Dahsyatnya Dzikir Khofi Secara Sirr

Sarkub Share:
Share

Kesimpulannya, berdzikir dengan ungkapan kata–kata tanpa rasa hudhur (kehadiran hati) disebut dzikir lisan, berdzikir dengan merasakan kehadiran Qolbu bersama Allah disebut dzikir Qolbu, sementara berdzikir tanpa menyadari kehadiran segala sesuatu selain Allah disebut dzikir Sirr. Itulah yang disebut dengan dzikir Khafiy.

Allah SWT berfirman:

“Dan berdzikirlah kepada Tuhanmu dalam hatimu (nafsika) dengan merendahkan dirimu dan rasa takut dan dengan tidak mengeraskan suara di waktu pagi dan petang dan janganlah kamu termasuk orang yang lalai” (QS 7 : 205)

Rizki  lahiriah terwujud dengan gerakan badan, rizki batiniah terwujud dengan gerakan qolb, rizki sir terwujud dengan diam, sementara rizki akal terwujud dengan fana dari diam sehingga seorang hamba tinggal dengan tenang untuk Allah dan bersama Allah.

Nutrisi dan makanan bukanlah konsumsi ruhani, melainkan konsumsi badan. Adapun yang menjadi konsumsi ruhani dan qolb adalah mengingat Allah Zat Yang Maha Mengetahui segala yang ghaib.

Allah SWT berfirman, “Orang–orang beriman dan Qolb mereka tenteram dengan mengingat (dzikir kepada) Allah.”

Semua makhluk yang mendengarmu sebenarnya juga ikut berdzikir bersamamu. Sebab, engkau berdzikir dengan lisanmu, lalu dengan Qolbmu, kemudian dengan nafs–mu , kemudian dengan ruhmu, selanjutnya dengan akalmu, dan setelah itu dengan sirmu.

Bila engkau berdzikir dengan lisan, pada saat yang sama semua benda mati akan berdzikir bersamamu. Bila engkau berdzikir dengan qolb, pada saat yang sama alam beserta isinya ikut berdzikir bersama qolbmu. Bila engkau berdzikir dengan nafs–mu, pada saat yang sama seluruh langit beserta isinya juga turut berdzikir bersamamu.

Bila engkau berdzikir dengan ruhmu, pada saat yang sama ‘Arsy beserta seluruh isinya ikut berdzikir bersamamu. Bila engkau berdzikir dengan akalmu, para malaikat pembawa Arsy dan ruh orang–orang yang memiliki kedekatan dengan Allah juga ikut berdzikir bersamamu. Bila engkau berdzikir dengan sirrmu, Arsy beserta seluruh isinya turut berdzikir hingga dzikir tersebut bersambung dengan zat–Nya.

Imam al-Baqir dan Imam ash-Shadiq as berkata :

“Para malaikat tidak mencatat amal shalih seseorang kecuali apa-apa yang didengarnya, maka ketika Allah berfirman :

“Berdzikirlah kepada Tuhanmu dalam hatimu (nafsika)”, tidak ada seorangpun yang tahu seberapa besar pahala dzikir di dalam hati dari seorang hamba-Nya kecuali Allah Ta’ala sendiri” 58]

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

One Response

  1. Yama katiran15/08/2017 at 20:42Reply

    Trima kasih postingannya, semoga kami dpt mengamalkannya

Leave a Reply