Home / KAJIAN ASWAJA / Perhatian Sahabat Terhadap Peninggalan Cincin Nabi SAW

Perhatian Sahabat Terhadap Peninggalan Cincin Nabi SAW

cincin Rasulullah
Perhatian para khalifah rasul saw, bukan hanya sebatas bidang keagamaan dan kenegaraan, namun mereka juga memperhatikan setiap peninggalan Nabi saw.

Para khulafa' al-Rosyidin, mereka memelihara peninggalan Nabi saw, termasuk cincin Nabi saw. Sesuai hadits shahih.

Diceritakan dari Ibn Umar ra. Ia berkata: Nabi saw, membuat cincin dari logam. Cincin itu dipakai beliau, setelah beliau wafat cincin itu di pakai Abu Bakar al-Shiddiq, kemudian setelah Abu Bakar wafat dipakai oleh Umar Ibn al-Khatthab dan setelah Umar wafat di pakai oleh Utsman ibn Affan, sebelum ahirnya jatuh di sebuah sumur atau taman Aris (sebuah sumur atau taman di dekat masjid Quba') pada cincin itu terdapat tulisan: Muhammad Rasulullah". HR. Al-Bukhari dalam Fath al-Bari (X/313)

Al-Hafidz Ibn Hajar mengatakan: Dalam riwayat al-Nasa'i disebut­kan bahwa cincin tersebut pernah di cari tetapi tidak di temukan. Dan dalam riwayat Ibnu Sa'ad disebutkan bahwa cincin tersebut pernah ada pada Utsman Ibnu Affan ra, selama enam tahun". (Fath al-Bari X/313)

Al-Aini mengatakan: Bi'r Aris adalah sebuah taman dekat dengan masjid Quba'. (Umdah al-Qari' XXII/31)

Bi'r Aris sekarang dikenal dengan Bi'r al-Khotam, yaitu taman cincin, karena disitu cincin Nabi saw, terjatuh dan hilang. Pada masa Khalifah Utsman ibn Affan, selama tiga hari beliau mencari dengan berbagai cara, dan tidak menemukanya. Di sebutkan dalam Buku: al-Maghanim al-Muthalabahfi Ma'alim Thabah: Fairuz Abadi hal. 26.

 
 

Dikutip oleh KangLuqman.Com dari buku "Menyikapi Masalah-Masalah yang dianggap Bid'ah" oleh KH. M. Sufyan Raji Abdullah Lc. 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

2 comments

  1. amantubillah

    Assalamu’alaykum wrwb

    Terima kasih artikelnya tentang cincin NAbi..:)

    tapi saya pernah berbincang sejenak dgn teman dikantor yang menanyakan kenapa saya mengenakan cincin di jari..? saya hanya menjawab pelan “nabi juga mengenakan cincin dijari beliau dan saya hanya mencoba mengikuti sunnah beliau yang satu ini” namun dgn berbisik dia berkata pada saya sambil senyum2 “wah mas itu hadistnya maudhu”
    Saya cuma tersenyum mendengarnya…
    Bisakah mbah lemparin menyannya untuk saya yang nanti saya lemparin juga ke teman saya itu…?apa yg membuat dia bisa berkata seperti itu…?terima kasih
    wassalam

    • @amantubillah….

      hadist di atas sudah jelas diriwayatkan oleh bukhori, dan ulama ahli hadistpun mengatakan kitab bukhori adalah kitab yg paling shohih setelah al qur an, apabila orang di zaman ini ada yg mengatakan itu hadist maudu, maka buang jauh2 kata2 org itu dn jgn anda ambil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


3 × 4 =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>