K.H. Anwar Zahid
Lahir di dukuh Patoman desa Simorejo kec. Kanor kab. Bojonegoro. Ceramah beliau membawa suasana segar yang khas. Gaya guyonan keseharian yang mengundang senyuman hingga gelak tawa menjadi selingan dakwah, ditambah lagi dengan bahasa jawa dialeg khas Bojonegoro menambah gayeng mendengarkan ceramah hingga akhir acara.
—————————
SELAMAT MENIKMATI… SMOGA BERKAH & MANFAAAT…
SALAM ASWAJA


Tanya Kyai Jawab.. klik..




Assalamu’alaikum wr.wb
salam kenal dengan sy……..
Alhamdulillah dengan adanya blog ini terjalinlah ukhuwah islamiyah disamping itu kita bs saling sharing………
begini gan…….ane adalah salah satu penggemar dan pengkoleksi ceramah2 KH. ANWAR ZAHID…….alhamdulillah dengan ceramah2 beliau sy jadi bertambah ilmu dan bertabah semangat dalam menjalankan agama islam ini,ingin rasanya sowan ke ndalem beliau bertemu langsung dan mushofahah dengan beliau agar keberkahan sy dapatkan………………selain itu sy juga sering memberikan ceramah2 beliau kepada teman2 sy dan alhamdulillah teman2 suka dan alhamdulillah teman teman sy sdh banyak yg berubah dari kehidupan preman drastis berubah menjadi taat berkat mendengar ceramah2 beliau……….tapi setelah sy mendengar salah satu ceramah beliau yg menjelek2kan umat islam lainnya hati sy jadi berubah tdk semangat lagi…..disini mungkin tempatnya sy mengeluarkan unek2 sy mudah2an tersalurkan……….selanjutnya wabil khusus kepada beliau hadhrotuluhtaromin KH.ANWAR ZAHID sy mohon maaf atas tulisan ini……sunkem dan ta’dzim sy haturkan kp beliau……..kembali kemasalah diatas tentang ceramah beliau….salah satu ceramah beliau yang sangat di sayangkan disampaikan dimuka umum adalah pada waktu bulan romadhon yg kurang lebih isinya: menjelek2kan jama’ah jaula……setahu sy walaupun sy br ikut sebentar dalam jamah trsbt tp asumsi sy tentang jamaah trsbt tdk seperti yg disampaikn oleh beliau……….kalo yg sy pahami jamaah tersebut menapak tilas jejaknya Rosululloh dan para shohabat serta wali songo dan stahu sy pendiri2 wali songo berasal bukan dari nusantara ini…..dan sebenarnya jamaah trsbt tdk ada namanya yg menamakan jamaah kompor,jamaah masjid,jaula dll adalah orang2 yg melihatnya,dan dalam jamah tersbt jg kitabnya bukan hanya terjemah ada jg yang pernah mengaji kitab kuning diantaranya Tafsir jalalain dan tafsir2 lainya,ihya ulumuddin,dasuki,bajuri,mu’in,f.wahab,imriti,alfiyah ibnu aqil,hikam,riyadhussholihin,dan masih banyak kitab2 yg lainnya………kenapa pakai terjemah yg dibaca oleh jamaah jaula? jawabnya: karena untuk memudahkan dipahami bagi yang membaca dan yang mendengar karena dlm jamaah tsbt tidak sedikit juga dr kalangan orang2 awam…walupun terjemh kan disitu terkandung firman2 Alloh dan sabda Nabi……….banyak jg dr jamaah yg lain mengajarnya pakai terjemahan dan itu tidak bermasalah………kalau mungkin nanti agan2 pengen tahu tentang jamaah jaula secara detail bs datang ke PONPES alfatah temboro karas magetan jawa timur di situ nanti tuan2 bs lihat langsung keberadaan jamaah jaula apakah sesat atau tidak….di pondok tsbt juga mengaji kitab2 seperti yng sy sebutkan diatas…..sebagai info disana terdapat kurang lebih 11 ribu santri dari berbagai daerah di nusantara ini mulai dr sabang sampai merauke dan ada jg dr malaysia,singapure,thailand,brunai,srilangka,philipina dll…..dan mash banyak jg pondok2 yng ikut dalam jamaah jaula diantaranya di magelang,jogja,solo,madura,lombok,sumatra,banjarmasin,kalimantan,irian jaya,dan masih banyak lagi yg belum disebutkan…….dan pada pertemuan tahunan di indonesia kira2 pd thn 2003 beliau yth KH.ABDULLOH FAQIH pernah datang dan beliau sendiri yg membuka acara tersebut……….adapun aqidah yg dianut oleh jamaah ini sama seperti yg dianut oleh beliau yth KH.ANWAR ZAHID…..dalam arti tidak sesat….
sekarang kita tinjau amalan jamaah jaula: jamaah ini memakmurkan masjid apakah ini sesat? tentu tdk krn ada ayat alqur’an dan hadits yg menjelaskan…..jamaah jaula silaturahmi apa ini sesat? tentu tdk karena ada ayat alqur’an dan hadits yg menjelaskan…..jamaah ini membaca alqur’an,dzikir,sholat jamaah,mengajak orang taat kpd Alloh apa ini salah? tentu tdk karena ada ayat alqur’an dan hadits yg menjelaskan………jamaah ini memakai jenggot,jubah,sorban apa ini menyipang dr Nabi tentu tdk karena ada ayat alqur’an dan hadits yg menjelaskan…..intinya semua yg dilakukan kalo tdk menyimpang dr alqur’an dan sunah dan bimbingan para ulama’ itu tentu saudara kita,kita tdk boleh menjelek2annya………..dan intinya ciri ajaran tdk sesat itu mengajak taat kepada Alloh dan Rosululloh dan yg berkaitan dengannya…….
kalopun ada dr salah satu jamaah jaula yg salah itu pribadi orang tsb bukan ajarannya (ajaran agama islam) seperti misalnya ada orang islam mencuri tentu yg buruk itu orngnya bukan islamnya. bukan begitu?
mungkin ini yang bs sy tuliskan disini mudah2an ada manfaatnya untuk kita didunia dan akherat…amin
sekali lagi sy mhn maf kepada beliau KH.ANWAR ZAHID
wa’alaikum salam. salam kenal juga dari tim sarkub. terimakasih atas tanggapan dan pengalaman yang diceritakan.
dari tulisan anda sepertinya yg dimaksud jamaah jaulah itu Jama’ah Tabligh (mohon diingatkan bila salah.).
JT memang pada awalnya memang berfaham ahlussunnah wal jama’ah. akan tetapi seiring dgn waktu, apabila kita lihat sekarang ini, JT sebagian besar umumnya disusupi oleh pemahaman wahabi. seperti misal: anti maulid, anti dzikir berjama’ah, alergi ziarah, dll. akan tetapi bila anda termasuk JT yg ahlussunnah wal jama’ah maka teruskan saja, tidak apa2.
jamaah tabligh mempunyai celah yg perlu diperbaiki, yaitu keterbatasan ilmu syariah dari personilnya, karena personilnya bukan ratusan, tapi jutaan, bahkan di Yaman kebanyakan jamaah tabligh terpengaruh faham Ibn Abdulwahhab yg memusyrikkan muslimin yg tawassul , maulid, dlsb, dan sebagian di Indonesia pun demikian.
sebagian besar JT adalah orang awam yg tak memahami ilmu syariah, alangkah baiknya bila sebelum mereka berdakwah, mereka mempelajari terlebih dahulu dasar dasar ilmu syariah yg primer, seperti cara shalat yg benar, rukun wudhu, hal hal yg membatalkan wudhu, dan hal hal dasar lainnya.
Kebanyakan dari jamaah tabligh masuk ke masjid yg bermadzhab syafii, mengimami shalat dan tak mengucap basmalah, atau mengimami subuh dan tak berqunut, maka ini justru meresahkan masyarakat, memang betul hal hal seperti ini adalah ikhtilaf furu?iyah, tapi tidak sepantasnya dilakukan dihadapan masyarakat awam hingga mereka bingung mana sih yg benar?, karena dakwah bukan sembarang menasihati, namun butuh uslub (metode) yg jelas dan menyesuaikan diri dg keadaan masyarakat setempat.
maaf barangkali kalau ada salah ucap dari tanggapan saya atas jamaah tabligh, bukan merupakan fitnah atau kecaman, dan bukan mereka itu kesemuanya tak berilmu, banyak diantara para ulama dan fuqaha yg mengikuti jamaah tabligh dan khuruj,
namun secara program keseluruhannya, jamaah tablig mengajak orang orang untuk berdakwah, dan kebanyakan dari kelompok mereka yg baru bertobat, hal ini sangat baik bagi personil tabligh itu sendiri, namun acapkali merusak pemahaman masyarakat, karena masyarakat banyak bertanya hukum2 kepada mereka dan mereka memberikan jawaban yg tidak benar.
Dan salah satu dari program jamaah tabligh adalah tidak terpaku pada madzhab, hal ini baik maksudnya, karena demi persaudaraan muslimin antara mereka, namun buruk dampaknya bila dilakukan oleh orang yg kurang berilmu, mereka akan bercampur baur antara pemahaman syiah, sunnah, al irsyad, sufi dll hingga muncullah bentuk pemahaman yg tak menentu, mereka tidak mau mengacu kepada ulama syafii, karena tak mau fanatik madzhab, padahal justru hal yg benar adalah berpegang pada satu madzhab namun menghargai madzhab lainnya,
namun bukan saya mengucilkan mereka, keinginan mereka berdakwah merupakan hal yg mulia, jauh lebih mulia dari masyarakat yg berpangku tangan dan acuh terhadap keadaan muslimin.
mohon maaf apabila tulisan saya ada yg tidak berkenan. . semoga anda tidak tersinggung karena ini kritikan yg membangun, bukan mencela atau memfitnah
Sependapat
Sepakat ! Selepas dari nyantri dahulu saya juga pernah menguji nyali membaur dengan aneka jubahber. Dan kesimpulannya, sepakat dengan Kang Ortega.
sepakat bang…,ada hal penting yang perlu diperbaiki sdr2qt yg di JT.
terima kasih akhiy atas comentnya…….
forum ini adalah forum ilmiyah untuk kita belajar…dan mungkin tulisan sy dapat bermanfaat bagi yg membacanya….amin
sebenarnya
terima kasih akhiy atas comentnya…….
Sebenarnya ada yg menulis atau tidak ada yg comen di media massa tentu da’wah akan berjalan terus hingga akan mencapai puncaknya karena da’wah adalah programnya Alloh…..
forum ini adalah forum ilmiyah untuk kita belajar…dan mungkin tulisan sy dapat bermanfaat bagi yg membacanya….amin…
sebenarnya jama’ah tersebut tdk ada namanya hanya saja setiap tempat mereka menyebutnya berbeda2 yang jelas tujuannya Ukhuwah Islamiyah
baiklah Mas…sy akan coment
1. JT apa disusupi wahabi:
jawab: tidak
penjelasan: didalam JT tidak membedakan madzhab,kalau dia islam maka saudara kita adapun madzhab di JT tergantung daerahnya masing2 seperti: pakistan dan sekitarnya menganut madzhab hanafiyah,indonesia:kebanyakan Syafi’iyah (NU dan yang sejenisnya)Hanafiyah (Muhammaddiyah dan sejenisnya),jazirah arab syafi’iyah/hanafiyah dan mungkin mantan2 salafi/wahabi, begitu jg daerah2 yg lain.didalam JT ada aturan ketika silaturahmi maka tidak boleh membahas khilafiyah madzhab,karena akan menimbulkan perselisihan dimasyarakat.adapun masing2 dari jt punya madzhab…namun ketika Khuruj tidak boleh membahasnya…contoh: madzhab hanafi silaturahmi ke masjid dimana penduduk disitu bermadzhab syafi’i maka tidak boleh membahas khilafiyahnya adapun kalo sama2 madzhabnya Laba’sa bihi (ora opo2)
mungkin yg diceritakan mase diatas, itu mungkin kebetulan orang2 hanafiyah karena dalam hanafiyah berfaham tidak dzikir jahr,tidak maulid…dll… bahkan orang2 hanafiyah tidak boleh menyolatkan jenazah di dalam masjid karena berfaham manusia yg telah meninggal dunia adalah najis(dibahs di kitab muthowalat)
jd tidak ada kata2 disusupi wahabi.karena JT ada sistem berantai dengan jalan musyawaroh dr tingkat dusun sampai tingkat dunia….
adapun diyaman sy kurang faham tp pada intinya JT tidak mengajarkan seperti itu….(sdh dibahas didalam buku meluruskan kesalahfahaman JT membahas Ibn Abdulwahhab dikarang oleh Alumni PONPES LANGITAN aktivis jama’ah tabligh beliau KH.Harun Alrosid sekarang pimpinan PONPES di bandung.
sebagai info…..diyaman banyak jg dr madzhab syafi’i yg ikut aktif dalam JT….termasuk beliau hadrotulmuhtaromin Habib Umar bercerita sendiri waktu pertemuan/haul tahunan JT di PONPES ALFATAH temboro magetan jatim sekitar th 2005 yang disitu dihadiri ulama’2 seindonesia jg hadir habib sholeh dari solo yang istri beliau masih saudara habib umar..beliau berkata beliau pernah ikut dalam JT dan ayahanda beliau sendiri pernah Khuruj bersama maulana KH. yusuf alkandahlawy dari india selam 9 bulan.
dan juga banyak santri2 beliau yg ikut khuruj setiap liburan….dan banyak Alumni2 pesantren Al-fatah (ponpes sentral JT di jawa timur) yg dikirim ke hadramaut untuk menimba ilmu kepada beliau.
dan lagi di ponpes al-fatah pengajarnya ada yang dari luar negeri termasuk dari tarim hadramaut darul mustofa dan ada dari mesir lulusan Al-azhar. (tahadus binni’mah/menceritakan kenikmatan2 yg diberikan Alloh)
2. trima kasih atas sarannya memang tidak sedikit dr
JT yg awam tp tidak sedikit pula dari kalangan para ‘alim ulama,hafidz qur’an,hafidz hadits dll.
jadi disini perlu difahami bahwasannya antara da’wah dan pengajaran berbeda…..da’wah semua orang bisa melakukannya seperti menyeru kepada Alloh dalam hal sholat dll….tp untuk pengajaran ilmu syariah dll ini hanya ahlinya yaitu para ulama dan JT khuruj dari masjid satu ke masjid yg lain dari daerah satu ke daerah lain….bukan hanya berda’wah tp menyempatkan waktu untuk Alloh untuk memikirkan akherat dll intinya belajar iman agar nantinya setelah pulang mudah menjalankan agama ini…siapa juga yang mau meninggalkan keluarga,mengorbankan harta,waktu susah payah kedinginan, kepanasan belajar masak….dll kalau tidak mengharapkan ridhonya Alloh…(masalah nafkah sdh disediakan oleh sipelakunya).
3. ya memang kita silaturahmi,khurujkan dari jelek ingin menjadi baik….kalau masalah pertanyaan hukum ditanyakan kepada ahlinya…kalau memang bertanya dgn JT ya ditanyakan kedada ulama’ yg ikut pd saat itu karena dalam satu jama’ah berbeda2 ada yang awam,’alim dll. kalau yg dijawab oleh JT tidak cocok ya tanyakan kenapa menjawab demikian atau diluruskan jawabannya.JT tidak menutup diri untuk menerima jawaban yg benar…karena itu salah asatu tujuan JT biar tambah ilmune.
4. masalah tidak mengacu terhadap madzhab sdh sy jelaskan diatas.
5. sebagai info;tahadus binni’mah: ajaran JT tidak melenceng/sesat baik menurut umaro dan ulama’ terbukti banyak ulama’ yg terjun didalamnya dan umaro yg jg ikut didalamnya….seperti misalnya bpk Anton Bahrul ‘alam sewaktu menjabat KAPOLDA kalsel dan jawa timur beliau aktif dalam JT dan menggerakan anak buah beliau untuk ikut khuruj bahkan beliau membuat forum2 silaturahmi ke pejabat2 pemerintahan untuk ikut khuruj (sy punya cd rekamannya kalu berminat bs sy kirimkan) dan masih banyak lg aparat2 yg terjun didalamnya…
mungkin cukup sekian coment dr sy mhn maaf kalo ada kata2 yg menyinggung….sekali lag forum ini untuk kita sharing ilmiah…..
semoga bermanfaat
wassalamu’alaikum wr.wb
Selagi masih sama syahadatnya, sama kiblatnya, sama kitabnya, sama aqidahnya… tentu kita bersaudara… kita masing-masing harus pandai memaklumi tingkat keilmuan saudara kita… kalau hanya berbeda dengan tradisi daerah tentu sulit dihindari karena mereka yang khuruj jelas bukan penduduk dimana mereka berada… jelas sedikit mengenal tradisinya… ada pepatah barangkali dapat dijadikan acuan:”Dimana bumi diinjak disitu langit dijungjung”, tentunya dalam hal-hal yang tidak bertentangan dengan Syari’at Allah…
Innamal mu’minuna Ikhwah…
Orang2 beriman itu bersaudara. Nah, kalau bersaudara itu, ada kesalahan jangan langsung di umbar didepan umum, ya kan pak Ustadz…
“Barangsiapa menutup aib saudaranya sesama Muslim, Allah SWT akan menutup aibnya didunia dan diakhirat. Barangsiapa membuka aib saudaranya yang Muslim, maka Allah akan buka aibnya dan permalukan dia dengan aib yang dibuat di rumahnya sendiri.”
Na’udzubillah…
Semoga, ALLAH SWT meridhoi dan merahmati serta selalu memberikan hidayah kepada KH. Anwar Yazid untuk selalu istiqomah dalam dakwah, tanpa menjelek2an saudara2nya se iman. Aamiin…
ASSALAMU’ALAIKUM WR.WB.
SEDIKIT SAJA..
KALO GAK MAU TAHLIL, KALO GAK MAU SHOLAWAT DAN KALO2 YG LAEN.. GTT (GAK TAEK-TAEKAN)
awakmu iki sopo? kok yoo komenmu elk ngono?
assalamualaikum………
mhn maaf,sy sangat tertarik dg ceramah beliau n sy di wonosobo,mhn sekiranya sy di beri no hp beliau,matur nuwun
malaikum?….saya anak muntilan,saya sangat suka sekali dengan isi crramahnya beliau…pol senenge,,,
waduh kok komentarnya kejem banget ya????padahal belum tentu bener dan faham apa itu islam sebenarny,?disatu sisi menyatakan aku paling benar dan disisi lain juga ga mau kalah,bilang punyaku paling bueener.sobat kita itu ditakdirkan untuk jadi umat akhir zaman jadi wajar aja kalo islam itu terpecah belah,bukankah kanjeng nabi udah bersabda,bahwa islam itu di bagi menjadi beberapa golongan?dan sebaik2 golongan adalah “ahli sunnah wal jama’ah”.dan satu hal lagi pesan kanjeng nabi yang perlu kita camkan dalam hidup,dan barang siapa mengikutinya insya 4jj akan barokah hidup kita yaitu AL QUR,AN DAN SUNNAH(HADIST).masalah ceramah kh anwar yg menyindir jama’ah jaulah memang benar adanya,karna ditempat kami setiap kamis selalu ada juur dan setiap ada jama’ah khuruj selalu bawa alat masak dan yang bikin kami ga respect itu karna setiap mencuci baju ato sarung selalu dijemur di masjid,(majid itu rumah alloh bukannya tempat laundry)satu hal lagi bukankah lebih baik kita bangun ketakwaan(berda’wah)dari level keluarga dulu.trus klo anak dan istri kita tinggalin(khuruj)siapa yg memenuhi kebutuhannya.bukannya ga punya ilmu tauhid(yakin akan kehendak alloh)tapi kita itu bukan dilevel kyai yg hanya berdo’a aja rejeki datang sendiri.jaman sekarang kalo ga kerja siapa yg ngasih duit apalagi ninggalin keluarga sampai berbulan2.emang keluarga kita mau dikasih makan pelajaran tauhid/ga jugakan.yakin boleh,asal diselingi usaha dan do,a,ini hanya sepintas sharing agar kita sama2 mengerti dan faham apa arti islam yang sesungguhnya,islam itu luas dan semua udah ada aturannya tinggal kita aja memaknainya gimana.?dan satu hal lagi,di jaman sekarang ini banyak yang mengatasnamakan islam mereka berniat bukan untuk menjadikan islam itu lebih baik tapi secara perlahan ingin menghancurkan islam,mari kita bersama saling menjaga keimanan kita agar islam ini kuat dan kokoh sampai hari kiamat tiba dan semoga kita di jadikan hamba yang selalu mendapat ridho dari alloh dan syafa’at dari kanjeng nabi muhammad saw.sekian dari saya sebagai santri awam saya mengucapkan terima kasih.wassalam
Saudaraku, kapan jamaah ini mnjadikan Masjid sbagai Laundry? Mreka mncuci ttap dikamar mandi masjid. Mreka adalah Musafir. Di jaman Nabi, masjid bahkan dijadikan tempat Transit smua musafir, baik Islam maupun non Islam. Itulah intinya masjid. Pusat kegiatan Da’wah. Baca Hayatush-Shahabah.
Bagaimana cara kita mnolong saudara2 kita yg Musafir? Bahkan, safar mreka karena ALLAH?
Mendidik Isteri & Anak2 bisa kita lakukan di rumah, kalau kita beriman berilmu yang cukup. Sbagaimana KH. Anwar Zahidi. Tapi, bagaimana kita akan mndidik Isteri & Anak2 bila kita sndiri belum Beriman & Berilmu. Nah, untuk mendidik Iman kita, yah mesti tinggalkan mereka. Nabi saja diperintah ALLAH utk tinggalkan Isteri & Anak2nya karena ALLAH, apalagi kita yg blum mmiliki Iman & Kyakinan sperti para Nabi dan Shahabat R.hum. Jadi, sebenarya dengan khuruj itulah cara terbaik untuk “mengajari” isteri & anak2 kita tentang Iman. Kebanyakan, Isteri & Anak2 yg tidak pernah ditinggal karena ALLAH, keyakinan (iman) nya menyimpang. Ada masalah sdikit, minta pada suami, ada keluhan dikit, minta pada ayah. Jadi, kemana ALLAH? Knapa tidak mengadu kepada ALLAH terlebih dahulu? Nah, dengan ditinggalkan karena ALLAH, niscaya iman & kyakinan Isteri & anak2 akan lurus. Tauhidnya benar kepada ALLAH. Itulah inti sari dari Tauhid Mathuridiyyah dan ‘Asy-‘Ariyyah. Untuk berilmu, kita msti belajar. Apa msti masuk Pondok Pesantren? Ya, klau kita mau. Klau tidak, sebaiknya kita mengikuti pengajian masa’il yang diadakan oleh Kyai-Kyai yg ada di kampung kita. Nah, klau tidak ada Kyai di kampung kita, bagaimana kita belajar ilmu? Yah, mesti Hijrah dari satu kampung ke kampung yang lain. Mencari Ulama, bertanya dan meminta pendapat pada ulama yg ada di kampung2 yang kita datangi.
Yakinlah Saudaraku, bila kita TIDAK PERNAH meninggalkan Isteri & Anak2 kita, karena ALLAH, berarti kita telah mndidik Iman & Kyakinan yg keliru pada Isteri & Anak2 kita. Tentu saja, kita mninggalkan mreka dengan bekal yang ckup. Untuk apa gunanya kita kerja, klau uang tersebut hanya mnjadikan Isteri & Anak2 kita memiliki keyakinan yang salah. Klau bapakku gag kerja, mau makan apa? Klau Suamiku gag ke sawah, mau makan pake apa? Bukankah ini keyakinan yg salah. Kerja adalah perintah ALLAH. Namun, memiliki KEYAKINAN bahwa dengan bekerja menghasilkan rezeki, ini adalah salah. Banyak orang yg bekerja, tapi ALLAH tidak memberinya rezeqi. Dan saudara tahu kan, rezeqi itu bukan hanya Harta, Uang, Pangkat, Jabatan, Kekayaan????
assalamujalaiku,,,,,,
ms saya akrimul dari pekanbaru yang gemar mendengarkan cerahanya K H Anwar Zahid. mau tanya. tapi maaf sebelumnya, kmaren saya dapat kabar kalau K H Anwar Zahid telah meninggal dunia, apa benar berita itu?
maohon penjelasannya.
maturnuwon mas
wassalamualaykum,,,
Bohong…!!! KH. Anwar Zahid dalam keadaan sehat walafiat. ana dpt kbr dari mana??? mkn org tsb tdk suka dengan cara dkwah beliau.
jika belum tahu sepenuhnya tentang JT jangan komentar, jangan menyalahkan, jangan menuduh, jangan melecehkan, apalagi menyuruh pak lurah untuk melarang jika JT masuk, duduk dulu, tanya dulu, tabayyun dulu, kalo komentar salah itu namanya fitnah, kalo JT menyimpang tentu sejak dulu dilarang di Indonesia, itu sudah menjadi dalil agar kita berfikir tentang keberadaan JT, bahkah ratusan ribu orang arab belajar da’wah di india, maaf jika saya juga salah
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
Menyambung komentar Mas Ferry, saya pun aktif dalam dakwah. Memang, saya juga pernah mendengar ceramah Almukarrom KH. Anwar Zahid yang menjelek2an Jaulah. “Merusak Aqidah,” kata beliau. Sungguh, bila memang saudara2 yg merasa Jaulah itu merusak Aqidah, kurang berilmu, berpahaman Wahhabi, DLSB, sebaiknya rujuk kepada Ponpes Payaman, Kerincing, Magelang, Jateng. Atau Ponpes Al-Fatah, Magetan, Jatim.
Dalam Jaulah sudah banyak Ulama’2.
Saya pribadi penganut Madzhab Asy-Syafi’i dan berusaha memerangi mereka2 yang anti Madzhab. Saya ikut tahlilan, yasinan, kendurian. Tidak ada larangan dalam Jaulah. Mungkin saja, yang diketahui oleh kang Wong Tegal tsb adalah Oknum2 yg dalam Jaulah juga bercampur baur paham2 seperti itu, karena memang awalnya mereka berpaham Wahhabiyah, Muhammadiyah, atau bahkan Syi’ah. Tapi, pasti memerlukan proses untuk merubah itu semua. TIDAK BISA INSTAN!
Jadi, mohon jangan menjelek2an sesama orang Islam, kalau tidak mau “Tercabutnya Keberkahan Wahyu” seperti Sabda Baginda Rasulullah Shallallahu’Alaihi Wasalam. Kalau memang ada Orang2 Jaulah yg spt Wahhabi, Muhammadiyah, Syi’ah, Tlong Tuan2, Kyai2, Ulama2, Ustadz2 yg berilmu yang MELURUSKAN, tapi bukan dengan cara di JELEK-JELEKKAN. Sburuk2nya Penjahat, bila diberi kata2 Hikmah, InsyaALLAH akan bertaubat. Tapi sebaliknya, sebaik2nya ‘Ulama bila diberi hinaan dan cacian, maka akan mudah mengutuk orang yang menghinga tersebut….
Wallahua’lam Bish-Showab…
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh….
Kami sama sekali bukan mau menyebarkan aib sesama muslim, justru website kami ini berusaha membentengi Aqidah Ahlusshunnah Waljama’ah (Aswaja)Asy’ariah Maturidiah sebagai rasa empaty dan keprihatinan yang sangat dengan masuknya Faham-faham yang bisa merusak Ajaran para ulama-ulama aswaja yang bersambung sampai kepada Rasulullah SAW..
Assalamu’alaikum wr wb..
Benar mbak, kami pun sebenarnya ingin meluruskan kesalahpahaman tentang pendapat saudara2 kita tentang Jaulah. Bukan seperti yg mereka katakan tntang jamaah ini. Meninggalkan anak isteri tanpa memberi mereka nafkah. Jamaah ini bila hendak meninggalkan anak isteri WAJIB meninggalkan bekal juga untuk mereka.
Dan, sepengetahuan saya bahwa Aqidah Jamaah ini juga mengikuti Aqidah Asy-’Ariyah dan Mathuridiyah.
Makanya, saya juga turut prihatin, mengapa KH. Anwar Zahid begitu semangat mengatakan bahwa Jaulah itu MERUSAK AQIDAH!!! Apakah beliau sudah benar2 meneliti tentang Aqidah Jama’ah ini? Kalau pun memang ada orang2 yg dijumpai memiliki aqidah yg salah, mungkin karena mereka baru mengikuti dan juga belum mendapat bimbingan yg maksimal. Jadi, tugas para Kyai dan Ulama-lah yg meluruskannya. Atau karena mereka terlalu bersemangat mengamalkan agama, sehingga mreka menganggap salah orang2 yg belum mengamalkan agama. Ini hanya segelintir oknum dalam jamaah ini yg perlu bimbingan. Jadi, jangan lantas di VONIS, merusak Aqidah. Dalam forum keramaian ummat pula. Shingga, alangkah sedihnya bila jamaah ini hendak bersilaturrahim ke desa2 atau masjid2 yg ada dikampung tersebut, namum ummat Islamnya di sana menolak, dengan alasan bahwa kata KH. Anwar Zahidi jamaah ini Merusak Aqidah. Alangkah sedihnya bila hal tersebut terjadi.
Saya rasa, penjelasan saudara Ferry cukup jelas untuk masalah ini…
Wallahua’lam bish-showab. Mohon maaf bila menyinggung perasaan.
Wassalamu’alaikum wr wb..
saya mau tanya biaya untuk mendatangkan KH Anwar Zahid ke Rembang itu berapa,,dan kisaran biaya untuk mendatangkan KH anwar zahid,saya ingin sekali mendatangkan dalam ceramah,.terima kasih
Assalaamu’alaikum. Salam silaturrahmi bagi saudara2ku sesama ummat muslim. Mohon ijin urun pendapat, tentang dakwah beliau KH. Anwar Zahid yg membahas tentang JT. Menurut sy, sy yakin bahwa beliau dalam menyampaikan dahwah sudah memperhitungkan terlebih dahulu menurut pemahaman dan ilmu yg beliau miliki. Kalo ada saudara2 yg kurang berkenan, monggo dipersilakan utk langsung bertemu beliau. Silakan saja disampaikan maksudnya, hanya dg catatan dg kepala dingin jgn emosional. Sy yakin beliau akan berkenan menerima saudara2. Demikian pendapat saya terima kasih.
wesss ta rek jo debat wae ,,,, wong masalah kyak ngene wae kok ,,,, wong yow kerjo golek duet kok ,,di komplen wae westalah rungokno wae
jangan saling menyalahkan..
mari qt tingkatkan ukhuwah islamiyah..
pertanyaan tuk zaman ini cuma satu?
dimanakah para pengikut sunnah rosululloh berada saat adzan itu dikumandangkan..
apakah masjid d bangun hanya untuk simbolisme islam,,yg pada kenyataannya sepi jamaah,,alias sama2 tertidur?
memakmurkan masjid adalah sunnah rosululloh,,knp qt tdk pernah memperhatikan itu?
qt sibuk dg dunia qt?
qt gemar berdebat dg mengandalkan ilmu yg qt punyai,,walau qt tau tau muslim adalah saudara?
inilah yg membuat islam terpecah..dan akan menjadi bahan tertawaan buat mereka yg non muslim…
satu tuhan dan satu nabi,,,jayalah islam
anggap khilafiyah adalah bumbu penyedap dalam islam..
cz kebenaran hanyalah milik allah aubhanahu wa ta’ala semata…
salam islamiyah!
ukhuwah islam tetap. tapi membentengi dari tuduhan2 wahabi yang tak berdasar adalah tak ada salahnya. agar ummat tahu bahwa wahhabi itu perusak islam, dan jangan diikuti.
Setuju sekali mas…
Usaha Memakmurkan Masjid.
Pentingkan sholat berjamaah di masjid dari pada melihat televisi. datang untuk sholat berjamaah sebelum adzan berkumandang.
Tambah pengorbanan untuk agama,
Kita duduk di 8 jam di kantor bisa, masa kita duduk di masjid antara magrib-isya (1.5 jam) tidak bisa ? bagaimana ini ?
Dunia sementara saja, akherat kekal selama-lamanya …. dunia ibarat satu tetes air di diujung jari dibandingkan akherat seperti air lautan… awas ketipu dunia..
Pentingkan sholat berjamaah di masjid. sekarang.., ya sekarang.., jangan ditunda …
Jangan baca comment ini kalau mau adzan.. tutup internet, langsung ambil wudhu datang ke masjid….
Assalamu’alaikum Warahmatulahi Wabarakatuh.
Alhamdulillah….
Saya senang dan simpati dengan Tim Sarkub.
InsyaALLAH sama2 kita perangi pemahaman Wahhabiyah/Salafiyah dan Anti Mazhab yg sekarang berkembang di Indonesia.
Bnyak jg saudara2 kita yg ikut Jamaah Tabligh. Gairah (Jazbah) dalam mnuntut ilmunya begitu tinggi, shingga mreka pun ikut saja mana-mana pengajian tentang Ilmu. Padahal, skarang pengajian Wahhabiyah/Salafiyah pun sudah merebak bagaikan jamur.
Smoga, Tim Sarkubiyah dapat membantu saudara2 kita yg ada di Sumatera.
Terima Kasih.
Wassalamu’alaikum Warahmatulahi Wabarakatuh.
WA’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh.
amiiin,,
terimakasih dan salam kenal.
sebagian komen pa sudah dihapus ya?