Bumi Yang Terhampar

Sarkub Share:
Share

Tulisan ini merupakan terjemahan bebas yang diambil dari kitab Al-’Ardh Fil Qur’anil Kariim (Bumi Dalam Kitab Suci Al-Qur’an) karya Al Ustadz Duktur Zaghlul Raghib Muhammad Nijaar. Tulisan ini diterjemahkan untuk membuktikan bahwa bentuk bumi bukanlah datar sebagaimana fatwa ulama Wahabi. Dengan ringkas, beliau membuktikan bahwa Allah SWT tidak menyatakan bahwa bumi itu datar menurut ahli tafsir dan firman tersebut dibandingkan dengan pembuktian yang sudah diungkap oleh ahli ilmu bumi. Sehingga antara firman Allah SWT dan fakta ilmu pengetahuan yang sudah terbukti itu tidak ada pertentangan, malah saling mendukung.

Tulisan ini kami ambil dari salah satu maqolah di dalam kitab tersebut dan kami ringkas seperlunya, terutama maqolah yang membahas terkait tema judul tulisan ini. Dalam salah satu maqolah Duktur Zaghlul Raghib membahas surat Al Baqarah ayat 22 yang berbunyi :

الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ ۖ فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya : “Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.”

Ayat ini diambil dari surat terpanjang dalam Al Qur’an, yaitu surat Al Baqarah yang berjumlah 286 ayat. Surat Al Baqarah ini punya keistimewaan berdasarkan sabda Rasulullah SAW :

إن الشيطان ينفر من البيت الذي تقرأ فيه سورة البقرة

Artinya : “Sesungguhnya syaitan lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al Baqarah”

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply