Hikmah Isra’ Mi’raj

Sarkub Share:
Share

Ini adalah risalah kecil yang ditulis untuk membuka sedikit rahasia terpenting dalam peristiwa Isra’ Mi’raj. Peristiwa yang membuktikan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah Nabi paling agung dan perintah sholat adalah hikmah dibalik peristiwa Isra’ Mi’raj.

Isra’ mi’raj adalah perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha lalu menuju ke Shidratul Muntaha (puncaknya permulaan), berdialog dengan Tuhan, lalu balik lagi ke Masjidil Haram yang ditempuh dalam satu malam. Hal yang luar biasa yang hanya Kanjeng Nabi Muhammad SAW saja yang pernah melakukannya bila dibandingkan dengan Nabi dan Rasul yang lain.

Nabi Adam hanya pernah turun ke bumi. Nabi Hud hanya naik ke surga. Nabi Musa berdialog dengan Tuhan di bumi saja. Nabi Isa pun diangkat dan di-keep hingga nanti turun lagi menjelang kiamat. Jadi, gak ada yang persis seperti yang pernah dialami Kanjeng Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra’ Mi’raj.

Kanjeng Nabi Muhammad pun dalam Isra’ Mi’raj ini diperjalankan bukan hanya ruhnya saja atau jadadnya saja. Melainkan diperjalankan ruh dan jasadnya. Bila ruhnya saja namanya demit, kalau jasadnya saja namanya mayyit. Sedangkan dalam surat Al Isra’ disebut bi’abdihi yang berarti manusiaNya yang sholeh. Namanya manusia tentu terdiri dari ruh dan jasad. Begitu menurut kesepakatan para ulama yang mengambil pendapat Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Ibnu Abbas radhiyallahu anhum.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply