<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Thariqat Sarkubiyah &#187; POJOK MAKAM</title>
	<atom:link href="http://www.sarkub.com/category/humor/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.sarkub.com</link>
	<description>Santun Berdakwah Sejuk Beribadah</description>
	<lastBuildDate>Tue, 18 Jun 2013 06:20:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>KH. Thobary Syadzily, Mengawal Aswaja Sampai Dunia Maya</title>
		<link>http://www.sarkub.com/2013/kh-thobary-syadzily-mengawal-aswaja-sampai-dunia-maya/</link>
		<comments>http://www.sarkub.com/2013/kh-thobary-syadzily-mengawal-aswaja-sampai-dunia-maya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Jun 2013 13:57:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tim Sarkub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sarkub in Action]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[densus 99 sarkub]]></category>
		<category><![CDATA[densus aswaja]]></category>
		<category><![CDATA[ketua sarkub]]></category>
		<category><![CDATA[kyai thobary]]></category>
		<category><![CDATA[thobary syadzily]]></category>
		<category><![CDATA[tim densus 99]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sarkub.com/?p=12526</guid>
		<description><![CDATA[KH. Thobary Syadzily adalah seorang ulama yang juga merupakan salah satu cucu dari Syaikh Nawawi... <a class="meta-more" href="http://www.sarkub.com/2013/kh-thobary-syadzily-mengawal-aswaja-sampai-dunia-maya/">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
	<div id="attachment_12527" class="wp-caption aligncenter" style="width: 323px"><img src="http://www.sarkub.com/wp-content/uploads/2013/06/kh-thobary-syadzily-densus-99-sarkub.jpg" alt="thobary syadzily densus 99 sarkub" class="size-full wp-image-12527 wp-caption alignleft aligncenter" height="414" width="319" /><p class="wp-caption-text">Ketua Tim Sarkub, KH. Thobary Syadzily</p></div><strong><em>KH. Thobary Syadzily adalah seorang ulama yang juga merupakan salah satu cucu dari Syaikh Nawawi Al Bantani dan Syaikh Abdul Karim</em></strong>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	Beliau adalah seorang ulama yang juga sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al Husna di Jalan Raya M. Toha No 51 Rt 02 Rw 02 Km 4,5 Priuk Jaya Tangerang Banten. Ditemui saat wawancara di Masjid Jami Kota Malang, Beliau mengaku senang ketika mendarat di Kota Malang ini, karena di samping untuk memenuhi undangan sebagai penceramah di Majelis Maulid Wa Ta lim Riyadlul Jannah, Beliau juga ada jadwal bersilaturahim ke sejumlah Habaib dan guru guru Beliau di sini, lebih lebih, sambutan ummat Islam di Malang menjadi kesan tersendiri bagi beliau.
</p>
<p style="text-align: justify;">
	Beberapa hari berada di Malang, waktu yang terbatas ini tidak disia siakan oleh KH. Thobary. Agendanya cukup padat. Sebelum mengisi di Majelis Maulid Wa Ta lim Riyadlul Jannah pada hari Sabtu malam, pada hari Jum atnya, Beliau mengisi khutbah jum at di Masjid Sabilillah Malang, kemudian malamnya ba dal Maghrib hingga isya mengisi tausiyah di Masjid Agung Jami Kota Malang. Ahad pagi, Beliau berkunjung ke Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur. Sebelum berangkat ke Tebu Ireng, Beliau pun menyempatkan diri untuk berziarah ke beberapa makam para wali dan haba ib di Kota Malang. Banyak rangkaian tempat yang harus saya kunjungi setelah acara Riyadlul Jannah . Begitu ungkapan KH. Thobary yang pada 1 Juni 2013, beliau pun juga akan bertolak ke Balikpapan Kalimantan Timur untuk menyampaikan materi seputar Ilmu Falaq di bidang perhitungan menentukan awal bulan Ramadhan dan bulan Dzulhijjah 2013.
</p>
<p style="text-align: justify;">
	&nbsp;
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<strong>Salafiyah Club</strong><br />
	Di samping kesibukannya sebagai penceramah dan pengasuh Pondok Pesantren Al Husna di Tangerang Banten, Kyai Thobary juga diberi amanah sebagai ketua Lajnah Falaqiyah PWNU Provinsi Banten, ketua Lajnah Falaqiyah PCNU Kota Tangerang, Anggota tim fatwa dan hukum MUI Kota Tangerang, sebagai pengurus di Dewan Masjid Indonesia Kota Tangerang, pengurus di Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur an, pengurus Masjid Raya Al Ahzab, sekaligus anggota tim Nasional Kementrian Agama dan ada beberapa jabatan lagi yang Beliau emban.<br />
	Sejak kecil hingga dewasa KH. Thobary memang akrab dengan pendidikan dan kegiatan agama. Di samping latar belakangnya sebagai cucu dari Syekh Nawawi Al Bantani. Selama Tholabul Ilmi KH. Thobary As Syadily, juga mengenyam pendidikan formal. Pendidikannya dilalui di Madrasah Ibtidaiyah MI , Madrasah Tsanawiyah Negeri MTsN , madrasah Aliyah MA hingga kuliah.
</p>
<p style="text-align: justify;">
	Disamping belajar formal, Kyai Thobary juga pernah menimba ilmu di beberapa Pondok Salafiyah yang saat itu dikenal dengan istilah Salafiyah Club yang khusus membahas Kitab kitab Kuning. Seperti di Pondok Pesantren Pantar Gedang Kecamatan Ciberem Tasikmalaya untuk mendalami Ilmu Shorof, di Pondok Pesantren Riyadul Alqiyah, Sadang Garut Jawa Barat yang juga untuk mendalami ilmu Shorof khususnya Nahwu, di Pondok Pesantren Darul Hikam Ciberem Sukabumi Jawa Barat untuk mendalami ilmu mantik dan Balaghoh serta ilmu Maf ulat, di Pondok Pesantren Darul Ahkam Padarejang Serang Banten untuk mendalami ilmu Fiqih khususnya Fathul Mu in, di Pondok Pesantren Mursidul Falah Kampung Sawah Rengasdengklok Karawang Jawa Barat untuk mendalami ilmu Tauhid dan ilmu Usul Fiqih, dan Pondok Pesantren di Jawa Timur, seperti di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang selama 5 tahun.
</p>
<p style="text-align: justify;">
	&nbsp;
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<img alt="Tabloid Media Ummat" class="alignright" src="https://fbcdn-sphotos-e-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn2/8777_494961910577122_1210235748_n.jpg" style="width: 224px; height: 334px;" /><strong>Dakwah Dunia Maya</strong><br />
	Selain pendidikan agama, KH. Thobary As Syadily juga pernah menimba ilmu dijenjang yang lebih tinggi khususnya ilmu formal. Beliau pernah kuliah di UNDAR jurusan Hubungan Internasional, dan di Fakultas FISIP yang juga sama sama jurusan Hubungan Internasional. Beliau lulus setelah menyelesaikan skripsinya yang berjudul Politik Luar Negeri Amerika Serikat dalam Penyelesaian Damai Palestina Pasca Perang Dingin. Penelitian ini dilakukannya di CIS Center strategic and International Studies di Tanah Abang Jakarta Pusat.
</p>
<p style="text-align: justify;">
	Dilihat dari latar belakang keluarga dan beberapa latar pendidikan serta ilmunya yang mumpuni, KH.Thobary memang patut disejajarkan dengan beberapa para alim ulama lainnya. Eksistensi dunia dakwah yang beliau tanamkan dalam hati sejak kecil, tidak hanya terlihat dalam dakwahnya di beberapa kota di tanah air, di pondok pesantren yang ia asuh, tetapi juga kepada khalayak umum khususnya anak muda lewat media dakwah social internet Facebook, Twitter dll. Langkah ini Beliau tempuh juga sebagai upaya untuk membendung bahaya wabah wahabi yang semakin berkembang di dunia maya. Dengan berbagai postingan dan kalam kalam yang berkaitan dengan Ahlussunnah Wal Jama ah, diharapkan orang awam khususnya anak muda, akan lebih memfilter diri agar tidak menyimpang dari ajaran para ulama dan Shalafus Sahlih.
</p>
<p style="text-align: justify;">
	Di singgung mengenai perbedaan Syeikh Nawawi Al Bantani dan Syeikh Abdul Karim di masa perjalanan dakwahnya, KH.Thobary As Syadily menjelaskan bahwa Syeikh Nawawi Al Bantani lebih memegang kitab kitab klasik, sedangkan Syeikh Abdul Karim lebih mengembangkan thoriqoh yang dianutnya, yakni Thoriqoh Naqsyabandiyah. Keduanya sama sama memegang peranan penting dalam menyelamatkan aqidah Ahlussunnah Waljamaah untuk membentengi ummat dari faham Wahabi.
</p>
<p style="text-align: justify;">
	Sebagai anjuran agar tidak adanya kepunahan dan melestarikan kitab kitab klasik, KH.Thobary menganjurkan untuk bisa men scan beberapa kitab klasik Aswaja yang asli seperti kitab kitab Tauhid. Contohnya kitab Fathul Majid, Aqidatul Awam, Fathul Awam, Akhsanusyiyah dll untuk bisa dipelajari kepada orang awam khususnya anak anak muda di Malang. Karena dengan membaca dan mempelajari beberapa kitab klasik yang asli tersebut, maka pemuda pemuda Aswaja akan mempunyai bekal ilmu yang banyak untuk menangkis faham Wahabi, sebab belajar tidak hanya mendengar, tapi juga harus mempunyai pegangan sebagai pendukung untuk melawan faham tersebut seperti pegangan beberapa kitab klasik yang dimilikinya.
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<strong><em>Disadur oleh Tim Sarkub dari Tabloid Media Ummat</em></strong> <em><strong>Edisi 161 Tahun 2013</strong></em></p>
<div class="SPOSTARBUST-Related-Posts"><H3>Menyan Terkait:</H3><ul class="entry-meta"><li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Macan Putih dari Jawa, Syeikh Masduqie bin Sulaiman Lasem" href="http://www.sarkub.com/2013/sang-macan-putih-dari-pulau-jawa-syeikh-masduqie-bin-sulaiman-al-lasimy/" rel="bookmark">Macan Putih dari Jawa, Syeikh Masduqie bin Sulaiman Lasem</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="10 Tokoh Berpengaruh Nahdlatul Ulama" href="http://www.sarkub.com/2013/10-tokoh-berpengaruh-nahdlatul-ulama/" rel="bookmark">10 Tokoh Berpengaruh Nahdlatul Ulama</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="In Memoriam Presiden Sarkub: Gus Dur" href="http://www.sarkub.com/2012/in-memoriam-presiden-sarkub-gus-dur/" rel="bookmark">In Memoriam Presiden Sarkub: Gus Dur</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Kesederhanaan Syekh Abdul Malik" href="http://www.sarkub.com/2012/kesederhanaan-syekh-abdul-malik/" rel="bookmark">Kesederhanaan Syekh Abdul Malik</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Peran Gus Ma&#8217;shum Lirboyo Dalam Penumpasan PKI" href="http://www.sarkub.com/2012/peran-gus-mashum-lirboyo-dalam-penumpasan-pki/" rel="bookmark">Peran Gus Ma&#8217;shum Lirboyo Dalam Penumpasan PKI</a></li>
</ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sarkub.com/2013/kh-thobary-syadzily-mengawal-aswaja-sampai-dunia-maya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fanatik Buta, Wahabi Merampas Tongkat Khatib Jum&#8217;at</title>
		<link>http://www.sarkub.com/2013/fanatik-buta-wahabi-merampas-tongkat-khatib-jumat/</link>
		<comments>http://www.sarkub.com/2013/fanatik-buta-wahabi-merampas-tongkat-khatib-jumat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 May 2013 00:01:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tim Sarkub</dc:creator>
				<category><![CDATA[KAJIAN ASWAJA]]></category>
		<category><![CDATA[Warta]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah jum'at]]></category>
		<category><![CDATA[khotib jum'at]]></category>
		<category><![CDATA[rampas tongkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sarkub.com/?p=12269</guid>
		<description><![CDATA[Wahabi Stres Mencoba Hentikan Azan Pertama dan merampas Tongkat Khatib Jum&#39;at. Suka Makmue &#8211; Tiga... <a class="meta-more" href="http://www.sarkub.com/2013/fanatik-buta-wahabi-merampas-tongkat-khatib-jumat/">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">
	<strong><span class="fbPhotosPhotoCaption" data-ft="{&quot;type&quot;:45}" id="fbPhotoSnowliftCaption" tabindex="0"><span class="hasCaption">Wahabi Stres Mencoba Hentikan Azan Pertama dan merampas Tongkat Khatib Jum&#39;at</span></span>.</strong>
</p>
<p style="text-align: center;">
	<img alt="rampas tongkat khotib jum'at" class="aligncenter size-full wp-image-12270" height="438" src="http://www.sarkub.com/wp-content/uploads/2013/05/rampas-tongkat-khatib.jpg" width="584" />
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span class="fbPhotosPhotoCaption" data-ft="{&quot;type&quot;:45}" id="fbPhotoSnowliftCaption" tabindex="0"><span class="hasCaption"><strong>Suka Makmue</strong> &#8211; Tiga jamaah shalat Jumat yang terdiri seorang ayah bersama dua anaknya mengamuk di Masjid Baitul Qudus, Desa Keudee Seumot, Ulee Jalan, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya Provinsi Aceh, pada saat pelaksanaan shalat Jumat (17/5/2013). Ayah dan anak ini sempat menggagalkan kumandang azan pertama <span class="text_exposed_show">dan kemudian merampas tongkat khatib saat berkhutbah.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	Menurut informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, sang ayah berinisial H IB beserta dua anaknya, yaitu Ar dan Ir. Ketiganya merupakan jamaah shalat Jumat di Masjid Baitul Qudus, kemarin.
</p>
<p style="text-align: justify;">
	Ketenangan di dalam masjid mendadak ricuh ketika muazin (bilal) bernama Tgk Ali Hasyimi mengumandangkan azan pertama. Tiba-tiba seorang jamaah berinisial H IB bangun dan merebut mikrofon yang digunakan Tgk Ali Hasyimi. Aksi menghentikan azan itu dibantu oleh dua Ar dan Ir yang tak lain adalah putra dari H IB. Pakaian yang dikenakan Tgk Ali Hasyimi putus kancingnya akibat serangan mendadak itu. Untungnya, sejumlah jamaah lain cepat melerai sehingga tak sempat terjadi baku hantam.
</p>
<p style="text-align: justify;">
	Tgk Ali Hasyimi berusaha melanjutkan kumandang azan yang terputus. Namun, lagi-lagi satu keluarga ini mengamuk dan marah-marah serta menarik korban sambil mengeluarkan kata-kata yang tak enak didengar oleh jamaah lainnya. Akhirnya, kumandang azan terpaksa dihentikan.
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<strong>Rampas tongkat khatib</strong>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	Setelah suasana terkendali, panitia mengumumkan tatalaksana ibadah shalat Jumat hari itu dengan mempersilakan khatib Tgk Saleh Ali G untuk menyampaikan khutbah.
</p>
<p style="text-align: justify;">
	Ternyata, ketika khatib memulai khutbah, lagi-lagi H IB bersama kedua anaknya mengamuk. Mereka merampas tongkat yang ada di tangan khatib. H IB beralasan, penggunaan tongkat oleh khatib tak pernah dilakukan di masjid itu. Akhirnya pengikut wahabi yang fanatik dan stres tersebut berurusan dengan kepolisian setempat.
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span class="fbPhotosPhotoCaption" data-ft="{&quot;type&quot;:45}" tabindex="0"><span class="hasCaption"><span class="text_exposed_show">Itulah kebodohan wahabi, adzan pertama jum&#39;at dihentikan karena dianggap bid&#39;ah, padahal sumber adzan pertama jum&#39;at itu dari Sahabat Utsman bin Affan. </span></span></span>sabda Rasulullah SAW:
</p>
<p style="text-align: justify;">
	فعليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين المهديين تمسكوا بها وعضّوا عليها با النواجذ.
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<em>&hellip;..maka wajib atas kalian untuk selalu mengikuti sunnahku dan sunnah para khulafaurrasyidin, peganglah erat-erat dan gigitlah dengan gigi geraham kalian.</em>(Abu Dawud : 4607)
</p>
<p style="text-align: justify;">
	Dalam hadits diatas kita diperintahkan untuk mengikuti sunnah para Khulafaurrasyidin, dan Utsman adalah salah satu dari mereka, maka adzan yang Ia sunnahkan adalah adzan syar&rsquo;i yang diikuti. Karena dengan mengikuti sunnahnya berarti mengikuti sunnah Rasulullah SAW karena kita diperintahkan untuk mengikutinya.
</p>
<p style="text-align: justify;">
	Sedangkan memegang tongkat ketika khotbah jum&#39;at itu juga sunnah, dalil selengkapnya bisa anda simak disini: <a href="http://www.sarkub.com/2013/khotbah-jumat-memegang-tongkat/">http://www.sarkub.com/2013/khotbah-jumat-memegang-tongkat/</a> . <i><span style="font-size:14px;">Hikmah dianjurkannya memegang tongkat adalah untuk mengikat hati (agar lebih konsentrasi) dan agar tidak mempermainkan tangannya. Demikian dalam kitab <em>Subulus Salam</em>, juz II, hal 59).</span></i>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	&nbsp;
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<i><span style="font-size:14px;">Sumber berita: <a href="http://aceh.tribunnews.com">Serambi Indonesia</a></span></i></p>
<div class="SPOSTARBUST-Related-Posts"><H3>Menyan Terkait:</H3><ul class="entry-meta"><li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Naik dan Turun Ketika Peristiwa Isra&#8217; Mi&#8217;raj" href="http://www.sarkub.com/2013/naik-dan-turun-ketika-peristiwa-isra-miraj/" rel="bookmark">Naik dan Turun Ketika Peristiwa Isra&#8217; Mi&#8217;raj</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Kesaksian Mantan MTA: Dari Halalnya Anjing sampai Iming-iming Uang" href="http://www.sarkub.com/2013/kesaksian-mantan-mta-dari-halalnya-anjing-sampai-iming-iming-uang/" rel="bookmark">Kesaksian Mantan MTA: Dari Halalnya Anjing sampai Iming-iming Uang</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Inilah Tiga Tanduk Setan: Inggris, Ibnu Saud, dan Wahabi" href="http://www.sarkub.com/2013/inilah-tiga-tanduk-setan-inggris-ibnu-saud-dan-wahabi/" rel="bookmark">Inilah Tiga Tanduk Setan: Inggris, Ibnu Saud, dan Wahabi</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Ketika Shalat Tidak Mencegahnya dari Perbuatan Keji dan Munkar" href="http://www.sarkub.com/2013/ketika-shalat-tidak-mencegahnya-dari-perbuatan-keji-dan-munkar/" rel="bookmark">Ketika Shalat Tidak Mencegahnya dari Perbuatan Keji dan Munkar</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Khotbah Jum&#8217;at Memegang Tongkat" href="http://www.sarkub.com/2013/khotbah-jumat-memegang-tongkat/" rel="bookmark">Khotbah Jum&#8217;at Memegang Tongkat</a></li>
</ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sarkub.com/2013/fanatik-buta-wahabi-merampas-tongkat-khatib-jumat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Film `Sang Kiai`, Kisah Perjuangan KH. Hasyim Asy`ari</title>
		<link>http://www.sarkub.com/2013/film-sang-kiai-kisah-perjuangan-kh-hasyim-asyari/</link>
		<comments>http://www.sarkub.com/2013/film-sang-kiai-kisah-perjuangan-kh-hasyim-asyari/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 May 2013 22:46:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tim Sarkub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sarkub.com/?p=12261</guid>
		<description><![CDATA[FILM YANG HARUS ANDA TONTON: &#39;SANG KIAI&#39; TAYANG MULAI 30 MEI 2013 Sang Kiai adalah... <a class="meta-more" href="http://www.sarkub.com/2013/film-sang-kiai-kisah-perjuangan-kh-hasyim-asyari/">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">
	<strong>FILM YANG HARUS ANDA TONTON: &#39;SANG KIAI&#39;<br />
	TAYANG MULAI 30 MEI 2013</strong>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<img alt="sang kiai film" class="aligncenter size-full wp-image-12262" height="330" src="http://www.sarkub.com/wp-content/uploads/2013/05/sangkiai.jpg" width="600" />
</p>
<p style="text-align: justify;">
	Sang Kiai adalah film drama Indonesia tahun 2013 yang mengangkat kisah seorang pejuang kemerdekaan sekaligus salah satu pendiri Nahdlatul Ulama dari Jombang, Jawa Timur yakni Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari . Film ini akan dirilis pada tanggal <strong>30 Mei 2013.</strong> Film ini dibintangi oleh Ikranagara, Christine Hakim, Agus Kuncoro, Adipati Dolken.
</p>
<p style="text-align: justify;">
	&#39;Sang Kiai&#39; merupakan film yang dibuat dengan menyoroti perjuangan Hasyim Asy&#39;ari, tokoh pendiri Nahdatul Ulama (NU) dalam mempertahankan kemerdekaan dan melawan penjajah yang timbul dari spirit keagamaan. Fokus film ini adalah perjuangan seorang ulama kharismatik di pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur, melawan penjajah. Termasuk perjuangannya&nbsp; dalam menghadapi tentara Jepang dan bagaimana peran kalangan pesantren dalam perjuangan kemerdekaan. Karena tidak banyak yang tahu tentang kehidupan dan perjuangan beliau untuk agama dan bangsanya.
</p>
<p style="text-align: justify;">
	Dianggap mengikuti jejak &#39;Sang Pencerah&#39; yang mengangkat kehidupan pendiri Muhamadiyyah Kyai H. Ahmad Dahlan, rupanya gagasan membuat film `Sang Kiai` ini sendiri sudah jauh sebelum film tersebut hadir.
</p>
<p style="text-align: justify;">
	Produser Gope Samtani mengatakan diperlukan waktu yang cukup lama untuk mencerna kisah Hasyim Aasy&#39;ari sehingga film `Sang Kiai` baru muncul sekarang yang akan diputar serentak pada <strong>30 Mei 2013.</strong>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	Gope juga menerangkan pembuatan filmnya dilandasi keseriusan dalam penggarapannya. Karena itulah, diperlukan waktu selama 2,5 tahun untuk riset. Lalu pemilihan karakter pemain pun tidak sekedar asal-asalan.
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<strong>Sinopsis:</strong>
</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">
		Pendudukan Jepang ternyata tidak lebih baik dari Belanda. Jepang mulai melarang pengibaran bendera merah putih, melarang lagu Indonesia Raya dan memaksa rakyat Indonesia untuk melakukan Sekerei (menghormat kepada Matahari). KH Hasyim Asyari sebagai tokoh besar agamis saat itu menolak untuk melakukan Sekerei karena beranggapan bahwa tindakan itu menyimpang dari aqidah agama Islam. Menolak karena sebagai umat Islam, hanya boleh menyembah kepada Allah SWT. Karena tindakannya yang berani itu, Jepang menangkap KH Hasyim Asyari.
	</p>
<p style="text-align: justify;">
		KH Wahid Hasyim, salah satu putra beliau mencari jalan diplomasi untuk membebaskan KH Hasyim Asyari. Berbeda dengan Harun, salah satu santri KH Hasyim Asyari yang percaya cara kekerasanlah yang dapat menyelesaikan masalah tersebut. Harun menghimpun kekuatan santri untuk melakukan demo menuntut kebebasan KH Hasyim Asyari. Tetapi harun salah karena cara tersebut malah menambah korban berjatuhan.
	</p>
<p style="text-align: justify;">
		Dengan cara damai KH Wahid Hasyim berhasil memenangkan diplomasi terhadap pihak Jepang dan KH Hasyim Asyari berhasil dibebaskan. Ternyata perjuangan melawan Jepang tidak berakhir sampai disini. Jepang memaksa rakyat Indonesia untuk melimpahkan hasil bumi. Jepang menggunakan Masyumi yang diketuai KH. Hasyim Asy&#39;ari untuk menggalakkan bercocok tanam. Bahkan seruan itu terselip di ceramah sholat Jum&#39;at. Ternyata hasil tanam rakyat tersebut harus disetor ke pihak Jepang. Padahal saat itu rakyat sedang mengalami krisis beras, bahkan lumbung pesantren pun nyaris kosong. Harun melihat masalah ini secara harfiah dan merasa bahwa KH. Hasyim Asy&#39;ari mendukung Jepang, hingga ia memutuskan untuk pergi dari pesantren.
	</p>
<p style="text-align: justify;">
		Jepang kalah perang, Sekutu mulai datang. Soekarno sebagai presiden saat itu mengirim utusannya ke Tebuireng untuk meminta KH HAsyim Asyari membantu mempertahankan kemerdekaan. KH Hasyim Asyari menjawab permintaan Soekarno dengan mengeluarkan Resolusi Jihad yang kemudian membuat barisan santri dan masa penduduk Surabaya berduyun duyun tanpa rasa takut melawan sekutu di Surabaya. Gema resolusi jihad yang didukung oleh semangat spiritual keagamaan membuat Indonesia berani mati.
	</p>
<p style="text-align: justify;">
		Di Jombang, Sarinah membantu barisan santri perempuan merawat korban perang dan mempersiapkan ransum. Barisan laskar santri pulang dalam beberapa truk ke Tebuireng. KH Hasyim Asyari menyambut kedatangan santri- santrinya yang gagah berani, tetapi air mata mengambang di matanya yang nanar
	</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">
	&nbsp;
</p>
<p style="text-align: center;">
	<object height="315" width="560"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/eQoVWCNT3_0?hl=en_GB&amp;version=3" /><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><embed allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" height="315" src="http://www.youtube.com/v/eQoVWCNT3_0?hl=en_GB&amp;version=3" type="application/x-shockwave-flash" width="560"></embed></object>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	Sumber: Wikipedia
</p>
<p style="text-align: justify;">
	&nbsp;
</p>
<p style="text-align: justify;">
	&nbsp;</p>
<div class="SPOSTARBUST-Related-Posts"><H3>Menyan Terkait:</H3><ul class="entry-meta"><li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Tempo Majalah Bungkus Tempe" href="http://www.sarkub.com/2012/tempo-majalah-bungkus-tempe/" rel="bookmark">Tempo Majalah Bungkus Tempe</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Sumur Tua Saksi Bisu Kekejaman PKI" href="http://www.sarkub.com/2012/sumur-tua-saksi-bisu-kekejaman-pki/" rel="bookmark">Sumur Tua Saksi Bisu Kekejaman PKI</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Kejahatan PKI Terhadap Umat Islam" href="http://www.sarkub.com/2012/kejahatan-pki-terhadap-umat-islam/" rel="bookmark">Kejahatan PKI Terhadap Umat Islam</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Taliban dan Alqaidah Dibuat Untuk Hancurkan Citra Islam" href="http://www.sarkub.com/2012/taliban-dan-alqaidah-dibuat-untuk-hancurkan-citra-islam/" rel="bookmark">Taliban dan Alqaidah Dibuat Untuk Hancurkan Citra Islam</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Perlunya Dibentuk Jaringan Aswaja Nusantara" href="http://www.sarkub.com/2012/perlunya-dibentuk-jaringan-aswaja-nusantara/" rel="bookmark">Perlunya Dibentuk Jaringan Aswaja Nusantara</a></li>
</ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sarkub.com/2013/film-sang-kiai-kisah-perjuangan-kh-hasyim-asyari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bikin Resah Warga, MTA Terancam Tak Diizinkan di Bojonegoro</title>
		<link>http://www.sarkub.com/2013/bikin-resah-warga-mta-terancam-tak-diizinkan-di-bojonegoro/</link>
		<comments>http://www.sarkub.com/2013/bikin-resah-warga-mta-terancam-tak-diizinkan-di-bojonegoro/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 May 2013 03:03:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tim Sarkub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta]]></category>
		<category><![CDATA[Majelis Tafsir Al-Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[MTA]]></category>
		<category><![CDATA[Sukino]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sarkub.com/?p=12205</guid>
		<description><![CDATA[Organisasi masyarakat (Ormas) Majelis Tafsir Alquran (MTA) Gunungkidul terancam tak dapat menggelar pengajian di Kabupaten... <a class="meta-more" href="http://www.sarkub.com/2013/bikin-resah-warga-mta-terancam-tak-diizinkan-di-bojonegoro/">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
	<img alt="mta bojonegoro" class="alignleft size-full wp-image-12213" height="224" src="http://www.sarkub.com/wp-content/uploads/2013/05/mta-bojonegoro.jpg" style="margin: 5px;" title="" width="299" />Organisasi masyarakat (Ormas) Majelis Tafsir Alquran (MTA) Gunungkidul terancam tak dapat menggelar pengajian di Kabupaten Bojonegoro. Hal itu menyusul protes dari warga Desa/Kecamatan Ngambon yang menganggap MTA menyesatkan. Sampai saat ini keberadaan Yayasan Majlis Tafsir Alquran (MTA) di Bojonegoro masih menuai kontroversi. Beberapa waktu lalu, di Kecamatan Ngambon pengajian ini sempat dibubarkan warga.
</p>
<p style="text-align: justify;">
	Kepala Desa (Kades) Ngambon, Qoharudin meminta semua pihak bisa menahan diri. Jangan sampai tindakan yang dilakukan menimbulkan efek negatif. Saat ditanya pokok permasalahan yang memicu kontroversi, Kades enggan memberikan penjelasan.
</p>
<p style="text-align: justify;">
	Sebelumnya telah dilakukan dialog antara warga Desa/Kecamatan Ngambon Kabupaten Bojonegoro dan pihak Majlis Tafsir Al Qur&#39;an (MTA) di Mapolsek Ngambon yang agaknya mulai menemui kesepahaman. Dialog tersebut dilakukan karena puluhan warga melakukan unjuk rasa memrotes keberadaan MTA yang dianggap meresahkan warga. Dialog difasilitasi oleh Kapolres Bojonegoro, AKBP Rakhmad Setijadi. Selain itu pihak Muspika hingga Kepala Desa Setempat turut membantu mengondisikan aksi protes warga tersebut.
</p>
<p style="text-align: justify;">
	pihak perwakilan warga meminta agar pihak MTA tidak mudah memvonis kepada masyarakat sekitar dengan istilah kafir, musrik dan istilah negatif lain dalam agama. Sebab hal itu akan membuat warga tersinggung dan merasa resah dengan keberadaan MTA.&nbsp; Semoga pihak MTA juga bisa memahami hal tersebut, jika tidak ingin keberadaanya diusik.
</p>
<p style="text-align: justify;">
	Menurut Kepala Desa Ngambon, Koharudin, Kegiatan MTA biasanya dilakukan setiap seminggu sekali, biasanya menggunakan kitab khusus yang mereka miliki.
</p>
<p style="text-align: justify;">
	Kapolres Bojonegoro, AKBP Rakhmad Setyadi meminta sebelum menggelar kegiatan lagi, tokoh MTA supaya menyelesaikan masalah dengan tokoh masyarakat setempat. Kapolres mendorong mereka untuk menggelar dialog supaya tidak terjadi salah persepsi.
</p>
<p style="text-align: justify;">
	Perlu dikondisikan dulu supaya tidak selalu menimbulkan protes warga. Polisi hanya menjalankan tugas sesuai amanat undang-undang, sehingga kami akan tetap melindungi warga untuk mendapat <strong>keamanan dan kenyamanan</strong>,&quot; jelas Kapolres. Sedangkan keberadaan MTA di Bojonegoro mengganggug ketenangan dan kenyamanan warga karena dakwah MTA yang sering menghina amaliah-amaliah mayoritas warga yang merupakan Nahdliyyin.
</p>
<p style="text-align: justify;">
	Masalah ini sangat rentan karena beraroma SARA, tetapi menurut Kapolres agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, perlu duduk bersama mencari solusinya. MTA merupakan Ormas resmi , sedangkan masyarakat juga memerlukan ketenangan. Polisi menurutnya juga sangat dilematis untuk memberikan izin kegiatan berikutnya. Sehingga kegiatan MTA terancam tak mendapatkan izin di Bojonegoro.
</p>
<p style="text-align: justify;">
	Laporan: BlokBojonegoro.Com</p>
<div class="SPOSTARBUST-Related-Posts"><H3>Menyan Terkait:</H3><ul class="entry-meta"><li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Sejarah Bangsa yang Tidak Tercatat" href="http://www.sarkub.com/2012/sejarah-bangsa-yang-tidak-tercatat/" rel="bookmark">Sejarah Bangsa yang Tidak Tercatat</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="NU dan Kemerdekaan RI" href="http://www.sarkub.com/2012/nu-dan-kemerdekaan-ri/" rel="bookmark">NU dan Kemerdekaan RI</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Kisah Fotografer yang Mengabadikan Kemerdekaan RI" href="http://www.sarkub.com/2012/kisah-fotografer-yang-mengabadikan-kemerdekaan-ri/" rel="bookmark">Kisah Fotografer yang Mengabadikan Kemerdekaan RI</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Era Soekarno, Indonesia Adalah Negara Super Power" href="http://www.sarkub.com/2012/era-soekarno-indonesia-adalah-negara-super-power/" rel="bookmark">Era Soekarno, Indonesia Adalah Negara Super Power</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Arab Saudi dibawah Kendali Israel" href="http://www.sarkub.com/2012/arab-saudi-dibawah-kendali-israel/" rel="bookmark">Arab Saudi dibawah Kendali Israel</a></li>
</ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sarkub.com/2013/bikin-resah-warga-mta-terancam-tak-diizinkan-di-bojonegoro/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wahabi Tobat dan Kini Rajin Ziarah Wali</title>
		<link>http://www.sarkub.com/2013/wahabi-tobat-dan-kini-rajin-ziarah-wali/</link>
		<comments>http://www.sarkub.com/2013/wahabi-tobat-dan-kini-rajin-ziarah-wali/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 May 2013 15:03:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tim Sarkub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Hikayat]]></category>
		<category><![CDATA[Ziarah Kubur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sarkub.com/?p=11956</guid>
		<description><![CDATA[Cerita ini adalah berdasarkan kisah nyata tentang taubatnya pengikut wahabi menjadi pengikut Ahlussunnah Wal Jama&#8217;ah... <a class="meta-more" href="http://www.sarkub.com/2013/wahabi-tobat-dan-kini-rajin-ziarah-wali/">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
	<img alt="wahabi ziarah tobat" class="alignleft size-full wp-image-11957" height="180" src="http://www.sarkub.com/wp-content/uploads/2013/05/wahabi-ziarah-tobat.jpg" style="margin: 4px;" title="" width="265" />Cerita ini adalah berdasarkan kisah nyata tentang taubatnya pengikut wahabi menjadi pengikut Ahlussunnah Wal Jama&rsquo;ah yang cinta ziarah.
</p>
<p style="text-align: justify;">
	Hari itu, Rabu 1 Mei 2013, saya mendatangi Makam Habib Ahmad bin Alwi Al-Haddad atau yang lebih dikenal sebagai Habib Kuncung saat dhuhur, setelah selesai shalat dhuhur berjamaah saya bergegas ke lokasi makam.&nbsp; Ternyata saya sendirian di dalam area makam.
</p>
<p style="text-align: justify;">
	Kemudian satu persatu para peziarah mulai berdatangan hingga sekitar 15 orang. Diantara mereka ada seorang sales, Habaib, Kyai serta orang kantoran.
</p>
<p style="text-align: justify;">
	Setelah berziarah saya pulang dan l<span id=".reactRoot[52].[1][4][1]{comment4844010024145_4470324}.0.[1].0.[1].0.[0].[0][2].0.[3]"><span id=".reactRoot[52].[1][4][1]{comment4844010024145_4470324}.0.[1].0.[1].0.[0].[0][2].0.[3].0"><span id=".reactRoot[52].[1][4][1]{comment4844010024145_4470324}.0.[1].0.[1].0.[0].[0][2].0.[3].0.[0]">angsung menuju jalan Rawa Jati karena ada janji dengan teman untuk berziarah bersama ke luar batang, yaitu di Makam Habib </span>Husein Bin Abubakar Alaydrus</span>. Saya menunggu di halte pinggir jalan. Setelah melihat di sekeliling saya, ternyata di belakang saya ada dua orang berpakaian rapi yang saya lihat saat ziarah di makam Habib Kuncung tadi.</span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	Saya pun menyapanya dan berkenalan dengannya. Salah satunya memperkenalkan diri bahwa namanya Dedy. Lalu saya saling bertukar nomor handphone.
</p>
<p style="text-align: justify;">
	Sambil menungguu teman saya yang belum dating, saya lalu bercerita kesana kemari. Dia menceritakan bahwa dulu sangat berbeda dengan sekarang. Dia angat tidak mempercayai kekeramatan aulia, apalagi tahlil, tawassul, mauled, ziarah kubur dan lain sebagainya. Intinya adalah dia dulunya wahabi tulen.
</p>
<p style="text-align: justify;">
	Dia kemudian bercerita mengapa sampai berubah 180 derajat sekarang. Diceritakannya bahwa pada suatu hari dia makan siang di daerah pluit,kebetulan dekat dengan masjid Luar Batang. Rasa penasaranya membuat dia ingin tahu masjid keramat tersebut yang katanya terdapat makam waliyullah tersebut. Dia lalu berencana untuk melihatnya keesokan harinya.
</p>
<p style="text-align: justify;">
	Pada malam sebelum dia mengunjungi masjid luar batang tersebut, dia bermimpi bertemu dengan seseorang berpakaian jubah putih. Kemudian Deni berdialog dengan sosok orang tersebut.
</p>
<p style="text-align: justify;">
	&nbsp;
</p>
<p style="text-align: justify;">
	Deni : Kamu siapa?
</p>
<p style="text-align: justify;">
	Pria berjubah : Ah besok juga ente kenal ama ana.
</p>
<p style="text-align: justify;">
	&nbsp;
</p>
<p style="text-align: justify;">
	Deni :Bapak dari mana??
</p>
<p style="text-align: justify;">
	Pria berjubah : Besok juga kita bakalan ketemu di rumah saya.
</p>
<p style="text-align: justify;">
	&nbsp;
</p>
<p style="text-align: justify;">
	Dia lalu terbangun, heran dan bertanya-tanya dalam hati.
</p>
<p style="text-align: justify;">
	&nbsp;
</p>
<p style="text-align: justify;">
	Keesokan hari dia berangkat ke Luar Batang. Dia tidak ada niatan untuk ikut tahlil ataupun ziarah kubur. Akan tetapi hanya penasaran ingin melihat masjid tersebut. Namun seakan hatinya ada yang menuntun bergerak untuk masuk area makam Habib Husein bin Abubakar Alaydrus. Berhubung dia tidak bisa bagaimana caranya ziarah, maka dia hanya duduk lalu membaca surat Al-Fatihah saja kemudian langsung bergegas pulang.
</p>
<p style="text-align: justify;">
	Tibalah Malam setelah ziarah, disaat tertidur dia bermimpi bertemu pria berjubah seperti yang kemarin lagi. Kemudian terjadi dialog:
</p>
<p style="text-align: justify;">
	&nbsp;
</p>
<p style="text-align: justify;">
	Pria berjubah : Nah kamu sudah tahu siapa saya kan?
</p>
<p style="text-align: justify;">
	Deni : Saya tidak tahu bapak itu siapa, dan saya juga tidak kenal denganmu.
</p>
<p style="text-align: justify;">
	Priaberjubah : Bukankah siang tadi kamu telah dating ke masjidku dan menziarahi makamku?.
</p>
<p style="text-align: justify;">
	Deni : Kan bapak sudah dimakamkan, berarti sudah mati.
</p>
<p style="text-align: justify;">
	&nbsp;
</p>
<p style="text-align: justify;">
	Priaberjubah : Janganlah kamu kira kami ini mati. Kami masih hidup. Bila kamu sering berziarah kepada kami, kami pun akan sering berziarah kepada kalian.
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<br />
	<span id=".reactRoot[52].[1][4][1]{comment4844010024145_4470327}.0.[1].0.[1].0.[0].[0][2].0.[2]">Deni terbangun, dia masih terus memikirkan peristiwa mimpi tersebut.</span> Dan tak lama setelah itu, akhirnya dia meninggalkan manhaj salaf palsu alias wahabi yang telah dianut berpuluh-puluh tahun lamanya. Dia telah kembali ke jalan para salaf, mengikuti Ahlussunnah Wal Jama&rsquo;ah yang suka berziarah, tawassul, tabarruk, maulid dan amalan-amalan lainnya.
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<br />
	<span id=".reactRoot[52].[1][4][1]{comment4844010024145_4470327}.0.[1].0.[1].0.[0].[0][2].0.[7]">Kini dalam seminggu dia bisa sampai 3-4 kali berziarah, seperti ke makam Habib Kuncung.<br />
	<span id=".reactRoot[52].[1][4][1]{comment4844010024145_4470327}.0.[1].0.[1].0.[0].[0][2].0.[9]">Saat menceritakan kisah ini matanya berkaca-kaca dan menetes air matanya karena menyesal kenapa dulu mengikuti ajaran manhaj salaf palsu alias wahabi.</span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	&nbsp;
</p>
<p style="text-align: right;">
	<em>(Seperti dituturkan oleh Habib Musthofa Al-Jufri)</em></p>
<div class="SPOSTARBUST-Related-Posts"><H3>Menyan Terkait:</H3><ul class="entry-meta"><li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Kecintaan Abu Hurairoh Kepada Ibundanya" href="http://www.sarkub.com/2012/kecintaan-abu-hurairoh-kepada-ibundanya/" rel="bookmark">Kecintaan Abu Hurairoh Kepada Ibundanya</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Kisah Rambut Abu Mahdzuroh" href="http://www.sarkub.com/2012/kisah-rambut-abu-mahdzuroh/" rel="bookmark">Kisah Rambut Abu Mahdzuroh</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Wanita Sholihah Berbicara Dengan Bahasa Al-Qur&#8217;an" href="http://www.sarkub.com/2012/kisah-wanita-yang-selalu-berbicara-dengan-bahasa-al-quran/" rel="bookmark">Wanita Sholihah Berbicara Dengan Bahasa Al-Qur&#8217;an</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Tuduhan &#8220;Penyembah Kuburan&#8221; pada Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki" href="http://www.sarkub.com/2012/tuduhan-penyembah-kuburan-pada-sayyid-muhammad-bin-alwi-al-maliki/" rel="bookmark">Tuduhan &#8220;Penyembah Kuburan&#8221; pada Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Hukum Sholat Jenazah di Kuburan" href="http://www.sarkub.com/2012/hukum-sholat-jenazah-di-kuburan/" rel="bookmark">Hukum Sholat Jenazah di Kuburan</a></li>
</ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sarkub.com/2013/wahabi-tobat-dan-kini-rajin-ziarah-wali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tradisi Nyarkub di Saudi</title>
		<link>http://www.sarkub.com/2013/tradisi-nyarkub-di-saudi/</link>
		<comments>http://www.sarkub.com/2013/tradisi-nyarkub-di-saudi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Apr 2013 09:54:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tim Sarkub</dc:creator>
				<category><![CDATA[POJOK MAKAM]]></category>
		<category><![CDATA[Warta]]></category>
		<category><![CDATA[nyarkub]]></category>
		<category><![CDATA[Saudi arabia]]></category>
		<category><![CDATA[ziarah kubur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sarkub.com/?p=10949</guid>
		<description><![CDATA[Ternyata aktifitas nyarkub (ziarah kubur) pada hari jum&#39;at dipekuburan Ma&#39;laa Makkah Saudi,&#160;cukup ramai tidak seperti... <a class="meta-more" href="http://www.sarkub.com/2013/tradisi-nyarkub-di-saudi/">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
	<a href="http://www.sarkub.com/wp-content/uploads/2013/04/rojo-sangudi-nyarkub.jpg" rel="" style="" target="" title=""><img alt="rojo sangudi nyarkub" class="alignright size-medium wp-image-10958" height="124" src="http://www.sarkub.com/wp-content/uploads/2013/04/rojo-sangudi-nyarkub-300x207.jpg" style="" title="" width="180" /></a><span style="font-size:14px;"><span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"><span style="color: rgb(55, 64, 78); line-height: 17.99715805053711px;">Ternyata aktifitas nyarkub (ziarah kubur) pada hari jum&#39;at dipekuburan Ma&#39;laa Makkah Saudi,&nbsp;cukup ramai tidak seperti hari hari yang lain.&nbsp;Barangkali tradisi nyarkub (ziarah kubur) hari jum&#39;at disini juga berlaku.&nbsp;Berikut laporan sesuai urutan nomor gambar:</span></span></span>
</p>
<ol>
<li>
		<span style="font-size:14px;"><span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"><span style="color: rgb(55, 64, 78); line-height: 17.99715805053711px;">Salah satu peziarah warga arab dengan posisi dan gaya ziarahnya benar-benar&nbsp;nyarkub&nbsp;ala aswaja.</span><span style="color: rgb(55, 64, 78); line-height: 17.99715805053711px;">Duduk bersila beralaskan sajadah dan menghadap ke kuburan.</span></span></span>
	</li>
<li>
		<span style="font-size:14px;"><span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"><span style="color: rgb(55, 64, 78); line-height: 17.99715805053711px;">Haru biru pake nangis sgala. Manusiawi sekali.</span></span></span>
	</li>
<li>
		<span style="font-size:14px;"><span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"><span style="color: rgb(55, 64, 78); line-height: 17.99715805053711px;">Ritual tabur pasir putih. Nggak tahu apa maksud niatnya.</span></span></span>
	</li>
<li>
		<span style="font-size:14px;"><span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"><span style="color: rgb(55, 64, 78); line-height: 17.99715805053711px;">Kemudian duduk sambil membaca buku bacaan yang saya tidak tahu apa isinya. Bukan yasin kali ya?</span></span></span><span id="more-10949"></span>
	</li>
<li>
		<span style="font-size:14px;"><span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"><span style="color: rgb(55, 64, 78); line-height: 17.99715805053711px;">Membaca sambil menyiapkan air mineral satu gelas dihadapannya. (Gue nuduh ini praktik syirik)</span></span></span>
	</li>
<li>
		<span style="font-size:14px;"><span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"><span style="color: rgb(55, 64, 78); line-height: 17.99715805053711px;">Formasi berdiri menghadap kiblat bersama namun membaca/berdoa sendiri sendiri. Tapi saya yakin mereka bukan membaca nadzoman</span></span></span>
	</li>
<li>
		<span style="font-size:14px;"><span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"><span style="color: rgb(55, 64, 78); line-height: 17.99715805053711px;">Asyik santai duduk pas diatas kepala penghuni kubur. Barangkali sedang berinteraksi. Ini kayaknya orang pakistan.</span></span></span>
	</li>
<li>
		<span style="font-size:14px;"><span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"><span style="color: rgb(55, 64, 78); line-height: 17.99715805053711px;">Formasi melingkar doa bersama.</span></span></span>
	</li>
<li>
		<span style="font-size:14px;"><span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"><span style="color: rgb(55, 64, 78); line-height: 17.99715805053711px;">Mencari atau menaruh sesuatu di batu nisan lurus kepala. Syari&#39;at apalagi ini mas akhi? <img src='http://www.sarkub.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  (arab&nbsp;<span style="font-size:14px;"><span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"><span style="color: rgb(55, 64, 78); line-height: 17.99715805053711px;">baduwi)</span></span></span></span></span></span>
	</li>
<li>
		<span style="font-size:14px;"><span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"><span style="color: rgb(55, 64, 78); line-height: 17.99715805053711px;">Doa menghadap kubur dan membelakangi kiblat.</span></span></span>
	</li>
<li>
		<span style="font-size:14px;"><span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"><span style="color: rgb(55, 64, 78); line-height: 17.99715805053711px;">Duduk bersila menghadap kubur dan membelakangi kiblat sambil membaca sesuatu.</span></span></span>
	</li>
</ol>
<p>
	&#8212;&#8211;
</p>
<p>
	<span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"><img class="alignnone" src="http://www.sarkub.com/wp-content/uploads/2013/04/923158_514362811959464_1337311872_n.jpg" style="width: 200px; height: 133px;" />.&nbsp;<img class="alignnone" src="http://www.sarkub.com/wp-content/uploads/2013/04/532947_514363225292756_1947019138_n.jpg" style="width: 200px; height: 133px;" />.&nbsp;<img class="alignnone" src="http://www.sarkub.com/wp-content/uploads/2013/04/922937_514376461958099_326161297_n.jpg" style="width: 200px; height: 133px;" /></span>
</p>
<p>
	<span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"><img class="alignnone" src="https://fbcdn-sphotos-b-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn1/936484_514364595292619_1743551405_n.jpg" style="width: 200px; height: 133px;" />. <img class="alignnone" src="http://www.sarkub.com/wp-content/uploads/2013/04/935461_514365018625910_2065939479_n.jpg" style="width: 200px; height: 133px;" />.&nbsp;<img class="alignnone" src="http://www.sarkub.com/wp-content/uploads/2013/04/934010_514365838625828_1002502121_n.jpg" style="width: 200px; height: 133px;" /></span>
</p>
<p>
	<span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"><img class="alignnone" src="http://www.sarkub.com/wp-content/uploads/2013/04/47999_514365658625846_715086169_n.jpg" style="width: 200px; height: 133px;" />.&nbsp;<img class="alignnone" src="http://www.sarkub.com/wp-content/uploads/2013/04/321684_514366391959106_1451471466_n.jpg" style="width: 200px; height: 133px;" />.&nbsp;<img class="alignnone" src="http://www.sarkub.com/wp-content/uploads/2013/04/936401_514366585292420_1812122387_n.jpg" style="width: 200px; height: 133px;" /></span>
</p>
<p>
	<span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"><img class="alignnone" src="http://www.sarkub.com/wp-content/uploads/2013/04/923248_514367655292313_240214732_n.jpg" style="width: 200px; height: 133px;" />.&nbsp;<img class="alignnone" src="http://www.sarkub.com/wp-content/uploads/2013/04/302449_514367071959038_594781583_n.jpg" style="width: 200px; height: 133px;" /></span>
</p>
<p>
	<span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"><span style="color: rgb(55, 64, 78); line-height: 17.99715805053711px;">________________</span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="font-size:14px;"><span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"><span style="color: rgb(55, 64, 78); line-height: 17.99715805053711px;">Aku amati semua ritual ziarah orang2 ini rata rata berdurasi kurang lebih 15 menitan.</span>&nbsp;<span style="color: rgb(55, 64, 78); line-height: 17.99715805053711px;">Dan obyek ini aku jepret di kejauhan 150 meteran dar jendela kamarku. </span>&nbsp;<span style="color: rgb(55, 64, 78); line-height: 17.99715805053711px;">Demikian reportase menyan, mbah&nbsp;baba naheel melaporkan.&nbsp;Ma&#39;laa, Jum&#39;at 19/4/2013.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: center;">
	<a href="https://www.facebook.com/photo.php?fbid=541453809199095&amp;set=pb.189438454400634.-2207520000.1367139539.&amp;type=3&amp;src=https%3A%2F%2Ffbcdn-sphotos-f-a.akamaihd.net%2Fhphotos-ak-ash4%2F735221_541453809199095_378543761_n.jpg&amp;size=720%2C960"><img alt=" Syech Baba Naheel, M.Kub" class="alignnone" src="http://www.sarkub.com/wp-content/uploads/2013/04/735221_541453809199095_378543761_n.jpg" style="height: 200px; width: 150px;" /><br />
	<em><span style="color: rgb(59, 89, 152); font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 10.909090995788574px; font-weight: bold; line-height: 12.727272033691406px;">Syech Baba Naheel, M.Kub</span></em></a>
</p>
<p style="text-align: center;">
	<span style="font-size: 13px; line-height: 1.6em;">(on Note Facebook </span><em style="font-size: 13px; line-height: 1.6em;"><a href="https://www.facebook.com/baba.naheel/posts/514368955292183">klilk&#8230;</a></em><span style="font-size: 13px; line-height: 1.6em;">)</span></p>
<div class="SPOSTARBUST-Related-Posts"><H3>Menyan Terkait:</H3><ul class="entry-meta"><li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Misteri Injil Kuno Barnabas Mengguncang Dunia" href="http://www.sarkub.com/2012/misteri-injil-kuno-barnabas-mengguncang-dunia/" rel="bookmark">Misteri Injil Kuno Barnabas Mengguncang Dunia</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Kemenyan Turunkan Kolesterol dan Hentikan Kanker" href="http://www.sarkub.com/2012/kemenyan-turunkan-kolesterol-dan-hentikan-kanker/" rel="bookmark">Kemenyan Turunkan Kolesterol dan Hentikan Kanker</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Misteri Rahasia Dibalik Kalimat Adzan di Waktu Subuh" href="http://www.sarkub.com/2012/misteri-rahasia-dibalik-kalimat-adzan-di-waktu-subuh/" rel="bookmark">Misteri Rahasia Dibalik Kalimat Adzan di Waktu Subuh</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Kisah Pemuda Yahudi Memeluk Islam" href="http://www.sarkub.com/2012/kisah-pemuda-yahudi-memeluk-islam/" rel="bookmark">Kisah Pemuda Yahudi Memeluk Islam</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Meresahkan, Warga Madiun Demo Tolak MTA" href="http://www.sarkub.com/2012/meresahkan-warga-madiun-demo-tolak-mta/" rel="bookmark">Meresahkan, Warga Madiun Demo Tolak MTA</a></li>
</ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sarkub.com/2013/tradisi-nyarkub-di-saudi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesaksian Tim Sarkub di KPI, Membungkam Jurnalisme Abal-abal Wahabi</title>
		<link>http://www.sarkub.com/2013/kesaksian-tim-sarkub-di-kpi-membungkam-jurnalisme-abal-abal-wahabi/</link>
		<comments>http://www.sarkub.com/2013/kesaksian-tim-sarkub-di-kpi-membungkam-jurnalisme-abal-abal-wahabi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Apr 2013 14:28:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tim Sarkub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bantahan]]></category>
		<category><![CDATA[Dialog]]></category>
		<category><![CDATA[KAJIAN ASWAJA]]></category>
		<category><![CDATA[Warta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sarkub.com/?p=10613</guid>
		<description><![CDATA[Usai pertemuan mediasi antara Pihak Aswaja, KPI, MUI, dan Trans 7, media Wahabi ramai-ramai bikin... <a class="meta-more" href="http://www.sarkub.com/2013/kesaksian-tim-sarkub-di-kpi-membungkam-jurnalisme-abal-abal-wahabi/">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><em><img class="alignleft size-full wp-image-10615" alt="mediasi-trans7" src="http://www.sarkub.com/wp-content/uploads/2013/04/mediasi-trans7.jpg" width="254" height="193" /><strong>Usai pertemuan mediasi antara Pihak Aswaja, KPI, MUI, dan Trans 7, media Wahabi ramai-ramai bikin berita versi mereka sendiri. Tujuannya cuma untuk menghibur diri mereka sendiri. Padahal datang ke lokasi pun tidak tapi media Wahabi sudah sesumbar bikin berita seenak perutnya sendiri.</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan dibawah ini ditulis berdasarkan kisah nyata dan kesaksian salah seorang Jurnalis Tim Sarkub yang datang langsung mengikuti jalannya <em>sidang</em> di gedung KPI.</p>
<p><span id="more-10613"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Saya tiba di lokasi sekitar pukul 14.45 dan langsung bertemu dengan Kiyai Ibnu Mas&#8217;ud, sesepuh Tim Sarkub, di depan pintu gerbang. Beliau saat itu berdiri bersama seorang laki laki muda bergamis putih dengan imamah di kepala, belakangan saya baru tahu kalau beliau adalah Habib Fachry Jamalullail dari FPI. Setelah memarkir motor, saya dan sohib karib saya, Irfan Murdianto segera naik ke lantai 6 gedung Bapeten tempat dialog antara tim redaksi Trans 7 dan pihak Aswaja yang melayangkan aduan kepada KPI. Sesampainya diatas ternyata telah hadir terlebih dahulu Ketua Umum Tim Sarkub KH. Thobary Syadzily al-Bantani, Koordinator <strong>Densus 99 Sarkub</strong> Habib Mushthofa bin Mohsen al-Jufri dan beberapa kawan sarkuber lainnya. Kepada kami KH. Thobary mewanti wanti agar tetap menjaga adab dan sopan santun selama berada di gedung tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;"><b> </b></p>
<p style="text-align: justify;">Hanya selang sepuluh menit kemudian pertemuanpun dimulai, dan ternyata dari pihak <strong>Sarkub</strong> hanya lima orang saja yang  boleh masuk ke ruangan pertemuan. Yang masuk pertamanya hanyalah KH. Thobary dan Kyai Ibnu Mas&#8217;ud, sedang saya tetap berada diluar. Saya sempat bergumam dalam hati: &#8220;yahhhh&#8230; Gak bisa masuk ngelihat debat para ulama lagi&#8230;., ah nggak apa apa deh&#8230; yang penting bisa kopdar ama kawan kawan&#8230;&#8221;. Namun tak sampai lima menit kemudian Kyai Ibnu Mas&#8217;ud keluar memanggil saya dan seorang kawan yang memegang kamera digital untuk masuk. Memang beberapa jam sebelumnya saat akan berangkat ke gedung KPI tersebut beliau sudah mengamanahkan saya untuk membawa kamera. Namun karena saya tak memiliki kamera dan waktunya sangat mepet untuk mencari pinjaman handycam maka saya putuskan untuk merekam moment pertemuan ini hanya dengan aplikasi kamera dari tablet yang saya miliki.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya kemudian memasuki ruangan pertemuan yang tidak seberapa besar dengan sebuah meja melingkar di tengahnya. Di dalam telah hadir KH. Thobary, Habib Fachry Jamalulail, Habib Mushthofa mohsen al-Jufry dan Kiyai Ibnu Mas&#8217;ud. Disebelah kanan duduk Kiyai Anshori dahlan dan Kiyai Misbachul Munir dari Lembaga dakwah PBNU. Di depan saya persis duduklah para komisioner KPI yang berjumlah 4 orang. Sedangkan di sebelah kiri saya adalah tim redaksi Khazanah Trans 7 yang berjumlah 3 orang dan ustadz Haikal sebagai narasumber mereka. Sisanya adalah para crew Trans 7 yang ikut mengabadikan moment ini dengan kamera mereka yang tentunya jauh lebih canggih dari alat yang saya pakai serta beberapa orang lainnya. Begitu saya duduk tepat dibelakang KH. Thobary mata saya langsung tertuju kepada seraut wajah yang dua hari belakangan sangat familier bagi para facebooker Aswaja. Pemilik wajah yang entah kenapa selalu seperti sedang cemberut itu adalah Pracoyo Wiryoutomo, Wapimred Trans 7 yang di akun personal Facebooknya mengatakan bahwa <em>orang orang yang menentang dakwah tauhid yang disiarkan melalui program Khazanah adalah orang orang yang sejenis dengan Abu Jahal dan Abu Lahab</em>. Saya langsung menyalakan aplikasi kamera pada tablet saya dan lalu mulai merekam momen ini, beberapa kali saya zoom wajah Pak Pracoyo ini untuk memastikan memang dialah yang dua hari belakangan jadi trending topic di kalangan facebooker aswaja.</p>
<p style="text-align: justify;"><b> </b></p>
<p style="text-align: justify;">Pertemuanpun kemudian dimulai, seorang komisioner KPI menyampaikan kata sambutan tentang apa tujuan diadakannya dialog ini. Kemudian dia mempersilahkan pihak yang menyampaikan pengaduan untuk untuk berbicara. Yang pertama mendapat kesempatan berbicara adalah KH. Thobary dari tim Sarkub untuk menyampaikam keberatannya berkenaan dengam program Khazanah. KH. Thobary yang juga menjabat sebagai Ketua Lajnah Falakiyah PWNU Provinsi Banten, menyampaikan keberatannya dengan alur yang teratur dan nada bicara yang kalem namun tegas. Disetiap kata yang beliau ajukan pada tim Khazanah selalu beliau awali dengan kata &#8220;maaf&#8221; sebagai bentuk penghormatan pada lawan debatnya. Beliau mengatakan bahwa Khazanah sebaiknya jangan membahas hal hal yang bersifat furu&#8217;iyah, karena jika membahas furu&#8217;iyah maka sampai kiamat sekalipun tidak akan ada habisnya. Kemudian beliau masuk ke pokok permasalahan yang menjadi keberatannya para aswaja terhadap konten program Khazanah, yaitu mengenai masalah Tawasul yang dikatakan di program tersebut sebagai sebuah bentuk kesyirikan. Beliau memaparkan <em><strong>kesalahan Khazanah</strong> yang menggambarkan tawasul dan ziarah kubur dengan menampilkan orang yang menyembah pohon dan kuburan.</em> Beliau mengajak tim khazanah agar jangan sembarangan saja mengutip dalil tanpa tahu dan mengkaji sumber sumber aslinya. Beliau kemudian menjelaskan kaidah kaidah ilmu hadits, menjelaskan metodologi tafsir dan lain sebagainya. Lalu beliau katakan bahwa amalan-amalan kami juga berdasarkan dalil dalil yang kuat dan shohih dan ada di dalam kitab kitab ulama klasik. Sebab bagi aswaja sumber hukum itu ada empat, yaitu Al-Qur&#8217;an, Sunnah, Ijma, dan Qiyas. Tak semua permasalahan di dalam hidup ini mesti ada detil dalilnya di dalam Al-Qur&#8217;an karena Al-Qur&#8217;an adalah sumber hukum yang sifatnya pure science. Beliau katakan juga bahwa akan teramat panjang jika harus membahas metodologi tafsir secara detil, membahas balaghoh misalnya&#8230; <em>&#8220;Saya yakin kalau saya bahas balaghoh nggak akan ada yang faham disini, tapi saya nggak maulah pamer ilmu&#8230;..&#8221;</em>, ujar beliau kepada tim Khazanah. Terakhir beliau mengeluarkan setumpuk kitab klasik milik beliau sebagai rujukan seperti Fathul bari dan lainnya kepada tim Trans 7.</p>
<p style="text-align: justify;"><b> </b></p>
<p style="text-align: justify;">Pembicara selanjutnya adalah Habib Fachry Jamalulail dari FPI. Berbeda dengan Kiyai Thobary yang berkata dengan lembut, Habib Fachry berkata dengan tegas, penuh semangat dan terkesan galak. Beliau langsung tanpa tedeng aling-aling mengatakan bahwa Tim Khazanah Trans 7 telah menuduh kaum aswaja yang notabene mayoritas di negeri ini sebagai pelaku Syirik karena bertawasul, merayakan Maulid dan melakukan ziarah kubur. Beliau lalu melanjutkannya dengan menjelaskan bahwa di dalam permasalahan agama Islam itu ada yang namanya Ushuludin alias masalah pokok agama dan ada yang namanya masalah Furu&#8217;udin atau cabang cabang agama. <em>&#8220;Dalam masalah furu&#8217;iyah kita boleh berbeda, bahkan perbedaan itu adalah sebuah rahmat. Namun dalam permasalahan Ushuludin seluruh orang Islam harus sepakat, &#8220;muafiq&#8221;, sama&#8230; Tidak boleh ada perbedaan&#8230;.! Masalah aqidah semua harus sama!&#8221;</em> Tegas beliau. Beliau lalu mengatakan bahwa justru dengan adanya perbedaan maka kita harusnya ilmunya semakin bertambah, yang nggak biasa tawasul lalu melihat saudaranya bertawasul maka harusnya berkata &#8220;oh masih ada amalan yang tidak kami ketahui.., bukannya malah menyalahkan kami&#8230;&#8221;. Lalu beliau melanjutkan: <em>&#8220;Sebagai contoh, kalau kita sholat berjamaah di mesjid itu kita akan temukan masing masing orang takbir ama tahiyatnya macem macem, ada yang tahiyatnya goyang goyang, ada yang tahiyatnya bulet bulet (*beliau mencontohkannya dengan jarinya), kami Aswaja tahiyat kami lempeng!&#8221;</em> katanya dalam logat Betawi yang kental. <em>&#8220;Lalu apakah setelah sholat kami lalu menyalahkan mereka yang tahiyatnya beda dengan kami&#8230;? Lu beda, Lu salah&#8230;, Lu syirik, Lu murtad.., Lu kafir&#8230;! Kan nggak&#8230;.&#8221;</em> lanjut beliau. Lantas beliau menjelaskan perihal tawasul, melalui segi etimologi bahasa arab dan melengkapinya dengan sebuah riwayat tentang Khalid bin walid r.a yang pernah bertawasul dan bertabaruk dengan 3 helai rambut Rasulullah dalam sebuah peperangan. Beliau lalu menjelaskan bahwa masih banyak masalah cabang cabang agama yang lainnya dimana kita harus berhati hati dalam menyikapinya seperti ziarah kubur. <em>&#8220;Maaf, kalau antum bilang ziarah itu syirik lalu kenapa mesti sholat di mesjid Nabawi di Madinah&#8230;? Itu makam Nabi di dalam mesjid&#8230;, ngapain masih aja kesana..? &#8220;.</em> Lalu beliau menjelaskan sedikit tentang ilmu tafsir dimana harus memperhatikan asbabul wurud maupun asbabun nuzulnya. <em>&#8220;Haditsnya sama, Al-Qur&#8217;annya sama&#8230;. Tapi pemahamannya dimelencengin&#8230;, ini yang kami tidak suka&#8230;, Khazanah telah memfitnah kami dengan nyata, mengata ngatai kami dengan jelas bahwa kami adalah pelaku musyrik&#8230;.!&#8221;</em>. Terakhir beliau meminta supaya pihak Trans 7 untuk mengklarifikasi pernyataannya di program Khazanah yang memvonis syirik pelaku tawasul. <em>&#8220;dan <strong>kalian harus meminta maaf kepada seluruh umat Islam</strong> di Indonesia, dalam hal ini Aswaja yang mayoritas di negeri ini&#8230;! Jika tidak, maka jangan salahkan kami umat Islam kalau ada tindakan&#8230;&#8221;</em> tegasnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><b> </b></p>
<p style="text-align: justify;">Disaat mengambil gambar Habib Fachry berbicara inilah saya sempat merekam sesuatu yang cukup menarik di meja tim redaksi Khazanah Trans 7. Posisi saya sebagai juru kamera dadakan cap menyan membuat saya bebas bergerak dari satu sisi ke sisi lainnya di ruangan itu untuk mengabadikan moment pertemuan tersebut. Saat itu saya berdiri dengan tablet di tangan saya tepat dibelakang meja tim redaksi Khazanah. Mata saya tertegun melihat secarik kertas yang tampaknya adalah print out sebuah notes di Facebook yang sangat familier bagi saya. Kertas berisi notes tersebut tergeletak tepat diatas mejanya Pracoyo. Notes tersebut adalah notes yang baru saja malam sebelumnya saya share di akun Face book saya, yaitu notes dari KH. Agus Sunyoto pengurus PBNU. Tampak jelas foto profil akun Facebook beliau tercetak di kertas itu. Saya langsung menzoom kertas tersebut tepat pada saat Habib Fachry memulai pembicaraannya. Dalam hati saya bergumam: &#8220;pastilah tulisan ini yang akan dijadikan counter attack bagi aduan pihak aswaja&#8230;, tapi apa yang salah dengan tulisan itu ya&#8230;..?&#8221; tanya saya dalam hati.</p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya setelah sedikit kata dari salah seorang komisioner KPI yang menjelaskan metode penerimaan dan penindak lanjutan aduan dari masyarakat tampilah KH. Misbachul munir dari Pengurus besar Lembaga Dakwah NU sebagai pembicara selanjutnya. Beliau mengatakan betapa ngerinya tuduhan syirik kepada para pengamal sholawat Badar dan Sholawat nariyah. <em>&#8220;Kasihan orang kampung pak&#8230;. hari hari sudah biasa baca sholawat Badar dan sholawat Nariyah jadi digolongkan musyrik karena ibadahnya&#8230;&#8221;</em>. KH. Misbachul lalu melanjutkan bahwa lain kali Trans 7 harus lebih bijak dan hati hati dalam menyampaikan materi tayangannya. Beliau kemudian membacakan sepotong hadits yang menerangkan bahwa hal hal yang masih dalam persengketaan sebaiknya disikapi dengan bijak, tidak usah langsung memvonis syirik karena masih banyak yang perlu ditoleransi.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah itu tibalah waktu bagi tim redaksi Khazanah Trans 7 untuk menjawab keluhan dan pengaduan dari para pembicara sebelumnya. Yang mewakili Trans 7 adalah Ibu Titin Rosmasari pemimpin redaksi tim Trans 7. Dia menceritakan bahwa seminggu sebelumnya pihak Trans 7 sudah dikomplain oleh Gus Nusron wahid dari GP Anshor. Wanita berjilbab ungu ini lalu menjelaskan bahwa mereka telah menemui Gus Nusron untuk melakukan pembicaraan dan telah mendapatkan beberapa masukan dari beliau. Dia lalu menerangkan dengan singkat mengenai program Khazanah sekaligus menyebutkan tim penasihatnya di program tersebut yaitu Ustadz Haikal, Ustadz Arifin, dan Ustadz Syarif, namun yang hadir saat itu hanya Ustadz Haikal saja. Bu Titin lalu menerangkan bahwa beberapa hari terakhir ini adalah hari yang cukup berat bagi mereka karena begitu banyak hujatan dan cacian yang ditujukan kepada mereka di media sosial terutama Facebook. Dan menurut dia apa yang beredar di masyarakat luas bahwa Khazanah telah mengatakan tidak boleh melantunkan sholawat badar, sholawat nariyah, tawasul dan ziarah kubur itu adalah tidak benar dan sudah terjadi pemelintiran berita di publik. Hal tersebutpun sudah disampaikannya kepada Gus Nusron Wahid saat mereka bertemu. Setelah berbicara singkat soal hal tersebut dia lalu mempersilahkan Ustadz Haikal sebagai penasehat dari tim ahli program Khazanah untuk menjawab keluhan, keberatan dan aduan dari Kyai Thobary, Habib Fachry, dan Kiyai Misbachul Munir.</p>
<p style="text-align: justify;"><b> </b></p>
<p style="text-align: justify;">Lalu Ustadz Haikalpun memulai jawabannya dengan mengatakan hal yang senada dengan Ibu Titin tadi bahwa berita mengenai acara Khazanah telah terjadi pemelintiran. Ustadz yang saat itu memakai baju batik berwarna hijau tersebut mengatakan bahwa mustahil mereka melarang Sholawat, yang ada adalah mereka bahkan menjelaskan keutamaan sholawat. Dia tampak sedikit emosional saat mengatakan: <strong><em>&#8220;&#8230;.. Karena kami adalah pelaku tawasul&#8230;, kami adalah pecinta maulid&#8230;, karena kami bertahun tahun berguru kepada Al-mukharom Al-Habib Alwi Jamalulail&#8230;, karena kami adalah pecinta ahlul bait&#8230;.!, hal ini membuat kami bertanya tanya kira kira siapa ya yang mengadu domba kita&#8230;?&#8221;</em>.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sontak saya nyengir dibalik tablet saya karena dalam hati saya berkata: &#8220;Kalo Ustadz Haikal sih mungkin memang iya pecinta maulid, tapi itu sosok berjenggot panjang dan tebal di dekatnya yang kemarin mengatakan di akun Facebooknya kami yang menentang dakwah tauhid program Khazanah adalah sejenis dengan Abu Jahal dan Abu Lahab apa iya juga suka Maulidan&#8230;.? .Tampak oleh saya Pracoyo yang duduk selisih satu bangku darinya menjulurkan tangannya menyerahkan secarik kertas kepada Ustadz Haikal dan kertas tersebut adalah kertas yang berisi print out notes Facebook dari Kiyai Agus Sunyoto yang saya zoom beberapa saat sebelumnya. Lalu ustadz Haikal menjelaskan bahwa saat hari penayangan episode sholawatlah mereka sorenya mencoba menelusuri dari mana datangnya pernyataan yang memelintir konten khazanah tersebut. Mereka lalu menemukan notes dari Kiyai Agus Sunyoto yang mengatakan bahwa khazanah Trans 7 melarang orang melantunkan sholawat. Tambahnya lagi dia bahkan sempat berkomen di notes tersebut namun entah kenapa komennya kemudian dihapus oleh Kiyai Agus sunyoto. Dia lalu membantah notes tersebut dengan panjang lebar serta menjelaskan apa maksud konten dari episode episode Khazanah yang diprotes oleh masyarakat khususnya kalangan aswaja.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada hal menarik yang terjadi dalam sesi jawaban pihak tim redaksi Khazanah Trans 7 ini. Sesaat sebelum ustadz Haikal menjawab, Habib Fachry Jamalulail dengan tegas bertanya sambil menunjuk ke arah tim redaksi Trans 7: <em>&#8220;Sebelum antum menjawab&#8230; Ane mau tahu dulu nih&#8230;. apa madzhab antum&#8230;? Kalo Wahabi bilang Wahabi&#8230;.! Biar jelas kami berhadapan dengan siapa&#8230;&#8221;</em>. Pertanyaan beliau ini tentunya tidak dijawab dengan langsung oleh ustadz Haikal, namun bagi saya jelas tampak bahwa pertanyaan Habib Fachry inilah yang membuat dia mengatakan dengan sedikit emosional kalau dia adalah pecinta maulid dan pecinta ahlu bait. Belakangan baru saya tahu bahwa nama guru yang disebutkan olehnya tadi, yaitu Habib Alwi Jamalulail ternyata adalah ayahanda dari Habib Fachry Jamalulail sendiri. Disinilah yang menurut saya membuat hal ini menjadi menarik, karena Trans 7 memajukan seorang Ustadz aswaja untuk menjawab protes dari kalangan aswaja sendiri. Padahal di media-media seperti <strong>Arrahmah.Com</strong> belakangan mereka sesumbar bahwa mereka punya tim ahli yang bahkan bergelar LC. Entah kemana ustadz ustadz lulusan timur tengahnya itu, yang jelas baik saya maupun Tim Sarkub lainnya yang hadir saat itu sebenarnya berharap ustadz-ustadz wahabilah yang maju membela program yang kental sekali corak wahabinya ini, bukannya seorang ustadz aswaja seperti ustadz Haikal.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah itu perwakilan dari MUI menyampaikan pandangannya mengenai acara Khazanah. Dia mengatakan bahwa MUI tidak setuju dengan usulan sebagian masyarakat untuk menghentikan penayangan program Khazanah. Hal ini karena mengingat bahwa tayangan bernuansa agama Islam porsinya sangat sedikit di pertelevisian Indonesia. Namun MUI sepakat dengan pandangan pihak yang menyampaikan keberatan bahwa <strong>Khazanah sebaiknya tidak membahas hal hal yang bersifat furu&#8217;iyah dan memancing perdebatan serta menimbulkan keresahan dalam masyarakat</strong>. MUI mengatakan agar Khazanah bijak dalam menyampaikan materi tayangannya, harus adil dan cover both side serta tidak memihak kepada salah satu aliran apapun di dalam Islam. Perwakilan MUI itu juga mengatakan bahwa masih banyak materi yang bisa dibahas dan disampaikan, misalnya materi yang mengungkap musuh bersama umat Islam saat ini, atau tentang akhlaq, moral dan pesan anti narkoba kepada generasi muda. <em>&#8220;Khazanah kan bisa membongkar kesesatan Ahmadiyah, Syiah rafidhoh atau Liberal yang mengesahkan nikah beda agama dan nikah sejenis misalnya&#8230;.&#8221;.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Hal ini ditanggapi oleh KH. Thobary: <em>&#8220;Jangan lagi nampilin Matahari mengelilingi bumi&#8230; Jangaaaan&#8230;. Malu kita&#8230; Duhhh&#8230; Anak SD aja bakalan ngetawain hal itu&#8230;&#8221;</em>, sontak beberapa orang yang hadir di ruangan itu termasuk saya tertawa mendengar ucapan Kiyai Thobary. Sedangkan tim Khazanah menyetujui bahwa masih banyak materi lain yang bisa dibahas. Perwakilan MUI selanjutnya mengatakan bahwa jikalau terpaksa harus menayangkan permasalahan seputar khilafiyah dan furu&#8217;iyah maka Khazanah harus menyertakan narasumber yang berkompeten dari kedua belah fihak, jadi tidak hanya menampilkan narasi dan gambar saja. <strong><em>&#8220;Jika mau maka saya rasa para Kiyai dan Habaib yang hadir disini saat ini bisa dimintai nasehat dan bantuannya&#8230;&#8221;</em></strong> . Kata kata perwakilan MUI ini disambut meriah oleh para hadirin, termasuk Pak Pracoyo yang tampak tertawa renyah saat itu. Namun hal ini menurut saya hanyalah saran saja&#8230;., bukan berarti pihak Trans 7 benar benar akan melibatkan para Kiyai kita dalam menggarap materinya. Hal ini terbukti beberapa jam kemudian melalui pernyataan humas mereka yang dilansir oleh situs berita beraliran Wahabi <strong>Arrahmah.Com</strong> bahwa mereka telah memiliki tim ahli sendiri dan tidak ada rencana akan melibatkan para Kiyai atau Habib dari kalangan aswaja. <em>“Tidak ada itu, kita sudah punya tim ahli sendiri, jumlahnya ada lima orang, diantaranya ustadz Arifin Nugroho,Lc,”</em> ujar Anita Wulandari.</p>
<p style="text-align: justify;"><b> </b></p>
<p style="text-align: justify;">Komisioner KPI lalu melanjutkan pandangan mereka tentang bagaimana membuat sebuah program yang baik. Habib Fachry kemudian kembali berbicara menanggapi pernyataan MUI dan komisioner KPI. Beliau mengatakan memang benar konten program bernuansa Islami sangatlah sedikit, namun jangan sampai yang sedikit itu ditumpangi oleh kepentingan kepentingan yang memecah belah umat dengan tudingan tudingan yang keji. Pembicaraan kemudian bergulir ke arah pembahasan betapa dahsyatnya komentar komentar tentang Khazanah seminggu terakhir ini di Facebook. Baik yang pro maupun kontra saling mencaci dan memaki satu sama lain dan pihak redaksi Khazanah merasa sangat tertekan dengan hal itu. Hal ini langsung mendapatkan tanggapan dari Habib Fachry Jamalulail yang lagi lagi berkata dengan sangat tegas dan bersemangat. <em>&#8220;Kalo mau bicara Facebook asal antum tahu aja&#8230;., kami dibilang antek Yahudi oleh pendukung Khazanah karena dituduh melakukan praktek perdukunan&#8230;, nyembah kubur dan lain sebagainya&#8230;, apa antum pikir kami nggak sakit hati&#8230;?&#8221;. Saat Habib Fachry menyebut kata &#8220;antek Yahudi&#8221;</em> sontak beberapa orang yang hadir termasuk Ustadz Haikal mengucapkan istighfar karena kaget.  Habib Fachry kemudian melanjutkan kata katanya: <strong><em>&#8220;Di mata kami Khazanah sudah cacat&#8230;, jadi tolong beresin apa yang udah antum buat, buktikan bahwa antum nggak seperti yang orang orang bilang&#8230;, caranya adalah dengan mengcounter dan membantah apa yang telah antum katakan sendiri.., jadi kalo kemarin antum bilang tawasul itu syirik maka sekarang antum harus bikin episode khusus yang membahas Perayaan Maulid, Tawasul, Sholawat dan Ziarah kubur&#8230;, kami ingin kepastian kapan tanggal penayangannya supaya bisa kami sampaikan kepada para Jamaah&#8230;&#8221;.</em></strong> Hal senada juga disampaikan oleh Kiyai Misbachul munir yang mengatakan jika manusia salah maka disuruh istighfar, namun kalau program TV salah maka harus membuat tayangan bantahan yang memperbaiki kesalahannya. Di sini Kiyai Thobary sempat memberi masukan sambil berkelakar bahwa kalau bisa naratornya diganti suara laki laki saja dan yang fasih tajwidnya karena bagi yang bisa bahasa Arab gatel rasanya kuping mereka mendengar pengucapan kata yang salah. <em>&#8220;Lagian&#8230;. Kalo suaranya cewek itu bahaya&#8230;, nah orang bisa mikir: Wah merdu juga suaranya, pasti cakep nih orangnya&#8230; trus jadi merangsang dehhh&#8230; Suara perempuan itu aurat lhoooo&#8230;&#8221;</em> kata Kiyai Thobary yang langsung membuat para hadirin tertawa sehingga ruangan sempat gaduh dan suasana yang tadinya tegang jadi mencair kembali. Selain itu Kiyai Thobary juga sempat menerangkan bukti tentang fatwa ulama wahabi Syeikh Abdul aziz bin Baaz yang memang memvonis syirik pelaku tawasul persis seperti yang ditayangkan kemarin di Khazanah. Beliau melanjutkannya dengan berkata:<em> &#8220;Faham kami jelas ahlussunah wal jama&#8217;ah, bermadzhab kepada Imam yang empat dan beraqidah Asy&#8217;ariyah &#8211; Maturidiyah&#8230;, jadi kalo misalnya bicara aqidah Uluhiyah, Rububbiyah dan Asma wa shifat ya kami nggak pake konsep Tauhid itu&#8230;&#8221;</em> tegasnya bersemangat.</p>
<p style="text-align: justify;">Habib Musthofa Mohsen al-Jufry kemudian berbicara, beliau mengatakan bahwa di Jawa timur keadaan sudah memanas akibat dari episode episode Khazanah yang kemarin. Beliau lalu memperkenalkan sahabatnya Kiyai Anshori dahlan sebagai perwakilan masyarakat aswaja Jawa timur dan mempersilahkannya berbicara. Setelah memperkenalkan dirinya Kiyai Anshori dahlan langsung memulai pembicaraannya. Beliau mengatakan hal senada dengan Habib Musthofa bahwa keadaan memang memanas disana akibat episode Khazanah tentang tawasul, sholawat, dan ziarah kubur. <em>&#8220;Sebenarnya banyak yang mau datang kesini, tapi saya larang&#8230; Saya bilang: sudah saya saja yang ke Jakarta nanti saya akan ceritakan kepada kalian hasil pertemuannya.., Alhamdulillah mereka mau&#8230;&#8221;</em> ujarnya. Beliau lalu menjelaskan bahwa seharusnya tim Khazanah jangan membahas hal hal yang seperti kemarin karena sangat melukai perasaan mereka yang mengamalkan shalawat badar, shalawat nariyah, tawasul dan Ziarah kubur. Beliau kemudian mengajak tim Khazanah untuk saling bekerja sama dan menunjukkan wajah Islam yang sesungguhnya, yang damai, bersatu dan akur satu sama lain. Bahkan beliau mengatakan siap membantu Khazanah bersama para ulama yang hadir di pertemuan itu. Terakhir beliau menyampaikan permintaannya kepada tim Khazanah tentang kepastian kapan akan menayangkan klarifikasi mereka seperti yang diminta oleh Habib Fachry Jamalulail tadi, <em>&#8220;buat oleh oleh ke Jawa timur&#8230;&#8221;</em> katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu ada sesuatu yang menarik yang disampaikan oleh Kiyai Anshori dahlan ini, sebuah hal yang membuat saya dan semua orang di dalam ruangan itu berdecak kagum. Beliau berkata: <em>&#8220;Jujur aja ini saya kesini atas solidaritas kawan kawan yang tadinya pada mau datang semua kesini&#8230;. Ada yang ngasih saya uang lima belas ribu, sepuluh ribu&#8230;, lima ribu.., bahkan seribupun ada dan saya terima&#8230; Untuk ongkos&#8230;&#8221;.</em> Bahkan ketua komisioner KPI sempat berkata : <em>&#8220;hebat&#8230;&#8221;</em>. Ya&#8230; Memang hebat&#8230;, sebuah militansi seorang Aswaja tulen yang harus kita teladani, yang rela bersusah payah datang jauh jauh hanya untuk berbicara kurang dari 10 menit untuk menyampaikan aspirasinya langsung di depan orang orang yang bersangkutan secara resmi.</p>
<p style="text-align: justify;"><b> </b></p>
<p style="text-align: justify;">Habib Fachry Jamalulail kemudian melengkapi perkataan Kiyai Anshori dahlan tersebut dengan mengatakan bahwa permintaannya sama dan senada dengan Kiyai Anshori. Beliau kembali menyampaikan permintaannya kepada tim Khazanah agar memastikan kapan Khazanah akan menayangkan tentang Perayaan Maulid, tawasul, sholawat dan ziarah kubur. Ustadz Haikal tampak sudah akan berbicara untuk menyanggupi memastikan kapan tanggalnya, namun disela oleh Ibu Titin Rosmasari Pimred Trans 7. Dialah yang kemudian menjawab pertanyaan dari Habib Fachry Jamalulail. Dia menjelaskan panjang lebar bahwa semua hal yang telah disampaikan oleh para ulama aswaja yang hadir di pertemuan itu akan menjadi evaluasi dan masukan yang sangat positif bagi Khazanah ke depannya. <strong>Mereka berjanji akan lebih berhati hati lagi dalam menayangkan sebuah topik yang bersifat furu&#8217;iyah.</strong> Dan <span style="color: #ff0000;"><strong>tim redaksi Khazanah juga meminta maaf</strong></span> terhadap penayangan hal hal yang sensitif kemarin yang telah melukai perasaan sebagian besar Aswaja di Indonesia. Namun tak semudah itu mereka bisa langsung memastikan kapan akan menayangkan episode yang diminta oleh Habib Fachry Jamalulail tadi. Dia lalu menerangkan dengan singkat bahwa perlu ada koordinasi dulu dengan para ustadz tim ahli mereka dan tentunya perlu proses produksi yang memakan waktu. Oleh karena itu dia mengatakan kemungkinan Insya Allah dalam empat minggu ke depan barulah tayangan yang diminta oleh Habib Fachry dan ulama aswaja lainnya tersebut bisa ditayangkan di Khazanah Trans 7.</p>
<p style="text-align: justify;">Pembicaraan kemudian diambil alih kembali oleh pihak KPI yang kemudian menyampaikan beberapa kesimpulan terkait pertemuan tersebut. Seorang komisioner KPI lalu menutup pertemuan antara elemen masyarakat Aswaja dan tim redaksi Trans 7 tersebut. Masing masing fihak lalu saling bersalaman satu sama lain dalam suasana yang akrab. Tampak oleh saya ustadz Haikal menghampiri Habib Fachry Jamalulail untuk melepas rasa rindunya kepada putera gurunya tersebut, keduanya tampak sangat akrab bahkan sempat bersalaman ala Arab segala (*menempelkan pipi masing masing). Pertemuan tersebut kemudian ditutup dengan foto bersama antara ulama Aswaja dari Tim Sarkub, FPI, Lembaga dakwah NU, wakil MUI, KPI, dan tim redaksi Khazanah Trans 7.</p>
<p style="text-align: justify;">Semua yang saya tuliskan disini selain berdasarkan ingatan saya juga alhamdulillah berhasil saya abadikan dalam beberapa potongan video yang akan di upload nanti di grup ataupun di web nya Sarkub. Dan saya tergerak untuk menulis laporan pandangan mata ini setelah membaca berita di <strong>Arrahmah.com</strong> yang dengan sembarangan menjelaskan hasil pertemuan ini seenak perutnya sendiri. <strong>Perwakilan Arrahmah.Com, GemaIslam.Com ataupun media wahabi lainnya tak satupun hadir di pertemuan itu, namun jika anda membaca tulisan mereka maka nampak seakan akan mereka hadir disana.</strong> Bahkan mereka dengan lancang sekali mengatakan bahwa Khazanah agar tidak goyah dan tidak terpengaruh oleh bisikan-bisikan syetan yang menyesatkan. Sungguh sebuah perkataan yang keji mengingat tim Khazanahnya sendiri sudah meminta maaf secara terbuka dan berjanji untuk membetulkan kesalahan mereka tempo hari. Tampak sekali kalau mereka ingin kembali memanaskan suasana di dalam tubuh umat. Lagipula jika memang merasa berkepentingan akan kelangsungan dakwah tauhid (*versi wahabi) lantas <span style="color: #ff0000;"><strong>kenapa pihak Arrahmah yang katanya adalah penegak tauhid ini tidak hadir ikut dalam pertemuan itu?</strong> </span>Kenapa cuma berkoar koar lewat tulisan seakan akan mereka hadir disana saat itu padahal artikelnya ternyata di dapat dari copas alias nyatut dari gemaislam.com? Bukankah ini mirip <strong>tabiatnya burung beo&#8230;?</strong> Hadirpun tidak namun memutar mutar berita sesuai agenda kepentingannya sendiri berdasarkan berita hasil copy paste pula&#8230;, inilah yang namanya Jurnalisme burung beo. Semoga umat Islam khususnya Aswaja tidak terkecoh lagi dengan pemberitaan yang sejenis setelah membaca laporan pandangan mata saya ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Laporan Wartawan Sarkub:<br />
(*Liga chaniago 20/04/2013)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<div class="SPOSTARBUST-Related-Posts"><H3>Menyan Terkait:</H3><ul class="entry-meta"><li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Hubungan Tali Pernikahan Antara Keluarga Nabi SAW dan Sahabat" href="http://www.sarkub.com/2013/hubungan-tali-pernikahan-antara-keluarga-nabi-saw-dan-sahabat/" rel="bookmark">Hubungan Tali Pernikahan Antara Keluarga Nabi SAW dan Sahabat</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Akhlak Karimah Adalah Sifat Orang Yang Rajin Shalat" href="http://www.sarkub.com/2013/akhlak-karimah-adalah-sifat-orang-yang-rajin-shalat/" rel="bookmark">Akhlak Karimah Adalah Sifat Orang Yang Rajin Shalat</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Ibn Taimiyah Menganggap Baik Dzikir dengan Tasbih, Albani Membid&#8217;ahkannya" href="http://www.sarkub.com/2013/ibn-taimiyah-menganggap-baik-dzikir-dengan-tasbih-albani-membidahkannya/" rel="bookmark">Ibn Taimiyah Menganggap Baik Dzikir dengan Tasbih, Albani Membid&#8217;ahkannya</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Memahami Hakikat Salafi (Wahabi)" href="http://www.sarkub.com/2013/memahami-hakikat-salafi-wahabi/" rel="bookmark">Memahami Hakikat Salafi (Wahabi)</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Perhatian Sahabat Terhadap Peninggalan Cincin Nabi SAW" href="http://www.sarkub.com/2013/perhatian-sahabat-terhadap-peninggalan-cincin-nabi-saw/" rel="bookmark">Perhatian Sahabat Terhadap Peninggalan Cincin Nabi SAW</a></li>
</ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sarkub.com/2013/kesaksian-tim-sarkub-di-kpi-membungkam-jurnalisme-abal-abal-wahabi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>60</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Khazanah Trans7 Langgar UU Penyiaran?</title>
		<link>http://www.sarkub.com/2013/khazanah-trans7-langgar-uu-penyiaran/</link>
		<comments>http://www.sarkub.com/2013/khazanah-trans7-langgar-uu-penyiaran/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Apr 2013 02:09:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>danyang web</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bantahan]]></category>
		<category><![CDATA[Warta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sarkub.com/?p=10496</guid>
		<description><![CDATA[&#8230;&#8230;..KPI akan mengambil langkah sesuai dengan UU Penyiaran, termasuk kemungkinan menjatuhkan sanksi kepada lembaga penyiaran... <a class="meta-more" href="http://www.sarkub.com/2013/khazanah-trans7-langgar-uu-penyiaran/">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="alignleft" alt="" src="http://ts1.mm.bing.net/th?id=H.5034028984764164&amp;pid=15.1" width="149" height="180" /><em>&#8230;&#8230;..KPI akan mengambil langkah sesuai dengan UU Penyiaran, termasuk kemungkinan menjatuhkan sanksi kepada lembaga penyiaran yang bersangkutan.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) meminta kepada lembaga penyiaran untuk tidak menayangkan isi siaran yang berisi serangan dan upaya menyalahkan suatu amalan dan pandangan keagamaan tertentu dalam Islam.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian disampaikan Idy Muzayyad, komisioner KPI Pusat, merespon pengaduan publik terhadap isi siaran yang cenderung menganggap sesat sebuah pandangan agama.</p>
<p style="text-align: justify;">“Media penyiaran tidak boleh mempertentangkan hal semacam itu di ruang publik media, apalagi melakukan penghakiman, karena dapat menimbulkan keresahan dan ketidaknyamanan,” ungkapnya kepada NU Online, Kamis (11/4).<span id="more-10496"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Idy menjelaskan, dalam setiap agama dan keyakinan seringkali terdapat perbedaan pandangan yang bersifat khilafiyyah dan tidak bisa dipaksakan dan saling menyalahkan. Justru sebaliknya perlu ditekankan sikap saling menghormati dan memahami pandangan keagamaan masing-masing.</p>
<p style="text-align: justify;">Apalagi Indonesia ini merupakan bangsa dengan kebhinekaan yang tinggi, sehingga penyeragamaan merupakan hal yang tidak mungkin. Begitupun dengan pandangan keagamaan Islam, yang terdapat perbedaan untuk hal-hal yang bersifat cabang (furu’iyah) bukan pokok (ushuliah).</p>
<p style="text-align: justify;">”Misalnya detail tatacara peribadatan. Tahlil, ziarah kubur, shalawat, tawassul, maulid merupakan bagian dari amalan riil umat Islam Indonesia, khususnya warga NU, sebagai akulturasi kebudayaan yang dibolehkan,” imbuhnya.</p>
<p style="text-align: justify;">KPI jauh-jauh hari sudah mengantisipasi hal demikian dengan memunculkan pasal terkait pandangan keagaman ini dalam pasal 7 Pedoman Perilaku Penyiaran dan Stanar Program Siaran (P3SPS).</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam pasal P3 disebutkan bahwa “Lembaga penyiaran tidak boleh menyajikan program yang merendahkan, mempertentangkan dan/atau melecehkan suku, agama, ras, dan antargolongan yang mencakup keberagaman budaya, usia, gender, dan/atau kehidupan sosial ekonomi”.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedang dalam  Standar Program Siaran (SPS) pasal 7 dinyatakan bahwa materi agama pada program siaran wajib memenuhi ketentuan “tidak berisi serangan, penghinaan dan/atau pelecehan terhadap pandangan dan keyakinan antar atau dalam agama tertentu serta menghargai etika hubungan antarumat beragama”.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam SPS poin berikutnya menyebutkan keharusan media penyiaran untuk “menyajikan muatan yang berisi perbedaan pandangan/paham dalam agama tertentu secara berhati-hati, berimbang, tidak berpihak, dengan narasumber yang berkompeten, dan dapat dipertanggungjawabkan”.</p>
<p style="text-align: justify;">Menanggapi aduan masyarakat dan berdasarkan pemantauan terhadap program Khazanah Islam Trans7, maka KPI akan mengambil langkah sesuai dengan UU Penyiaran, termasuk kemungkinan menjatuhkan sanksi kepada lembaga penyiaran yang bersangkutan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kita juga segera memanggil penanggung jawab program yang menayangkan siaran tersebut,” imbuh Idy.  <em>(sumber: http://nu.or.id/)</em></p>
<p style="text-align: justify;">
<div class="SPOSTARBUST-Related-Posts"><H3>Menyan Terkait:</H3><ul class="entry-meta"><li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Kebohongan Ibn Taimiyah Dalam Penisbatan Aqwal" href="http://www.sarkub.com/2013/kebohongan-ibn-taimiyah-dalam-penisbatan-aqwal/" rel="bookmark">Kebohongan Ibn Taimiyah Dalam Penisbatan Aqwal</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="MTA Halalkan Daging Anjing (?)" href="http://www.sarkub.com/2013/mta-halalkan-daging-anjing/" rel="bookmark">MTA Halalkan Daging Anjing (?)</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Penolakan Ulama Betawi Terhadap Pengkafiran" href="http://www.sarkub.com/2013/penolakan-ulama-betawi-terhadap-pengkafiran/" rel="bookmark">Penolakan Ulama Betawi Terhadap Pengkafiran</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Face to Face, Sarkub vs Salafi" href="http://www.sarkub.com/2013/face-to-face-sarkub-vs-salafi/" rel="bookmark">Face to Face, Sarkub vs Salafi</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Andai Tak Ada Maulid Nabi SAW" href="http://www.sarkub.com/2013/andai-tak-ada-maulid-nabi-saw/" rel="bookmark">Andai Tak Ada Maulid Nabi SAW</a></li>
</ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sarkub.com/2013/khazanah-trans7-langgar-uu-penyiaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kurma Untuk Sang Anak</title>
		<link>http://www.sarkub.com/2013/kurma-untuk-sang-anak/</link>
		<comments>http://www.sarkub.com/2013/kurma-untuk-sang-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Apr 2013 12:21:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tim Sarkub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Hikayat]]></category>
		<category><![CDATA[birrul walidain]]></category>
		<category><![CDATA[kisah hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah ibu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sarkub.com/?p=10438</guid>
		<description><![CDATA[Dalam keadaan yang paling menderita sekalipun, seorang ibu akan senantiasa mengutamakan kebahagiaan anaknya di atas... <a class="meta-more" href="http://www.sarkub.com/2013/kurma-untuk-sang-anak/">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><em><span style="color: #000000;"><img class="alignleft" alt="" src="http://www.sarkub.com/wp-content/uploads/2013/04/kasih-ibu1.jpg" width="184" height="237" /><strong>Dalam keadaan yang paling menderita sekalipun, seorang ibu akan senantiasa mengutamakan kebahagiaan anaknya di atas dirinya. Memandang sang anak tersenyum manis, tertawa riang, merupakan kebahagiaan yang tiada tara bagi sang Ibu.</strong></span></em></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">Suatu hari, seorang wanita miskin bersama kedua anak perempuannya yang masih kecil mendatangi Sayyidah &#8216;Aisyah radhiyallahu &#8216;anha. Beliau pun segera memberikan tiga butir kurma yang dimilikinya kepada wanita itu. Ia kemudian memberikan kepada masing-masing anaknya sebutir kurma. Ketika wanita itu hendak memakan sebutir kurma yang tersisa, kedua putrinya meminta kurma yang akan dimakannya. <span id="more-10438"></span>Sang ibu yang penuh kasih pun segera membelah kurma itu menjadi dua bagian dan memberikan setiap bagian kepada kedua putrinya. Pemandangan ini sangat menyentuh hati Sayyidah &#8216;Aisyah radhiyallahu &#8216;anha, sehingga beliau pun menceritakannya kepada Rasulullah saw. Mendengar penuturan istrinya tercinta, Rasulullah saw pun bersabda:</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="left"><span style="color: #000000;">Sesungguhnya Allah telah memastikan wanita itu untuk masuk Surga, atau menyelamatkannya dari siksa Neraka.&#8221; (HR Muslim)</span></p>
<div class="SPOSTARBUST-Related-Posts"><H3>Menyan Terkait:</H3><ul class="entry-meta"><li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Al-Qamah Dan Cinta Seorang Ibu" href="http://www.sarkub.com/2012/al-qamah-dan-cinta-seorang-ibu/" rel="bookmark">Al-Qamah Dan Cinta Seorang Ibu</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Tetesan Darah itu Membentuk Lafadz Allah" href="http://www.sarkub.com/2012/tetesan-darah-itu-membentuk-lafadz-allah/" rel="bookmark">Tetesan Darah itu Membentuk Lafadz Allah</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Kisah Suami Yang Sabar Terhadap Akhlak Buruk Istrinya" href="http://www.sarkub.com/2012/kisah-suami-yang-sabar-terhadap-akhlak-buruk-istrinya/" rel="bookmark">Kisah Suami Yang Sabar Terhadap Akhlak Buruk Istrinya</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW (2)" href="http://www.sarkub.com/2012/isra-miraj-nabi-muhammad-saw-2/" rel="bookmark">Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW (2)</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW (1)" href="http://www.sarkub.com/2012/isra-miraj-nabi-muhammad-saw-1/" rel="bookmark">Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW (1)</a></li>
</ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sarkub.com/2013/kurma-untuk-sang-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menabur Benih Gandum Sembari Berdzikir</title>
		<link>http://www.sarkub.com/2013/menabur-benih-gandum-sembari-berdzikir/</link>
		<comments>http://www.sarkub.com/2013/menabur-benih-gandum-sembari-berdzikir/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Apr 2013 23:07:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tim Sarkub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Hikayat]]></category>
		<category><![CDATA[akhlak wali]]></category>
		<category><![CDATA[berdzikir]]></category>
		<category><![CDATA[habib novel]]></category>
		<category><![CDATA[imam ghozali]]></category>
		<category><![CDATA[menabur benih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sarkub.com/?p=10432</guid>
		<description><![CDATA[Di sebuah desa, di dekat kota Thus tinggallah seorang hamba Allah yang saleh. Imam Ghazali... <a class="meta-more" href="http://www.sarkub.com/2013/menabur-benih-gandum-sembari-berdzikir/">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;">
<p><span style="color: #000000;"><img class="alignleft" alt="" src="http://www.sarkub.com/wp-content/uploads/2013/04/perumpamaan-lalang-di-antara-gandum-11.jpg" width="188" height="187" />Di sebuah desa, di dekat kota Thus tinggallah seorang hamba Allah yang saleh. Imam Ghazali yang telah kembali ke kota Thus pun segera mengunjunginya. Menyaksikan kedatangan Imam Ghazali, orang saleh yang sedang menabur benih gandum di kebunnya tersebut, serta merta menyambutnya. Salah seorang teman orang saleh itu bermaksud menggantikannya menabur benih gandum sementara dia menemui Imam Ghazali, namun orang saleh tersebut menolak permintaannya.</span></p>
</div>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">Dalam hati, Imam Ghazali bertanya-tanya, mengapa ia tidak mau digantikan? Beberapa waktu kemudian beliau pun menanyakan alasan orang saleh itu tidak membiarkan temannya menggantikannya menabur benih gandum tersebut. Orang saleh itu pun menjawab, &#8220;Aku selalu menabur benih gandum ini dengan hati yang khusyuk dan lisan yang berdzikir kepada Allah.<span id="more-10432"></span> Aku berharap agar setiap orang yang memanen gandum ini nantinya memperoleh keberkahan. Karena itulah aku tidak menyerahkan benih ini kepada seseorang yang akan menaburnya dengan hati yang tidak khusyuk dan lisan yang tidak berdzikir kepada Allah.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">Orang-orang saleh terdahulu selalu menanamkan niat yang baik dalam setiap gerak dan diam mereka. Karena itulah, kehidupan orang-orang saleh terdahulu diliputi keberkahan. Lain halnya dengan kita yang hidup di zaman sekarang. Saat ini, jangankan ketika menanam benih, dalam shalat pun kita sering lupa dan tidak mengingat Allah. Yang teringat adalah dunia; anak, pasangan hidup, pekerjaan, dan berbagai kegiatan duniawi yang mewarnai kehidupan kita sehari-hari. Alangkah indahnya jika kita dapat mencontoh akhlak orang saleh dalam kisah di atas. Bagaimana kiranya jika ketika menanak nasi, memasak di dapur, menyuapi anak, dan sejenisnya, semua itu dilakukan sembari berdzikir kepada Allah&#8230;.?</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">« Ta&#8217;riful Ahya Bifadhailil Ihya, Darul Fikr, Beirut, Juz.I, Hal.172</span></p>
<p style="text-align: right;">(Dikutip Oleh Tim Sarkub dari Buku <a href="http://www.ar-raudhah.info/?attachment_id=68">Akhlak Para Wali hal.</a> 125-126)</p>
<div class="SPOSTARBUST-Related-Posts"><H3>Menyan Terkait:</H3><ul class="entry-meta"><li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Makna Peringatan Hari Ulang Tahun" href="http://www.sarkub.com/2013/makna-peringatan-hari-ulang-tahun/" rel="bookmark">Makna Peringatan Hari Ulang Tahun</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Tafdhil (Mengutamakan Sahabat Nabi)" href="http://www.sarkub.com/2012/tafdhil-mengutamakan-sahabat-nabi/" rel="bookmark">Tafdhil (Mengutamakan Sahabat Nabi)</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Muhasabah Seputar Qurban" href="http://www.sarkub.com/2012/muhasabah-seputar-qurban/" rel="bookmark">Muhasabah Seputar Qurban</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Facebook Sampai Alam Kubur" href="http://www.sarkub.com/2012/facebook-sampai-alam-kubur/" rel="bookmark">Facebook Sampai Alam Kubur</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Ketabahan Sahabat Umar bin Khatab" href="http://www.sarkub.com/2012/ketabahan-sahabat-umar-bin-khatab/" rel="bookmark">Ketabahan Sahabat Umar bin Khatab</a></li>
</ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sarkub.com/2013/menabur-benih-gandum-sembari-berdzikir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
