketahui pertama klw beliau bknlah org yg maksum, hnya Rosulullah yg maksum.
    saya bukanlah sperti kebanykan org yg fanatik hnya terhadap 1 atau bbrp org ulama/kyai/ustadz. tp saya fanatik trhadap Allah dan RosulNya dan pemahaman para sahabat yg hati mereka bening krn berpaham sesuai Al-Qur’an dan sunnah.
    klw ad prkataan/perilaku syaikh albani yg tdk sesuai Al-Qur’an dan sunnah, tentu saya ikut Al-Qur’an dan sunnah. bgitupun dgn prktaan imam syafi’i yg mngatakan klw ad prkataan/perilaku beliau yg brtentangan dgn hadits Rosul yg shohih, maka beliau menyuruh meninggalkan prkataan/perilaku beliau dan ikut hadits tsb.
    mari mas cok dan yg lain beragama sesuai petunjuk dr Allah dan RosulNya. agama islam ini sdh SEMPURNA. 🙂

    • cok12/06/2013 at 00:47Reply

      @Mas Cinta
      Saya tidak mengatakan hadist nabi bertentangan, akan tetapi para ulama dalam memutuskan hukum berpedoman pada berbagai redaksi hadist, larangan itu adakalanya menunjukan hal yang kurang disukai dan menyuruh itu adakalanya adalah anjuran… rebana itu dibolehkan iya.. dibencinya musik itu jika sifatnya melalaikan.. nah sekarang adakah kaum wahabi yang memukul rebana? baca shalawat pelitnya bukan main apalagi syair dan rebana, al ittiraf abu nawas bahkan disebut sebagai doa orang linglung/bingung/plin plan..padahal itu adalah doa yang sangat rendah hati..

      Anda mengatakan anda fanatik dengan Allah dan Rasulnya..apa tolak ukur pemahaman anda sudah paling sesuai dengan Allah dan Rasulnya? tentu anda jawab Al Quran dan Sunnah, versi siapa? wahabi mengaku paling Qurani dan paling Nyunah, wahabi khawarij juga, syiah juga…. apakah otak anda cukup menjadi hakim bahwa yang paling sesuai Quran dan Hadist adalah wahabi/salafi yang lain adalah sesat?

      Cap wahabi itu kami sematkan untuk orang2 yang mengikuti pemahaman Muhammad bin Abdul wahab, bin baz, albani dkk secara membabibuta… Aswaja tidak pernah mencap sahabat, tabin dan ulama salaf sebagai wahabi, padahal mereka dakwahnya paling sesuai dengan dakwah Rasul dibanding ibnu abdul wahab….

      Sebaliknya ustadz wahabi menghina sahabat Bilal bin Al Harist karena bertawasul/istighotsah pada makam nabi, menghina Imam Bukhari sebagai orang yang berkata2 dengan perkataan kufur karena mentakwil “Wajah”, menghina Imam Syafei karena beliau berpendapat adanya bid’ah hasanah dan kini anda disodorkan artikel tentang mimpi ketemu Nabi, anda meledek dengan mengatakan tumben awaja menyebut hadist Imam Bukhari berulang2.. sebenernya apa sih yang anda inginkan? Anda tidak perlu meledek orang lain yang bermimpi ketemu Nabi Muhammad hanya karena kebetulan beliau berbeda madzhab dengan anda.. coba anda renungkan adakah ulama wahabi yang mendapat kehormatan bertemu dengan Rasul dalam mimpi? kalau ada satu saja pasti sudah ramai ulama wahabi itu berkoar-koar dalam kitabnya..sayangnya tidak ada satu pun… kalau sudah demikian hadist tinggalah hadist, kosong tanpa implementasi.

  17. Abu Nawfal11/06/2013 at 23:57Reply

    Bisakah diberi contoh tentang bid’ah dholalah?

    Karena yang aku dengar selama ini hanyalah bid’ah hasanah.

    • cok12/06/2013 at 00:54Reply

      Bidah dholalah itu adalah:

      – Meyakini Allah mempunyai anggota badan seperti mahluk secara harfiah..
      – Mengharamkan tawasul, tabaruk dan istighotsah dengan Nabi SAW dan para Ulama/wali.
      – Menghancurkan peninggalan Islam berupa rumah Kangjeng Nabi dan menjadikannya sebagai WC umum.
      – Menuduh orang muslim yang ziarah kubur dan tawasul maulidan dan tahlilan sebagai musyrik..
      – Memperlebar jalur sai diluar batas yang ditetapkan Rasul..

      Belum cukup abu Nawfal?
      Itulah perkara baru dalam agama yang tercela.

      • abu sawah (salafi wahabi)10/07/2013 at 16:46Reply

        Maling teriak Malingggg eh….Bidah teriak Bidahhhh……..

  18. cinta sunnah12/06/2013 at 15:50Reply

    @mas cok
    santai mas, brpikir yg jernih. jgn emosi dulu (kebiasaan).hehe..
    gmn dgn alat musik yg lain yg kalian tmbahkan dlm majelis kalian dan dimainkan di dlm masjid? blm anda komentari tuh..sekalian ust.kondangnya
    musik itu bkn cm perkara melalaikannya, tp ada yg lbh besar perkaranya, yaitu diharamkan Rosul. baca lg deh hadits yg di riwayatkan imam bukhari. intinya Rosul mngatkan akan ada diakhir zaman yg mengHALALkan zina, sutera, alat2 musik. bknkah itu brarti awalnya HARAAM
    mana ada ulama yg kalian cap wahabi memukul rebana, lha itu jelas haram kok. halo mas, drmn anda tau kalau org2 yg kalian cap wahabi pelit sholawat? apakah tolak ukur sholawat itu harus diketahui org (diperdengarkan lwt mic dll), trus disuatu tempat tertentu, harus rame2 mengucapkannya ?? ajaran siapa itu?
    masalah fanatik, fanatik sajalah kpd Allah dan Rosulullah. jgn sama kyai (semua yg di blg kyai diikutin). setiap perkara itu dikembalikan kpd Qur’an dan hadits, ada tuntunan/petunjuk yg shohih gk?
    tunjukkan prkataan/perbuatan dr kitabnya muhammad bin abdul wahab langsung yg tdk sesuai sunnah Rosul. jgn cm baca artikel dan denger ucapan kyai anda, krn tulisan dan ucapan bisa diplesetkan. hehe…(paling liat kitabnya aj gk prnah, apalg baca). dan skli lg saya blg, cm Rosulullah yg maksum.
    tuh anda mngatakan para sahabat, tabiin, paling sesuai dgn dakwah Rosul, tp bgmn dgn aswaja, sesuai gk dgn para sahabat. cara dakwah, cara brpakaian, cara makan, dll??
    klwpun imam syafi’i prnh mngatakan ada bid’ah hasanah, tp apakah sebelumya beliau prnah mmpraktekkan sprti yg bid’ah2 yg kalian lakukan skrg? klw Rosul mngatkan setiap bid’ah itu sesat dan imam syafi’i mngatakan ada bid’ah hasanah, anda ikut siapa? mas, kesekian kalinya saya katakan, imam syafi’i jg manusia biasa yg tdk terlepas dr salah dan lupa.
    klwpun ad ulama yg kalian cap wahabi bermimpi brtemu Rosulullah, mereka gk akan berkoar-koar. krn mereka gk prnah ketemu Rosul. jd gk tau gmn ciri2 Rosul. coba tnyain habib mundzir kalian, ciri2 Rosulullah itu sprti apa yg dia liat dlm mimpi?? org2 jg pd tau klw para sahabt yg tau ciri2 Rosulullah scra spesifik, krn mereka lgsg melihat Rosul.

  19. cinta sunnah12/06/2013 at 15:56Reply

    sudah ya, saya akhiri disini aja komentarnya .afwan klw ada salah
    cm saya mau menasehatkan untuk saya pribadi dan semua saudara2 muslim. mari kita kembalikan setiap perkara itu kpd al-qur’an dan hadits yg shohih, dan berpaham seperti pemahaman para sahabat yg lngsng mndapat didikan dari Rosulullah. smg Allah selalu memberi kita petunjuk yg lurus diatas agama ini. aamiin..

    • cok13/06/2013 at 14:50Reply

      Sekali lagi apa tolak ukur pemahaman anda sudah sesuai dengan pemahaman sahabat?

      Perkara musik ulama berbeda pendapat dalam menyikapi dalil karena ada dalil yang seolah2 melarang ada dalil yang membolehkan
      Oh iya silahkan ulama wahabi mengharamkan rebana tapi tidak usah menyalahkan yang membolehkan karena ada dalil2nya.. nabi pun membiarkan pukulan rebana beberapa hamba sahaya.. jadi mau ikut ulama wahabi atau ikut Rasulullah? terserah ente. Imam Qurtubi pun termasuk yang melarang musik, tapi beliau menghormati Imam Malik yang membolehkannya.. enggak seperti ente yang usil, silahkan baca.

      http://seni.musikdebu.com/

      di link diatas dijelaskan dalil tentang musik baik yang pro dan kontra termasuk juga alat musik berdawai..

      Anda mengatakan seluruh bidah adalah sesat dan mengkotradiksikan pendapat imam syafei dengan hadist rasul tanpa ilmu yang memadai.. ketahuilah kata kullu itu kadang tidak berarti seluruh..

      “kullu syai’in halikun illa wajhahu”

      ” segala sesuatu akan hancur kecuali Wajah nya”…
      disini kata kullu itu tidak berarti seluruhnya.. surga neraka dan penghuninya tidak hancur pada saat hari kiamat silahkan cari pendapat ahlusunnah tentang keabadian surga dan neraka setelah diciptakan. Meyakini bahwa surga dan neraka hancur itu bukan akidah ahlusunnah.. ini suatu bukti dan masih banyak bukti lain di situs ini tentang “kullu” sudah dibahas..silahkan cari…

      Diskusi kita sebenarnya sudah melebar dari topik yaitu mimpi bertemu rasul.. jadi gimana nih mas cinta? sampeyan apa enggak kepengen mimpi bertemu rasul? kalo kami terus terang pengen.. okelah kita saling mendoakan saja..

  20. qbn-sfs26/06/2013 at 14:04Reply

    @mas Cok

    sampai berbusa mulut kita nerangin ini itu ame wahabong….tetep di gak akan percaya mas….
    Para pengikut Wahabong Ngibadahnye mo Enake Sendiri…

    Ibadah koq di Korting..emange dagangan di korting..wkwkwkwkw

    Ane Mo Maulid Keq..ane mo Tahlilan keq..ane mo ziarah kubur keq..ane mo tawasulan keq….itu semua buat kebutuhan Ane mas….yg penting Ente jangan ngusik2 Ibadah Ane..paham ente mas …..heheheheh. ngaku CInta Sunah perbuatannye gak sejalan ame kelakuannye.

    Sollu ‘alan nabi….

    • cok29/06/2013 at 23:16Reply

      mas qbn biarkan saja wahabi seenaknya sendiri..minimal argumen kita dibaca pembaca yang masih memiliki hati nurani..agar tidak terjebak kedalam kebekuan berfikir dan kekerasan hati nantinya berujung pada menistakan agama Islam yang kita cintai.

      Jika tidak ditanggapi biasanya makin menjadi-jadi komentarnya dah merasa menang sendiri.. dan jika ditanggapi dengan diskusi jadinya berkelit dengan dalih tidak mau debat.. diatas abu nawfal itu nanya(ngetes) contoh bidah dholalah karena dia pikir aswaja itu membolehkan/permisif atas semua bid’ah..dijawab dengan bid’ah bid’ah kaum salafi di saudi dan di dunia saat ini..

  21. Ali Imron29/06/2013 at 22:02Reply

    semua yang saudara perdebatkan cukup membuat bingung bagi para muallaf, mau ikut golongan mana? kok setelah masuk Islam malah jadi galau! mana yang benar? jawaban saya semua benar! tapi menurut pendapatnya masing-masing! lho kok gitu malah tambah membingungkan! tenang2 dulu sauadaraku para muallaf! saya yang islam dari lahir saja dulu menjelang dewasa juga mengalami galau! oke saran saya IKUTILAH GOLONGAN YANG INSYA ALLAH SELALU TERJAGA, KARENA GOLONGAN TERSEBUT SETIAP HARI DIDOAKAN OLEH UMAT MUSLIM SEDUNIA, meskipun ada juga golongan yang mencela tapi MEREKA SECARA SADAR JUGA MENDOAKANNYA! lalu siapakah GOLONGAN TERSEBUT! YAITU GOLONGAN WA ‘ALA ALI SAYYIDINA MUHAMMAD atau keluarga Nabi SAW sampai keturunannya di jaman sekarang! Carilah beliau-beliau tersebut dan ikuti ajarannya! INSYA ALLAH SELAMAT! AMIIN

  22. senyum03/07/2013 at 14:24Reply

    Ga perlu bingung saudara2 ku muallaf…..ingatlah janji Allah ‘azza wa jalla akan menjaga 2 kota suci (Makkah dan Madinah) hingga akhir jaman…..carilah ilmu dari kota yang terjaga oleh Allah ‘azza wa jalla

  23. Ramadlan Capri03/07/2013 at 16:42Reply

    kalau yang dilihat habib mundzir dianggap setan oleh wahabi dan ternyata yang dilihat habib benar benar Nabi Muhammad SAW maka berarti wahabi mengatakan Nabi itu SETAN dong?!
    benar benar kurang ajar tuh wahabi.
    wahabi banyak memanipulasi dan diantaranya memanipulasi penulisan Ramadlan:
    Asal Usul Penulisan Ramadlan Menjadi Ramadhan

