1:46 am - Friday April 25, 2014

Telah Berpulang ke Rahmatullah Kiyai Kharismatis Abdullah Faqieh dari Langitan

إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ

Telah berpulang ke rahmatullah Kyai Abdullah Faqih Langintan Tuban. Ghofarollahu lahu wa rohimahu wa rofa’a darojatahu wa nafa’a bihil muslimin, syaiun lillahi lahul fatihah….

Kami segenap admin Thariqat Sarkubiyah dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berduka yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Pengasuh Pondok Pesantren Langitan Tuban KH Abdullah Faqieh pada Kamis (29/2) pukul 19.00 WIB. PBNU menyerukan kepada segenap warga Nahdliyin di seluruh penjuru dunia untuk melaksanakan Sholat Ghoib berpulangnya sosok ulama kharismatis ini.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyampaikan rasa kehilangan yang sedalam-dalamnya atas berpulangknya salah satu kyai khos NU tersebut. Menurut Said, KH Abdullah Faqieh adalah salah satu kyai kharismatis yang dimiliki oleh Nahdlatul Ulama.

“Seluruh keluarga besar NU dan pondok pesantren di Indonesia merasakan kehilangan yang mengharukan. KH Abdullah Faqieh adalah salah satu tokoh NU panutan yang memiliki banyak murid di seluruh Nusantara,” tutur kang Said -sapaan akrab KH Said Aqil Siroj.

Lebih lanjut Kang Said memaparkan, KH Abdullah Faqieh sangat berjasa dalam perkembangan NU dan peningkatan kualitas kader-kader ulama NU. Kehilangan KH Abdullah Faqieh adalah sebuah kedukaan mendalam bagi warga Nahdliyin dan umat Islam Indonesia.

“KH Abdullah Faqih memiliki kontribusi yang sangat berharga bagi perkembangan pesantren-pesantren di Indonesia, karena murid-muridnya telah berhasil menjadi ulama dan mendirikan pesantren-pesantren baru di seluruh Indonesia,” tutur Kang Said terharu.

Sekilas KH Abdullah Faqieh
Kiai Faqih (generasi kelima) memimpin Pesantren Langitan sejak l971, menggantikan KH Abdul Hadi Zahid yang meninggal dunia karena usia lanjut. Kiai Faqih didampingi KH Ahmad Marzuki Zahid, yang juga pamannya.

Di mata para santrinya, Kiai Faqih adalah tokoh yang sederhana, istiqomah dan alim. Ia tak hanya pandai mengajar, melainkan menjadi teladan seluruh santri. Dalam shalat lima waktu misalnya, ia selalu memimpin berjamaah. Demikian pula dalam hal kebersihan. Tak jarang beliau mencincingkan sarungnya, membersihkan sendiri daun jambu di halaman.

Meski tetap mempertahankan ke-salaf-annya, pada era Kiai Faqih inilah Pesantren Langitan lebih terbuka. Misalnya, ia mendirikan Pusat Pelatihan Bahasa Arab, kursus komputer, mendirikan Taman Kanak-Kanak (TK) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA). Dalam hal penggalian dana, ia membentuk Badan Usaha Milik Pondok berupa toko induk, kantin, dan wartel.

Lebih dari itu lagi, ayah 12 orang anak buah perkawinannya dengan Hj Hunainah ini juga mengarahkan pesantrennya agar lebih dekat dengan masyarakat. Di antaranya ia mengirim da’i ke daerah-daerah sulit di Jawa Timur dan luar Jawa. Setiap Jum’at ia juga menginstruksikan para santrinya shalat Jum’at di kampung-kampung. Lalu membuka pengajian umum di pesantren yang diikuti masyarakat luas.

(Sumber NU Online)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Filed in: Tokoh

2 Responses to “Telah Berpulang ke Rahmatullah Kiyai Kharismatis Abdullah Faqieh dari Langitan”

  1. Mbah jo
    29/02/2012 at 22:36 #

    Innalillahi wa inna ilaihi roji’un..
    semoga mendapat tempat yang layak disisi Alloh SWT..
    Satu per satu ‘alim ulama dipanggil-Nya…

  2. 01/03/2012 at 05:48 #

    ilmupun otomatis dicabut dari daerah tersebut yang belum tersampaikan…Semoga Allah SWT memberi keselamatan bagi kita semua..amin..

Tinggalkan Pesan


Dilarang keras berdusta mengatasnamakan SARKUB atau NU
Dilarang mengisi di kotak isian dibawah ini dengan nama SARKUB, email SARKUB, dan website SARKUB.COM)
BAGI YANG MELANGGAR LANGSUNG KAMI HAPUS KOMENTAR ANDA!


6 + 5 =