Hal-Hal Yang Membatalkan Pahala Puasa

ghibah
Sarkub Share:
Share

ghibahAlhamdulillah, sekarang kita semua sudah memasuki hari ke-4 di bulan Ramadhan. Perlu dicermati bahwa seseungguhnya di dalam puasa terdapat ibadah lahir dan batin. Baiklah kami tim sarkub akan membahas bagaimana/hal-hal yang sebenarnya bisa merusak amalan/pahala puasa dengan melakukan dosa batin yang selama ini tidak kita sadari akibatnya.

Menurut Ijma' Ulama Ada beberapa hal yang bisa membatalkan pahala puasa itu yaitu :

1.  Berdusta.  2.  Ghibah (menyebut kejelekan orang pada lain orang) dan 3.  Memaki (saling memaki, mencaci maki)

Karena sabda Nabi s.a.w. :

منْ لمْ يد عْ قوْ ل الذّ ورواْ لعمل به فليْس للّه حا جتٌ في انْ يدع طعامه وشرابه

Siapa yang tidak meninggalkan kata dusta (bohong) dan perbuatannya maka Allah tidak berhajat padanya untuk meninggalkan makan minumnya. (H.R.Bukhori)

Juga Nabi SAW bersabda :

رب صا يمٍ ليْس له منْ صيامه الاّ الظّما

Adakalanya orang yang puasa itu mendapat pahala apa-apa dari puasanya kecuali haus. (H.R Annasa’i)

Juga Nabi s.a.w. bersabda ;

ليس الصّيامن الطّعا م و الشّراب انمّماالصّيام من اللّغْووالرّفث

"Bukan yang bernama puasa itu sekedar menahan makan minum, tetapi puasa yang sungguh itu menahan diri dari laghu (lelahan, perkataan tidak ada gunanya) dan kata-kata yang keji." (H.R. menurut syarah Muslim)

Seorang ulama salaf  berkata : Seringan-ringan puasa itu meninggalkan makan dan minum. Maka jika anda puasa hendaknya pendengaran, penglihatan dan lidahmu terpelihara dari dusta dan semua yang haram, dan tinggalkan gangguan (jangan mengganggu) tetangga.

Ketahuilah : Bahwa taqarrub mendekat pada Allah dengan meninggalkan yang mubah itu, tidak sempurna kecuali sesudah taqarrub kepada Allah dengan meninggalkan yang haram. Maka siapa yang mendekat pada Allah dengan meninggalkan yang mubah, tetapi ia tetap melakukan yang haram, maka hal itu sama dengan orang yang meninggalkan fardhu kemudian akan mendekat pada Allah dengan mengerjakan yang sunnat.

Meskipun puasanya itu sah menurut pendapat Jumhurul ulama', yakni tidak wajib mengqadhai, tetapi Alauza'i berkata ; Puasa itu batal dengan dusta dan ghibah, berdalil pada sabda Nabi s.a.w. :

خمْس خصالٍ يفْطرْن الصّايئم وينْقض الوضولء :

الكذب واْلغيْبةوالغيْبةوالنّميْمةوالنّظربشهْوةٍوالْيمين الكاذبة

Lima macam yang membatalkan puasa, dan membatalkan wudhu . Dusta, dan ghibah, dan namimah (mengadu-adu), dan melihat wanita yang bukan mahram dengan syahwat dan sumpah palsu (dusta).

(H.R. Al-azdi dan Addailami dari Anas r.a.).

Dan dalam musnad Imam Ahmad :

Ada dua wanita yang sedang puasa dimasa Rasulullah SAW tiba tiba pada sore hari keduanya merasa payah karena sangat lapar dan haus hampir pingsan keduanya, maka keduanya mengutus orang pergi kepada Nabi SAW untuk minta izin akan berbuka (membataikan puasanya), maka Nabi s.a.w. mengirim pada keduanya gelas dan menyuruh keduanya muntah didalamnya apa yang telah dimakan itu. Tiba-tiba yang satu muntah darah dan daging mentah, dan yang kedua juga begitu sehingga penuh gelas itu, dan orang-orang merasa heran (ajaib), lalu Nabi SAW bersabda :

"Keduanya puasa dari apa yang dihalalkan Allah, dan makan apa yang diharamkan oleh Allah, sebab yang satu pergi pada yang lain untuk duduk bersama ghibah (membicarakan kejelekan orang), maka itulah bukti apa yang mereka makan dari daging orang-orang."