  24. pernahjadipengikutwahabi14/07/2013 at 23:17Reply

    buat kalian para wahabi ini bukan mengejek bukan memfitnah dan bukan yang ga baiklah, Astagfirullahalazim, Allahhuma saliala Muhammad waalaali Muhammad, ane kasih tau sama kalian.
    1. Ane Pernah Mem Bid’ah kan Maulid Nabi
    2. Ane Pernah membid’ah kan Tawasul
    3. Ane Pernah Membid’ah kan tahlillan ( Pernah ane pesan sama anak bini ane kl ane mati jangan di tahlilkan itu Bid’ah ) kalian wahabi pernah ga mesen gitu???
    dan banyak lagi yang lainnya
    yang perlu anda garis bawahi saya dahulu adalah orang yang anti terhadap itu, bahkan kl berdebat org tanya sama saya kenapa anda pake mobil pake motor dan lainnya bukan kah itu bid’ah dengan sombongnya saya dahulu menjawab bahwa urusan dunia itu adalah urusan kamu yang di larang adalah mengada ada dalam urusan agama, itu artinya sama saya dahulu dengan anda bukan ?
    nah yang saya mau kasih tau kepada anda para wahabi :
    1. pernahkan anda membaca bahwa para nabi dan rasul itu walupun meninggal mereka bukan meninggal seperti kita ( cara sendiri hadist nya biar kalian tidak manja dan bisa mempelajarinya )
    2. nabi Muhammad SAW memang bisa memberi syafaat berhubungan dengan itu memang nabi Muhammad SAW tidak bisa diserupai oleh setan walaupun dengan hanya menyebutkan aku Muhammad SAW. ( Cari Sendiri biar banyak belajar dan tidak sempit pengetahuan karena dari rasa penasaran mencari kebenaran di situ lah hidayah akan datang, oke)

    jadi untuk kalian saudara ku yang menganut wahabi, ane tau semua tentang kalian,
    saran saya belajar belajar belajar ( baca baca baca ) terus bertanya, apakah kalian tidak percaya juga sama aliwiyin, kl gak lu mau percaya ma siapa coy, nabi kita ga ketemu, ulama kalian ga percaya, ulama cuma ulama kalian yang kalian percaya,
    kita dulu sama bro, sama membid’ah kan yang ga di contohkan ( ga dikerjakan nabi)
    terus apakah kita tidak percaya juga alias memandang para sahabat sesat

    jadi belajar dulu lah bro, oke

    Astagfirullahaladzim, SUBHANALLAH, WALHAMDULILLAH, WALA ILAHA ILLALLAH, ALLAHU AKBAR, Allahumma Salli Ala Muhammad Wa aali Muhammad

    Assalamualaikum Warahmatullah hi wabarakatuh

  25. pernahjadipengikutwahabi15/07/2013 at 04:38Reply

    kirim ke email aja mas

  26. pernahjadipengikutwahabi15/07/2013 at 04:41Reply

    waduhhh maaf mas kok bisa baru keliatan ya koment nya padahal dah berapa kali potar balik, ngeliatin dari tadi,

    hihihihi 😀

    Assalamualaikum

  27. Bagus Sajiwo22/07/2013 at 15:02Reply

    klo cuman mimpi mah aq jg sering mimpi ketemu rasullawah walaupun…cuman mimpi doank

  28. numpang17/09/2013 at 12:22Reply

    dengki amat sih sama habib munzir…
    halloo saudara2…
    kalo suatu saat antum mimpi jumpa rasul saw terus antum mau bilang, “ah paling syetan…” naudzubillah
    atau jangan2 ngiri ya?
    belom pernah mimpiin nabi saw????
    shollu ‘ala Nabi saw

  29. Hartati25/10/2013 at 22:08Reply

    Mohon pendapat saudara tentang ini karena sangat sesuai dengan topik :

  30. deni23/03/2016 at 21:42Reply

    Insyaalloh kalau yg bilangnya org shaleh seperti habib mundzir saya percaya 1000%, kita juga tdk boleh memaksakan org lain percaya akan mimpi habib mudzir, yg penting kita saling menghormati, perkataan dijaga jangan saling mencaci, habib mudzir salah satu ulama yg banyak yg mengikuti dan mencintai jadi jaga juga ucapan agar tdk ada yg tersinggung menyakiti baik dr pihak yg percaya mimpi habib ataupun yg tidak percaya…

Leave a Reply