Berdzikirlah Ketika Masuk Pasar

Sarkub Share:
Share

Penjual+PecelDakwah Aswaja di Hongkong

Dzikir tidak hanya membaca tahmid, tahlil, dan tasbih di tempat majelis dzikir. Tapi dzikir bisa dilakukan di pasar, ketika mau masuk kamar mandi kita berdzikir, ketika keluar dari kamar mandi berdzikir, ketika mau duduk berdzikir, ketika bangun tidur berdzikir, dalam setiap gerak kita disuruh berdzikir.

Hal itu disampaikan oleh Habib Naufal Bin Muhammad Alaydrus dari Solo di hadapan jama’ah Majelis Ta’lim (MT) Yuen Long pada acara miladnya yang ke-9 di Yuen Long Town Hall, Ahad (28/4).

“Saya senang ketika masuk pasar saya berdzikir, karena di dalam pasar banyak orang dan hendaknya membaca doa masuk pasar,” katanya seraya mengutip hadits dari ‘Umar bin Khattab r.a., bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa yang masuk pasar kemudian membaca (dzikir): “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyii wa yumiit, wa huwa hayyun laa ya yamuut, bi yadihil khoir, wa huwa ‘ala kulli sya-in qodiir” (Tiada sembahan yang benar kecuali Allah semata dan tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, Dialah yang menghidupkan dan mematikan, Dialah yang maha hidup & tak pernah mati, ditangan-Nyalah segala kebaikan, da Dia maha mampu atas segala sesuatu), maka allah akan menuliskan baginya satu juta kebaikan, menghapuskan darinya satu juta kesalahan, dan meninggikannya satu juta derajat.

Dalam riwayat lain di katakan, maka dia mendapatkan ampunan sebanyak jumlah orang yang berada di pasar tersebut.

“Hadits yang mulia itu menunjukkan sangat besarnya keutamaan dan pahala orang yang membaca dzikir ini ketika masuk pasar,” katanya seraya mengutip firman Allah SWT, “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang” (QS. Al-Ahzaab: 41-42).

“Berdzikirlah kepada Allah sampai orang-orangmenyebut kamu gila, lebih baik disebut gila dzikir dari pada disebut waras tapi tidak berdzikir,” katanya.

“Kalau dzikir tidak usah mikir, karena dzikir tidak pakai pikiran. Dzikir itu pada hati dan hati itu tidak perlu mikir. Kalau hatinya dzikir nanti dijadikan bisa mikir, pikiranya tidak salah, tidak melenceng, karena pikiranya tidak pakai nafsu, tidak pakai hawa, mikirnya tidak makai emosi mikirnya dari Allah SWT, karena hatinya kontak terus dengan Allah SWT. Kalau hatinya kontak terus dengan Allah maka setiap saat dari Allah SWT dikaruniakan sesuatu ke dalam hati, maka hati menjadi lapang dan tenang,” ungkapnya.

Setelah tausiyah selesi dilanjutkan tanya jawab bagi 10 orang yang bertanya mendapatkan hadiah dari MT Yuen Long berupa Al-Qur’an, baju, kain, dan beberapa jilbab. Orang yang kesebelas mendapat hadiah khusus dari Habib Naufal, sebuah surban. Selain itu, Habib juga memberikan hadiah parfum dari Mekkah untuk orang yang pertama kali bertanya. (Lutfiana Wakhid/ddhongkong.org)



Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

2 Responses

  1. golek surgo02/05/2013 at 02:33Reply

    makasih mas

Leave a Reply