Buku “Bersikap Adil Terhadap Wahabi”, karangan AM. Waskito
Bedah buku “Bersikap Adil Terhadap Wahabi” ternyata kurang ilmiah dan tidak tepat untuk mengenai sasaran. Seharusnya AM. Waskito bercermin diri, mengapa Syeikh Idarham mengarang buku “Trilogi membongkar Wahabi”. Meskipun demikian, Waskito itu seorang Wahabi / Salafi yang jujur dan sopan santun dan patut kita hargai.
Temuwicara dengan Waskito (foto di sebelah kiri yang pakai peci putih) dan para Wahabi Salafi serta yang lainnya seusai bedah buku “Bersikap Adil Terhadap Wahabi”. Saya terangkan kepada mereka bahwa Wahabi harus bercermin dahulu sebelum minta keadilan. Karena, mereka sering menuduh bid’ah, syirik dsb kepada orang-orang yang tidak sepaham dengan mereka. Saya tegaskan pula bahwa setiap amalan ulama ada dalil-dalilnya di berbagai kitab karya para ulama yang sudah tidak asing lagi dan sudah diakui kredibilitas keilmuan mereka di seluruh dunia.

Ada seorang penanya yaitu Sdr. Junaedi Putra dari Bekasi juga bertanya demikian akan sikap plin-plan sang penulis buku, dan hanya dijawab datar-datar saja, katanya silahkan menilai sendiri, tak ada sanggahan apapun. Jadi sudah jelas bahwa buku tersebut adalah hasil kerja teamwork, sehingga AM. Waskito tidak menguasainya, ujar Thoriqoh Alfisbuqi.
KH. Thobary Syadzily, Ketua Tim Sarkub (duduk santai)

Suasana Bedah Buku: “BERSIKAP ADIL TERHADAP WAHABI”
On Facebook —-> klik


Tanya Kyai Jawab.. klik..


Wahabi harus bercermin sebelum meminta keadilan? itu akibat adanya sikap pukul rata terhadap pendukung dakwah Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab…tidak semua wahabi “anarkis” dan tidak semua AsWaJa (baca: NU) itu santun, malah bisa dikatakan “sejelek2nya wahabi nyerang NU masih pake dalil, sedang NU nyerang wahabi pake fitnah”. Masing2 introspeksi diri lah…
syeh idahrom sudah santun, dg beberapa dalil yg dikemukakan, kita tinggal menela’ah dan menengok isi bukunya dan dicocokkan dg kitab yg disebutkan. Gitu aja, kemudian ambil yg terbaik. saya kira mereka lah yg telah melakukan pembunuhan dan pemaksaan akidah buruk terhadap ummat yg berintropeksi.
sdr faisal ini memang membebek wahabi nampaknya. fitnah yang mana coba tunjukkan. wahabrot tidak pernah sekalipun menang melawan hujjah Sunni (NU). ayo tunjukkan…jka wahabi menang aku ikut wahabrot.
Kalau kita jeli membaca seluruh buku2 syaikh Idahram, tampak sangat jelas dalil2 dan sumbernya yang akurat, baik dari sisi dalil itu sendiri maupun sisi sejarahnya. Seharusnya waskito membantahnya juga yang sepadan, membantah dalil2 yang diajukan syaikh Idahram. Bukan malah membahas yang tidak ada hubungannya dengan buku yang dikritik. Misalnya waskito malah menyerang ketua PBNU Said Agil Siroj (yang memberikan kata sambutan pada buku2 syaikh Idahram) dengan mengait2kan bea siswa waktu di saudi dsb yg seolah2 tidak tahu balas budi..lha gak nyambung kan? Ngarang buku ilmiah kok isisnya begitu…apa pengen sekedar jualan buku (sebagaimana kebiasaan mereka) yang tebal-tebal? Kalau mau mengcounter ya lawan dengan dalil juga..setiap dalil yang diajukan syaikh Idahram ya harus dipatahkan dengan dalil juga, jika mau meyakinkan pembacanya dan…JIKA BISA!!! Lanjut..
islam itu rahmatanlilalamin………..
rumah buku
beberapa pemerhati buku(prof anton kusuma,DR bambang kulangi,ali mashari dri LKBM) yang rame dibahas yaitu soal wahabi dan aswaja ,yang dinilai msk dalam standar ilmiah ada pada pihak aswaja dgn literatur yang jelas,tp wahabi tdk masuk nominasi buku ilmiah,mudah mudahan kedepan wahabi lebih bagus lg dalam mengarang buku buku ,,, maafff
apakah buku yang menentang dan membela wahabi bisa dipercaya semua. sekarang kita lihat ja ajaran tentang aqidah dan ibadahnya…. apa sesuai dengan syariat atau menyimpang. semua saling tuduh dan kita sebagai pembaca terkadang berat sebelah dan mementingkan buku yang jadi paham kita.
saya melihat terkadang pendukung masing2 mempunyai kebaikan dan keburukan2 yang tak patut. maka instropeksi semua saja….
ana pengen nanya ma akh faisal, kenapa ketika kelompok antum mencela, menghujat ulama yg gak sefaham tidak disebut fitnah, sebaliknya ketika ada kelompok lain yg mengkritik ulama2 atau fatwa wahabi dianggap fitnah. (ana bukan belain NU, ana bukan orang NU).nah jawab tuh sal?
Buku ini juga mempromosikan ajaran-ajaran Syiah. Banyak indikasi-indikasi yang membuktikan hal itu dalam buku SBSSW. Salah satu contoh kecil, sangat halus, tetapi kelihatan. Perhatikan kalimat berikut ini: “Pada bulan Safar 1221 H/1806 M, Saud menyerang an “Najaf al Asyraf”, namun hanya sampai di As Sur (pagar perlindungan). Meskipun gagal menguasai An Najaf, tetapi banyak penduduk tak berdosa mati terbunuh.” (SBSSW, hal. 104-105).
Tidak ada seorang pun Ahlus Sunnah yang menyebut Kota Najaf dengan sebutan Al Asyraf. Hanya orang Syiah yang melakukan hal itu.
Kota Najaf terletak di Irak, begitu pula Karbala. Sedangkan Kota Qum terletak di Iran. Kota Najaf, Karbala, dan Qum selama ini diklaim sebagai kota suci kaum Syiah. Sepanjang tahun kaum Syiah berziarah ke kota-kota itu karena disana ada situs-situs yang disucikan kaum Syiah. Selama ini kaum Muslimin mengenal Masjidil Haram di Makkah dengan sebutan Al Haram As Syarif. Namun kaum Syiah menyebut Kota Najaf dengan ungkapan Al Asyraf (artinya, lebih mulia atau paling mulia). Seolah, mereka ingin mengatakan, bahwa Najaf lebih mulia dari Kota Makkah. Inna lillahi wa inna ilaihi ra’jiun.
syeikh idahram itu siapa? mangnya dia orang nyata! coba carikan riwayat lahirnya dia sampai dia meninggal? mana ada itu hanyalah bualan orang syiah . kepada orang2 NU hendaknya kalian hati22 jgn mau disusupi oleh pemikiran syiah. saya rasa yg menyebarkan kebencian pada SYAIKH IBNU ABDILWAHHAB tidak lain adalah ORANG SYIAH YG TERKUTUK (ROPIDHOH)
Idahram adalah orang yang tidak diketahui alias majhul, moso orang yang tidak dikenal
bisa dijadikan rujukan?
coba datangkan profil idahram !!!!