Abu Mas'uud Al Anshari r.a. berkata : Tiada seorang hamba yang puasa bulan Ramadhan dengan tenang dan diam, dan dzikir pada Allah, menghalalkan yang halal (ya'ni mengerjakan yang halal) dan meninggalkan yang haram, dan tidak melakukan kekejian, melainkan ia terlepas dari Ramadhan pada sa'at selesainya, sedang dosa-dosanya telah diampunkan semuanya, dan dibangunkan untuknya untuk tiap membaca subhanallah dan La ilaha illallah sebuah rumah dalam sorga dari zumrud yang hijau, didalamnya ada yaqut yang merah, dan didalam yaqut itu ada kemah dari permata yang lobang yang didalamnya ada bidadari.

Saudaraku perhatikan puasamu, dan jagalah dari apa yang dapat membatalkannya atau tertolaknya, sebab ada keterangan : Jika seorang yang teraniaya itu berpegangan dengan hasanat puasanya orang yang menganiayanya, maka

Allah berfirman :

" Puasa itu untukKu dan Akulah yang akan membalasnya, karena itu jangan kamu rusakkan puasamu dengan melanggar batas-batas hukum Allah, dan benar-beriar tinggalkan semua pelanggaran dalam bulan Ramadhan, sebab bulan ini bulan kebersihan, dan beramal setepat-tepatnya. Maka sungguh untung orang yang puasa dari syahwat hawa nafsunya, dan bangun di malam yang sunyi untuk membaca ayat-ayat Allah, maka Allah akan memperlipatgandakan pahala puasa mereka, dan menjanjikan untuk mereka gedung-gedung dan bilik-bilik."

Sajak sya'ir :

Syahrus shiyami laqad alauta mukarrama, wa ghadauta minbahiisy syuhurl mu'adh dhama. Ya sha'imi ramadhana hadza syahrukum, fihi abahakumul muhaiminu maghnama Ya fauza.man fihi atha'a ilahahu mutaqarriban mutajanniban maharrama. Falwailu kullul waili lil aashilladzi fi syahrihi akalal harama wa ajranfia.

Bulan puasa, sungguh kamu telah mencapai kehormatan setinggi-tingginya. Dan kamu diantara lain-lain bulan yang amat mulya dan diagungkan. Wahai orang yang puasa bulan Ramadhan, inilah bulanmu, didalamnya Tuhan akan memberikan padamu keuntungan. Alangkah untungnya orang yang ta'at pada Tuhan didalamnya, mendekat pada-Nya, dan meninggalkan yang diharamkan. Dan ancaman berat bagi orang yang ma'siat, yang didalam bulan ini ia hanya makan yang haram dan berbuat durhaka.

Dikutip oleh Tim Sarkub dari Kitab IRSYADUL 'IBAD ILASABILIRRASYAD

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

5 Responses

  1. Seto Setiawan Blog | Hal-Hal Yang Membatalkan Pahala Puasa17/07/2013 at 14:44Reply

    […] Thariqat Sarkubiyah […]

  2. Ariel Tanpa Noah01/07/2014 at 01:35Reply

    betul

  3. Ary Alfianto06/07/2014 at 13:23Reply

    Apa berbohong itu batal?

  4. Gilang Ramadhan11/07/2014 at 06:22Reply

    ini sama dngan khutbah jum'at d masjid sya tdi,,, (y)

  5. Dewi Chie Dks12/07/2014 at 09:09Reply

    jadi kalo ada orang yg terlanjur berbohong,apa dy harus mengganti puasanya???

Leave a Reply