Allah SWT Menerangi Langit Dan Bumi Dengan Muhammad Rasulullah SAW

Sarkub Share:
Share

Rawdoh

اللّهُ نُورُ السّمَاوَاتِ وَالأرْضِ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ الزّجَاجَةُ كَأَنّهَا كَوْكَبٌ دُرّيّ يُوقَدُ مِن شَجَرَةٍ مّبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لاّ شَرْقِيّةٍ وَلاَ غَرْبِيّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيَءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ نّورٌ عَلَىَ نُورٍ يَهْدِي اللّهُ لِنُورِهِ مَن يَشَآءُ وَيَضْرِبُ اللّهُ الأمْثَالَ لِلنّاسِ وَاللّهُ بِكُلّ شَيْءٍ عَلَيِمٌ
Q.S An-nur Allah subhanallahu Wata`ala mengumpamakan Ar Rasul SAW adalah sebagai cahayanya. Sebagaimana di dalam firman-Nya
اللّهُ نُورُ السّمَاوَاتِ وَالأرْضِ

Allah subhanallahu wata`ala menerangi langit dan bumi…

Al-Imam Ibn Abbas ra salah seorang dari sahabat Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam yang dikenal paling mulia Tafsirnya mengatakan makna NUR disini adalah Muhammad Rasulullah shalallahu alaihi wasallam

Allah menerangi Langit dan bumi dengan Muhammad Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.

مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ 
Perumpamaan cahaya Nya ini bagaikan lampu pelita yang di dalamnya ada cahaya yang menyala. Cahaya yang menyala ini di tafsirkan oleh al Imam sayyidina ibn Abbas ra adalah sanubari Muhammad Rasulullah shalallahu alaihi wasallam yang menyala dan menerangi seluruh manusia dan seluruh alam dengan kelembutan Allah dengan rahmatan lil `alamin

لْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ
Dan pelita itu di tutupi oleh kaca

الزّجَاجَةُ كَأَنّهَا كَوْكَبٌ دُرّيّ

Kaca tadi diumpamakan oleh sayyidina Ibn Abbas ra adalah DADA Muhammad Rasulullah shalallahu alaihi wasallam yang telah di cuci oleh malaikat, karena menurut al-Imam ibn Abbas ra tidak ada barang yang di cuci langsung di alam baik bumi ataupun di langit dan seluruh alam ini oleh malaikat jibril as terkecuali DADA Muhammad Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.

Kaca tersebut bagaikan bintang mutiara yang terang benderang dari mulianya dan dari sucinya yaitu Dada Muhammad Rasulullah shalallahu alaihi wasallam yang menjaga dan menampung 6.666 ayat Al-Quraniyyah yang apabila satu saja ayat turun maka akan hancurlah dan berantakanlah gunung dari takutnya kepada Allah subhanallahu wata`ala.

Akan tetapi semua ayat tersebut di tampung oleh sanubari Muhammad Rasulullah shalallahu alaihi wasallam

يُوقَدُ مِن شَجَرَةٍ مّبَارَكَةٍ

Dinyalakan dari pohon mubarakah. Syajarotun Mubarakah di tafsirkan oleh al Imam Ibn Abbas ra adalah keturunan Nabi Allah Ibrahim as yaitu satu-satunya keturunan yang paling banyak menjadi anbiya dan Rasul dari sebagian besar para nabi di bani israil adalah keturunan Nabi Ibrahim as.

مّبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لاّ شَرْقِيّةٍ وَلاَ غَرْبِيّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيَءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ

Cahaya yang terang benderang tersebut seakan-akan sudah sangat terang benderang walaupun belum dinyalakan.

Seandainya tidak dinyalakan pun cahaya tersebut akan terang benderang. Di tafsirkan oleh al Imam ibn Abbas ra bahwa cahaya tersebut adalah RISALATUNNABI Muhammad shalallahu alaihi wasallam.

Seandainya beliau shalallahu alaihi wasallam diutus tidak membawa RISALAH Tetap saja cahaya beliau saw akan TERANG BENDERANG di alam

نّورٌ عَلَىَ نُورٍ

Cahaya di atas semua Cahaya.

Diatas semua cahaya para Nabi dan rasul puncaknya adalah cahaya Muhammad Rasulullah saw, yang di ciptakan Allah, penciptanya adalah Allah swt, yang menginginkan beliau saw terang benderang nya adalah Allah swt

maka terjadilah penciptaan yang pertama yaitu CAHAYA NABAWI MUHAMMADI SHALALLAHU ALAIHI WASALLAM maka berpecah-pecahlah alam dari sumber tersebut cahaya beliau shalallahu alaihi wasallam.

Maka terjadilah alam, terjadilah bumi, terjadilah matahari, berputarlah bumi dan terjadilah siang dan malam, maka berpecah-pecahlah dan terjadilah masing-masing makluk-Nya Allah yang bergerak dan yang diam , yang cair dan yang padat , yang terlihat dan yang tidak terlihat , masing-masing dengan sifatnya , masing-masing dengan warnanya, masing-masing dengan keindahannya, masing-masing dengan kebesarannya , masing-masing dengan tugasnya, terciptalah para malaikat , terciptalah surga dan seluruh makhluk Nya Allah dan terbukalah daripada Alam semesta ini yang bersumber dari نّورٌ عَلَىَ نُورٍ , cahaya diatas semua cahaya.

Maka beruntunglah mereka yang menjadikan cahaya tersebut ada di SANUBARInya, cahaya dari sumber seluruh alam semesta ini.

bahagialah aku dan kalian yang telah menerima cahaya mubarakah tersebut, maukah kalian terima cahaya mubarakah ini di sanubari kalian wahai yang membaca, jadikanlah sanubari kalian ini sebagai tempat untuk terang benderangnya Cahaya Muhammadi Shalallahu alaihi wasallam yang akan menerangi kita kelak di kehidupan ini, menerangi kita kelak di Alam barzakh dan alam Kubur, menerangi kita kelak di hari kiamat, sehingga di saat orang-orang yang membawa cahaya ini di dalam sanubarinya sehingga ia mencintai beliau shalallahu alaihi wasallam dan menjadikan anggota tubuhnya berjalan dengan Sunnah beliau shalallahu alaihi wasallam, Maka terang benderanglah anggota tubuhnya, terang benderanglah sanubarinya, terang benderang lah ia di alam kubur, terang benderanglah ia di yaumul kiamah.

Sehingga API NERAKA MENJERIT ketia ia melewatinya, bukan ia yang menjerit ketika melewati API NERAKA, namun API NERAKA yang menjerit dan berkata : " Lewatlah dengan cepat wahai hamba Allah, karena cahaya kalian membakarku "

Cahaya Muhammadi shalallahu alaihi wasallam. Merekalah adalah orang-orang yang TERPILIH

semoga aku dan kalian termasuk di dalamnya .

Aamiin

 

Sumber : Sulthonul Qulb Habib Munzir alaihi rahmatullah

 

 

 

 

 

 

 

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply