Catatan Debat Aswaja vs Wahabi di Batam

Sarkub Share:
Share

CATATAN TERHADAP DEBAT TERBUKA DENGAN WAHABI Di KEMENAG
Kota Batam, 28 Desember 2013

1. Dalam dialog tersebut, perwakilan dari Ahlussunnah Wal-Jama’ah sebagai pembicara, hanya al-faqir Muhammad Idrus Ramli. Sedangkan Kiai Thobari Syadzili, hanya menemani duduk, tidak diberi waktu berbicara, kecuali 1 menit menjelang acara dihentikan. Sementara dari pihak Radio Hang atau Wahabi, adalah Ustadz Zaenal Abidin dan Ustadz Firanda Andirja. Isu-isu dari kaum Wahabi, bahwa perwakilan dari Ahlussunnah adalah saya dan beberapa orang, adalah tidak benar. Jadi yang benar, debat 1 orang lawan 2 orang.


2. Dalam acara dialog tersebut, semua pembicara dibatasi oleh waktu. Karenanya mungkin banyak pembicaraan Wahabi yang tidak sempat kami tanggapi, dan sebaliknya.

3. Dalam pengantar dialognya, Ustadz Zaenal Abidin Lc, yang mewakili pihak Wahabi, mengaku sebagai warga NU (Nahdlatul Ulama) tulen. Padahal selama ini, dalam ceramah-ceramahnya ia selalu membid’ahkan amalian warga NU. Dan ternyata, dalam dialog tersebut, Zaenal Abidin, tidak bisa menyembunyikan jatidirinya yang Wahabi. Ia menyalahkan ajaran NU seperti menerima bid’ah hasanah, melafalkan niat dalam ibadah, qunut shubuh, tahlilan (kendurenan tujuh hari), Yasinan dan Yasin Fadhilah. Silahkan pemirsa menilai sendiri dengan hati nurani. Zaenal mengaku warga NU tulen, tetapi menyalahkan semua amaliah NU.

4. Delegasi dari Wahabi, Zaenal maupun Firanda, tidak menaruh hormat kepada pendapat para ulama besar sekaliber Imam Ahmad bin Hanbal, Imam an-Nawawi, al-Hafizh Ibnu Hajar dan lain-lain. Misalnya dalam bahasan bid’ah hasanah, saya mengutip pendapat Imam an-Nawawi yang menjelaskan bahwa hadits kullu bid’atin dhalalah, dibatasi dengan hadits man sanna sunnatan hasanatan. Firanda tidak menghargai pendapat Imam an-Nawawi tersebut, dan memilih berpendapat sendiri. Padahal dia, masih belum layak memiliki pendapat sendiri. Bahkan memahami karya para ulama juga sering keliru. Pembaca dan pemirsa tentu tahu, bahwa ciri khas kaum liberal atau JIL adalah menolak otoritas ulama. 

5. Zaenal dan Firanda menggunakan standar ganda dalam menilai pendapat para ulama. Ketika pendapat mereka sesuai dengan semangatnya, mereka mati-matian menyerang tradisi NU, seperti dalam kasus tradisi kenduri kematian selama 7 hari, yang dihukumi makruh dalam kitab-kitab Syafi’iyah. Seakan-akan mereka lebih Syafi’iyah dari pada warga NU. Akan tetapi ketika pendapat para ulama tidak sesuai dengan hawa nafsu mereka, Firanda dan Zaenal menganggap pendapat tersebut tidak ada apa-apanya. Seperti dalam bahasan bid’ah hasanah. Sikap mendua seperti ini, mirip sekali dengan kebiasaan orang Syiah. Ketika hadits riwayat al-Bukhari dan Muslim sesuai dengan keinginan Syiah, mereka jadikan hujjah. Akan tetapi ketika hadits-hadits tersebut berbeda dengan hawa nafsu Syiah, mereka tolak dan mereka dustakan.

6. Dalam bahasan qunut shubuh, Firanda melakukan kesalahan ilmiah ketika mengomentari tanggapan saya terhadap hadits Abi Malik al-Asyja’i. Sebagaimana dimaklumi, dalam riwayat al-Tirmidzi, an-Nasa’i, Musnad Ahmad dan Ibnu Hibban, Abu Malik al-Asyja’i menafikan qunut secara mutlak, baik qunut nazilah maupun qunut shubuh. Tetapi Firanda mengatakan bahwa dalam kitab-kitab hadits, hadits Abu Malik al-Asyja’i menggunakan redaksi yaqnutun fil fajri (qunut shalat shubuh). Ternyata setelah kami periksa dalam kitab-kitab hadits, kalimat fil fajri tidak ada dalam riwayat-riwayat tersebut. Silahkan diperiksa dalam Sunan al-Tirmidzi juz juz 2 hal. 252 (tahqiq Ahmad Syakir), Sunan al-Kubra lin-Nasa’i, juz 1 hal. 341 tahqiq at-Turki atau al-Mujtaba lin-Nasa’i juz 2 hal. 304 tahqiq Abu Ghuddah.

7. Firanda memaksakan diri mengatakan bahwa hukum kenduri kematian selama tujuh hari menurut Syafi’iyah adalah makruh tahrim. Padahal dalam kitab-kitab Syafi’iyah, hukumnya adalah bid’ah yang makruh dan tidak mustahabbah, alias bukan makruh tahrim. Untuk menguatkan pandangannya, Firanda mengutip pernyataan Syaikhul Islam Zakariya al-Anshari, dalam Asna al-Mathalib, yang berkata “wa hadza zhahirun fit tahrim”. Ternyata setelah kami periksa, Syaikhul Islam Zakariya, masih menghukumi kenduri kematian dengan makruh atau bid’ah yang tidak mustahab (tidak sunnah). Sedangkan keharaman yang menjadi makna zhahir hadits tersebut, oleh beliau dialihkan kepada bukan tahrim. Hal ini dapat dipahami, ketika membaca dengan seksama, bahwa Syaikhul Islam Zakariya dalam pernyataan tersebut, mengutip dari Imam an-Nawawi dalam Raudhah al-Thalibin dan al-Majmu’, yang menghukumi kenduri kematian dengan bid’ah yang tidak mustahab.

