Husnudzon Terhadap Ulama’

kalam-mutiara-al-habib-luthfi-bin-yahya
Sarkub Share:
Share

Salah satu sifat poro wali kekasih Allah adalah  laa khoufun ‘alaiim walaa hum yahzanuun..(tiada takut bagi mereka dan tidak pula bersedih), dunia ini dipermainkan saja, mereka berbuat sesuai kenyataan, nyatanya ada uang mereka bagikan kepada yang butuh, gak ada uang mereka bekerja apa saja atau menggadaikan apa saja untuk makan sehari~hari..Mereka menyamarkan tawakkalnya dengan bekerjaa/usaha, seperti yang dikatakan Syech Muhammad Bahaudin Naqsyabandi…Perilaku seorang ulama yang sudah tingkat ma’rifat biasanya sukar dimengerti orang. Padahal mereka berperilaku seperti itu untuk melindungi diri dan orang lain dari maksiyat.

Banyak ulama thariqah yang berpakaian mewah dan Bagus seakan sombong, namun ternyata mereka menghindari diri dari dosa suka sambat, minta-minta dan menuntut kepada orang lain. Ada juga yang berperilaku hidup mewah agar tidak dianggap orang zuhud, padahal aslinya zuhud. Ada pula ulama yang kesannya itu pelit, semua barangnya dikantongi, disimpan rapat. Namun sebenarnya beliau tidak mau hartanya menjadi fitnah hingga mengundang orang lain punya hati iri dengki hingga punya pikiran mencuri. Ada juga ulama yang menghinakan diri hingga orang tidak mengenalnya atau menghinanya. Malah ada pula ulama yang dihina karena suka merokok, suka misuh, mencuri dan lain-lain yang merupakan perbuatan yang dianggap tidak mencerminkan akhlaq ulama. Ternyata mereka menghindari pujian makhluk lain.

Ini semua merupakan tirakat atau usaha para ulama dalam membersihkan hatinya. Sedangkan sikap ulama tersebut juga merupakan ujian bagi orang lain. Melalui perilaku mereka, kita diajari untuk punya sikap hati-hati dan husnudhon kepada siapapun. Tapi ya namanya ujian, mbah, gak semua lulus, mungkin saya juga termasuk yang gak lulus.

Saya pernah punya pengalaman berinteraksi dengan salahsatu Waliyullah dari keturunan Sunan Kalijaga selama 13 tahun, tak jarang kami dibuatnya bingung dengan perilakunya yang Khoriqul ‘adah yang tidak bisa ditiru orang. Ketika masih sehatnya beliau tinggal di Jawa tengah bagian Timur dekat perbatasan Jawa Timur.

Pernah suatu saat beliau memanggil santri wanitanya dengan panggilan “Heh lonteeee keneeee” pada mulanya saya bingung dan sempat mbatin kok Kiyai bicaranya begitu, Alhamdulillah kami segera bertemu dengan santri kalong dari Jakarta yang mengatakan bahwa artinya Lonte itu (Lontang lantung golek pengerten yang artinya kesana kemari mencari ilmu = santri). Lalu ketika ada haul ayahnya di daerah Demak, salah satu yang dipilih menjadi MC saat itu tidak karuan bicaranya dengan tiba-tiba beliau berteriak Babiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii, yang artinya Banyak Bicara..

Beliau tidak pernah mau disanjung, saya pernah bicara dengan beliau, “jenengan Waliyullah Masya Allah”, tanpa diduga beliau langsung menimpali omonganku dengan kalimat “Wali Syetan”, Bila ada santri yang akan sukses dan mendapatkan keuntungan yang luar biasa, beliau langsung membentak-bentak dan memarahi yang tidak tau apa penyebab kemarahannya. Sebaliknya bila santri tersebut akan mendapatkan musibah, beliau langsung berlemah lembut, mempersilahkan santri tersebut untuk makan dan rebahan istirahat di pondoknya. Termasuk waktu itu saya akan mendapatkan musibah hasil bisnis di garam terbawa hanyut karena banjir, hiks..

Ada lagi peristiwa yang mengejutkan banyak orang, beliau mengangkut sejumlah PSK di dalam mobilnya, ada seseorang yang mengikutinya dari belakang, ternyata sejumlah PSK tersebut dibawa ke pekuburan umum dan Allah memperdengarkan dan memperlihatkan siksa kubur  ahli maksiat, seketika itu mereka bertobat dan kembali di jalan Allah..

Sejak itu kami lebih berhati-hati bertemu dengan para aulia yang perilakunya mengandung sirrun min asrorillah, karena bila kita berprasangka buruk kepada mereka, kita sendiri yang akan merugi..Cara amannya sebisa-bisanya bila sowan kepada beliau diniatkan tabarukkan saja dan tetap berprasangka baik kepada mereka, bila perlu lebih baik tidak usah bertemu dan cukup mengirimkan Alfatihah kepada mereka setelah melakukaan sholat 5 waktu demi menjaga hati agar tidak dinodai dengan parasangka buruk..

Maka dari itu, kita patut prihatin dengan orang yang suka mengkafirkan dan menganggap muslim lain musyrik, terlebih kepada ulama. Mugi diparingi jembar ati lan pikiran.Aamiin..aamii.. Yaa Mujibassailiin..

 

Wallahu ‘alam Bishshowab

Sumber : Tim Sarkub

 

 

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply