Cinta Tanah Air Menurut Ahli Tafsir

Sarkub Share:
Share

Imam Fakhruddin Ar Razi memiliki pandangan yang bagus dalam memberikan dalil dari Al Qur’an terkait cinta tanah air, yang menegaskan bahwa cinta tanah air adalah dorongan fitrah yang sangat kuat di dalam diri dan jiwa manusia. Beliau mengatakan hal itu ketika menafsirkan firman Allah SWT : 

لَوْ أَنَّا كَتَبْنَا عَلَيْهِمْ أَنِ اقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ أَوِ اخْرُجُوا مِنْ دِيَارِكُمْ

Artinya : 

“Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka bunuhlah dirimu atau keluarlah dari kampungmu”

(QS An Nisaa : 66)

Imam Fakhruddin Ar Razi berkomentar, ” Allah menjadikan tingkatan meninggalkan kampung halaman setingkat dengan bunuh diri”

Seakan Allah SWT berfirman : “Seandainya Aku perintahkan kepada mereka salah satu dari dua kesulitan terbesar di alam semesta, pasti mereka tidak akan melakukannya. Dua kesulitan terbesar di alam semesta itu adalah bunuh diri atau meninggalkan kampung halaman”.

Meninggalkan kampung halaman, bagi orang yang berakal adalah hal yang sangat sulit dilakukan, sama sakitnya seperti bunuh diri. Hal ini menunjukkan bahwa kecintaan pada tanah air mempunyai makna yang sangat dalam bagi diri manusia.

Imam Mulla Ali Al Qary dalam Miqat Al Mafaatih mengatakan “Meninggalkan tanah air adalah ujian yang sangat berat. Karenanya, pembunuhan yang disebut dalam firman Allah SWT : “Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan (QS Al Baqarah : 191)”, ditafsirkan dengan mengeluarkan seseorang dari tanah airnya. Karena ayat ini urutannya setelah firman Allah SWT : “..Dan usirlah mereka dari tempat mereka mengusir kamu (QS Al Baqarah : 191)”.

WaLlahua’lam

Sumber : Kitab Haqqul Mubin, Syaikh Dr.Usamah Sayyid Al-Azhari

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply