banner 728x90

Bikin Resah Warga, Pengajian MTA di Kudus Dibubarkan Massa

massa-nu-bubarkan-pengajian-majelis-tafsir-alquran_big__20120128151102_file_vino_cms
Sarkub Share:
FacebookTwitterGoogle+LineWhatsAppTelegramShare

Massa dari sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam membubarkan paksa pengajian Majelis Tafsir Alquran (MTA) di gedung Wanita Ngasirah Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (28/1/2012).  Acara pengajian yang dilaksanakan MTA sejak pagi di Gedung Ngasirah Kudus, Jl Jendral Sudirman No 291 Kudus didatangi puluhan aktivis yang mengatasnamakan Gerakan Aksi Damai Anti-MTA dan meminta penyelenggara segera membubarkan diri. Massa membubarkan paksa karena pengajian MTA itu dinilai tidak sesuai dengan ajaran Islam.

 

Koordinator aksi sekaligus Pengurus Pusat IPNU Saiful Anas mengaku, menerima laporan dari berbagai daerah tentang kehadiran MTA sering terjadi konflik dengan warga sekitar karena ajarannya cukup meresahkan. “Pengajian yang dilakukan juga pernah menghujat para kiai. Hal paling fatal, dosa orang yang melakukan tahlil dianggap lebih besar dibanding orang yang berzina. Padahal tahlil sudah menjadi tradisi warga NU,” ujarnya.

Selain itu, “Ajaran MTA radikal dan menafsirkan Alquran seenaknya sendiri”, ujarnya. Hal tersebut, kata dia, membuat warga NU resah, jika MTA benar-benar ada di Kudus yang memiliki kebiasaan melakukan tahlil.

Selain itu, kata dia, mayoritas warga NU memiliki kultur yang banyak bernuansa klasik yang dibawa Sunan Kudus. “Tentunya, hal ini tidak bisa dibiarkan terjadi karena ajaran MTA memang cukup meresahkan,” tandasnya.

Ia mengaku, memiliki cukup bukti terkait ajaran dari MTA yang dianggap radikal serta menafsirkan Alquran dengan akalnya sendiri.

Untuk itu, kata dia, pengurus Cabang IPNU Kudus yang mendapat restu dari sejumlah kiai di Kudus sepakat menolak kehadiran MTA di Kudus. Apalagi, lanjut dia, sebagian besar peserta pengajian bukan warga Kudus, melainkan dari luar Kudus, seperti Solo, Pati dan beberapa daerah di Jateng. “Peserta pengajian dari Kudus, hanya sekitar 40-an orang,” katanya.
Sementara Koordinator aksi lapangan Saifullah menyatakan, pihaknya membubarkan pengajian MTA karena ajarannya tidak sesuai dengan Islam. Ajaran tersebut, antara lain menghalalkan anjing dan mengajarkan bahwa orang tahlil lebih berat hukumannya daripada orang yang berzina.

Saifullah mengklaim, karena ajarannya yang menyimpang itu keberadaan MTA ditentang keras masyarakat Kudus. Apalagi, kata Saifullah, kudus merupakan kota santri dan mempunyai banyak kiai kharismatik.

 

Beberapa peserta aksi unjuk rasa juga sempat mencabut bendera MTA yang berada di tepi jalan, karena pengajian yang diselenggarakan di Kudus tanpa izin, dan hanya pemberitahuan saja kepada sejumlah pihak terkait. Kapolres Kudus AKBP Andik Setyono, yang turun langsung ke lokasi dengan 300 personel mengharapkan aksi berjalan damai dan tidak anarkistis. Setelah bernegosiasi dengan polisi, penganut pengajian MTA bersedia membubarkan diri. Pengajian umum yang diselenggarakan MTA akhirnya dihentikan, sekitar 3.000 peserta pengajian harus meninggalkan Gedung Ngasirah dengan mendapat penjagaan polisi.

(Dari berbagai sumber: MetrotvNews , Media Indonesia, dan Skalanews)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

39 Responses

  1. abdul w29/01/2012 at 00:51Reply

    puluhan orang mengusir 3000 orang,? Nggak salah??? Ngga usah dibubarkan, klo udh siang bubar sndiri. Kok nggak disebutkan pengajianya mulai jam brapa? Bubar jam brpa? Tulis yg lengkap dong ah,

  2. aswaja club29/01/2012 at 10:49Reply

    waduh koq di bubarin…..harusnya di ajak diskusi dulu biar ketahuan boroknya MTA….

  3. gus durian30/01/2012 at 08:28Reply

    ngapain d ajak diskusi. orang nu lho apalagi team sarkub lho kabur diskusi sama aku, aku ajukan tafsir alquran ga bisa jawab. malah kabur.

    • Author

      Wong Tegal30/01/2012 at 21:57Reply

      anda jelas berbohong! siapa tim sarkub yang anda datangi? sebut namanya. biar kami klarifikasi.

  4. Danyang Web

    Danyang Web31/01/2012 at 00:44Reply

    Tim Sarkub slalu siap debat terbuka dg ustadz2 wahabi tipe & jenis apapun, dg syarat harus DEBAT TERBUKA UTK UMUM & TIDAK BOLEH MELARIKAN DIRI seperti kejadian di balikpapan
    http://www.sarkub.com/2012/dialog-terbuka-di-balikpapan-wahabi-tak-berkutik/

    • sylendro31/01/2012 at 15:50Reply

      datang aja ke solo tiap AHAD PAGI depan kraton mangkunegaran disana tiap ahad mulai jam 8 ada pengajian umum dan diskusi yang di selenggarakan MTA… datang aja oke bro mau debat di depan umum silakan di sana tiap ahad pagi….

      • cinta damai03/02/2012 at 08:59Reply

        langsung kesana tiap minggu debat ma ust sukino langsung.. atau tabayyun… lucu.. pengajian kui bubare biasane jam 11 lbih wis wayahe mulih.. pengajian kok sampai jam 15 opo mta ora sholat?

  5. hamba allah31/01/2012 at 01:01Reply

    Wah…! apa jadinya kalau umat islam saling menyalahkan…?
    hanya karena fitnah dan kabar bohong, langsung dipercaya. di negara kita kan ada aparat…
    ada MUI, Kemenag, Menteri agama, Kepolisian, Kejaksaan.
    Apa yang terjadi jika saudara kita NU dan MTA saling tidak terima…?
    Yang tepuk tangan pasti orang orang kafir…
    Naudzubillahi mindzalik…
    ya allah satukanlah umat islam sedunia, meskipun kadang beda sudut pandang…

    • Author

      Wong Tegal31/01/2012 at 09:48Reply

      Kisah nyata kok dibilang kabar bohong? wahabi kalo dah kehabisan dalil ya suka mencla-mencle gitu,, hikzz.. mengenaskan.. >_<

  6. bang ojeb31/01/2012 at 12:08Reply

    Gembar-gembor pluralisme…!!!
    Merengkuh non muslim…. tapi angkuh sesama muslim…!!!???
    Gimana cara berpikirmu itu kang…kang…???!!!
    Semoga hidayah diberikan kepada saudara-saudara…
    Qur’an itu gak cuma hafal di mulut…
    Paham maknanya ?
    Berapa ayat yang sudah kauamalkan ?
    Subhanallah… demikianlah sifat kedengkian jika dinampakkan…
    BUUUUOOOZZZZOOOOXXXXXSSSSSS….

    • Author

      Wong Tegal31/01/2012 at 17:10Reply

      Lihat dulu ajaran MTA kang, dan pengakuan warga sekitar yang resah dengan adanya pengajian MTA yang suka mengusik tradisi dan amalan warga nahdliyyin, mensyirik2kan, membid’ah2kan, mensesat2kan, mengkafir2kan. bukankah itu angkuh sesama muslim?
      dahulu walisongo mengislamkan orang kafir, sekarang wahabi malah mengkafirkan orang islam.
      ki piye ki piye.. nduk nduk..

  7. gusdar01/02/2012 at 01:19Reply

    MTA = WAHABI FERSI INDONESIA………………..

    • semangat17/02/2012 at 13:32Reply

      Sepertinya sekarang ada 2 kelompok Islam di Indonesia: Wahabi vs. ahlus (sunan kudus & sunan bonang) wal jamaah. Mungkin dua-duanya pelu ngaji lagi Quran dan hadits. Saya yakin nanti akan sama-sama dapat hidayah.

  8. baru belajar aswaja01/02/2012 at 06:49Reply

    kalo acara dangdutan goyang seronok dibubarin gak ya????

    • Author

      Wong Tegal01/02/2012 at 08:15Reply

      yok kita bubarin,,

      • wojo02/02/2012 at 12:23Reply

        Omong tok…..alias no action talk only.

    • Cahyo07/05/2013 at 17:07Reply

      Jangan-jangan itu termasuk ritual harian?

  9. orang awam02/02/2012 at 09:41Reply

    ko beda ya beritanya sama yang disini, jadi mana yang bener nih ???…..

  10. wojo02/02/2012 at 14:05Reply

    Ini penyebar fitnah yang memprovokatori demo kudus kemarin:

    Orang nya sudah ditemui oleh pengurus MTA namun tidak bisa memberikan bukti apapun dari pernyataannya. Dia hanya mendengar dari temannya, dan temannya tsb mendengar dari temannya lagi, dan temannya lagi juga mendengar dari entah siapa lagi….dan akhirnya semua ucapannya hanya omong kosong belaka.

    • bintang raya15/05/2012 at 21:15Reply

      WOJO… TULISANMU ATOS MEN PO WIS ATOS TENAN KOYO WOJO AWAKMU

  11. wong kudus03/02/2012 at 06:09Reply

    MTA di kudus, tanpa sarkub pun akan dibubarkan jo wojo.

  12. wewe gembel12/02/2012 at 04:36Reply

    owww….. ternyata kompornya dr situ-situ juga xixixi
    jadi malu aqu he he he

  13. Bayu14/02/2012 at 15:15Reply

    Pembaca yang budiman, kita sangat prihatin dengan perpecahan umat Islam karena tafsir bid’ah, padahal persoalan umat Islam sangat banyak yang belum terselesaikan. Perpecahan ini perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak, terutama para ulama, kiai, ustad, pemuka agama, karena dari lidah merekalah sumber timbulnya permasalahan. Sebaliknya dari lidah beliau juga umat memperoleh ketenangan, kedamaian bila lidah beliau bijaksana.

    Perpecahan umat karena tafsir bid’ah ini sangat jelas terjadi di masyarakat kita. Ada sebagian kelompok yang sengaja memecah belah umat Islam dengan cara membesar-besarkan istilah bid’ah yang dituduhkan kepada kelompok yang lain. Kelompok yang dituduh melakukan bid’ah tidak bisa menerima karena istilah bid’ah itu dosa besar yang hukumannya adalah neraka.

    Mereka yang dituduh bid’ah itu adalah para ulama, ustad, kiai, orang saleh, orang baik, tidak syirik, tidak kafir, tidak munafik, tidak fasik, tidak berbuat kejahatan, tidak menyakiti orang, hatinya bersih, amalnya banyak, mengurus anak yatim, mengurus fakir miskin, menyayangi manusia dan setumpuk kebaikan lainnya. Boleh jadi dihadapan Allah yang menuduh bid’ah (masuk neraka) itu tidak sebaik mereka yang dituduh.

  14. anto25/02/2012 at 15:00Reply

    assalamualaikum
    jangan terlalu fanatik dengan golongan sendiri nanti jadi bodoh..fanatik lah dalam AGAMA mu….
    tahlil emg bukan bid`ah karena isinya kita berzikir yang menjadi kan bid`ah menurut saya kalau kita mengkhususkan misal 7 harinya. 40 harinya, 100, 1000 setahu saya gak ada dalam ajaran ISLAM mengkhususkan ibadah untuk mayit bgt maaf kl pengetahuan saya kurang mohon pencerahan..
    Nu di bogor terang-terang membela GKI dan malah memusuh MUSLIM disana.. gmn penjelasanya..? yenny wahid lili wahid hadir dalam acara natal yasmin gmn penjelasanya
    Allah menurunkan manusia berserat hukum dan aturan untuk dijalani, siapa wahabi..?? siapa Nu..?? siapa muhamadiyah..?? siapa yang disembah..?? siapa rasul terakhir menurut semua aliran itu..?? kalian fanatik dengan golongan sendiri maka kalian akan melupakan Aqidah kalian….silahkan perangi ahmadiyah karena melenceng kmn.. pemuda NU,Muhamadyah soal ahmadiyah yg jelas melecehkan ISLAM.mengunakan nama ISLAM tetapi tidak mengakui Muhammad sebagai Nabi terakhir..?? itu pelecehan..!!
    pasti akan ada yg berpikir saya WAHABI..??
    Saya sekolah di TEBUIRENG pusat NU ( komplek F7 Putrad dayak pontianak tahun 2000 tamat aliyah mesti kenal pengurus ponpes tu ) Kuliah di UMP Pontianak hanya saya kok merasa NU dan MUhammadyah sekarang beda jauh karena terlalu banyak yang berpikir PLURALISME di dua aliran itu…sangat disayangkan kita yg di bawa rakyat awam terlalu fanatik hingga lupa kalau yg kita debat sesama MUSLIM yang mengakui LAilahaillah muhammadurassullullah …. dan akhirnya hasil debatnya apa..?? agar NU di hormati..?? agara wahabi di segani..?? agar muhammadiyah di takuti..?? hahaha Allah tak butuh UMAT yang seperti itu mas bro…….Pikirkan dan renungkan
    wasalamualaikum…
    Anto F7 97-00 Ponpes tebuireng jombang

    • Azhari18/04/2012 at 20:40Reply

      Sepakat Mas…

      Cerita dikit, di Trenggalek (jatim) ada Masjid yg jama’ahnya membuat majlis pengajian namanya MTU (Majlis Tanpa Ustadz)…

      Tanpa ada maksud mendirikan golongan baru, isi dari kegiatan majlisnya hanya diskusi (mirip debat) tapi bukan debat, karena setiap peserta mudah untuk disanggah pendapatnya, sangat mau untuk ditolak pemahamannya jika memang bertentangan dengan dasar Al-Qur’an dan Sunnah…

      Di Majlis ini tidak ada Ustadz, tidak ada yg mengaku ustadz dan tidak ada yang dijadikan ustadz (Meskipun pesertanya ada yg lulusan PonTren bahkan ada yg lulusan dari Gontor, Assalaam dan Al-Azhar kairo)

      Dalam Islam tidak ada istilah DEBAT, karena setiap peserta debat pasti merasa dirinya yg paling benar dan cenderung menyalahkan yang lain. Inilah yg dilarang dalam Al-Qur’an Arrum 31-32…

      Beda Tafsir dan takwil kerap kami alami, yang akhirnya kembali pada pribadi masing2 dalam hal pengamalan.

      Bagi peserta yang masih awam, tidak ada yang mendoktrinasi dalam menentukan amalannya.. kita cukup membeberkan dasarnya (Al-Qur’an dan Sunnah) soal pengamalan kembali pada mereka terserah mau ikut yg mana…

      Majlis ini sempat mendapat tanggapan positive dari Cak Nun (Emha Ainun Nadjib) ketika kami datang ke kediamnnya di Kadipiro Jogja dalam acara Silaturrahiim Jama’ah Ma’iyah…

      Yang di apresiasi disini adalah kedewasaannya dalam hal beragama, berkeyakinan dan dalam hal berpendapat tanpa menyalahkan satu sama lain, tanpa mengolok kaum satu dg yg lain…

  15. alfaqir23/03/2012 at 01:13Reply

    kalian boleh bebas, terbuka menyebarkan paham kalian.. namun, jika sampai berani menghancurkan makam-makam Aulia, Wali, sampai makam-makam Para Habaib.. berarti kalian melawan Langit dan sungguh sangatlah mudah Allah menurunkan 70000 malaikat untuk memerangi kalian… namun Allah Maha Pengasih dan Penyayang.. maka tanyakanlah kepada Al-Haq di hati kita.. sesungguhnya Al-Haq akan selalu menunjukkan jalan yang benar..

    • Cahyo07/05/2013 at 16:33Reply

      Ngapain mas makam orang dibongkar? Ada hartanya apa?

  16. Triyono23/03/2012 at 07:52Reply

    Islam adalah sunnah dan sunnah adalah islam. Begitu banyak kelompok yang menamakan dirinya islam, mereka mengaku aswaja tetapi amalannya banyak yg bid’ah, mereka mengaku bermazhab safi’i tetapi amalannya bertentangan dengan mazhab safi’i. Itu namanya hanya aku-akuan saja. Pada masa para sahabat rasululloh,mereka berilmu dulu baru mengamalkan ilmunya. Itulah pentingnya ilmu agar amalnya benar. Pada masa sekarang mereka banyak beramal tapi tanpa ilmu. Berapa banyak manusia yg dengan khusuknya meminta-minta kepada penghuni kubur, mereka dengan fasihnya bersholawat tetapi sholawat-sholawat yg tidak rasululloh ajarkan. Kalau diingatkan bahwa amalan yg dikerjakan itu syirik yg menyebabkan kufur,amalan itu bid’ah… Mereka menuduh bahwa sesama orang islam khok saling mengafirkan,saling membid’ahkan. Memang benar antum-antum semua orang islam akan tetapi kehidupan beragama antum-antum tidak islami. Cukuplah kita beramal dengan amalan-amalan yg Rasululloh ajarkan & menjauhi segala amalan yg tidak Rasululloh ajarkan.

  17. Triyono23/03/2012 at 08:05Reply

    Ketahuilah bahwa bid’ah itu lebih disukai iblis dari pada maksiat. Kenapa? Karena orang yang melakukan bid’ah itu menganggap bahwa amalan yg dilakukannya baik & benar sehingga dia tidak mau bertobat dari bid’ahnya. Sedangkan orang yang bermaksiat,mereka tahu bahwa apa yang dilakukannya adalah dosa sehingga dia mau bertobat dari maksiatnya.

    • bintang raya15/05/2012 at 21:10Reply

      iki TRIYONO karo CAH ETAN pengikute al-ustadz A.SUKINO WAHABROT. GAONO CERITANE MTA WANI DEBAT TERBUKA KARO NU. GURU BESARMU IKU LHO GAWANANE AL-QUR’AN TERJEMAHAN. GA ISO MACA KITAB PO MANEH MAHAMI. YAKIN IKU TAKOKNO GURU BESARMU SAMPE NGALBANI PISAN

  18. Hehe07/05/2013 at 01:50Reply

    Qiqiqiqi…ngekek tenan aku moco brita iki..ketok banget ngapusine..
    :p…

  19. Cahyo07/05/2013 at 16:45Reply

    Apa hubungannya antara MTA dengan Wahhabi? Aneh kok yang salah MTA yang disalahkan Wahhabi.

    Tanda nggak obyektif situs ini.

  20. Rosyid05/09/2013 at 12:04Reply

    Ingin beribadah yg lurus dan masuk surga ikut aja ke jamaah..”Manut Tafsirane Asukino..”/Menurut Tafsirnya Asukino”,.aja.Mengaku muslim tapi belum masuk menjadi anggota MTA jangan harap bisa masuk surga.Semua ibadah yg gk sesuai dgn.ajaran MTA adalah BID’AH,dan ingat semua BId’ah adalah dholalah/sesat,dan keseatan adalah jalan menuju neraka.Entah bagaimana nasib para Waliulloh yg mendakwahkan agama dulu menggunakan Gamelan,Gending Jaw,Wayang Kulit,Slametan,Tahlilan,Yasinan di rumah orang meninggal,dll.yg semuanya gk pernah dilakukan Nabi,jelas semua itu Bid’ah.Begitu pula bagaimana status Kewalian Beliau2(Wali Songo) di Tanah Jawa,yg banyak mewariskan perbuatan bid’ah,mungkin sekarang masih ditangguhkan sebelum mendaftar menjadi anggota MTA dan mendapat Rekomendasi dari beliau Ustad Asukino,..mungkin….Hemmm angel temen urip iki,urip pisan wae kok repote ora jamak..

  21. Miliardo30/11/2013 at 22:46Reply

    Assalamu’alaikum…
    Ad yg blg MTA, Wahabi slalu memasukkan slametan, dkk kdalam bid’ah dan mreka slalu blg slain golongan mreka tdak akn msuk surga. Sy yakin anda smw tdak se7 dngan hal tsb,,, tp dngan mngtakan MTA, Wahabi trmasuk kafir, dan mngtkan kegiatan mreka maksiat brkedok pngajian apa bedanya dngan mreka? Udahlah ga usa ribut2, jlankan aj rukun Iman n rukun Islam, amalkan ap yg ad dlam Qur’an dan Hadis, Insya Allah itu sdah ckup mngntar anda kSurga. Jika kalian masi ad yg brtngkar bcalah Al Hujurat dan pahami maknanya…

  22. Anonymous14/01/2014 at 00:43Reply

    sebenarnya bukan ngaji yg buat mslh,tapi isi pengajianya yg bikin umat resah,sebaiknya MTA berfokus dakwah ke indonesia timur yg mayoritas kuffar psti muslim lain salut,bukan mengoreksi umat yg sudah melaksanakan syari;at dn menjustifikasi seolah salah dn bodoh,kta tau kudus adlh gudangnya ulama alim yg sanad keilmuanya nyambung pd Nabi,bkn ulama amatiran yg g pnya guru,alias fatwanya karangan sendiri

  23. Adam Slalujaya10/10/2014 at 14:47Reply

    MAAF BANGET, TAPI SAYA PINGIN JUJUR BAHWA ULAMA'NYA MTA YAITU ASSUKINO ITU TDK TAU/FAHAM ISIM DHOMIR SAMA SEKALI , COBA AJA TANYA SAMA DIA ISIM DHOMIR ITU ADA BERAPA TERUS APA SEMUA TRS APA FAEDAHNYA, JWBNNYA PASTI TIDAK TAU, KALAU ISIM DHOMIR AJA TDK TAU TRS JADI TOKOHNYA ORG MTA BGMN NASIB AGAMA ISLAM SELANJUTNYA JWBNYA ADALAH ISLAM HANCUR LEBUR DI SERANG WERENG ASSUKINO. AKU SARANKAN SUKINO HRS BACA SYAHADATAIN LAGI KLO MAU MASUK SURGANYA ALLAH, wassalam [ ahmad basir sirrullah ] 085740229618

Leave a Reply