Awas!! Bumbu Racik Berpewarna Cat

Sarkub Share:
Share

Jum’at, 9 Maret 2012 06:00:11

Jakarta: Cat dengan bahan kimia keras tentu menjadi bahan andalan di kios sablon dan percetakan. Ini semua agar mendapatkan hasil tulisan dengan warna yang mencolok dan menarik.

Namun dari informasi yang dihimpun tim Sigi SCTV, gagasan tukang sablon ini, ternyata ditiru oleh pembuat bumbu racik siap pakai. Tak tanggung-tanggung, bahannya pun juga sama, yakni cat dengan bahan kimia keras.

Usut punya usut, produk itu ada di salah satu daerah di Jawa Tengah. Di salah satu pasar tradisional di sana, ada lapak yang menjual bumbu racik dengan warna mencolok, mencurigakan. Harganya pun begitu murah. Hanya dengan Rp 1.000, bumbu racik siap pakai bisa dibawa pulang.

Di laboratorium, beberapa bungkus bumbu racik siap pakai yang dibeli tim Sigi, diuji kandungannya. Hasilnya? Mencengangkan. Bukan hanya pewarna kimia berbahaya yang berasal dari cat sablon saja yang terkandung di dalammnya. Penggunaan bahan yang telah busuk seperti cabai, juga mengancam kesehatan. Terbukti dengan adanya kandungan mikrobilogi dan jamur.

Sebenarnya, bumbu racik berbahan dasar rempah-rempah seperti lengkuas, kunyit, dan bawang memiliki manfaat bagi tubuh manusia. Semisal cabai yang mengandung antioksidan, berfungsi menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. Selain itu, pada jenis tertentu, cabai juga mengandung zat antikanker.

Sementara kunyit, biasa digunakan dalam bumbu masakan khas Indonesia, sebagai pemberi warna kuning atau pengawet alami yang aman dikonsumsi. Kunyit memiliki fungsi pengobatan dan kecantikan. Bahkan, dengan proses tertentu, air kunyit mampu mendeteksi adanya penggunaan boraks pada makanan.

Lantas, siapa otak di balik bumbu racik siap pakai berbahan cat sablon ini? Tim Sigi SCTV mendapat kesempatan bertemu dengan si “Ahli Bumbu”. Sebut saja Pardi. Ia punya tips mengolah bahan menjadi bumbu siap pakai.

Masukkan cabai afkir alias cabai busuk dan cat sablon (biasanya Rp 3.000 seperempat kilogram), ke dalam blender. Langkah selanjutnya, masak bahan-bahan yang telah dihaluskan. Setelah matang, kemas bumbu racikan ke dalam plastik-plastik kecil untuk dijual. Bumbu ala Pardi pun siap dijual.

Bayangkan jika bumbu racik yang mengandung cat sablon digunakan untuk konsumsi rumah tangga atau rumah makan. Pengawasan dinas terkait terhadap para produsen bumbu nakal harus ditingkatkan. Bagi Anda para konsumen, terus waspada jangan sampai menjadi korbannya.(ASW/IAN)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply