Home / Densus 99 / Investigasi Terhadap Mahrus Ali

Investigasi Terhadap Mahrus Ali

Beredarnya buku-buku tulisan H. Mahrus Ali di berbagai tempat di wilayah Indonesia benar-benar sangat meresahkan ummat Islam. Otomatis itu menjadikan fitnah besar bagi kaum Nahdhiyyin dan bisa mengancam persatuan dan kesatuan ummat Islam di Indonesia, bahkan bisa mengancam eksistensi Indonesia sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang menganut ideologi Pancasila dan berazaskan Undang-undang Dasar 1945. Atas dasar itu,  Tim Sarkub bersama kawan-kawan yang tergabung dalam group “SARKUBIYAH” melakukan silaturrahim ke rumah kediaman H. Mahrus Ali di Tambakwaru Sidoarjo, Surabaya – Jawa Timur untuk meminta penjelasan langsung mengenai buku-buku tulisannya yang meresahkan masyarakat dan menyesatkan itu.

Mahrus Ali

Senin Wage, 22 November 2010 M/ 15 Dzulhijjah 1431 H menjadi hari bersejarah bagi Tim Sarkub. Di hari itulah mereka memulai perjalanan untuk ‘menginvestigasi” H. Mahrus Ali, pengarang buku-buku yang menyudutkan NU, di kediamannya di Tambaksumur waru Sidoarjo – Jawa Timur.  Sebe lum menuju rumahnya H. Mahrus Ali (yang ngaku2 Mantan Kiai NU), mereka berlima silaturrahim terlebih dahulu ke rumah keponakannya yang bernama H. Mahmud alumni pesantren Langitan untuk berbincang-bincang sebentar sambil mengemukakan maksud dan tujuan kedatangan baik kami ke sana. Karena, rumahnya H. Mahmud terletak pas berada di gang yang mau menuju rumahnya H. Mahrus Ali.  Tentunya tidaklahh sopan apabila melewati rumahnya begitu saja.

Dalam silaturrahim itu mereka mendapat gambaran tentang ajaran yang dianut oleh Mahrus Ali, bahkan mereka mendapat informasi bahwa Mahrus Ali itu mengharamkan makan daging ayam dikarenakan ayam mempunyai cakar. Begitupula, Mahrus Ali mengharamkan makan tahu dengan alasan tahu itu mengandung cuka.

Setelah bersilaturrahim kemudian mereka menuju langsung ke rumahnya Mahrus Ali untuk bersilaturrahim dan ingin menanyakan langsung tentang penggunaan istilah “Mantan Kiai NU” dalam setiap karangannya.

Alhamdulillah berkat anugerah Allah swt mereka  bisa menemui dia dengan begitu mudahnya. Padahal menurut informasi yang didapatkan di masyarakatnya bahwa dia itu sulit sekali ditemuinya terutama dengan orang yang tidak sepaham dengannya. Bahkan ibu kandungnya sendiri ketika sakit keras, dia (Mahrus Ali) tidak mau menemuinya dengan alasan tidak sepaham dengannya.

Dalam silaturrahim itu Tim Sarkub sempat berdialog langsung dengannya dan alhamdulillah mereka berhasil membongkar kebohongan dan kebusukan Mahrus Ali yang menganut paham Wahhabi beserta penerbit buku-buku karangannya, yang telah menghina dan melecehkan NU. Dengan demikian, mereka sudah sepantasnya diseret ke pengadilan untuk diadili dan mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai dengan perbuatan mereka.

Mereka  sempat mengambil foto secara rahasia lewat hp untuk dijadikan sebagai data dan bukti yang valid. Karena, H. Mahrus Ali tidak mau difoto dan menghukumi haram masalah foto. Begitupula, mereka sempat berdialog dan mengajukan beberapa pertanyaan kepada Mahrus Ali termasuk masalah penggunaan istilah “Mantan Kyai NU” di setiap buku karangannya. Ternyata dalam jawaban Mahrus Ali penggunaan istilah “Mantan Kiai NU” itu bukanlah dari kemauan H. Mahrus Ali (Wahhabi tulen) sendiri, tetapi istilah itu merupakan keinginan dan hasil rekayasa dari penerbit “Laa Tasyuk” yang menerbitkan buku-buku karangannya dengan tujuan agar buku-buku tersebut best seller di pasaran. Buku2 tersebut pada hakikatnya merupakan suatu pelecehan dan penghinaan terhadap eksistensi NU baik di forum nasional maupun internasional. Dengan demikian, mereka meminta langsung kepada H Mahrus Ali dengan sejujurnya untuk membuat pernyataan mengenai istilah Mantan Kyai NU yang merupakan bukan pilihannya sendiri sebagai suatu klarifikasi agar tidak menjadi fitnah berkepanjangan di kemudian hari.

Kyai Thobary bersama Mahrus Ali di sampingnya yang sedang menulis Surat Pernyataan.

Inilah  surat pernyataan Mahrus Ali yang sejujurnya kepada Kyai Thobary. Mahrus mengatakan bahwa penggunaan istilah “Mantan Kiai NU” bukan berasal dari dia sendiri. Tetapi itu merupakan pilihan dari pihak penerbit “Laa Tasyuk” yang terlalu dipaksakan demi untuk mengeruk keuntungan pribadi lewat buku2 tulisan Mahrus Ali yang diterbitkannya. Untuk lebih jelasnya lagi kami salin kembali surat pernyataan Mahrus Ali di bawah ini:

“MANTAN KYAI NU BUKAN PILIHAN SAYA DAN SAYA SUDAH BILANGKAN KEPADA WARTAWAN AULA, SAYA MINTA AGAR DIGANTI TAPI SAYA TIDAK MAMPU”

TGL 15 DZULHIJJAH 1431 H

WASSALAM

MAHRUS

Inilah scan surat pernyataan aslinya!!

 

  • Ingin tahu cara sholat jamaah Ust. Mahrus Ali.?? simak album berikut..

Album On Facebook klik sini —->

 

  • Lokasi GPS via Satelite Sarkub: Klik Bola Dunia, selanjutnya lihat detail posisi pinggir sawah..

 

 
<

32 comments

  1. Ichsan Ika Indrasari

    kebenara akan selalu menang…NU tetaplah konsisten dg KHITTAHNYA…saya bangga sebagai orang NU…

  2. NU OKE

  3. Muti MutiaraHati

    siapa pun akan di uji keimanannya, dan siapapun akan jadi ujian keimanan kepada ALLOHlah kita minta di pilihkan yang benar itu benar yg bathil itu bathil jauhkanlah.

  4. ha ha ha., jan juagkep temenan., maju terus yai Thobari.

  5. maju terus mahrus ali,banyak yang mendukung anda,selama anda berpegang teguh kepada Qur’an dan sunah rosul.

  6. Sering aku melihat di toko@buku, Penasaran, kayaknya….

  7. Nashrul Mukmin

    Wahabi memang benar2 sekte koplak, Mahrus Ali yg sdh jls2 org miring otaknya kok masuh tetap sj di dukung…….. Wahai Wahabier’s…apa sbnrnya yg kalian cari…?????!!!

  8. Ahbabul Musthofa InshaAllah

    bongkar terus kesesatan wahabrooot.

  9. Kesesatan Syi’ah Rafidhah Menurut Habib Salim Ahmad bin Jindan
    14 November 2012 2:50 am | Syariah – 142 Reads

    Habib Salim bin Ahmad bin Husain bin Sholeh bin Abdullah bin ‘Umar bin ‘Abdullah (bin Jindan) bin Syaikhan bin Syaikh Abu Bakar bin Salim adalah seorang ulama dan habib besar yang dilahirkan di Surabaya pada 18 Rajab 1324. Memulakan pengajiannya di Madrasah al-Khairiyyah, Surabaya sebelum melanjutkan pelajarannya ke Makkah, Tarim dan Timur Tengah. Berguru denganbanyak ulama. Seorang ahli hadits yang menghafal 70.000 hadits (ada yang mengatakan ratusan ribu hadits).

    Beliau juga seorang ahli sejarah yang hebat, sehingga diceritakan pernah beliau menulis surat dengan Ratu Belanda berisikan silsilah raja-raja Belanda dengan tepat. Hal ini amat mengkagumkan Ratu Belanda, lantas surat beliau diberi jawaban dan diberi pujian dan penghargaan, sebab tak disangka oleh Ratu Belanda, seorang ulama Indonesia yang mengetahui silsilahnya dengan tepat. Tetapi tanda penghargaan Ratu Belanda tersebut telah dibuang oleh Habib Salim karena beliau tidak memerlukan penghargaan.

    19 Video Debat Islam-Kristen
    Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab, serta nasyid walimah & jihad.
    digitalhuda.com/?f1
    Peluang Usaha
    Peluang Usaha Sambil Ibadah, Perwakilan Biro Umrah-Haji Plus dan Raih Reward Ratusan Juta Rupiah.
    http://www.rumahhajidanumrah.com
    Mau Bisnis Dan Dakwah?
    Kami membuka keagenan Bisnis Aneka Herbal Sunnah Lengkap Harga Bersaing.
    http://www.tokoislam.info
    Gendongan Bayi Praktis
    Sedia gendongan bayi babywrap, baby carrier, bedong bayi, praktis, & sabuk bonceng motor.
    http://www.jualbabywrap.com
    Pada buku Ar Ra’ah Al Ghamidhah fi Naqdhi Kalaamir Raafidhah, Habib Salim bin Ahmad bin Jindan, mufti Indonesia pada masanya, secara gamblang menerangkan bahwa beliau dan termasuk seluruh datuk-datuknya secara estafet hingga Sayidina Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu, sangatlah menghormati dan membela kehormatan para Shahabat Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam. Karena beliau dan datuk-datuknya adalah menganut mazhab Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

  10. Kesesatan Syi’ah Rafidhah Menurut Habib Salim Ahmad bin Jindan
    14 November 2012 2:50 am | Syariah – 142 Reads

    Habib Salim bin Ahmad bin Husain bin Sholeh bin Abdullah bin ‘Umar bin ‘Abdullah (bin Jindan) bin Syaikhan bin Syaikh Abu Bakar bin Salim adalah seorang ulama dan habib besar yang dilahirkan di Surabaya pada 18 Rajab 1324. Memulakan pengajiannya di Madrasah al-Khairiyyah, Surabaya sebelum melanjutkan pelajarannya ke Makkah, Tarim dan Timur Tengah. Berguru denganbanyak ulama. Seorang ahli hadits yang menghafal 70.000 hadits (ada yang mengatakan ratusan ribu hadits).

    Beliau juga seorang ahli sejarah yang hebat, sehingga diceritakan pernah beliau menulis surat dengan Ratu Belanda berisikan silsilah raja-raja Belanda dengan tepat. Hal ini amat mengkagumkan Ratu Belanda, lantas surat beliau diberi jawaban dan diberi pujian dan penghargaan, sebab tak disangka oleh Ratu Belanda, seorang ulama Indonesia yang mengetahui silsilahnya dengan tepat. Tetapi tanda penghargaan Ratu Belanda tersebut telah dibuang oleh Habib Salim karena beliau tidak memerlukan penghargaan.

    19 Video Debat Islam-Kristen
    Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab, serta nasyid walimah & jihad.
    digitalhuda.com/?f1
    Peluang Usaha
    Peluang Usaha Sambil Ibadah, Perwakilan Biro Umrah-Haji Plus dan Raih Reward Ratusan Juta Rupiah.
    http://www.rumahhajidanumrah.com
    Mau Bisnis Dan Dakwah?
    Kami membuka keagenan Bisnis Aneka Herbal Sunnah Lengkap Harga Bersaing.
    http://www.tokoislam.info
    Gendongan Bayi Praktis
    Sedia gendongan bayi babywrap, baby carrier, bedong bayi, praktis, & sabuk bonceng motor.
    http://www.jualbabywrap.com
    Pada buku Ar Ra’ah Al Ghamidhah fi Naqdhi Kalaamir Raafidhah, Habib Salim bin Ahmad bin Jindan, mufti Indonesia pada masanya, secara gamblang menerangkan bahwa beliau dan termasuk seluruh datuk-datuknya secara estafet hingga Sayidina Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu, sangatlah menghormati dan membela kehormatan para Shahabat Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam. Karena beliau dan datuk-datuknya adalah menganut mazhab Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

  11. Habib Salim bin Ahmad bin Husain bin Sholeh bin Abdullah bin ‘Umar bin ‘Abdullah (bin Jindan) bin Syaikhan bin Syaikh Abu Bakar bin Salim adalah seorang ulama dan habib besar yang dilahirkan di Surabaya pada 18 Rajab 1324. Memulakan pengajiannya di Madrasah al-Khairiyyah, Surabaya sebelum melanjutkan pelajarannya ke Makkah, Tarim dan Timur Tengah. Berguru denganbanyak ulama. Seorang ahli hadits yang menghafal 70.000 hadits (ada yang mengatakan ratusan ribu hadits).

    Beliau juga seorang ahli sejarah yang hebat, sehingga diceritakan pernah beliau menulis surat dengan Ratu Belanda berisikan silsilah raja-raja Belanda dengan tepat. Hal ini amat mengkagumkan Ratu Belanda, lantas surat beliau diberi jawaban dan diberi pujian dan penghargaan, sebab tak disangka oleh Ratu Belanda, seorang ulama Indonesia yang mengetahui silsilahnya dengan tepat. Tetapi tanda penghargaan Ratu Belanda tersebut telah dibuang oleh Habib Salim karena beliau tidak memerlukan penghargaan.

  12. Habib Salim bin Ahmad bin Husain bin Sholeh bin Abdullah bin ‘Umar bin ‘Abdullah (bin Jindan) bin Syaikhan bin Syaikh Abu Bakar bin Salim adalah seorang ulama dan habib besar yang dilahirkan di Surabaya pada 18 Rajab 1324. Memulakan pengajiannya di Madrasah al-Khairiyyah, Surabaya sebelum melanjutkan pelajarannya ke Makkah, Tarim dan Timur Tengah. Berguru denganbanyak ulama. Seorang ahli hadits yang menghafal 70.000 hadits (ada yang mengatakan ratusan ribu hadits).

    Beliau juga seorang ahli sejarah yang hebat, sehingga diceritakan pernah beliau menulis surat dengan Ratu Belanda berisikan silsilah raja-raja Belanda dengan tepat. Hal ini amat mengkagumkan Ratu Belanda, lantas surat beliau diberi jawaban dan diberi pujian dan penghargaan, sebab tak disangka oleh Ratu Belanda, seorang ulama Indonesia yang mengetahui silsilahnya dengan tepat. Tetapi tanda penghargaan Ratu Belanda tersebut telah dibuang oleh Habib Salim karena beliau tidak memerlukan penghargaan.

  13. Habib Salim bin Ahmad bin Husain bin Sholeh bin Abdullah bin ‘Umar bin ‘Abdullah (bin Jindan) bin Syaikhan bin Syaikh Abu Bakar bin Salim adalah seorang ulama dan habib besar yang dilahirkan di Surabaya pada 18 Rajab 1324. Memulakan pengajiannya di Madrasah al-Khairiyyah, Surabaya sebelum melanjutkan pelajarannya ke Makkah, Tarim dan Timur Tengah. Berguru denganbanyak ulama. Seorang ahli hadits yang menghafal 70.000 hadits (ada yang mengatakan ratusan ribu hadits).

    Beliau juga seorang ahli sejarah yang hebat, sehingga diceritakan pernah beliau menulis surat dengan Ratu Belanda berisikan silsilah raja-raja Belanda dengan tepat. Hal ini amat mengkagumkan Ratu Belanda, lantas surat beliau diberi jawaban dan diberi pujian dan penghargaan, sebab tak disangka oleh Ratu Belanda, seorang ulama Indonesia yang mengetahui silsilahnya dengan tepat. Tetapi tanda penghargaan Ratu Belanda tersebut telah dibuang oleh Habib Salim karena beliau tidak memerlukan penghargaan.

  14. wong gendeng kok di panuti……….edan2 po wes jaman akher tenan to iki kang?

  15. chris corpse grinder

    gerakan sawah dilawan , kayak org gila nanggepin org wahabi gini kyai..
    saya mendukung tim sarkub :D
    merdeka..
    buang saja wahabi2 kyk gini ke sampah ..

  16. ‘Dalam silaturrahim itu Tim Sarkub sempat berdialog langsung dengannya dan alhamdulillah mereka berhasil membongkar kebohongan dan kebusukan Mahrus Ali yang menganut paham Wahhabi beserta penerbit buku-buku karangannya’

  17. wadoh, NU Vs Wahabi ,terus wahabi itu semua yg tak sepaham dg pemikiran klenik NU
    WAHABI menurut NU (muhammadiyah,hti,mta,salafi,persis,alirsyad,salafi jihadi,mmi,fpi DLL)
    NU menurut NU = ASWAJA (ahlu sunnah wal jamaah) golongan yg selamat ck ck ck ck

    kebenaran adalah dari ALLAH SWT
    saranku adalah BERMUBAHALAH aja biar kami tahu mana yg menegakkan dinul Islam,mana yg melecehkan ?????????????????????????

  18. maling teriak maling, waspadalah waspadalah
    oleh karena itu saudara wajib kita menuntut ilmu agama supaya otak kita bisa terkendali, hati bisa terang memahami, lisan tak mudah mencaci maki

  19. buat saudara alfath apa ggak kebalik ya?
    he heh he saudara mungkin yang jadi maling saudara sendiri dan teriak maling maling maling…
    saudara jg wajib menuntut ilmu lagi maaf ya … supaya otak dan hati saudara jg terbuka dan memahami perbedaaan dengan bijaksana maaf tidak ngawur dan emosi …
    kami hanya menanggapi fitnah, provokasi, hasutan, cacian dll kok. interopeksi mas
    met puasa smoga maqbulan amiin

  20. Yang jelas kita mesti sama-sama berpegangteguh pada 2 peninggalan nabi kita agar tidak tersesat selama-lamanya sepertinya yang telah nabi kita sabdakan yaitu Alqur’an dan sunnah shohihah almakbullah sobat..karena itu adalah jalan buat keselamatan diri kita masing-masing.

  21. betul mas, tapi sudahkah mas hary belajar tentang qur’an dan hadits serta mengimplementasikannya secara luas

  22. JK JAMAN DL ADA SNOUK HORGONJE,NNAH SKG ADA MAHRUS ALI DIA JD VIRUS UTK MEMECAH BELAH NAHDIYIN DARI DLM,SUDAH SUAATNYA DIKASI PELAJARAN SETIMPAL,ATAU MNGKNKH NMNYA JD BONEKA ,UTK MISI WAHABY,SY G YAKIN DG INTELEKTUALNYA,ORG PROFILNYA KYK ORG WAS2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


9 + = 13

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>