8. Zaenal Abidin, kurang memahami istilah-istilah keilmuan. Misalnya tentang qiro’ah syadzdzah (bacaan yang aneh atau menyimpang), dalam membaca al-Qur’an. Menurut Zaenal, orang yang membaca ayat al-Qur’an, apabila diulang-ulang maka termasuk qiro’ah syadzdzah yang diharamkan. Sebaiknya Zaenal belajar ilmu qiro’ah atau ilmu tafsir agar tidak keliru dalam hal-hal kecil.

9. Dalam bahasan melafalkan niat, menurut Firanda dan Zaenal, redaksi niat harus menggunakan redaksi usholli dan nawaitu showma ghadin. Kalau redaksinya dirubah menjadi nawaitu an ushalliya atau inni shoimun, dan atau ashuumu, menurut mereka adalah salah dalam madzhab Syafi’iyah. 


Demikian beberapa catatan kami terhadap dialog kemarin. Wallahul muwaffiq.

Wassalam



Muhammad Idrus Ramli

Batam, 30 Desember 2013.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

54 Responses

  1. Saleho Bambang30/12/2013 at 03:59Reply

    IJIN PAK SHARE………SALA ASWAJA BATAM

  2. Rayen Drakumar30/12/2013 at 04:21Reply

    Hasilnya intinya dari perdebatan di batam :

    1. ustadz Firanda dan Zainal Abidin mengatakan bahwa Rasulullah kalo shalat itu ngga melafadzkan niat.

    ust. Idrus Ramli mengakui bahwa "memang Rasulullah shalatnya ngga pake lafadz niat, tapi kl kita pake niat ya boleh boleh saja, malah sunnah, katanya kalimat niatnya boleh apa saja bebas,

    disanggah sama ust Zainal Abidin : masa sih bebas, tapi yakin deh kalo kita sekolah ditanya niat shalat jawabannya bukan "usholli bla bla" (jawabanya misalnya, aku mau shalat 'isha) pasti disalahkan sama guru.

    2. ust Zainal Abidin memberikan bukti bahwa para ulama trmsk imam syafi'i, sunan bonang, bahkan muhtamar NU sendiri mengatakan kalo tahlilan itu bid'ah munkarah, yang memeranginya mendapat pahala.

    ust. Idrus ramli pun mengakui, tapi ust Idrus ramli berkata : kalo itu semua adalah adat, kalo ditentang nanti ya dilawan oleh masyarakat dst.

    Dan masih banyak lagi hasil lainya bisa anda tonton sendiri di link berikut :

    Kalo orang awam yang jiwanya masih diatas fitrah, bisa menilai sendiri, kalo Idrus ramli saja mengakui bahwa Rasulullah kalo shalat ngga melafadzkan niat, Terus kenapa pula kita yang berjalan diatasnya, yang menyiarkan ilmu bahwa rasulullah kl shalat tuh ngga pake niat ko dianggap sesat ????

    Kalo ust. Idrus ramli mengakui fatwa fatwa ulama tentang tahlilan bahwa para ulama telah menyatakan bid'ah dan memfatwakan siapa yang memerangi/melarangnya dapet pahala , kenapa kita yang berjalan diatasnya, yang tdk tahlilan, dan menyebarkan ilmu yang sebenarnya nya dianggap sesat ???

    Alasan nya "MEMECAH BELAH UMAT"

    la wong kita kan hanya menunjukan ilmu, yang sebenarnya, masalah mau diterima ya alhamdulillah, ngga ya sudah, nyari yang mau nerima aja. la kok dibilang sesat.

    YANG BIKIN ngga habis fikir, belum juga vidio tayang saudara aswaja sudah mengolok olok bahwa ustadz Firanda kabur, katanya dapet informasi dr bbm nya ustadz Idrus ramli (ada capture bbm nya Idrus ramli sebagai buktinya ) koment koment nya mantap, olok olokan nya banget banget, nusuk di hati deh bikin perih. Tapi kita kan berusaha mengamalkan ilmu, untuk bersabar tdk membalas olokan mereka. Dusta mereka bahwa ust. Firanda kaboooor bs dilihat di link berikut :

    Ngga tahunya pas udah ada vidionya, ngga ada sama sekali itu terbukti bahwa ustadz firanda kabur, duh saudaraku aswaja, , , , , kasihanilah dirimu, buangkan hasad dan dengki, mari kita sama sama mencari kebenaran.
    copas dari fb : meniti jejek salafus sholeh

  3. Dion Harun30/12/2013 at 08:53Reply

    waowww…..

  4. HUmor Suroboyonan30/12/2013 at 14:24Reply

    Hayo benar kata bang Rayen,, sampekan yang sebenarnya. jangan ikuti ustadz yang suka potong2 keterangan ulama / lainnya hanya demi mengunggulkan dirinya itu .. bukti dah jelas di http://www.youtube.com/watch?v=ydQxcjAeB2Q …. ayuk diliat dulu sebelum sebar berita,,,

    Jangan sama kenyataannya, nasehati tuh ulamamu,, suruh jujur,,

  5. Ahmad Rulmiyadi30/12/2013 at 16:00Reply

    kalo alasan yang dipakai wahabi dalam menggugat sebuah amalan adalah "bahwa Rasulullah tidak pernah melakukan itu, maka hal itu dilarang". maka ini merupakan kerancuan pola pikir. kalau ustad idrus ramli terbawa dengan metode berpikir seperti ini, kacaulah dia.

    Yang benar adalah Bahwa tidak semua hal yang Rasul tidak pernah melakukan itu haram/dilarang. Ini banyak contohnya: Mengumpulkan mushaf, tarawih 20 rakaat dengan 1 imam, pembukuan hadits, qunut subuh, zakat fitrah dengan uang bukan makanan pokok. kalau kita berpola pikir bahwa semua yang tidak pernah dilakukan Rasul maka terlarang dan haram. maka kita juga akan membidahkan perbuatan para sahabat, salafussolih dan para ulama.

    Seharusnya ust. idrus Ramli jangan mau didikte dalam pola pikir dangkal itu. harusnya dari awal pola pikir wahabi itu yang harus dikritik terlebih dahulu.

  6. Abah Amin31/12/2013 at 00:14Reply

    subhanalloh…saudara yang dari wahhabi tolong dong yang bermutu.kita umat islam jadi malu,bila ke ilmiyahannya dan disiplin ilmunya di bawah standar.rata2 umat. anak ibtidaiyah sudah faham semua tentang argument anda. dan jangan waktu dibuat alasan untuk beragument sehat tentang agama.silahkan beri waktu seluas-luasnya dan satu fokus masalah,setelah selesai baru pindah kemasalah yang lain.agar dalil nya tidak terpotong-potong,perbab saja itu lebih masuk akal.

    • budi13/04/2014 at 21:37Reply

      Semoga Allah memberi hidayah kepada Abah Amin, maaf Bah, Abah kan udah tua jadi pelajari aja apa yang disampaikan oleh ust Firanda dan Ust Zaenal.Udah ga zaman lagi ngamalin bid’ah yg dibela Ust Idrus dan Kiai Thobary

  7. Abu Abdillah31/12/2013 at 01:58Reply

    Masya Allah abah… sudah nonton belum videonya ? http://www.youtube.com/watch?v=ydQxcjAeB2Q bersihkan hati dari sifat dengki untuk menontonnya maka anda akan bisa menilai mana yang ilmiah berdasarkan dalil dan akwal ulama dan siapa yang berargumen dengan perasaan. kalo perlu di ulang-ulang nontonya ya abah amin

  8. Abu Abdillah31/12/2013 at 04:27Reply

    sebelum antum komentar, baiknya pelajari dan pahami qawaidul syara'. mengenai mengumpulkan mushaf, tarawih, qunut subuh, zakat fitrah dengan uang semua sudah ada dibahas oleh ulama baik ulama muttaqaddimin maupun mutaakhirin. dengan begitu komentar antum enak dibacanya

  9. Pak Wik31/12/2013 at 14:59Reply

    Sebetulnya yg saya tunggu itu komentar/pendapat/hujjah dari kiai Tobari, yg kalo ngomong dikalangan sendiri seperti paling berilmu, tapi saat debat kok…? Penonton kecewa!

  10. Ahmad Rulmiyadi31/12/2013 at 16:04Reply

    saya mungkin memang bukan orang alim.. tapi saya tau kok bahwa pengumpulan mushaf masa khalifah Abu bakar tidak pernah dilakukan dan diperintahkan Rasul. Secara logika, apabila hal ini haram/terlarang dengan alasan bahwa "tiap hal yang tidak dicontohkan Rasul itu haram/terlarang/sesat", maka Abu bakar dan para pembesar sahabat masa itu telah melakukan kesesatan. Bagi saya, tidak semua hal yang tidak ada contohnya oleh Rasulullah itu sesat/haram/dilarang. Tolong mas abu Abdillah yang alim berkenan menjelaskan kepada sya yang awam ini bagaimana penjelasan mutaqoddimin dan mutaakhirin tentang pengumpulan mushaf…

    • Abul Husain22/01/2014 at 16:13Reply

      Pengumpulan mushaf bukan bidah mas, nama lain al quran adalah alkitab. Coba cari dalam kamus, apa arti alkitab….kalo sudah ketemu baru komentar lagi yaa…

  11. Bahasa Arab31/12/2013 at 18:37Reply

    Firanha KABURiyyun al kadzdzab kaya perempuan aja.. pura2x takut ketinggalan pesawat.. Aki takutlah pada Allah bukan pesawat, Allahu yahdiik.
    alhamdulillah .. dlm 2 jam cuman perlu 1 aswaja melawan dua neo salafi/wahabi, mesih mantap juga .. ga dibantu kacamata lagi ????? ????.

  12. Anonymous31/12/2013 at 23:08Reply

    bukan 2 lawan 1,kayanya temennya ust ramli ciut tuh,panitia ga ngelarang ust thobari ngomong,mungkin takut tar kalu penjelasan hujjah2nya dan dalil2nya di bantah kalang kabut,ngomong dong katanya narasumber,beberapa bulan yg lalu di situs ini sy baca katanya ust thobari debat nyamperin ust wahabi di daerah tangerang,ust wahabinya sy lupa namanya,dia bilang kabur ga berkutik ust wahabinya.maren di batam ada 2 orang ust wahabi ga ada koment,trus pas udah mao bubaran baru ngomong jgn bid'ah2 in orang,syirik2 in orang td kmana aja,skalian jangan ngomong ampe selesai biar jelas buat sy,naarasumber ust wahabi 2 orang narasumber ust nu 1 orang,yg 1 nya cuma simpatisan kan jelas kedudukannya,jgn asal claim.

  13. Anonymous31/12/2013 at 23:20Reply

    bukti nya mana bung,udah nonton blm video nya sampe selesai.jgn asal tp pake usul.

  14. Abu Abdillah01/01/2014 at 00:28Reply

    Ahmad Rulmiyadi ya akhii… syubhat-syubhat yang antum bawa sudah banyak dibahas, kalau sekiranya antum mau mencari jawabannya Insya Allah akan mendapatkannya. berikut link jawaban dari syubhat yang antum bawakan http://www.firanda.com/index.php/artikel/bantahan/308-syubhat-syubhat-para-pendukung-bid-ah-hasanah-syubhat-kelima
    Cobalah hilangkan rasa dengki antum terlebih dahulu, posisikan diri kita untuk mencari kebenaran bukan pembenaran, bersihkan hati, berlapang dada dari menerima kebenaran walau pahit, sebagai mana yang Ust Zainal Abidin katakan "ikutilah orang karena kebenaran jangan mengikuti kebenaran karena orang".
    Dan Ust Zainal abidin -hafidzahullah- juga mengatakan, "ada 4 hal yang tidak mungkin bersatu, yaitu :
    1. Tauhid dengan Syirik
    2. Iman dengan Kufur
    3. Sunnah dengan Bidah
    4. Taat dengan Maksiat"

  15. Abu Abdillah01/01/2014 at 00:31Reply

    tambahan, http://muslim.or.id/soal-jawab/soal-146-pengumpulan-al-quranbidah-hasanah.html

  16. Ahmad Rulmiyadi01/01/2014 at 04:43Reply

    Abu Abdillah yang dirahmati Allah… tetap saja link jawaban itu (http://muslim.or.id/soal-jawab/soal-146-pengumpulan-al-quranbidah-hasanah.html) menetapkan bahwa "Tidak semua hal yang Rasul tidak lakukan itu haram/terlarang".. menurut pembicara bolehnya pengumpulan al-qur'an ini bukan berdasarkan dalil sharih al-qur'an dan hadits, tapi ijma' sahabat, tapi memang Rasulullah tidak pernah melakukannya… bahkan pembicara membolehkan menyebutnya bid'ah hasanah dengan catatan bid'ah disertai dalil ijma' sahabat tersebut.

    bahkan pembicara menerima pengecualian tidak semua bid'ah itu dlolalah dengan perkataan: "kalau memang ada dalilnya, maka mungkin boleh kamu katakan ini pengeculian (istisna') dari kullu bid'atin dholalah.

    Kesimpulannya tetap: tidak semua hal yang tidak ada contohnya dari Rasul itu haram/dilarang/sesat.

    Kalau tuan Abu Abdillah menyangkal statement saya bahwa tidak semua yang tidak ada contohnya dan perintahnya dari Rasulullah itu terlarang/haram/sesat, maka link itu belum menjawab, bahkan mengukuhkan..

  17. Abu Abdillah02/01/2014 at 00:27Reply

    Ahmad Rulmiyadi ya akhii ana setuju dengan pendapat antum yang mengatakan "Kesimpulannya tetap: tidak semua hal yang tidak ada contohnya dari Rasul itu haram/dilarang/sesat."

    Dan Pengumpulan Al-Quran itu tidak termasuk bid'ah akan tetapi bagian dari al-maslahat al mursalah.

    Karena bid'ah secara bahasa adalah segala sesuatu yang baru yang tidak ada sebelumnya. Contoh seperti handpone, karena handphone baru ada sekitar tahun 90'an.

    Namun bid'ah secara syariat adalah adalah sesuatu yang baru, yang tidak ada contoh sebelumnya didalam agama ini, yang menyerupai agama/syariat, yang dibuat oleh orang atas nama agama sehingga ia terlihat seperti bagian dari agama ini, dengan maksud untuk taqarrub/mendekatkan diri kepada Allah untuk mendapatkan ganjaran pahala/kebaikan.

  18. Ahmad Rulmiyadi03/01/2014 at 16:41Reply

    Abu Abdillah saudaraku… maaf sebelumya. bukankah konsep al-maslahat mursalah itu sendiri bagian dari bid'ah? Orang yang menghukumi sesuatu yang tidak ada nashnya dengan al-mashlahat al-murasalah berarti mendasarkan suatu persoalan bukan pada nash syara', baik al-qur'an maupun hadits. Penilaian mashlahat ini pasti digantungkan pada pendapat orang, mungkin sahabat, tabiin atau yang lain, karena memang tidak ditemukan nash.

    Saya sering mendengar bahwa Agama ini sudah lengkap, tidak perlu ditambah dan dikurangi, tidak ada suatu kemashlahatan pun kecuali nash telah mencakupnya. sehingga suatu perkara kalau tidak ada perintah dan ketentuannya dalam nash, maka ia adalah bid'ah seperti halnya pengumpulan al-qur'an ini.

    Oia, bukankah ust. zainal abidin telah mengatakan bahwa sunnah dan bid'ah tidak mungkin bisa bersatu. suatu persoalan agama kalau tidak sunnah, maka ia adalah bid'ah. Pengumpulan al-qur'an adalah bagian dari agama ini, karena ia mencakup penyeleksian ayat (nasakh dan mansukh), qiroat (lughoh), urutan surat dan sebagainya. sedang Rasulullah tidak pernah memerintahkan berarti bid'ah, tidak mungkin dihukumi sunnah.

    Benar bahwa dalam pengumpulan al-qur'an ada mashlahah. kalau al-qur'an tidak dikumpulkan menjadi satu mushaf sangat mungkin kita akan berselisih dalam kitab kita sendiri. namun bid'ah tetaplah bid'ah, tidak mungkin dikatakan sunnah. Ijma' sahabat memantapkan hati kita bahwa ia termasuk pengecualian dari kata "kullu bid'atin dlolalah".

    Ini hanya pendapat saya yang awam, mungkin ada kesalahan. mohon bimbingan dan arahannya. semoga kita senantiasa ditunjuki jalan yang benar dan dianugerahi kemampuan untuk mengikuti kebenaran itu. amiin.

  19. Abu Abdillah04/01/2014 at 15:59Reply

    Ahmad Rulmiyadi Barakallahu fik akhii.
    berikut link penjelasan mengenai al-maslahat wal mursalah berikut contoh-contohnya http://muslim.or.id/manhaj/ini-dalilnya-7-beda-bidah-dan-mashalih-mursalah.html

    Didalam QS almaidah ayat:3 sudah sangat jelas Allah Azza Wajalla berfirman, artinya: "… Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu …"
    akmal bermakna sempurna, sebagaimana yang kita ketahui bahwa sempurna itu adalah sesuatu yang tidak perlu ada penambahan maupun pengurangan sedikitpun pada agama. Ibaratnya sempurna itu memiliki takaran yang pas. tidak kurang dan tidak lebih.

    Benar akhii, Sunnah dan Bid'ah tidak mungkin bersatu sama halnya seperti minyak dan air. Karena yang mengatakan Setiap bid'ah adalah kesesatan adalah Nabi Shallallahu alaihi wasalam "Kullu bidatin dhalalah" karena lafadz tersebut bermakna umum, terkecuali ada pen-takshisnya sehingga bisa lepas dari makna yang umum.

    Dan juga Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda :
    "…Maka berpegang teguhlah kepada sunnahku dan sunnah pada Khulafaur Rasyidin yang memberi petunjuk berpegang teguhlah kepadanya dan gigitlah dia dengan gigi geraham kalian…"[HR Abu Dawud, at-Tirmidzy dan Ibnu Majah]
    Dan dalam hadits tersebut jelas bahwa Rasulullah -Shallallhu alayhi wasalam- menyuruh kita untuk berpegang teguh terhadap sunnahnya dan sunnah khulafa urasyidin.

    Semoga bermanfaat bagi kita semua

  20. Noval05/01/2014 at 15:20Reply

    Ada beberapa hal dari point ustad Romli yang perlu di tanggapi, saya sebagai penonton:

    poin 1-2 bukankah pembagian waktunya sudah adil, dan itu hak Kyai Thobari kalau dia tidak menjawab dari waktu tersebut dan diserahkan ke ustad ? apa ustad mau menyalahkan panitia ?
    poin 3 bukankah dikembalikan pada dalil ustad Zainal, bukan pada pengakuannya sebagai warga NU atau bukan?
    poin 4 .Nah yang ini ilmiah ustad, afwan, akan lebih baik disertai sumber nukilan, jadi bisa kita lihat letak miss nya dimana…, dan maaf ustad, jangan mudah mengklaim tidak hormat kepada ulama
    poin 5 maaf ustad ini banyak tuduhan2, kalau standar ganda barangkali orang-orang juga memandang ustad seperti itu, dan mohon maaf ustad kalau soal tidak kenduri, ada ngga sahabat dan tabin, tabiut tabiin dan para imam mahzab yang ngadain kenduri ? jadi mohon maaf ustad ini buka soal hawa nafsu
    poin 6 Ini ilmiah ustad, semoga ustad Firanda segera menanggapi. Saya duga perlu pengecekan sumber manuskrip yang diambil, sehingga kita tahu dimana letak missnya.
    7 Ini ilmiyah ustad jazakalloh. Sebaiknya diperjelas konteksnya, kenduri dalam pemahaman Imam Nawawi rohimahullah itu seperti apa,karena bisa beda dengan kenduri dalam pengrtian sekarang
    8 Maaf ustad sebaiknya tidak ada klaim-klaim sebelum konfirmasi dengan ustad Zaenal. Dari video yang saya tonton, apakah ustad bermaksud mengatakan bahwa Yasin fadhilah itu bukan menyariatkan suatu baru dalam ibadah, padahal sudah menentukan sendiri jumlah dan kasiatnya suatu perkara baik tanpa wahyu? kalau bukan lalu apa makna bidah itu sebearnya?
    poin 9 .Dari yang sudah saya tonton.Persoalan jelas. bukan disitu pokok masalah.
    Pertama, itu akhbar kepada Aisyah sehingga Aisyah tidak perlu cemas mencarikan makan untuk Nabi saw.
    Kedua, tidak ada nukilan sama sekali pembacaan niat dari Sahabat, Tabin, Tabiut tabiin para imam Besar Mahzab, kecuali dalam haji
    Ketiga, hal ini memberatkan orang awam, disamping mereka tidak hafal mereka juga tidak tahu artinya, betapa banyak amal sholeh (seperti sholat sunnah) tercegah karena perkara ini

  21. Amin Ben Ahmed07/01/2014 at 17:11Reply

    namanya saja kyai jagoan neon.. kayak admin sarkub,jagoan fitnah..

    • Abu Khalid23/07/2016 at 23:44Reply

      Masih mending lah Bang admin sbg jagoan fitnah, drpd elu jago atau betina ga jelas, belakangnya Ahmed tp tengahnya Ben, Ben tu nama utk org Yahudi

  22. Abid11/01/2014 at 22:49Reply

    Bahasa Arab

    كفى بالمرء إثما أن يحدث بكل ما سعع

  23. Bagas Fahmi Zulfiqar13/01/2014 at 08:14Reply

    diskusi dg mahluk wahabi ujung2nya jd debat kusir,orang dia pke kcmata kuda,cpe deh,mending diajak joget mumpung ada lagu yg hit judulnyaOPLOSAN,psti jogetnya piranda cs seru,,,,,wkwkwkwk

    • Abul Husain22/01/2014 at 16:17Reply

      kami wahhabi mengharamkan musik boss, jadi kami ga pernah joged, kalao aswaja nu mungkin iya suka joged2

      • Abu Khalid23/07/2016 at 23:55Reply

        Memang, setahu saya wahhabi mengharamkan musik, mereka ga suka joged, yg mereka suka hanya penyanyi ceweknya

  24. Ahmad Rulmiyadi13/01/2014 at 16:22Reply

    Abu Abdillah yang dirahmati Allah… saya telah membaca link yang akhi sampaikan.. http://muslim.or.id/manhaj/ini-dalilnya-7-beda-bidah-dan-mashalih-mursalah.html. Merupakan pemahaman baru bagi saya bahwa maslahah mursalah bukanlah bid'ah… setau saya setiap hal yang tidak dijelaskan/diperintahkan Allah dan Rasulnya adalah bid'ah. hanya saja bid'ah tidak semuanya dlolalah… Sunnah khulafaurrasyidin salah satu pengecualiannya.

    Saya ingat sebuah hadits "tiap2 yang baharu adalah bid'ah. dan setiap bid'ah adalah sesat".

    Jadi setelah syariat sempurna dengan wafatnya Rasulullah, maka hal yang tidak diatur dalam syariat adalah bid'ah, karena ia muncul baru (yakni setelah sempurnanya syariat). namun ternyata tidak bisa kita menghukumi semua bid'ah itu sesat, karena ada dalil yang menganjurkan untuk mengikuti sunnah/perbuatan/ketetapan hukum para khulafaurrasyidin sebagaimana dalil yang akhi sampaikan.

    Sehingga dengan ringkas dapat dikatakan bahwa Pengumpulan al-qur'an adalah bid'ah, tapi tidak dlolalah karena khulafaurrayidin melaksanakannya didukung dengan Ijma' sahabat sebagai dalilnya.

    Saya sepakat bahwa dalam pengumpulan al-qur'an ada nilai2 kemashlahatan. inilah juga yang menjadi dasar diperbolehkannya bid'ah pengumpulan al-qur'an.

    saya tidak sepakat syarat 1,2 dan 3 yang ditetapkan oleh penulis.. bahwa maslahah mursalah hanya sebatas sarana, tidak memberatkan, bukan tujuan hakiki ibadah. bukankah sudah jelas sabda Rasulullah Kullu muhdatsatin bid'ah". (bahwa tiap yang baru adalah bid'ah). Wa Allahu A'lamu

  25. Ahmad Rulmiyadi14/01/2014 at 02:57Reply

    oia, akhi sedikit tambahan bahwa saya setuju akhi dengan perkataan bahwa Rasulullah SAW. bersabda " wa kullu muhdatsatin bid'ah wa kullu bid'atin dlolalah" (semua yang baru itu bid'ah dan semua bid'ah itu sesat).

    kesimpulannya sabda Nabi adalah semua hal, baik itu termasuk sarana ataukah inti, memberatkan atau meringankan, menambah atau mengurangi, maka ia termasuk bid'ah. semua bid'ah adalah sesat.

    Kita hanya bisa menyatakan adanya pengecualian bahwa sesuatu baru yang disebut sebagai bid'ah itu tidak termasuk sesat dengan dalil nash.

  26. Ihsan Ismail15/01/2014 at 01:05Reply

    air tidak akan bersatu dengan minyak..heran dengan pola pikir yang sudah terkontaminasi, tidak mungkinlah bersatu kebenaran dan keburukan,,apalagi ada keburukan tapi baik..aneh

  27. lurah basman17/01/2014 at 13:46Reply

    Ditegaskan oleh Al-Imam Sufyan Ats-Tsauri rahimahullahu: “Sesungguhnya kebid’ahan amat sangat disenangi oleh iblis daripada perbuatan maksiat. Karena (orang yang melakukan) perbuatan bid’ah tidak akan (kecil kemungkinan) bertaubat darinya. Sedangkan kemaksiatan akan (memungkinkan pelakunya) bertaubat darinya.”

    Terbukti,,,,,,, ngeyellll

  28. Ahmad Rulmiyadi29/01/2014 at 04:12Reply

    Ihsan Ismail rahimakallah… air memang tidak mungkin bersatu dengan minyak… tapi berhati-hatilah.. terkadang ada kebaikan yang terlihat seperti keburukan dan keburukan yang terlihat seperti kebaikan.. Hanya pemahaman yang benar tentang kebaikan (air) dan tentang keburukan (minyak) akan mampu membedakan antara keduanya. sudahkah kita koreksi pemahaman kita??

  29. joko30/01/2014 at 09:56Reply

    maaf saudara2 mungkin sebaiknya kita koreksi diri, sudahkah kita mampu berbicara tentang agama ? sudahkah kita memenuhi syarat tentang hal itu, apalagi sampai menafsiri hukum agama, sudah berapa hadits yang kita hafal, sudah seberapa bahasa kita terlebih bahasa yang merupakan bahasa asli Qur’an & hadits, kalau belum mungkin alangkah baiknya kita ikuti ulama yang telah mampu imam syafi’i, hambali, maliki, hanafi, kalo sekarang ada yang merasa lebih hebat dari mereka jelas dia bohong bohong dan bohong, apalagi sampai ada yang berdebat tanpa referensi dari karya beliau dan ulama’ maka 99,9 + 99,9+1 % kemungkinan adalah mereka menuruti hawa nafsu yang berasal dari syaiton, termasuk manusia yang mencemooh orang yang mengikuti petunjuk dan petuah ulama salaf, yang jelas kami tukang tahlil tidak pernah mempersalahkan amaliah tukang tajasus dan kampret bin buaya

  30. Abi Kevin Najih04/02/2014 at 21:20Reply

    Menyimak kajian yang ada diatas, saya merasa sedih, mengapa umat Islam menjadi kerdil seperti ini. Ketika umat lain sudah berencana membuka tempat wisata di planet lain, umat ini masih berjalan ditempat, bahkan saling jegal. Marilah kita berfikir, apakah amalan kita menjamin turunnya rahmat Allah kepada kita? Saya-mhn koreksi kalau salah- pernah membaca hadits yang kalau gak salah artinya seperti ini Rasulullah pernah bersabda orang masuk surga bukan karena amal ibadahnya melainkan karena rahmat Allah SWT, sahabat bertanya “termasuk Engkau ya Rasulallah?”. Apa jawab Rasul ? “Termasuk aku”. Ini bukti bahwa bahwa amal ibadah tidak menjamin seseorang akan masuk surga. Itu surga, belum rahmat Allah. Kenapa? surga tidak akan berarti tanpa limpahan rahmat Allah. Ngapain kita ribut2 ngurusin yang tahlilan or gak tahlilan. Karena itu, melalui tulisan ini, saya mengajak agar masing2 kita jangan merasa pailng benar. Yang tetap senang menghidupkan keguyuban dengan masyarakat melalui yasinan, tahlilan dll, ya monggo jalankan aja dengan khusyu’ dan tawadhu’ tanpa harus “njawili” saudara kita yang gaka suka. Sebaliknya, yang gak suka dengan hal2 tersebut,ya gak mama, tapi terus jangan merasa paling benar, paling dekat dengan Allah dan Rasulullah dan paling Islam. Ingat !!!!!!! Iblis diusir dari surga karena merasa lebih hebat dari Adam. Padahal “beliau” itu hebat lho, kayaknya dengan 3 orang ustadz yang debat itu masih hebat “beliau” Kalimat inilah yang menyebabkan iblis dideportasi dari surga “Qaala Anaa Khoirun Minhu….dst”. Gimana, mau jadi Adam atau mau pilih jadi IBLI….?. Islam bukan agama kerdil jangan dikerdilkan dengan hal2 yang kerdil.

  31. Abi KevinNajih05/02/2014 at 20:46Reply

    Ma’af mas. Komentar saya ko gak ditampilin…? Mhn penjelasan, syukron

  32. Bagas Fahmi Zulfiqar19/02/2014 at 06:29Reply

    wis,gak usah diterusin debatnya,udah nyata tukang gunting hadits,tukang rusak situs2 islam,tukang ngebom maulid disrilanka dn afrika,lbh baek kta belajar niru iran ,meski diembargo amrik makin maju dlm tehnologi,atau merujuk pemikiran albani bgmn bsa jd tukang serpis jam no 1 didunia kan asik,drpd memikirkan yg tdk penting2,,,,,,,,,utk SARKUB,cba antum minta KITAB OTAK ATIK ARLOJI,pd pak piranda jk dpt bsa dinaikkan distus ini…kan asik!!!!kta bsa diskusi tentang kehebatan albani merangkai komponen jam,maka nama beliau albani prsis arloji merk ALBA,

    • Abu Khalid23/07/2016 at 23:52Reply

      +Bagas Fahmi Zulfiqar… ente cerdas Bro!

  33. oslo09/03/2014 at 20:56Reply

    kelihatan siapa yang pake ilmu dan siapa yang ilmunya kurang , Kh idrus romli banyak mengutip perkataan ulama , sedang dari ustd firanda cs mengutip dari ulama tapi salah memaknainya….payah.

  34. budi13/04/2014 at 21:16Reply

    Dalam dialog tersebut, perwakilan dari Ahlussunnah Wal-Jama’ah sebagai pembicara, hanya al-faqir Muhammad Idrus Ramli. Sedangkan Kiai Thobari Syadzili, hanya menemani duduk, tidak diberi waktu berbicara, kecuali 1 menit menjelang acara dihentikan. Sementara dari pihak Radio Hang atau Wahabi, adalah Ustadz Zaenal Abidin dan Ustadz Firanda Andirja. Isu-isu dari kaum Wahabi, bahwa perwakilan dari Ahlussunnah adalah saya dan beberapa orang, adalah tidak benar. Jadi yang benar, debat 1 orang lawan 2 orang

    Saya : Moderator telah memberikan waktu bicara kpd masing2 perwakilan dan menyerahkan pembagian waktunya kpd perwakilan aswaja dan wahhabi. Ustadz idrus ga denger ya arahan dari moderator. Sepenglihatan saya dalam video ustadz idrus sangat terlihat tdk memberikan mic-nya kepada Ustadz Thobary, kemudian tdk terlihat Ustadz Idrus menawarkan mic kpd Ustadz Thobary untuk berbicara. (Waduh-waduh dari sini saja sdh bohong)

    • Abu Khalid23/07/2016 at 23:51Reply

      Yg ente tonton ntu sdh kepotong2… maka klo ga ada di sana, ga usah komen lah. Ini sifat Wahabi yg paling jelek ya begini ini… SOK TAU!

  35. Sigit Budi13/04/2014 at 14:38Reply

    Lha sudah jelas mutunya, referensinya jelas jelas-jelas Ustadz Zaenal bawa kitab-kitabnya
    Firanda ga kabur kok.buta kali ya yang bilang firanda kabur

    • Abu Khalid23/07/2016 at 23:49Reply

      Jelas lah si Zaenal bawa kitab2nya wong kitab yg dia tau cm segitu2nya, itu yg jd masalah.. krn dia taunya apa yg tertulis di kitab. Beda dg Ustad Idrus, beliau hafal di luar kepala banyak kitab, klo dibawa akan repot.

  36. budi13/04/2014 at 22:03Reply

    9. Dalam bahasan melafalkan niat, menurut Firanda dan Zaenal, redaksi niat harus menggunakan redaksi usholli dan nawaitu showma ghadin. Kalau redaksinya dirubah menjadi 9. Dalam bahasan melafalkan niat, menurut Firanda dan Zaenal, redaksi niat harus menggunakan redaksi usholli dan nawaitu showma ghadin. Kalau redaksinya dirubah menjadi nawaitu an ushalliya atau inni shoimun, dan atau ashuumu, menurut mereka adalah salah dalam madzhab Syafi’iyah

    Saya: Ustadz Idrus tampaknya kurang baik dalam memaknai ucapan. Ustadz Zaenal tidak menyatakan salah redaksi niat dirubah (yang benar diubah) menjadi nawaitu an ushalliya atau inni shoimun, dan atau ashuumu dalm madzhab syafi’iyah tapi redaksi niat spt tsb bakal disalahkan oleh gurunya jika ada murid yang menjawab soal lafadz niat>lagi-lagi Ustadz Idrus ga nyimak atau tidak mendengarkan dengan baik. Nah sekarang tugas Ustadz Idrus membuat pelatihan guru-guru agama agar tidak menyalahkan lafadz-lafadz niat Inni shoimun, dll>

  37. yayat29/04/2014 at 13:45Reply

    banyak sujmer-sumber sunah yang diawali oleh para sahabat
    1. Azan ( para sahabat )
    2. Sholat sunah sebelum isya / magrib
    3. Wudhu yang tidak terputus ( Sahabat Bilal )
    4. Sholat taraweh berjamaah ( Sahabat Umar )
    5. Penanggalan Hijriah
    6. Pengumpulan Mushab Al Quran ( Sahabat Usman )
    7. Dll

    Ket. Hanya para sahabat yang boleh yang lain terlarang. termasuk kita-kita semua.

  38. Saifudin Bachri30/05/2014 at 22:35Reply

    semoga mendapat hidayah

  39. Deni14/06/2014 at 08:16Reply

    Saudara Bagas Fahmi Zulfiqar ini saya lihat komentarnya isinya hanya hujatan, provokasi dan adu domba saja. Sikap anda seperti kaum yahudi saja. Menjelek jelekkan saudara muslimnya. Menyedihkan. Ucapan tidak ada dasar hanya berdasarkan opini yg didapatnya dari media kafir.

  40. Zinggah Sana Ziyg30/11/2014 at 06:47Reply

    Orang yang mengartikan niat dalam bentuk ucapan lisan atau kalbu yang berwujub sesuai anutan sebagian kaum
    mereka harus mempertanggung jawab kan sholat nya
    BUKAN KAH SEGALA SESUATU YANG KITA LAKUKAN DIDASARI NIAT
    didalam sholat banyak hal yng kita lakukan TAKBIR MEMBACA ALFATIHA,SURAH RUKUK BACAAN RUKUK DAN SETERUS NYA SAMPAI KEPADA SALAM
    semua gerakan dan bacaan nya di landasi niat jadi kalau niat itu ada wujud seperti bacaan melalui lisan dan qalbu maka teman2 yang meyakini nya harus introveksi terhadap ibadah yang di jalani karna siapa yang mau disalah kan ketika rosulullah sendiri tidak pernah mencontohkan
    4 imam besar menyatakan APABILA DALAM FATWA KAMI TERDAPAT FATWA YANG BERTENTANGAN DENGAN HADIST SHOHIH DAN KITABULLAH MAKA JANGAN DIPAKAI
    siapa yang menyatakan lafazd niat itu wajib secara tidak langsung ketika mereka melakukan segala ibadah yang dilaksakan harus melafaskan niat nya karna kalau tidak sia2 termasuk melakukan hubungan suami istri dimulai dari memeluk sampai ke inti nya satu persatu di kerjakan karna di gerakkan oleh niat. Maaf temen2 saya rasa istri anda akan menganggap anda sudah tidak waras

  41. Muhammad Bayu Ari Susanto16/03/2015 at 13:14Reply

    Bahasa Arab ga salah tuh,coba diselidiki lagi lebih detail,terlalu percaya ama ustadz kuburiyyun

  42. Muhammad Bayu Ari Susanto16/03/2015 at 13:16Reply

    ketahuan ketinggalan berita nih orang,percaya aja ama sandiwara syi'ah ama yahudi

  43. Muhammad Bayu Ari Susanto16/03/2015 at 13:19Reply

    pekerjaan beliau halal,masalah buat loh?daripada ngalap berkah di kuburan

    • rifai14/04/2015 at 17:59Reply

      sampean semua ini pada bidh’ah karena menggunakan internet. untuk saling menghujat lagi.

    • Abu Khalid23/07/2016 at 23:46Reply

      Kok km sewot banget dg yg ngalap berkah di kuburan? sptnya jatah km sering keambil ya?

  44. Dedy Az13/05/2016 at 08:37Reply

    Knapa wahbi arab bekernasama dgn kafir amerika…bahkan membetikan tempat sbg pangkalan militer amerika…wahabi emang munafik.dosanya lbih besar dri bidah sekalipun

Leave a Reply