Hikmah Mengikuti Ulama

Sarkub Share:
Share

Sayyidinaa Ibnu Abbas r.a. dawuh kalau ayat itu sudah tergantikan hukumnya (dinasakh) oleh ayat Ath-Thuur ayat 21.

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ

“Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka (QS. ath-Thuur 52 : 21)”.

Sehingga kesimpulannya, dimasukkanlah anak-anak kedalam surga kerena keshalihan (kebaikan) ayah-ayah mereka.

Sedangkan Sayyidinaa Ikrimah r.a. dawuh bahwa ayat tersebut merupakan ayat yang ditujukan pada umat Nabi Ibrahim dan Nabi Musa, maka bagi mereka apa yang mereka usahakan dan apa yang diusahakan untuk mereka oleh orang lain. Sedangkan khusus umat Kanjeng Nabi Muhammad yang telah meninggal, akan tetap mendapat pahala dari amal ibadah yang dikirim oleh orang yang masih hidup. Kesimpulan beliau berdasarkan hadits-hadits berikut :

لما روي أن امرأة رفعت صبيا لها فقالت: يا رسول الله ألهذا حج؟ قال: نعم ولك أجر

“Telah diriwayatkan bahwa seorang wanita mengangkat seorang anak kecil, kemudian berkata : wahai Rasulullah, apakah ini boleh berhaji ? Rasul menjawab : iya, dan bagimu ada pahala”.

وقال رجل للنبي – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ -: إن أمّي قَتَلَتْ نفسها فهل لها أجر إن تصدّقت عنها؟ قال: نعم

“Seorang laki-laki berkata kepada Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam : sesungguhnya ibuku telah wafat, maka apakah ada pahala baginya jika aku bershadaqah untuknya ? Nabi menjawab : iya”.

Ada lagi pendapat Sayyidinaa Rabi’ bin Annas r.a. yang menyebut bahwa ayat itu ditujukan kepada orang meninggal yang non-muslim, sedangkan untuk muslim yang sudah meninggal masih bisa mendapat pahala dari amal yang dikirimkan oleh orang yang masih hidup.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply